MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 129 Risya Arga romantis.


__ADS_3

Malam hari Risya yang sudah tertidur di dalam kamar. Sementara Arga baru saja pulang. Karena tadi ada kerjaan mendadak. Jadi Arga pulangnya agak malam di bandingkan Risya.


Begitu pulang dari kantor dan sudah sampai rumah. Arga langsung memasuki kamar dan melihat sang istri yang Sudja tertidur. Arga menghela napas dan menghampiri tempat tidur dengan Arga yang mencium lembut kening Risya.


"Maaf ya sayang aku pulangnya lama," ucap Arga yang mengelus-elus pipi Risya.


Arga meninggalkan Risya menuju kamar mandi yang langsung bersih-bersih sebelum dia istirahat yang pasti Arga juga sangat lelah dengan pekerjaan yang banyak sampai Arga harus lembur juga.


Tidak lama Arga keluar dari kamar mandi yang sudah selesai mandi dengan Arga yang juga memakai pakaian celana santai dan masih telanjang dada. Karena kelupaan tadi membawa pakaian ganti ke dalam kamar mandi.


Arga pun langsung mengambil pakaian dan hendak menggantinya. Aktivitas di kamar yang di lakukan Arga membuat Risya membuka matanya yang langsung melihat ke arah suaminya yang hendak ganti pakaian. Di mana melihat punggung Arga yang kekar yang membuat Risya tersenyum.


Arga yang selesai memakai kaos oblongnya tiba-tiba merasa ada pelukan dari belakangnya membuat Arga menengok kebelakang dengan kepalanya siapa lagi jika bukan Risya membuat Arga tersenyum.


"Lama sekali pulangnya," keluh Risya.


"Aku tadi ada meeting dan baru selesai," jawab Arga.


"Lalu kenapa tidak membangunkanku?" tanya Risya.


"Aku tidak ingin mengganggumu," jawab Arga.


"Lalu apa sekarang kamu lelah?" tanya Risya yang masih memeluk begitu erat yang memang kelihatan sangat manja pada Arga.


"Lumayan lelah," jawab Arga.


"Ya. Padahal aku lagi ingin," ucap Risya membuat Arga mendengus tersenyum dengan memegang tangan Risya dan menghadap Risya.


"Ingin apa?" tanya Arga dengan menatap Risya begitu dalam.


"Tidak jadi. Kamu katanya lelah," sahut Risya yang sudah tidak mood lagi.


"Mana boleh seperti itu. Kalau sudah mengajak harus di pertanggung jawabkan," ucap Arga.


"Bukannya kamu lelah?" tanya Risya.


"Jika obatnya kamu. Maka lelah itu tidak akan ada lagi," jawab Arga membuat Risya tersenyum tipis.


"Tetapi tetap aja. Kamu sudah menolakku tadi. Jadi aku sudah tidak berniat lagi," ucap Risya.

__ADS_1


"Jangan seperti itu Risya," sahut Sean.


"Kalau kamu mau. Kamu harus membujuk," sahut Risya dengan menantang Arga membuat Arga tersenyum dengan memegang ke-2 tangan Risya sembari mengelus-elus dengan jari-jarinya. Arga juga mencium ke-2 tanga tangan Risya dengan tatapan matanya yang begitu dalam pada Risya.


"Aku sangat merindukanmu Risya dan kita sudah lama tidak melakukan hal itu. Sayang nari kita buat Arga Junior," ucap Arga yang mengajak Risya dengan rayuan Arga membuat Risya tersenyum.


"Bubu kenapa diam? Apa tidak berniat ingin mengandung anakku?" tanya Arga.


"Baiklah! Tetapi ada syaratnya," ucap Risya yang meminta syarat.


"Apa syaratnya?" tanya Arga.


"Malam ini harus jadi," ucap Risya dengan menantang suaminya itu.


"Tapi itu tidak bisa di lakukan hanya sebentar," ucap Arga.


"Tidak masalah yang penting. Arga Junior ada di dalam rahimku," ucap Risya dengan tantangannya pada suaminya.


"Baiklah, siapa takut. Aku akan menjadikannya dan jangan salahkan aku kalau kamu tidak akan selamat di tanganku," ucap Arga dengan sorot matanya yang nakal.


"Aku tidak takut," bisik Risya.


Dan Arga langsung menggendong istrinya itu yang membuat Risya kaget.


Apalagi yang di lakukan pasangan suami istri itu jika tidak berperang di atas ranjang untuk menciptakan junior di rahim Risya. Risya memang belum kunjung hamil dan mungkin karena Risya dan Arga sama-sama sibuk dan mungkin juga tidak terlalu intens dalam membicarakan anak.


Ya ke-2nya memang terlihat santai dalam menjalani rumah tangga mereka. Karena tidak mau ada tekanan dan pikiran yang mengganggu. Jadi keduanya tidak akan mempermasalahkan hal-hal yang tidak penting sama sekali.


**********


Risya yang berada di Apartemen sedang beres-beres. Hari ini dia tidak bekerja. Suaminya meliburkan nya. Tidak ada hal yang serius. Risya tidak sakit atau bagaimana. Namun Arga tidak ingin saja Risya terlalu sering kerja dan kalau bisa jangan setiap hari. Selain weekend Arga juga sering memberinya libur. Ya maklumlah Perusahaan punya papanya Arga.


Namun di tengah kejenuhan Risya yang berada di Apartemen. Risya berbelanja dengan Syarla tadi yang mana mereka ingin masak-masak di Apartemen Risya. Hanya nongkrong saja.


"Syarla Angela jadi datang kan?" tanya Risya yang sedang mencuci banyak jenis sayuran.


"Jadi kok. Tadi lagi ngabari katanya lagi di jalan," jawan Syarla yang memang baru mendapatkan pesan dari Angela.


"Syukurlah kalau begitu," sahut Risya.

__ADS_1


Tinnong-tinnong


Bel Apartemen Risya berbunyi.


"Itu pasti Angela," sahut Syarla.


"Iya mungkin, biar aku buka saja," sahut Risya yang langsung menuju pintu untuk membuka pintu.


Ketika Risya membuka pintu dan ternyata memang Angela yang datang. Tetapi Angela tidak sendirian bersama anak kecil perempuan yang membuat Risya heran.


"Sorry ya lama. Biasa macet," ucap Angela.


"Oh iya nggak apa-apa. Ayo masuk!" ajak Risya yang sedikit gugup dan mungkin karena melihat anak kecil tersebut.


"Angela yang datang Risya?" tanya Syarla yang menghampiri ruang tamu. Syarla juga kaget dan penuh tanya dengan melihat anak kecil itu.


"Iya Angela yang datang," sahut Risya.


"Angela kamu sama siapa?" tanya Syarla.


"Perasaan kamu tidak punya keponakan perempuan?" tanya Syarla yang heran dengan Risya.


"Oh ini. Ini Putri anaknya mas Edo," jawab Angela.


"Ohhhh," sahut keduanya yang sama-sama menganggukkan kepala.


"Ayo putri Salim dengan ke-2 Tante itu. Itu teman-teman Tante," ucap Angela.


"Baiklah," sahut Putri yang salim pada Syarla dan juga Risya secara bergantian.


"Aku Putri Tante," ucap Putri.


"Hallo Putri kamu cantik sekali," ucap Syarla memegang dagu Putri. Namun Putri langsung menepisnya.


"Jangan menyentuh wajah Putri. Tangan Tante belum tentu bersih. Bagaimana kalau wajah Putri nanti berjerawat," ucap Putri yang membuat Syarla langsung terdiam.


Putri juga langsung menyemprot tangannya hand sanitizer. Syarla dan Risya hanya nihat saja ulah bocah itu yang baru bersalaman dengan Risya dan Syarla dan langsung mencuci tangannya yang seolah-olah mereka adalah kuman yang banyak.


Risya dan Syarla sampai menelan ludah dengan kelakuan anak yang di bawa temannya itu.

__ADS_1


"Tidak heran sih. Bapaknya akan seperti itu. Ya anaknya pasti," batin Risya dengan menghela napas. Namun Angela ya pasrah saja.


Bersambung


__ADS_2