MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Tetangga Baru


__ADS_3

Kecurigaan adakalanya terjadi jikalau melihat sesuatu yang dianggap tidak beres. Rasa penasaran dan juga ingin mencari tahu apakah kecurigaannya benar pun muncul. Meski juga rasa kecurigaan tidak selalu berakhir dengan kebenaran.


"Kak, udahlah, jangan memperpanjang masalah itu. Masalah mirip atau tidak mirip itu mungkin cuma kebetulan saja. Apa harus anak kandung mirip sama kedua orangtuanya?"


"Yaudahlah Daffa, terserah kamu aja. Yang pasti kakak tidak akan tinggal diam soal masalah ini. Kakak juga akan mencari tahu siapa laki-laki itu, si Alex itu. Statusnya sebagai mantan pacar Amel membuat kakak menjadi curiga."


"Udah deh mas Alzam, daripada kamu disini cuma mau nyudutin aku aja, bikin keributan, mendingan kamu pulang dan urusin istri kamu yang jorok itu! Lihat-lihat dia makan apa, cuci tangan atau kaga, bisa-bisa anak kamu didalam perutnya keracunan makanan nanti." ucap Amel mengusir Alzam dengan ketus.


"Kamu kalau nggak nyenggol istriku gatel ya Mel?" sahut Alzam sembari mendelikan matanya kearah Amel.


"Oh tentu saja. Kamu aja nyenggol aku terus!" balas Amel sembari memalingkan wajahnya.


Alzam begitu sebal melihat ekspresi nyolot Amel itu.


"Daffa, kakak pulang dulu ya. Nanti malam datang kesini lagi bersama Adiva. Lekas sembuh ya," ucap Alzam lalu keluar dari dalam ruangan.


Amel merasa lega dan tersenyum melihat orang-orang yang udah menyudutkan dirinya pada pergi. Didalam mobil sebelum Alzam mengemudikannya, Alzam merasa ingin sekali melakukan tes DNA kepada bayi Amel dan juga Alex. Alzam penasaran hasilnya seperti apa nanti, namun bagaimana caranya kalau Amel tetap kekeuh tak mengizinkan?


***


Kehamilan tak membuat Adiva menjadi orang yang pemalas dan hanya leha-leha saja. Kehamilan juga tak membuat dirinya merasa takut akan rasa sakitnya persalinan. Itu sudah kodrat sebagai seorang wanita sepertinya. Adiva sedang memasak sup asparagus pedas ditaburi banyak merica kesukaan sang suami.


Bi Sri bersama dengan Adiva sedang membuat menu masakan lain untuk tuan muda AlzamĀ  Sedangkan pembantu yang satunya lagi sedang menjemur pakaian sang majikan.


"Non Adiva, kasihan rumah nyonya Linda kosong. Nggak ada penghuninya cuma ada dua orang pembantu yang bersih-bersih aja non." tutur bi Sri.


"Iya bi, kan nyonya Lindanya sedang dipenjara. Mempertanggung jawabkan perbuatan jahatnya kepada almarhumah kakak aku dulu. Oh iya, bibi betah nggak bekerja disini?"


"Betah banget dong nyonya Adiva, masa bibi nggak betah sih punya majikan yang baik hati seperti kalian. Oh iya, nyonya jaga terus kandungan nyonya, jangan capek-capek ya? Terus kuliahnya gimana nyonya?"


"Ah itu beres kok bi. Aku pasti bisa lulus jadi seorang sarjana kok."

__ADS_1


Alzam mengagetkan Adiva karena datang-datang langsung memeluk Adiva dari belakang.


"Ya ampun, mas Alzam kamu ngagetin aja ih! Nih aku lagi bikin sup asparagus merica spesial buat suami aku tersayang, yuhuu." ucap Adiva seraya menaruh bubuk merica didalam panci.


"Kamu sekarang jadi sering ngucapin kata yuhuu, ketularan mama aku ya? Hehehehe."


"Iya nih, hahaha. Aku suka aja. Oh iya, besok jengukin mama kamu lagi yuk dipenjara. Kalau mama kamu mau benaran berubah dan beneran tulus minta maaf atas kesalahannya kepada kakak aku, mungkin dia bisa dapat remisi mas?"


"Sungguh mulia hati kamu sayang. Hati Zahra juga mulia, kalian berdua sama-sama mulia. Aku yakin kalian berdua pasti mau memaafkan mamaku. Semoga mama bisa dapat remisi ya?"


"InsyaAllah ya mas."


Lantas pembantu yang satunya lagi, namanya bi Nina datang menemui mereka bertiga dengan berlari seraya memasang tampang senang.


"Ada apa kamu bi Nina berlari-lari happy begitu?" tanya Alzam penasaran.


"Itu tuan, rumah sebelah bakalan ada penghuninya!" jawab bi Nina senang.


"Sepasang suami istri tuan, sama seperti kalian." jawab bi Nina.


"Yaudah kalau gitu habis makan siang kita datang ke rumah mereka yuk sayang? Kita sapa mereka, mereka calon tetangga kita. Kalau kita butuh bantuan kita bisa meminta tolong kepada mereka. Sesama tetangga harus saling membantu,"


"Oke sayang, aku setuju."


Usai mereka berdua makan siang, lantas mereka pergi menuju rumah sebelah dimana katanya rumah itu sudah laku terjual. Rumah yang tak kalah mewah dari rumah Alzam dan Adiva.


Sesampainya didepan rumah itu lalu Alzam mengetuk pintunya, menunggu sang pemilik rumah keluar. Tak berselang lama, sang pemilik rumah keluar untuk membukakan pintu buat mereka berdua.


"Selamat siang? Kalian ini siapa ya? Apakah kalian adalah pemilik rumah itu? " tanya sang pemilik rumah yang ternyata seorang wanita muda cantik berambut berwarna blonde. Sungguh cantik sekali wanita muda itu sudah seperti model yang datang dari Hollywood.


"Iya betul, perkenalkan nama saya Alzam, saya adalah pemilik dari rumah itu. Dan ini istri kesayangan saya, Adiva." ucap Alzam memperkenalkan diri mereka.

__ADS_1


"Hai salam kenal sis, nama saya Adiva," ucap Adiva lalu mengajak bersalaman dengan perempuan cantik itu.


"Nama saya Jenna, Jenna Sri Lestari. Kenapa? Pasti kalian sedang mikirin wajah saya ya? Hehehe. Saya ini emang blasteran, Jawa-Perancis mas, mba." tutur Jenna memperkenalkan siapa dirinya, dengan logat khas bule bercampur dengan logat Jawa yang sangat kental. Sungguh unik.


Jenna juga mempunyai badan yang bagus, tinggi, seksi, dan kulit yang sangat licin.


"Mari masuk? Saya akan membuatkan kalian minuman." ajak Jenna kepada mereka berdua.


"Baiklah, kalau tidak merepotkan." jawab Alzam tersenyum manis.


Adiva merasa cemburu saat Alzam senyum-senyum sok manis kepada gadis blasteran yang cantik itu. Lantas mereka berdua masuk kedalam rumah milik orang yang baru membelinya itu. Adiva dan Alzam duduk diatas sofa coklat empuk seraya menunggu sang pemilik rumah keluar lagi. Mereka melihat-lihat desain ruangan dan perabotan-perabotan yang ada.


Tak berselang lama, Jenna keluar dengan seorang laki-laki gendut yang sepertinya usianya sudah empat puluh tahunan. Perutnya buncit dan wajahnya juga kebulean, dia adalah suami dari Jenna.


"Hi... How are you? Selamat datang di rumah kita. Senang berkenalan dengan kalian, nama saya adalah Nick. Kalau kalian?" tanya pria tambun yang ternyata bernama Nick itu.


Alzam dan Adiva bergegas berdiri untuk menyambut ramah sang tuan rumah.


"Alzam, halo, kabar saya baik. Bagaimana kabarmu?" tanya Alzam ramah seraya menyalami pak Nick.


"Kabar saya juga baik. Oh iya ini siapa, cantik sekali?" tanya pak Nick genit seraya nekat mentowel pipi Adiva. Adiva jadi takut sama suaminya Jenna, sedangkan Jenna merasa tidak enak hati melihat tingkah suaminya yang kurang sopan itu. Alzam kembali dibuat meradang karena permaisuri hatinya disentuh seenaknya oleh pak Nick.


Alzam akan menyindirnya.


"Asal menyentuh wanita lain bukan perbuatan yang sopan kan? Apalagi wanita itu sudah punya suami, saya yakin tuan Nick pasti mengerti itu,"


"Jangan salah paham, aku pikir dia adalah adikmu, jadi ternyata dia sudah punya suami? I'm so sorry?" tanya pak Nick merasa gugup.


"Dia bukan adikku, dia adalah istriku." jawab Alzam ketus.


Alzam ingin sekali membuat bonyok wajah laki-laki gendut genit ini.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2