
Risya yang memasuki kamarnya yang menutup pintu kamar dan bersandar pada pintu yang menyeka kasar air matanya.
"Seenaknya saja datang dan berbicara ini dan itu. Memang aku peduli. Aku tidak pernah peduli semuanya. Terserah dia mau ngapain," umpat Risya yang penuh dengan emosi karena Arga yang selalu ingin melakukan semua dengan suka-sukanya.
Arga yang berdiri di depan pintu kamar hanya diam yang juga tidak berani untuk berbicara pada Risya. Semua terjadi karena kesalahannya dan dia menyadari semua itu.
"Arga!" tegur Tantri yang membuat Arga menoleh ke belakangnya.
"Mah," sahut Arga.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Tantri.
"Iya aku baik-baik saja. Risya sepertinya masih belum bisa di ajak bicara. Tidak apa-apa aku akan pulang dulu. Aku juga mau menyelesaikan urusan penting nanti aku pasti akan kembali lagi," ucap Arga.
"Ya sudah kalau begitu semoga saja kamu dan Risya hubungannya semakin membaik. Dan mama akan coba untuk bicara dengan Risya nanti," ucap Tantri.
"Terima kasih mah untuk dukungannya. Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu," ucap Arga pamit.
"Iya hati-hati ya Arga," ucap Tantri.
Arga pamit dengan mencium punggung tangan Tantri dan setelah itu dia pergi meninggalkan tempat itu.
"Huhhhh, kenapa sih masalah rumah tangga anak-anak tidak bisa di selesaikan dengan baik apa. Terkadang sangat heran dengan anak-anak ini," gumam Tantri yang lama-kelamaan pusing juga dengan rumah tangga anaknya.
Dia tau Risya itu keras kepada dan sebenarnya sama saja dengan sikap Arga. Sudah ada kemajuan Arga punya pikiran langsung menghampiri Risya dan walau tidak mendapatkan hasil apa-apa dari Risya.
*********
Arga kembali bertemu dengan Samuel dan juga dengan Vio. Mereka bertemu di salah satu Restaurant dan berbicara dengan serius.
"Bagaimana apa yang kalian dapatkan?" tanya Arga dengan penuh rasa penasaran.
"Seperti yang aku katakan sebelumnya. Kami ke toko bunga itu dan memang semua bunga yang di kirim untuk Risya dari toko bunga itu," jelas Vio.
"Dan kamu tau siapa yang membelinya?" tanya Arga.
"Rachel!" jawab Vio membuat Arga terkejut.
"Apa kamu bilang?" tanya Rachel.
"Iya Rachel yang mengirimnya. Semua bunga-bunga itu adalah kiriman dari Rachel," jawab Vio.
__ADS_1
"Kamu yakin?" tanya Vio yang tidak percaya dengan hal itu.
"Aku yakin?" tanya Arga.
"Benar apa kata Vio Arga. Semua bunga-bunga itu dari Rachel dan juga perhiasan yang di dapatkan Risya Rachel juga yang membelinya. Kami semua mendapatkan informasi yang valid," sahut Samuel menambahi.
"Itu artinya semua ini Tony!" desis Arga dengan mengepal tangannya yang sudah bisa menebak keseluruhannya.
"Kamu benar, semua ini karena Tony. Bisa di pastikan Rachel menuruti keinginan Tony yang mengincar Risya dan aku dan Samuel juga baru tau. Jika Rachel sering mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari Tony dan mungkin mengetahui suaminya menyukai Risya dan ingin memiliki Risya Rachel juga tidak bisa apa-apa dan hanya menurutinya saja," ucap Vio yang sudah banyak mengetahui tentang Tony.
"Sial!" umpat Arga, "aku akan menghabisinya," umpat Arga yang penuh dengan emosi yang sudah tidak tahan dengan perlakuan Tony yang membuat istrinya celaka.
"Tidak semudah itu Arga!" sahut Samuel.
"Apa maksudmu. Jelas-jelas semua ini karena perbuatan Tony!" sentak Arga yang mulai emosi dan tidak bisa mengendalikan dirinya.
"Tetapi kita tidak punya bukti yang kuat," sahut Vio.
"Bukti apa lagi, semuanya sudah jelas," tegas Arga.
"Jangan gegabah Arga hanya dengan ini. Ini bukan bukti yang kuat dan kamu juga harus tau Tony orang yang sangat berpengaruh dalam hal apapun. Dia bisa saja membalikkan semua fakta dan yang adanya kita tidak akan mendapatkan apa-apa," ucap Vio mengingatkan.
"Aku punya ide," sahut Samuel.
"Apa?" tanya Arga.
Samuel pun mengatakan apa yang di rencanakannya kepada Arga dan Vio dengan kepala mereka yang saling berdekatan dan sama-sama mendengarkan apa yang di katakan Samuel. Arga dan Vio hanya mengangguk-angguk saja yang seolah-olah sangat mengerti apa yang di katakan Samuel.
*********
Restauran.
Di salah satu Restaurant terlihat Rachel yang duduk di salah satu bangku pengunjung. Dengan Rachel yang beberapa kali mengecek riasan wajahnya, rambutnya dari cermin.
"Lama sekali dia," gumam Rachel sembari minum dan melihat ke sekitarnya yang sepertinya mencari seseorang. Rachel juga terlihat begitu gugup dan sejak tadi juga terlihat senyum-senyum sendiri.
"Rachel!" suara Pria yang khas itu membuat Rachel melihat kebelakangnya dan langsung terpancar senyum indahnya.
"Arga," sahut Rachel yang begitu bahagia dengan kedatangan Sean.
"Maaf ya aku lama," ucap Arga yang langsung duduk di depan Rachel.
__ADS_1
"Tidak apa-apa kok. Aku baru sampai juga. Oh iya kamu mau pesan apa?" tanya Rachel.
"Apa yang kamu pesan saja," jawab Arga.
"Baiklah," sahut Rachel yang tersenyum dan langsung memanggil pelayan untuk memesan makanan yang di pesan Arga.
Arga menghela napas perlahan dengan tersenyum palsu kepada Rachel yang sepertinya ada yang ingin di rencana Arga.
Tidak lama pesanan Arga sudah datang dan Arga sedang makan bersama dengan Rachel.
"Bagaimana apa kamu suka dengan makanannya?" tanya Rachel.
"Iya aku sangat suka. Aku sangat suka dengan semua yang kamu sukai," jawab Arga membuat Rachel tersenyum.
"Aku senang Arga kamu mau makan bersamaku dan kenapa tiba-tiba?" tanya Rachel.
"Aku tidak tau. Aku tiba-tiba saja kepikiran untuk makan bersama kamu dan iya aku juga sedang ada masalah dengan Risya. Ya kepala ku sakit dengan Risya. Jadi lebih baik aku mencari kenyamanan sendiri," ucap Arga dengan santainya yang membuat Rachel tersenyum.
"Arga jika kamu perlu tempat untuk cerita. Maka aku tidak masalah Arga untuk mendengarkan cerita kamu dan iya Arga aku sangat bahagia dengan apa yang kamu ceritakan nanti dan pasti aku akan mendengarnya," ucap Rachel.
"Terima kasih Rachel untuk kebaikan kamu. Kamu mengatakan seperti ini seperti kamu masih mencintaiku," ucap Arga.
"Kamu itu ada-ada saja. Ya jelas aku masih mencintaimu," sahut Rachel.
Arga tersenyum dan memegang tangan Rachel. Hal itu jelas membuat Rachel terkejut dengan perlakuan Arga yang tiba-tiba sangat manis.
"Apa yang harus aku lakukan Rachel. Agar aku bisa membebaskan mu dari Tony," ucap Arga yang membuat Rachel terkejut.
"Kamu ingin melakukan hal itu?" tanya Rachel yang tidak percaya.
"Iya aku ingin melakukannya," jawab Tony yang membuat Rachel terkejut.
"Tapi bagaimana caranya?" tanya Rachel yang sangat bahagia dengan keinginan Arga. Namun Rachel juga takut. Karena hal itu tidak mudah.
"Aku tau kamu pasti tau caranya. Aku ingin memenjarakannya," ucap Arga.
"Tapi bagaimana mungkin kamu ingin memenjarakannya?" tanya Rachel.
"Semua kuncinya ada di kamu dan aku yakin kamu tau apa yang harus kamu lakukan," ucap Arga yang mencoba untuk meyakinkan Rachel.
Bersambung
__ADS_1