
Mama Linda mengikat tangan dan kaki Amel, langsung menyeretnya masuk ke dalam sebuah kamar yang kotor dan bau. Bahkan di kamar ini, banyak sekali tikus dan kecoa yang berkeliaran. Amel tampak takut saat melihat ada seekor tikus yang sedang berjalan di bawah kolong ranjang yang sudah agak tua.
Sebelum mama Linda pergi mencari makanan dan minum, mama Linda membuka kain serbet yang menyumpal mulut Amel. Mama Linda membiarkan menantu malang itu untuk bersuara.
"Tolong! Tolong!" teriak Amel langsung.
Mama Linda tertawa cekikikan melihat Amel yang berteriak minta tolong.
"Siapapun! Aku disekap sama perempuan iblis!"
"Percuma, kaga bakalan ada yang denger menantu manja sialan! Menantu yang sudah menggunakan banyak uang saya, hah!" lantang mama Linda lalu memukul wajah Amel.
"Saya menyesal sudah jodohin kamu dengan Daffa. Nyatanya kamu itu cuma mantu toxic yang gak berguna! Cuih!" pekik mama Linda lalu meludah jijik ke wajah Amel. Amel hanya bisa pasrah dan menangis menerima perlakuan kejam ini.
"Amel mohon ma jangan perlakukan Amel begini? Bebasin Amel? Amel janji kalau Amel dibebasin nanti Amel gak akan laporin mama ke polisi,"
"Apa saya bisa mempercayai perkataan kamu, hah? Sayangnya selama ini kamu sudah banyak membohongi saya. Kamu itu cuma wanita murahan yang hamil diluar nikah dengan mantan pacar kamu yang bajingan itu! Sekarang, saya ingin mengurung kamu disini, selamanya bersama saya, hahahahaha!"
Amel menggelengkan kepala tidak mau, tidak mau dikurung dan tersiksa selamanya di tempat yang sepi seperti ini.
"Amel janji gak akan laporin mama ke polisi. Amel juga berjanji akan memberi banyak uang buat mama bertahan hidup. Amel mohon ma?"
"Uang darimana kamu? Uang saya juga kan? Hahaha. Kamu akan menjadi teman saya disini. Dulu kita senang bersama, sekarang kita juga harus susah bersama!"
Tatapan mata Amel semakin ketakutan membayangkan kengerian yang akan terjadi kepada dirinya kedepan. Amel menggeleng-geleng tidak mau dibekap lagi, kemudian mama Linda kembali membekap mulut Amel menggunakan kain serbet itu lagi biar tidak berisik.
__ADS_1
Mama Linda melangkah keluar meninggalkan menantu malang itu menderita terikat di dalam kamar sendirian. Mama Linda membanting pintu kamar dengan kencang kemudian pergi keluar mencari makan dan minum.
Kemudian, satu jam kemudian mama Linda kembali ke rumah besar bang Jaja dengan membawa sebungkus gorengan yang ia curi dari pedagang asongan tadi. Mama Linda mengambil kursi lalu duduk diatas kursi itu. Kejamnya, salah satu kaki kursi ia letakkan diatas kaki Amel sehingga tentu saja kaki Amel terasa sakit saat mama Linda duduk diatas kursinya, sembari menikmati gorengan diatas kursi itu.
Amel terus menjerit dan menangis tapi tidak terlalu didengar. Sedangkan mama Linda sendiri masa bodo menikmati gorengan lezat yang ia curi, mempamerkan gaya menyantap makanan dengan nikmatnya di depan Amel.
Tidak ada sedikitpun empati yang ia tunjukkan kepada Amel. Lalu setelah menghabiskan gorengan itu, mama Linda tampak mendengar suara perut keroncongan Amel. Mama Linda tersenyum senang melihat tahanannya tengah kelaparan dan menderita. Kemudian karena mama Linda mau tidur, mama Linda menendang kepala Amel sampai Amel pingsan.
***
Sementara itu di depan rumah Daffa, Daffa sedang berbicara dengan beberapa polisi yang sudah datang. Mereka akan segera bergerak mencari keberadaan Amel yang entah dimana, tapi Daffa yakin sekali kalau Amel hilang diculik. Daffa mengerahkan polisi untuk mencari keberadaan Amel di rumah Alex. Karena selama ini yang suka menculik Amel adalah Alex.
Daffa ikut menaiki mobil polisi menuju kediaman Alex. Mereka tahu sekarang Alex tinggal dimana. Sampailah mereka di rumah Alex. Alex sedang merokok sembari bermain wanita bayaran di dalam kamarnya. Mendengar suara mobil polisi datang, Alex bergegas memakai baju dan celana. Alex berjalan cepat menuruni tangga diikuti oleh si wanita yang berjalan sembari membetulkan tali tanktopnya.
Alex membuka pintu depan rumahnya, tampak terkejut melihat kedatangan beberapa polisi dan juga Daffa. Alex dan si wanita pemuas bayaran saling bertatapan bingung melihat kedatangan para polisi. Alex berpikir apakah bisnis gelapnya sudah terendus pihak kepolisian? Mereka sudah menemukan bukti?
"Kita mau menggeledah rumah anda," jawab salah satu polisi.
"Why? Kenapa kalian ingin menggeledah rumah saya? Apa salah saya?"
"Anda terduga melakukan penculikan kepada saudari Amel, seperti dulu kata pak Daffa anda pernah melakukannya."
"Tapi saya ga menculik siapa-siapa pak, baiklah kalau begitu silahkan geledah isi rumah saya. Saya menjamin tidak akan kalian temukan ada Amel disini." tandas Alex mempersilahkan para polisi buat menggeledah isi rumahnya yang besar itu.
Kemudian para polisi itu masuk kedalam rumah Alex, menggeledah isi dari rumah Alex. Mereka mengecek satu per satu ruangan yang ada di dalam rumah Alex. Mengecek kolong demi kolong kamar, kolong meja, dan lain-lain tempat yang kemungkinan kuat dijadikan sebagai tempat penyekapan Amel.
__ADS_1
Namun memang faktanya Amel tidak berada dirumah ini. Mereka tidak menemukan adanya Amel di rumah ini.
"Pak Daffa, istri anda tidak ada disini." tutur seorang polisi didepan Daffa.
Daffa semakin bingung dimana keberadaan istrinya? Tadi saat menghubungi orang tua Amel mereka juga tidak tahu keberadaan Amel. Daffa teringat sama seseorang yang kabur dari penjara, tidak lain lagi adalah mama Linda.
"Pak polisi, saya tahu kita harus kemana sekarang. Tempat yang kemarin kalian sambangi bareng kakak saya,"
"Rumah tepi rel kereta itu?"
Daffa mengangguk. Lalu mereka bergegas pergi kesana. Alex jadi merasa lega karena para polisi itu ternyata datang tidak untuk menangkapnya. Alex menyenggol bahu wanita bayaran yang masih berdiri didekatnya,
"Ayo kita mendesah lagi?"
Wanita bayaran itu membalas ajakan Alex dengan birahi wajah yang menggoda, menjulurkan lidah seksi. Kembali masuk kedalam kamar yang megah dan panas. Siapa kupu-kupu malam yang tidak bahagia melayani tuan tampan yang memuaskan dan seksi seperti Alex itu. Cuma Amel saja yang berani mengata-ngatai Alex.
***
Cahaya bulan purnama, memantulkan cahaya dari sinar benda langit yang lebih besar, membuat suasana malam di tepi rel kereta tidak terlalu gelap. Mama Linda sedang tertidur pulas diatas kasur lantai. Amel terbangun dari pingsannya, rasanya kepalanya masih terasa sakit akibat hantaman kaki mama mertua gila itu tadi.
Amel berusaha untuk lepaskan ikatan tali yang ada ditangannya, tapi ikatan tali ini cukup kuat. Amel memindai keadaan sekitar, netranya tajam buat melihat segala sesuatu yang menunjuk aura remang-remang.
Sepertinya keberuntungan berpihak kepada Amel, Amel melihat ada sebuah gunting yang tergeletak di bawah kursi yang menginjak kaki mulusnya.
Pasti gunting itu terjatuh dari atas waktu itu.
__ADS_1
Bersambung...