MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Kebiadaban Penjahat


__ADS_3

Adiva dan Bandi tidak mungkin bisa menentukan siapa pengkhianat itu kecuali membutuhkan penyelidikan dulu atau orang itu mengakui secara langsung, atau tidak bertanya langsung kepada mama Linda memaksanya untuk spill siapakah pengkhianat yang sudah membantunya buat bisa sampai ke tempat ini.


Adiva kembali mengambil clurit yang tergeletak diatas lantai setelah barusan ia jatuhkan. Adiva kembali mendekatkan clurit itu di wajah mama Linda dan mama Linda wajahnya kembali menjadi panik.


"Katakan siapa orang itu?" tanya Adiva dengan nada dingin.


Mama Linda masih diam saja sembari kembali menelan ludah dan menatap ngeri kearah clurit berdarah didepan matanya.


"Katakan!" pekik Adiva seraya melotot tajam.


Mama Linda menggeleng, tidak mau mengatakan siapa orang yang telah membantunya. Ketika Adiva bersiap mengayunkan clurit itu ke wajah mama Linda tiba-tiba terdengar suara sesuatu yang terjatuh dari dalam kamar Adiva. Adiva jadi langsung teringat kepada bayinya ketika mendengar suara sesuatu yang jatuh itu.


"Wildan?"


Adiva bergegas berlari ke dalam kamarnya diikuti oleh Bandi, Lisa, Tini, dan Nani. Sementara lima bodyguard yang lain masih berada di ruangan santai menjaga mama Linda agar tidak bisa kabur.


Adiva membuka pintu kamarnya dengan cepat, terkejut melihat Wildan yang sedang tergeletak sembari menangis histeris diatas lantai. Ketika Adiva ingin mengambil anaknya namun Anna bergegas merebutnya lalu mengacungkan gunting kearah Adiva dan yang lain.


"Anna! Apa-apaan sih! Kenapa kamu tiba-tiba berubah jadi aneh seperti itu! Tega kamu, membanting anak aku!" ucap Adiva sangat marah.


Bandi dan Lisa juga geram melihat tingkah baby sitter yang tiba-tiba berubah menjadi jahat itu.


"Atau jangan-jangan kamu ya yang menjadi pengkhianat, membantu wanita psikopat itu biar bisa sampai kesini! Kamu yang membocorkan keberadaan kabin ini kepada dia!" lantang Bandi bertanya sembari menunjuk-nunjuk wajah Anna.


Anna tersenyum dingin kemudian mengarahkan gunting lancip itu kepada Wildan.


"Jangan ada yang berani mendekat atau gunting ini akan menancap di tubuh bayi mungil ini!" ancam Anna kepada mereka bertiga.


Lisa gemetar ketakutan melihat kejadian yang sedang terjadi didepannya.


"Kamu mau apa sih Anna?" tanya Adiva panik dan rasanya ingin sekali menyerang Anna dengan brutal, namun bayinya berada didalam ekuasaan Anna.

__ADS_1


"Aku ingin kalian semua lepasin bu Linda," jawab Anna yang tentu saja Adiva tidak sudi membiarkan perempuan psikopat itu dilepaskan.


"Kamu gila ya nyuruh kita buat lepasin dia? Kamu mau uang? Berapa uang yang mama Linda janjikan buat kamu?" tanya Adiva mencoba melakukan penawaran dengan harta. Karena nyawa itu jauh lebih berharga daripada harta. Apalagi nyawa seorang bayi mungil yang tidak berdosa.


"Jelas lebih banyak dari yang akan kamu janjikan. Kata mama Linda kamu itu cuma menantu kere yang tidak berguna. Sedangkan mama Linda adalah sang penguasa utama dari bisnis-bisnis yang sedang dikelola oleh anaknya. Dia berjanji akan memberikan separuh bisnisnya untuk aku jika aku mau membantunya," ucap Anna membuat semua orang geram.


"Berhenti membela mama Linda, paling dia mau PHPin kamu aja! Serahin bayi aku sekarang! Mama Linda tidak mungkin memberikan harta sebanyak itu untuk kamu. Pikir aja pakai logika kalau di otak kamu tertanam sebuah logika. Kamu tega mau menghabisi nyawa manusia sekecil dia? Mana hati nurani kamu!" lirih Adiva kepada Anna.


"Kenapa aku nggak tega buat dapatin apa yang aku mau?" jawab Anna seraya tersenyum licik kearah Adiva.


Adiva berlari kedepan ingin menyerang Anna saat ini juga namun Anna semakin mendekatkan gunting tajam itu kepada bayinya. Sontak Adiva kembali diam sembari memejamkan kedua matanya.


"Aaaaaaaa! Dasar baby sitter gila!" teriak Adiva dipenuhi amarah yang membara.


"Hahahahahaha," tawa Anna nyaring.


Anna minta dibawa ke ruangan tempat mama Linda ditahan sembari tetap menguasi baby W yang terus menangis dalam dekapan Anna. Mereka bertiga bisa apa, mereka hanya bisa menuruti permintaan Anna karena takut baby W dicelakai oleh Anna. Sembari memikirkan gimana caranya supaya bisa mendapatkan baby W dari Anna tentunya.


"Kerja bagus, Anna!" ujar mama Linda sumringah.


"Diam kamu wanita jahat! Orang mana yang tega menjadikan bayi kecil sebagai tawanan untuk dia celakai!" pekik Adiva seraya melempar vas bunga sampai pecah di samping mama Linda.


"Hahahahaha, kalian, lebih memilih membiarkanku terikat seperti ini atau lebih memilih bayi kecil itu mati ditangan Anna, hah?" tanya mama Linda seraya tersenyum lebar.


Anna juga ikut tersenyum lebar. Adiva memegang dahinya yang terasa pusing sedangkan yang lain, mereka semua bingung mau melakukan apa.


"Ya sudah lepasin saja ikatan dia," titah Adiva kepada seorang bodyguard.


Lisa dan Bandi tampak tidak setuju dengan keputusan Adiva.


"Beb, why?" sahut Lisa seperti tidak setuju.

__ADS_1


Adiva hanya diam saja. Adiva tidak mau mengambil risiko bayinya kenapa-kenapa. Bodyguard yang disuruh oleh Adiva lekas menghampiri mama Linda yang terikat. Mama Linda semakin sumringah tatkala Adiva memilih untuk melepaskannya. Tapi tiba-tiba Adiva menyuruh bodyguard itu untuk berhenti sejenak.


"Tunggu! Anna, aku udah memutuskan buat lepasin mama Linda. Sekarang, kamu serahin bayi aku!"


"Eits! Tunggu ikatan itu lepas dulu baru saya akan serahin bayi kamu," jawab Anna sembari menaikkan salah satu alisnya.


Bandi dan Lisa yakin Anna hanya sedang mempermainkan mereka dan setelah ini, kemungkinan kejadian yang lebih buruk akan menimpa mereka semua.


"Nyonya, pikirkan matang-matang keputusan nyonya, saya yakin Anna tidak akan tega membunuh seorang bayi kecil. Dia pasti masih punya hati nurani," tukas Bandi sembari menatap dalam kearah Adiva.


Adiva tampak mulai ragu buat melanjutkan keputusannya untuk lepasin ikatan mama Linda.


"Bandi! Diam kamu bajingan!" geram mama Linda emosi.


"Kata siapa saya nggak tega?" sahut Anna kemudian mulai menggoreskan gunting tajam itu ke bagian kaki baby W.


"Annaaaaaa!" teriak Adiva histeris melihat bayinya dilukai oleh baby sitter gila itu.


"Hahahahahahaha," tawa Anna merasa tidak bersalah sama sekali dengan perbuatannya.


Baby W semakin menangis histeris sampai suara tangisannya habis dan kurang kedengaran sama sekali. Adiva bersimpuh melihat itu semua. Kakinya mendadak lemas, rasanya dirinya sudah tidak bertenaga lagi melihat anaknya dilukai oleh Anna namun dirinya tidak bisa melakukan apa-apa untuk menyelamatkan anaknya.


"Maafin mama nak," ucap Adiva penuh kesedihan di dalam hatinya sembari menatap bayinya yang menderita di dalam genggaman Anna.


Disisi lain, Lisa hanya bisa ikut menangis sedih melihat bayi yang malang itu menderita akibat ulah Anna.


"Dasar perempuan jahat kamu ya nggak punya hati!" pekik Lisa mengata-ngatai Anna sembari terisak sedih.


"Masa bodo! Hahahaha." sahut Anna semakin gila.


"Hahahahaha, gimana, lebih memilih untuk lepasin ikatan saya atau bayi kecil itu akan semakin menderita?" tanya mama Linda seraya tertawa puas.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2