
Angela nongkrong di bengkel Boy dan tidak hanya Angela, ada juga Syarla dan Risya yang seperti biasa mereka nongkrong sembari menikmati cemilan di atas meja dan juga minuman-minuman kaleng.
"Risya Arga nggak datang?" tanya Syarla.
"Lagi macet. Bentar lagi juga sampai," jawab Risya yang terus melihat ponselnya.
"Tuh Arga sudah nyampe," sahut Angela yang melihat mobil Arga berhenti di parkiran.
"Panjang umur ternyata Arga," celetuk Boy.
"Bubu sini!" panggil Risya sedikit berteriak mengangkat tangannya melambai pada suaminya yang keluar dari mobil.
Syarla, Boy dan Angela hampir tersedak karena mendengar kata yang keluar dari mulut Risya.
"Bubu!" pekik ke-3 nya dengan serentak.
"Kenapa?" tanya Risya heran dengan ekspresi teman-temannya itu.
"Alay lo Risya," ejek Boy.
"Syirik aja lo," sahut Risya kesal.
"Maaf ya aku lama," sahut Arga yang sudah sampai di meja mereka.
"Tidak apa-apa bubu," sahut Angela, Syarla dan Boy serentak yang mengejek Arga dan Risya.
"Kalian ini ya benar-benar menyebalkan," kesal Risya.
"Tau nih," sahut Arga yang juga kesal dan Arga sudah duduk di samping Risya.
"Sekarang aja panggil-panggil bubu. Nanti kalau ribut yang satunya di rumah siapa yang satunya di rumah siapa," ejek Syarla.
"Benar-benar. Nggak mau ketemu, marah-marah," sahut Angela menambahi lagi.
"Namanya itu proses dalam pernikahan. Kalian bertiga tidak akan paham. Makanya nikah," tegas Arga pada teman-temannya yang sangat suka menggoda dia dan Risya.
"Iya-iya yang udah nikah. Yang belum nikah udah diam aja. Ntar juga kalau ada masalah minta solusinya sama kita," sahut Boy dengan sindiran.
"Huhhhh benar juga," sahut Angela yang tertawa-tawa dengan yang lainnya. Ya mereka tertawa-tawa dengan candaan mereka masing-masing yang pasti tidak akan ada yang sakit hati dalam candaan itu. Jadi aman.
"Angela!" tawa semuanya berhenti ketika salah satu nama dari mereka di sebutkan dan mereka langsung melihat ke arah pemilik suara itu dengan tawa mereka yang langsung hilang yang ternyata Edo.
"Mas Edo!" lirih Angela yang kaget melihat Edo yang datang.
__ADS_1
"Maaf mengganggu kalian," ucap Edo dengan ramah.
Risya dan yang lainnya saling melihat dan terlihat bingung.
"Aku ingin bicara dengan kamu Angela," ucap Edo.
Angela dan Edo sepertinya belum baik-baik saja. Kelihatan dari wajah Angela. Teman-teman Angela juga bingung harus berbicara apa.
"Hmmm, Angela sudahlah kamu sebaiknya bicara dulu Angela," ucap Risya memberikan saran.
"Iya Angela," sahut Syarla.
Angelia kelihatannya sangat ragu. Namun Angela menghela napasnya.
"Jangan di sini!" sahut Angela berdiri dari tempat duduknya.
"Ayo di mobil," ucap Edo. Angela mengangguk dan langsung pergi terlebih dahulu.
"Maaf jika mengganggu kalian," ucap Edo dengan menundukkan kepalanya.
"Nggak apa-apa kok," sahut Syarla. Edo tersenyum dan Edo langsung pergi menyusul Angela kedalam mobil.
"Mereka lagi ada masalah ya?" tanya Arga.
"Hmmm, sepertinya sih masalah yang kemarin waktu kita makan malam," sahut Syarla
"Tapi kasihan juga sih Angela," sahut Syarla.
"Kasihan kenapa?" tanya Risya.
"Ya kalau Edonya kelakukannya kayak gitu. Siapa juga yang tahan," ucap Syarla.
"Angela pasti sudah memikirkan hal itu sebelumnya. Angela juga sudah dewasa dan bisa berpikir panjang. Jadi semua yang di lakukannya adalah pilihannya. Jadi biarkan saja," sahut Risya.
"Iya kita doakan saja yang terbaik dan semoga saja hubungannya dan Edo baik-baik saja," ucap Arga.
"Arggh sudahlah, ngapain juga sih harus ngurusi mereka," sahut Boy yang tampak kesal.
"Ya ampun Boy. Jangan cemburu kayak gitu dong," ucap Risya geleng-geleng.
"Siapa yang cemburu sih. Terserah hubungan dia mau seperti apa. Mau dengan laki-laki seperti apa. Itu urusan dia," tegas Boy.
"Iya-iya deh," sahut Risya, Arga dan Syarla yang hanya mengangguk-angguk saja dengan apa yang di katakan Boy. Padahal wajah Boy tampak sangat kesal.
__ADS_1
***********
Angela dan Edo bicara di dalam mobil dengan sama-sama duduk di jok belakang.
"Kenapa kamu datang kemari?" tanya Angela.
"Kamu tidak bisa di hubungi dan mau tidak mau aku harus datang kemari," jawab Boy.
"Dari mana kamu tau aku ada di sini?" tanya Angela.
"Kamu sudah banyak cerita tentang kamu kepadaku, tempat dan apapun itu yang selalu menjadi bagian dari kamu dan aku mengingat tempat ini. Jadi datang kemari kareha feelingku yang berpikiran. Jika kamu ada di sini," ucap Edo.
"Baiklah. Lalu apa tujuan kamu untuk menemuiku?" tanya Angela.
"Semenjak malam itu. Kita belum menyelesaikan masalah kita dan ini sudah lebih 1 Minggu. Apa kita akan diam terus seperti ini?" tanya Edo.
"Ohhh, kamu masih mengingat masalah itu. Aku pikir kamu lupa. Soalnya sudah lama sekali dan baru sekarang ingin membahasnya. Aneh," gumam Angela dengan kesal.
"Aku ke Luar Negri Angela malam itu. Mama sakit di sana dan aku langsung buru-buru pergi dan juga baru kembali. Aku ingin mengabarimu. Tetapi kamu menutup komunikasi denganku," jelas Edo yang memberikan alasannya kenapa dia baru bicara sekarang.
Mendengar mama Edo sakit membuat Angela sedikit prihatin.
"Bagaimana keadaan Tante Sari. Apa baik-baik saja?" tanya Angela.
"Alhamdulillah mama baik-baik aja, setelah melakukan operasi pengangkatan tumor. Namun mama masih tetap di rawat karena butuh pemulihan," jelas Edo.
"Mama juga menanyakan kamu," ucap Edo.
"Begitu rupanya. Semoga saja Tante Sari cepat sembuh," ucap Angela.
"Iya. Aku juga berharap seperti itu," sahut Edo.
Mereka diam sejenak tanpa ada yang memulai pembicaraan lagi.
"Angela aku minta maaf dengan kejadian malam itu," ucap Edo yang meminta maaf terlebih dahulu.
"Aku tau apa yang aku lakukan, membuat kamu dan teman-teman kamu tidak nyaman dan aku baru sadar jika selama ini hal yang aku anggap biasa dalam berbicara dan mengatur kamu ini itu adalah hal yang biasa. Aku tidak pernah berpikir jika secara tidak langsung aku menjadikan mu orang lain," ucap Edo dengan merasa bersalah dan penuh penyesalan.
"Aku benar-benar minta maaf Angela. Aku akan berusaha untuk lebih mengerti dengan kamu, lingkungan kamu dan tida membuat kamu nyaman. Angela aku sayang sama kamu dan aku tidak ingin hubungan kita seperti ini," ucap Edo yang masih ingin mempertahankan hubungannya dengan Angela.
"Angela aku mohon maafkan aku," ucap Edo dengan melihat Angela.
"Ya sudahlah kita lupakan saja masalah itu. Kau hanya berharap kedepannya kamu bisa memposisikan diri kamu," ucap Angela yang malas untuk ribut.
__ADS_1
"Itu pasti Angela," sahut Edo yang tersenyum tipis.
Bersambung