MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 102


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Vio berhenti di depan rumah Risya. Setelah mematikan mesin mobilnya Vio pun akhirnya turun dari mobil dan langsung menuju rumah Risya.


"Vio!" sapa Tantri yang melihat kedatangan Vio.


"Tante," sapa Vio yang menghampiri Tantri dan mencium punggung tangan Tantri.


"Vio mau ketemu sama Risya. Risya ada kan Tante?" tanya Vio.


"Ada. Tetapi biasalah Risya ada di kamar dan Tante nggak tau Risya mau ketemu apa tidak. Karena belakangan ini Risya tidak pernah keluar kamar. Bahkan Arga sudah beberapa kali datang dan Risya tetap berada di kamar. Terkadang Arga ingin sekali mendobrak pintu kamar Risya supaya bisa masuk melihat Risya dan bicara pada Risya. Hanya Tante yang mencoba untuk mencegah Arga," ucap Tantri dengan sedikit penjelasannya.


Memang Arga sudah beberapa kali datang ingin berbicara dengan Risya. Namun Risya yang keras kepala dan benar-benar membisu yang tidak mau bicara dengan Arga.


"Ya sudah Tante malau begitu biar Vio menemui Risya dulu," ucap Vio.


"Ya sudahlah kamu temui dia," sahut Tantri.


Vio mengangguk. Baru saja Vio mau melangkah tiba-tiba Risya sudah menuruni anak tangga dan Risya terlihat rapi dan berpenampilan formal yang membuat Tantri dan Vio saling melihat.


"Risya!" sahut Tantri yang langsung menghampiri putrinya itu, " sayang kamu sudah turun. Akhirnya setelah sekian abad kamu bertelur di dalam kamar, akhirnya kamu keluar dari kamar sayang," ucap Tantri yang begitu bahagianya.


"Issss mama apa-apaan sih," sahut Risya yang terlihat risih dengan mamanya yang memegang-megangnya.


"Kamu mau kemana Risya, rapi amat?" tanya Vio.


"Mau kekantor," jawab Risya.


"Kantor!" pekik Tantri dan Vio dengan serentak yang terlihat terkejut yang tiba-tiba saja Risya yang ingin kekantor. Lama mengurung diri di kamar eh tiba-tiba saja ingin kekantor.


"Ya iya kekantor lah, mau kemana lagi," sahut Risya dengan santai.


"Kok tumben-tumbenan nya?" tanya Vio.


"Ya memang kenapa? ada yang salah?" tanya Risya.


"Ya kamu sama Arga bagaimana?" tanya Tantri.

__ADS_1


"Stop!" sahut Risya yang menahan tangan mamanya itu, "jangan sebut-sebut nama Arga lagi. Aku kekantor tidak ada hubungannya dengan Arga dan berhenti menyebut nama Arga!" tegas Risya yang tidak mau mendengarkan nama Arga.


"Tapi Risya...."


"Sudahlah mah, jangan buat Risya tambah pusing. Risya itu stres dan mau reflesing dengan ingin kekantor supaya Risya bisa tenang dan ini semua tidak ada hubungannya dengan Arga atau ini dan itu," tegas Risya.


"Sudah-sudah kalian berdua jangan komplen sama Risya dan sekarang Risya mau pergi kekantor," tegas Risya yang langsung pergi.


"Eh Risya tunggu!" panggil Tantri.


"Risya tunggu aku ikut," sahut Vio, "Tante aku pergi dulu ya. Aku susul Risya," ucap Vio yang pamitan dan langsung pergi mengejar Risya.


***********


Risya dan Vio ternyata satu mobil dengan Vio yang menyetir dan Risya yang duduk di samping Vio.


"Kamu kekantor dan hubungan kamu sama Arga belum membaik," ucap Vio.


"Aku kekantor tidak ada urusannya dengan Arga. Kantor itu juga bukan punyanya. Tetapi kantor itu punya keluarganya dan semua yang aku lakukan tidak ada hubungannya dengannya," tegas Risya.


"Apa yang terjadi?" Risya balik bertanya.


"Tentang semuanya. Tentang yang terjadi dan masalah hubungan kamu dan Arga dan apa yang terjadi. Masalah pengirim hadiah dan bunga-bunga itu," ucap Vio.


"Memang apa yang terjadi?" tanya Risya lagi. Walau sebenarnya dia sangat malas dengan membahas masalah itu. Namun dia juga penasaran dengan apa yang terjadi.


"Kamu tau tidak siapa orang yang mengirim hadiah untuk kamu?" tanya Vio


"Siapa?" Risya kembali bertanya lagi.


"Rachel!" jawan Vio membuat Risya langsung melihat cepat ke arah Vio.


"Rachel!" pekik Risya dengan wajah kagetnya.


Vio mengangguk dengan kembali fokus menyetir kedepan, "kamu tau apa yang terjadi yang ternyata Tony lah yang mengirim semua itu. Tony yang ada di belakang semua itu dan Rachel kaki tangannya," jelas Vio.

__ADS_1


"Kamu serius?" tanya Citra yang tidak percaya.


"Iya Citra aku serius. Tony itu menyukai kamu dan dia menggunakan Rachel untuk bisa memiliki kamu dan iya Risya kamu tau tidak saat kejadian di Jepang orang yang ingin melecehkan kamu juga Tony," lanjut Vio yang membuat Risya benar-benar terkejut mendengarnya.


"Jadi benar dia orangnya," ucap Risya dengan mengepal tangannya.


Risya memang sudah curiga hal itu dan juga sudah menyampaikan pada Arga dengan kecurigaannya pada Tony. Namun mereka belum punya bukti dan malah tidak lanjut menyelidikinya.


"Jadi bajingan itu yang ingin melecehkan ku dan bahkan melukaiku, istrinya membuat ku buta dan suaminya yang pecundang itu ingin melecehkan ku, suami istri sama saja," umpat Risya dengan kesalnya dan penuh dendam pada Tony.


"Aku juga tidak menyangkal jika Rachel membantu suaminya melakukan semua itu," sahut Vio.


"Oh iya kamu tau dari mana jika semua itu Rachel dan Tony yang melakukannya?" tanya Risya.


"Aku, Samuel dan Arga yang membuktikan dan membongkar kejahatan Tony dan sekarang Tony juga sudah di penjara dan kasusnya sedang di proses dan Arga juga menyerahkan pada pengacaranya," jelas Vio.


"Kapan kalian melakukannya?" tanya Risya yang cukup kaget. Jika tanpa sepengetahuannya Arga mencari dalang permasalahan itu.


"Ya makanya kamu jangan di kamar terus. Lagian Arga juga sudah beberapa kali ingin menjelaskan pada kamu. Tetapi kamu tidak memberinya kesempatan dan kami bertiga sudah berhasil menyelesaikan masalah itu dengan tuntas," jelas Vio.


"Rachel sendiri bagaimana. Apa dia juga di tahan?" tanya Risya penasaran.


"Masih di minta keterangan. Makanya kamu komunikasi dengan Arga supaya kamu tau dan kamu tidak hanya bertanya saja," ucap Vio.


"Males banget, dia aja sudah menuduhku yang tidak-tidak," sahut Risya yang masa bodo.


Walau Arga sudah banyak melakukan semua hal dan Arga juga yang mencari tau kebenarannya sendiri.


"Ya kan tapi Arga sudah membuktikan sendiri dan dia juga yang berusaha loh untuk membuat Tony di penjara dan semuanya tidak mudah Risya. Banyak yang di lakukan Arga," ucap Vio.


"Tatap saja dia menuduhku selingkuh, jika kembali seperti awal lagi terus semuanya baik-baik aja dan ada lagi kejadian mungkin besok, tahun depan, dan kedepannya dia akan tetap menjadi orang yang pernah menuduhku. Dia tidak akan pernah berubah," ucap Risya yang sepertinya kali ini tidak akan mudah luluh dari Arga.


Hatinya sangat sakit dengan perlakuan Arga dan tidak mudah bagi Risya dengan memaafkan. Karena masalah yang dulu saja Arga tidak meminta maaf dan hanya selesai seperti itu saja.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2