MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Penjagaan Yang Berlebihan


__ADS_3

"Mana ada mereka kaya, yang kaya itu mama, punya banyak uang di bank. Itu baru namanya orang kaya. Punya aset, punya rumah, lah mereka kerja setiap hari, gaji juga nggak seberapa. Daffa kamu ini gimana sih, apa mulai ketularan menantu jorok itu, jadi aneh?" balas mama Linda kembali menyenggol Adiva.


"Yuhuu, yang paling penting buat aku itu adalah orang yang bukan cuma kaya harta aja, tapi hatinya juga kaya akan kebaikan. Tiap hari ga nyenggol mantu mulu!" seru Adiva berani menyenggol balik mama mertuanya.


"Dudududu, ada yang kepanasan nih karena terus saya sindir. Situ ngerasa ya, tapi kalau apa yang saya omongin ini kan fakta!"


"Itu bukan fakta tapi namanya sok tahu, belum tahu aja kalau nanti aku jadi orang yang sukses, mau nyindir dalam bentuk bagaimana lagi coba?"


"Gausah ngimpi deh jadi orang sukses, kalau udah kere ya kere aja. Selamanya bakalan jadi orang yang kere, ups."


"Ya gapapa lah kere, tapi kaya akan kebaikan. Daripada kaya akan harta, tapi miskin akan kebaikan, hehehe. Itulah orang yang jauh lebih miskin."


"Cuih. Siapa bilang saya miskin akan kebaikan, sore ini saya mau berbagi banyak uang tuh di panti jompo. Nggak main-main loh total dana yang mau saya bagi-bagikan, dua puluh juta! Situ mana mampu, menantu jorok! Paling situ bisanya minta-minta sama anak saya, ups,"


"Ehm, sedekah nggak harus selalu dispill juga kali. Bersedekah secara diam-diam dan nggak gembar-gembor itu juga baik. Cukup aku aja dan Allah yang tahu kebaikan apa yang telah aku lakukan,"


"Sok suci banget sih, kalau miskin ya miskin aja menantu keree! Buktinya lihat, kamu masih aja kere sampai sekarang. Allah nggak kasih-kasih kamu kekayaan, coba pikir itu karena apa, karena Allah nggak sayang sama kamu wahai menantu kere!"


"Nggak selalu orang yang miskin itu artinya dihinakan, dan nggak selalu orang yang kaya itu artinya dimuliakan oleh Allah. Itu keyakinan yang aku yakini, wahai mertua nyinyir!"


"Tema sarapan kita di pagi hari yang cerah ini adalah mertua dan menantu yang ribut terus dan saling sindir. Adiva sayang sebaiknya kita sarapan diluar saja, daripada kamu saling sindir terus dengan ibu saya?"


"Iya mas, memang sebaiknya aku sarapan diluar saja, hohoho, disini terus lama-lama bisa darting deh!"


Lantas Alzam pamitan kepada semua orang bersama dengan Adiva ia pergi berangkat duluan.

__ADS_1


"Lagi-lagi menantu sialan itu berani melawan saya, harus bagaimana lagi dalam menghadapi dia? Amel, Daffa, kalian punya ide nggak supaya dia, si jorok kotor itu pergi dari sini?"


Daffa mengangkat kedua bahunya tanda tak mau ikut campur dengan urusan ini.


"Kalau aku sih ada ide yang sangat cetar dan brilian mam, buat mengusir ipar songong itu dari rumah ini. Nanti kita bahas ide ini di taman aja ya mam?"


"Oke sayang, menantu kaya raya kebanggaan mama. Kamu ini emang yang paling mengerti mama."


"Udah lah, gausah buang-buang waktu, gausah buang-buang tenaga, buat kalian berusaha mengusir Adiva dari sini. Sadar dong dia itu permaisurinya kak Alzam. Tidak mudah buat mendepak dia, mau gimanapun caranya, kalau kak Alzam udah benar-benar tulus mencintai dia!" sahut Daffa seraya mengangkat gelas besar berisi susu hangat.


"Nah itu dia poinnya. Gimana cara supaya Alzam jadi benci sama Adiva. Aku udah mikirin rencana ini matang-matang, bahkan dari dulu. Karena aku, sangat peduli dengan kebahagiaan mama mertua aku." sahut Amel caper.


"Ya ampun, makin sayang deh sama menantu mama yang satu ini." ucap mama Linda dengan tampang sumringah sekali.


***


"Ya beneran dong. Sebentar lagi mereka akan tiba disini. Yang pasti kamu akan dijagain sama mereka, kemana aja kamu pergi, kamu akan selalu merasa aman. Apalagi kemarin kan kamu mau dicelakain sama seseorang."


"Iya, aman sih aman, tapi akunya yang merasa nggak nyaman, heeem. Ada-ada aja kamu deh mas."


"Sudahlah jangan protes mulu."


Tiga orang bodyguard yang mereka tunggu akhirnya datang juga bersamaan naik motor mereka masing-masing.


"Mereka kamu bayar mahal juga mas? Berapa sih bayaran mereka?"

__ADS_1


"Sepuluh juta per bulan, sangat cukup buat membayar jasa mereka menjaga dan mengikuti kemana saja istri mas yang banyak protes ini pergi." jawab Alzam sembari menaikan salah satu alisnya kearah Adiva yang sedang duduk malas di sampingnya.


"Kemahalan nggak sih mas kamu bayar mereka sebesar itu? Setahu aku rata-rata gaji bodyguard itu tiga sampai lima juta deh. Paling tinggi sekitar tujuh juta deh, lebay mulu ah kamu mas!"


"Riset darimana itu sayang? Bagi mas bayaran segitu sebenarnya kurang memuaskan, harusnya mas bayar diatas lima belas juta tapi mas harus lihat-lihat dulu kinerja mereka nanti dalam menjaga istri mas yang rese ini baru gaji mereka akan mas naikkan dua kali lipat!"


"What! Mendingan buat beli motor aja kalau aku tuh uang segitu. Hadeuh, mas-mas, suami yang paling lebay sedunia keknya."


Alzam mengajak Adiva untuk keluar dari dalam mobil. Mereka bertiga langsung disapa dan disambut oleh bodyguard-bodyguard yang ganteng dan kekar itu. Good looking banget kelihatannya.


"Mas, mereka ini mah kaya boyband, masa ada bodyguard seganteng mereka ntar kalau aku naksir mereka gimana?" kagum Adiva seraya menatap manja kearah dua bodyguard yang lain.


Dua bodyguard yang lain bernama Jack dan Aldi. Mereka kenal akrab dengan Alzam dan juga Bandi. Dengan dijagain oleh tiga bodyguard sekaligus, sudah membuat Alzam merasa cukup yakin kalau istrinya bakalan aman sentosa.


"Selamat datang dalam pekerjaan baru kalian. Saya sudah bayar kalian dengan harga yang cukup mahal, saya juga sudah memfasilitasi kalian kontrakan yang cukup elite buat kalian tidur. Jadi kalian ga boleh ceroboh dan asal-asalan dalam menjaga istri saya, ngerti?"


Tiga bodyguard itu mengangguk dengan kompak, lalu Adiva masih saja curi-curi pandang melihat tiga bodyguard kekar nan tampan itu.


"Hi, kenalin aku Adiva? Aku adalah orang yang akan dijaga sama kalian," ucap Adiva memperkenalkan diri dengan lembut dan sopan seraya menyalami mereka satu persatu.


"Aduh, kenapa sekarang aku malah jadi semangat ya? Dijagain sama kalian pasti bakalan jadi moodbooster buat aku, uuuh." kata Adiva seraya berputar centil.


"


Alzam terheran melihat perubahan istrinya yang tadinya protes terus, sekarang malah jadi semangat bahkan bersikap centil? Sekarang malah Alzam yang dibuat nggak nyaman.

__ADS_1


"Ehm, ehm," Alzam berdeham meski tenggorokannya nggak terasa gatal.


__ADS_2