MAMA MERTUA JAHAT

MAMA MERTUA JAHAT
Menyusul Seorang Gadis Kedalam Hutan


__ADS_3

"Sialan! Pasti ini ulah menantu jorok itu! Sampai sekarang ga pernah berubah!" imbuh mama Linda lagi berkata di dalam hatinya, sembari melihat kearah atas.


"Kamu, memang pantas buat dibumihanguskan Adiva. Kamu tidak pantas buat hidup bahagia di dunia. Kamulah penyebab utama yang telah merenggut kebahagiaan saya. Gara-gara kamu saya jadi terlunta-lunta seperti ini. Jangan pernah salahin saya kalau pada akhirnya saya akan menghabisi nyawa kamu dengan tangan saya sendiri!" urai mama Linda di dalam hatinya lagi, sangat berambisi buat membunuh Adiva.


Kemudian setelah itu mama Linda pergi ke tempat lain. Mama Linda belum ingin semua orang tahu kalau ternyata dirinya ada sekitar kabin ini. Di dalam kamar Lisa, semua orang masih berkumpul disana.


"Udah kubuang kecoaknya, Lis."


"Kamu ga jijik sama kecoak? Hebat banget kamu berani menyentuh langsung kecoak itu dengan tangan kamu,"


"Ngapain jijik sama binatang kaya gitu sih. Ya maklumi aja kalau di kabin ini ada kecoaknya kan jarang ada orang yang dateng buat membersihkan tempat ini. Yaudah yuk kita sarapan bareng lagi," ajak Adiva meraih tangan Lisa, kemudian mereka semua kembali ke ruang makan di lantai satu.


Bandi terlihat emosi karena Lisa begitu manja dan menyebalkan, sama kecoak aja heboh. Bandi menganggap dengan ikutnya Lisa kesini itu hanya bikin malas aja. Lantas mereka sarapan bersama-sama di ruang makan. Rencananya habis sarapan, Lisa mau jalan-jalan di sekitar kabin ini. Lisa ingin memotret menggunakan kamera betapa indahnya pemandangan di sekitar kabin.


Sebelum menjelajah Lisa memakai sepatu boot dulu didepan kabin untuk berjaga-jaga jika seandainya ia menginjak binatang yang berbahaya seperti ular, itu adalah suatu bentuk kewaspadaan dalam menjaga dirinya. Lalu Lisa berlari kearah hutan, Lisa ingin pagi ini ia habiskan untuk melakukan jooging kedalam hutan.


Dari jendela kayu di kamarnya, Adiva mengamati Lisa yang sedang berlari kearah hutan. Adiva jelas mencemaskan Lisa kalau dia pergi sendirian ke dalam hutan.


"Lisa ngapain jelajah alam sendirian sih kan dia belum tahu ada apa di dalam hutan itu," ucap Adiva cemas.


Adiva inisiatif buat menemui Bandi dibawah, menyuruhnya untuk mengikuti kemanapun Lisa pergi, menjaga Lisa karena dia adalah seorang perempuan yang sendirian masuk kedalam hutan. Adiva menemui Bandi yang sedang berdiri gagah di samping area kabin.


"Bandi kamu ikutin Lisa ya, awasi dia jangan sampai sahabatku itu kenapa-kenapa,"


"Hm, kenapa harus saya sih nyonya? Kan bodyguard yang lain masih banyak,"


"Kenapa kamu tidak mau menjalankan perintah dari nyonya kamu? Profesional dong? Kamu kan yang terkuat diantara semua bodyguard disini."

__ADS_1


"Ah nyonya bisa saja. Yaudah saya susul si Lisa kesana," ucap Bandi sembari berjalan malas menuju hutan.


"Kok jalannya kaya siput? Lari dong Bandi, kejar Lisa jangan sampai kamu kehilangan jejak dia!"


Bandi mengangkat salah tangannya lalu menunjukkan jempol keatas dan setelah itu Bandi lekas berlari menyusul Lisa. Adiva tampak tersenyum senang karena sebenarnya bukan cuma mencemaskan Lisa, tapi dengan menyuruh Bandi menyusul Lisa juga bisa jadi sarana kedekatan mereka berdua.


Berdua-berduaan di dalam hutan, saling menjaga satu sama lain. Dan Adiva yakin, Bandi bukan orang yang suka bertindak macam-macam. Adiva yakin Bandi tidak mungkin ngapa-ngapain Lisa disana.


"Semangat Lisa!" teriak Adiva kencang, beberapa bodyguard yang sedang berjaga jadi menoleh kearah Adiva. Adiva jadi merasa tidak enak karena telah membuat kebisingan.


Tapi tiba-tiba, saat Adiva berbalik badan dan bersiap masuk ke dalam kabin, kepala bagian belakangnya ada seseorang yang melemparnya menggunakan kerikil kecil.


"Ah," rintih Adiva membuka mulutnya kemudian tangannya bergerak memegang bagian kepala belakangnya terasa agak nyeri.


Adiva kembali menoleh kearah hutan, siapa yang iseng melemparinya dengan kerikil kecil. Apa itu adalah seekor kera, pikir Adiva bingung. Atau mungkin salah satu bodyguard yang berjaga barusan merasa kesal karena dirinya berteriak kencang. Tapi rasanya tidak mungkin diantara mereka ada yang berani melempar kerikil ke kepalanya. Itu sudah cukup keterlaluan.


"Itu baru kerikil kecil Adiva, selanjutnya mungkin clurit yang akan menyentuhmu!" nyalang mama Linda di dalam hatinya seraya tersenyum licik.


Di dalam hutan, Lisa tengah asyik memotret indahnya pepohonan, beberapa binatang-binatang hutan yang tidak buas ia temui. Lisa memotret mereka dengan senang hati. Meski hutan ini sangat sepi tapi suasananya sangat indah dan asri.


Bahkan Lisa melihat ada seekor rusa yang melintas. Lisa mencoba berlari mengejar rusa itu, namun karena kurang berhati-hati kakinya malah terpeleset dan Lisa hampir jatuh ke dasar jurang.


Dengan kedua tangannya Lisa berusaha memegang kuat bagian atas jurang.


"Tolong! Tolong!" teriak Lisa panik.


Lisa tidak berani menatap kearah bawah, takut dengan ketinggian yang cukup tinggi ini. Meski sebenarnya, di bawah juga bukan bebatuan yang akan membuat badannya hancur jika sampai terjatuh kesana.

__ADS_1


"Toloong! Toloooong!" teriak Lisa lagi.


Sudah sepuluh menit Lisa berjuang untuk bertahan, tapi rasanya tangannya sudah mulai terasa keram. Lisa benar-benar menyesal sudah masuk kedalam hutan sendirian. Lisa merasa dirinya adalah orang yang paling bego di dunia ini.


"Bego, bego, bego!" kata Lisa di hatinya.


"Kenapa kamu pergi sendiri sih Lisa! Kan gini deh jadinya kalau kamu mau celaka, ga bakal ada yang nolongin!" pekik Lisa menyalahkan diri sendiri.


"Tolong! Tolong!" teriak Lisa sekali lagi. Dan pada akhirnya beberapa menit kemudian Lisa merasa sudah tidak kuat lagi untuk bertahan. Lisa pada akhirnya pasrah karena tak kunjung ada orang yang datang mendengar teriakannya.


"Hari ini aku akan mati, selamat tinggal dunia yang fana." ucap Lisa sedih kemudian tangannya terlepas.


Tangan Lisa pun terlepas dari memegangi bagian atas jurang, tetapi, sepasang tangan langsung menariknya keatas hingga Lisa berhasil selamat. Lisa ditarik keatas oleh Bandi sampai tak sengaja Lisa terjatuh diatas tubuh kekar Bandi karena ketarik.


"Tidak! Apa aku udah mati? Apa aku udah di surga?" tanya Lisa merasa dirinya sudah mati. Merasa rohnya sudah keluar dari dalam jasadnya.


Lisa merasa ada sesuatu yang empuk dan nyaman dibawah tubuhnya. Lisa mencoba memberanikan diri membuka matanya, ia lihat ada wajah laki-laki tampan di bawahnya.


"Bandi? Kamu menyusul aku ke surga?" tanya Lisa semakin ngaco.


Bandi langsung mendorong Lisa ke samping, Lisa sedikit merintih karena didorong dengan agak kencang oleh Bandi.


"Ih kok kamu dorong aku sih!"


"Lagian kamu ini freak ya, udah diselamatkan malah mengira diri kamu udah mati."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2