MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
episode 267


__ADS_3

Syrala dan Risya akhirnya ke Apartemen Tasya untuk menemui Tasya yang pasti melaporkan atas apa yang terjadi. Mereka berdua sudah berada di depa Apartemen Tasya.


"Bagaimana kalau Bram ada di dalam?" tanya Risya yang takut jika bertemu Bram dan pasti rencana mereka berantakan.


"Kamu benar. Aku juga kepikiran soal itu tadi," sahut Syrala.


Tiba-tiba mereka melihat ke opini pintu bergerak membuat Risya dan Syrala saling melihat dengan mata mereka melotot. Dan tidak menunggu lama-lama mereka berdua langsung berlari dan bersembunyi.


Untung aja Risya dan Syrala bersembunyi. Karena yang keluar dari Apartemen itu benar-benar Bram. Syrala dan Risya bernapas lega yang untung saja tidak bertemu dengan Bram.


"Aku keluar sebentar. Awas ya kamu kalau pergi tanpa izinku dan apa lagi di Edo- Edo itu datang ke mari dan ingatkan anak kamu itu untuk tida menyebut nama dia di depanku," ucap Bram mengingatkan Tasya.


"Iya mas," sahut Tasya.


"Jangan iya-iya aja. Dengarkan apa yang aku katakan," tegas Bram. Tasya mengangguk saja yang sudah sangat malas untuk ribut.


"Ya sudah aku pergi!" ucap Bram pamit.


"Kamu jangan lama-lama pulangnya mas!" ucap Tasya.


"Itu urusan aku. Mau pulang kapan. Kamu itu hanya perlu dengarkan apa kata suami kamu saja," tegas Bram yang kesal dan Bram langsung pergi. Syrala dan Risya bersembunyi dengan hati-hati yang melihat ke pergian Bram. Sementara Tasya yang masih di depan pintu hanya menghela napas dengan wajahnya yang penuh kesedihan.


"Ada apa dengan pernikahan ini. Kenapa aku merasa pernikahan ini sangat tidak adil. Tidak seperti yang aku pikirkan," batin Tasya yang mulai merasa jika pernikahannya benar-benar tidak sesuai dengan keinginannya.


Mendapatkan kekasaran dari Bram dan sangat banyak aturan. Setelah menikah Bram semakin menunjukkan sifat aslinya dan lebih parahnya Tasya tidak bisa melawan dan hanya menerima perlakukan buruk Bram.


Tasha hanya menghela napas dan kembali masuk ke dalam Apartemennya.


"Tasya!" Tasya tidak jadi masuk ketika ada yang memanggilnya. Risya dan Syarla yang membuat Tasya heran.


"Tasya!" panggil Syrala dan Risya yang langsung menghampiri Tasya.


"Risya, Syarla. Kalian ngapain di sini?" tanya Tasya yang panik dan bahkan melihat ke arah ujung yang takut jika Bram kembali datang dan dia bisa mendapat amukan dari Bram.


"Aku sama Risya ingin bicara penting dengan kamu," sahut Syrala.


"Tapi maaf aku tidak bisa. Aku sibuk," sahut Tasya yang panik.


"Sebentar saja Tasya," ucap Risya memegang tangan Tasya yang ingin menutup pintu.

__ADS_1


"Ada hal penting yang harus kamu ketahui," ucap Risya dengan wajah seriusnya yang bicara pada Tasya.


"Baiklah langsung saja. Aku sama Risya hanya ingin menunjukkan ini," Tasya langsung bertindak dan mengambil handphonenya dan menunjukkan bukti itu pada Tasya.


Saat melihatnya Tasya kaget dengan suaminya yang berada di Club malam bersama 2 wanita dan terlihat jelas Bram mabuk-mabukan.


"Maaf Tasya bukannya kita menunjukkan semua ini ingin membuat rumah tangga kamu berantakan. Tetapi sebaiknya kamu harus tau ini," sahut Risya.


Wajah Tasya penuh dengan kekecewaan melihat hal itu dan tampak sedih dengan apa yang di lihatnya.


"Maaf Tasya aku juga pernah melihat Bram dengan wanita lain," sahut Risya yang tidak enak jika harus mengatakan hal itu membuat Tasya melihat ke arah Risya.


"Apa maksud kamu?" tanya Tasya.


"Aku tidak tau siapa wanita itu. Tapi aku melihat bukan sekali tapi juga pernah melihat bersama Arga," ucap Risya.


"Kamu ingin mengatakan jika mas Bram berselingkuh di belakangku?" tebak Tasya.


"Tapi bukannya dari foto ini sudah jelas buktinya jika dia memang seperti itu?" ucap Syrala.


"Tapi itu tidak mungkin dan jika di Club bukannya memang banyak wanita-wanita malam yang menggoda," sahut Tasya yang kelihatan tidak percaya 100 persen dengan Bram yang menghiyanatinya. Padahal Risya dan Syrala sudah menunjukkan buktinya.


"Tapi Tasya," sahut Syrala.


"Maaf Syrala dan kamu Risya. Ini urusan rumah tangga aku dan mas Bram. Aku tau niat kalian baik. Tapi aku akan coba bahas ini dengan mas Bram dan semoga tidak apa-apa. Tapi aku minta sama kalian untuk tidak melakukan hal ini lagi," ucap Tasya yang malah tidak suka jika Risya dan Syrala harus memberikan bukti kepadanya.


"Kalian sebaiknya pulang saja. Aku masih banyak urusan," sahut Tasya.


"Bagaimana keadaan Putri?" tanya Risya.


"Dia baik-baik saja. Aku masuk dulu permisi!" sahut Tasya yang akhirnya masuk dan tidak mempedulikan Risya dan Syrala.


"Apa dia tidak percaya dengan kita?" tanya Syrala pada Risya.


"Mungkin," sahut Risya yang memang hanya merasa hal itu mungkin saja terjadi.


**************


Meski berusaha untuk tidak mempercayai apa yang di katakan Risya dan Syrala. Namun tetap saja Tasya kepikiran dengan hal itu. Apalagi Risya mengatakan jika pernah melihat Bram bersama dengan wanita lain.

__ADS_1


"Tidak mungkin mas Bram menghiyanatiku. Tetepi dia ada di Club," batin Tasya yang kepikiran tentang hal itu.


Tiba-tiba Bram lewat dari hadapan Tasya yang sepertinya Bram ingin pergi.


"Mas kamu mau kemana?" tanya Tasya yang berdiri dari tempat duduknya dan memegang tangan Bram.


"Aku mau keluar sebentar," jawab Bram.


"Kemana?" tanya Tasya.


"Apa aku harus melapor semuanya?" Bram kembali bertanya.


"Mas ingin ke Club?" tanya Tasya menduga-duga.


"Apa maksud kamu. Kamu menuduhku dengan pergi ke tempat itu?" tanya Bram mulai marah.


"Tetepi bukannya memang kamu habis dari sana. Mas kamu sering ke Club mabuk-mabukan dan bersama wanita di sana," ucap Tasya yang akhirnya membahas masalah itu.


"Apa yang kamu bicarakan. Kamu itu menuduhku!" ucap Bram semakin kesal.


"Ini apa jika kamu tidak ada di sana?" Tasya langsung menunjukkan bukti tersebut dan Bram kaget melihat hal itu.


"Dari mana kamu dapat foto itu?" tanya Bram.


"Kamu jawab dulu apa maksud semua ini?" tanya Tasya.


"Kamu mengikuti?" tuduh Bram.


"Aku tidak mengikuti kamu mas. Tapi kamu sudah menikah dan tidak seharusnya kamu melakukan hal ini," tegas Tasya.


"Aku pergi ke Club itu semua gara-gara kamu. Aku mencari hiburan. Karena kepalaku sakit di rumah ini dan lagian 2 wanita itu bukan siapa-siapa. Mereka hanya wanita malam yang hanya menghampiriku dan aku tidak melakukan apa-apa kepada mereka!" tegas Bram yang mencari pembelaan.


"Tapi kenapa harus ke Club mas?" tanya Tasya.


"Kamu itu budek. Aku sudah mengatakan dengan jelas untuk mencari hiburan. Jadi jangan tanya lagi. Arghhh sudahlah kepalaku sakit melihat kamu. Jangan menggangguku lagi dan aku ingin pergi. Awas ya kalau kamu berani menyelidiki dan mengikutiku. Karena aku tidak melakukan apa-apa!" tegas Bram yang langsung pergi.


Tasya hanya diam saja dan jadi dia yang di salahkan. Bram yang berbuat salah tetepi dia yang di salahkan dan Bram malah mencari pembelaan sendiri.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2