
"Iya maaf." jawab Adiva dengan ekspresi wajah jutek.
Mama Linda masih melotot kepadanya lalu lanjut masuk kedalam. Kemudian saat malam tiba, tepat pukul sembilan malam lewat sepuluh menit, Adiva sedang meringkuk kedinginan diatas sebuah tikar lusuh didalam gudang. Bau yang tidak enak, tikus dan kecoa menjadi teman hukuman pada malam yang dingin ini.
Tidak ada kenyamanan yang ia dapatkan didalam gudang yang kotor dan penuh dengan debu ini. Adiva hanya rebahan sembari memandang langit-langit gudang yang cukup banyak sarang laba-laba. Menghela nafas untuk menghalau rasa bosannya. Adiva inginkan kebahagiaan yang menyejukkan hati, bukan menjadi menderita seperti ini. Ia heran siapa yang salah tapi siapa juga yang terkena hukuman?
"Sungguh mama mertuaku the real mertua antagonis. Coba aja kalau aku dapatin mertua protagonis, pasti hidupku akan selalu bahagia. Dan aku akan selalu bersyukur kepadamu oh Tuhan. Kapan ya mama Linda benar-benar berubah, jadi sayang sama aku?"
Alzam sang suami tampannya sudah pulang kerumah, dirinya tidak sabar lagi melihat istri kecilnya yang lagi-lagi tidak menunggunya didepan rumah. Malam ini juga, ada gejolak ingin melakukan hubungan suami istri lagi dengan Adiva. Sepertinya mulai besok Alzam merasa harus membuat peraturan baru untuk istrinya bahwa Adiva harus sempatkan waktu menunggu kepulangannya saat selesai bekerja didepan rumah.
Alzam melangkah menuju kamar tempat yang selalu nyaman untuk melepas rasa penat, tapi ternyata saat Alzam membuka pintunya, tidak ia temukan ada istri kecilnya didalam.
"Loh, kemana perginya kelinci mungilku? Biasanya jam segini dia juga lagi rebahan disini. Atau nggak lagi ngerjain tugas, Adivaaa kamu dimana sayang?" panggil Alzam mencari-cari.
Saat Alzam sedang memanggil Adiva diruang tengah, mamanya yang seorang ratu drama buru-buru datang untuk menghasut anaknya dengan rencana yang baru, yang sudah ia susun dengan matang. Mama Linda sudah menyiapkan suatu hal yang briliant buat memfitnah menantu yang tadi membuatnya malu. Namun mama Linda juga tidak ingin Alzam menganggapnya sedang mencoba memfitnah Adiva lagi.
"Kamu lagi nyari Adiva ya sayang?" tanya mama Linda sembari berjalan kedepan Alzam.
"Iya ma, dia dimana emangnya? Masih dikampusnya kah? Biar Alzam jemput kalau dia masih di kampus."
Alzam berbicara sembari melirik kearah meja makan lalu kakinya seperti tertarik magnet dan melangkah ke meja makan, saat melihat banyak makanan lezat buatan ART sudah tersaji diatas meja. Alzam yang sedang lapar itu buru-buru mengambil nasi.
__ADS_1
"Iya, istri kamu belum pulang nak. Mama juga belum makan, kalau kamu mau jemput dia, lebih baik kamu isi perut kamu dulu."
Alzam mengambil nasi dan lauk kemudian memakannya dengan lahap, masakan ini terasa masih hangat karena baru disiapkan di meja dan diam-diam, mama Linda sudah memasukkan sebuah obat tidur kedalam nasinya. Mama Linda terus mengamati nasi yang mengandung obat tidur tersebut. yang sedang dinikmati dengan lahap oleh anaknya.
"Loh, kok mama nggak ikut makan?" tanya Alzam seraya mengunyah makanan.
"Mama sudah kenyang nak, tadi mama makan dirumah teman arisan mama. Mama tadi datang ke acara arisan dan kamu tahu siapa yang beruntung saat kocokan arisan tadi, nama mama yang keluar nak dan mama berhak membawa pulang uang seratus juta, yes!"
"Ya bagus dong ma, mama harus selalu bersyukur ya? Lebih baik uangnya ditabung saja, daripada digunakan buat foya-foya oleh mama?"
"Nggak lah. Mama belum ingin menabung dan lagian tabungan mama juga ada milyaran kali di bank. Besok mama mau habisin semua uang itu buat shopping bareng Amel. Yuhuu, nggak sabar!" girang mama Linda sembari bertepuk tangan pelan.
"Dia mana mau diajak shopping. Dia kan tomboy nak! Dia sukanya datang ke lapangan, nonton acara sepakbola, gitu kan!"
"Ah yaudahlah, terserah mama saja."
*
*
*
__ADS_1
Adiva tidak bisa memejamkan matanya didalam gudang, apalagi barusan Adiva mendengar suara suaminya yang berteriak memanggil namanya. Adiva ingin menemuinya tapi takut kena marah lagi sama mama Linda. Adiva tidak ingin menjadi biang keributan lagi diantara mereka, apalagi kalau suaminya tahu dirinya sedang dikurung dalam gudang. Bisa-bisa, nanti Alzam akan melanjutkan niatnya menghancurkan perusahaan keluarganya sendiri.
"Setahu aku mas Alzam pernah menghancurkan dua perusahaan besar. Dia begitu berpengaruh ya dalam dunia bisnis Aku takut kalau sampai dia tahu mama masih bersikap begitu sama aku, sebaiknya aku sabar aja deh. Pasti ada hikmahnya. Ayo Adiva, kamu harus bisa tidur walau di tempat yang seperti ini. Kamu beruntung banget punya suami hebat macam dia. " ucap Adiva kemudian berusaha memejamkan netranya.
Alzam merasa matanya ngantuk sesaat setelah makan. Ini adalah hal yang lumrah, biasanya terkadang orang-orang akan merasa ngantuk setelah banyak makan saat malam hari. Alzam tidak berpikir curiga tapi Alzam berusaha untuk tetap membuka matanya karena dirinya harus menjemput istri kecilnya yang ia pikir masih berada di kampus.
Bahkan Alzam meminta dibuatin kopi oleh mamanya agar rasa kantuknya hilang, namun karena pengaruh obat tidur itu begitu kuat, Alzam jadi tertidur diatas meja.
"Haah, akhirnya kamu tidur juga nak. Maafin mama ya udah ngasih obat tidur dalam makanan kamu. Mama cuma nggak mau kamu tahu kalau mama sedang mengurung Adiva didalam gudang. Mama nggak ingin kamu pergi ke kampus terus satpam kampusnya bilang kalau Adiva udah pulang." batin mama Linda kemudian memanggil Daffa, disuruh membantu membawa kakaknya kedalam kamar.
Alzam dibawa oleh mereka berdua kemudian dibaringkan diatas kasur. Tidak lupa mama Linda melepas dasi dan sepatu yang masih dikenakan oleh Alzam. Daffa heran kenapa kakaknya sampai ketiduran diatas meja. Mama Linda juga memakaikan selimut diatas tubuh Alzam.
"Kakak kenapa sampai ketiduran diatas meja sih ma? Dia capek banget ya? Berat juga badan dia." tanya Daffa sembari mengelap peluh yang mengalir.
"Kakak kamu tuh tadi mama kasih obat tidur dalam makanannya. Ssst, tapi kamu jangan berisik ya? Ini mama lakukan karena mama sedang menghukum menantu gila itu didalam gudang. Masa tadi saat arisan, dia berani sekali mempermalukan mama disana nak? Mama kesal sekali sama dia! Mama sedang memberikan dia hukuman!"
"Aduh gawat ma, kalau sampai kak Alzam tahu istrinya dikurung dalam gudang, pasti dia akan marah besar. Resikonya bisa fatal. Kalau perusahaan kita akan hancur ditangan dia sendiri ma? Mama mau kehilangan aset berharga dalam hidup mama?"
"Nggak akan! Mama udah atur ini matang-matang. Justru mama yakin menantu sialan itu yang akan hancur."
Bersambung...
__ADS_1