MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 213


__ADS_3

Setelah kepergian Risya, Arga, Salmah dan Dehway kembali melanjutkan makan mereka. Namun Arga yang melihat ke-2 orang tuanya yang seperti ada sesuatu yang ingin di katakannya.


"Arga kamu pasti senang banget di rumah terus sama Risya," sahut Salmah.


"Iya pasti mah," sahut Arga.


"Risya papa lihat setiap selalu saja tertawa. Moodnya sedang baik sekali. Kamu jaga istri kamu jangan buat dia kesal. Kamu ini kadang-kadang kalau melihat istri kamu itu happy suka cari gara-gara dengan sengaja membuatnya kesal. Jadi jangan ya," ucap Hariyanto memberi saran pada Arga.


"Arga selalu berusaha pah melakukan yang terbaik untuk Risya dan terutama membuatnya terus bahagia," sahut Arga.


"Itu memang tugas kamu sebagai suami," sahut Salmah.


"Tapi Arga takut mah. Semuanya akan hilang," jawab Arga yang membuat Salmah dan Dehway heran dengan perkataan Arga.


"Hilang! Maksud kamu?" tanya Salmah.


"Ada masalah besar yang terjadi mah dan Arga tidak punya solusi untuk masalah itu," ucap Arga.


"Masalah apa Arga dan papa perhatikan sejak tadi kamu itu seperti orang yang punya banyak pikiran dan jika memang ada masalah. Maka katakan masalah apa?" tanya Dehway.


"Keluarga Risya terutama dengan papa Hariyanto," jawab Arga.


"Memang ada apa Arga?" tanya Salmah.


"Ada rahasia yang di sembunyikan mama Tantri dan papa Hariyanto," jawab Arga.


"Kamu itu yang jelas kalau bicara Arga. Memang apa yang di sembunyikan?" tanya Salmah.


"Jika Papa Hariyanto mempunyai anak dari wanita lain," jawab Arga yang membuat Salmah dan Dehway terkejut mendengarnya sampai mata mereka melotot.


"Kamu jangan bercanda Arga," sahut Salmah yang tidak mungkin percaya dengan apa yang di katakan Arga.


"Aku tidak bercanda mah. Tetapi memang itu kenyataannya. Jika selama ini papa Hariyanto ternyata mempunyai hubungan dengan wanita lain dan itu 7 tahun lalu dan sekarang wanita itu muncul dengan anak yang sudah berusia 6 tahun," jelas Arga.


"Astagfirullah!" lirih Salmah.

__ADS_1


"Lalu bagaimana Arga dengan mbak Tantri?" tanya Salmah.


"Mama Tantri mengetahui hal itu dan memberi kesempatan pada papa demi Risya. Dan masalah yang sekarang pun di ketahui mama Tantri dan lagi-lagi hanya berusaha untuk melindungi Risya dengan menyembunyikan hal ini," jawab Arga.


"Lalu kamu sendiri tau dari mana. Apa ke-2 mertua kamu menceritakan semuanya kepada kamu?" tanya Dehway.


"Arga tidak sengaja mendengar pembicaraan mama dan wanita itu," jawab Arga.


"Ya Allah. Wanita sekarang memang tidak punya hati. Sudah tau suami orang. Tetapi masih aja gatal," ucap Salmah dengan memijat kepalanya yang tiba-tiba berat.


"Lalu siapa wanita itu Arga?" tanya Dehway.


"Tasya," jawab Arga apa adanya yang mengejutkan Salmah dan Dehway.


"Tunggu, tunggu mama seperti merasa tidak asing dengan nama itu," sahut Salmah yang mengingat siapa Tasya.


"Putri anak Edo dan Tasya mantan istrinya yang ternyata Putri anak papa dari Tasya," jelas Arga yang mengejutkan Salmah dan Dehway.


"Maksud kamu Tasya yang sedang ada masalah itu dan Putri anak kecil yang ada di pesta itu?" pekik Salmah yang begitu terkejut. Arga menganggukkan kepalanya.


"Arga tidak bercanda mah dan jujur Arga juga kaget dengan semua ini. Arga juga tidak ada maksud untuk mengatakan semuanya kepada mama dan papa. Tetapi ada kesempatan dan pikiran Arga tidak pernah tenang. Jadi Arga butuh solusi untuk melindungi Risya," ucap Arga yang memang sudah frustasi.


Dan dia bukannya ingin menyebar aib mertuanya. Tetapi ini masalah besar dan Arga hanya memikirkan istrinya.


"Ya Allah. Apa lagi semua ini. Kenapa sekarang keluarga kami benar-benar di timpa masalah besar seperti ini," ucap Salmah yang juga sangat shock dan bahkan sangat terkejut dengan masalah yang terjadi.


"Kasihan Risya. Dia pasti sangat terluka. Jika tau semua ini," sahut Dehway yang menghela napasnya.


"Dan itu yang Arhan khawatirkan," sahut Arga.


***********


Mobil Tasya berhenti di kediaman Hariyanto. Tasya langsung buru-buru keluar dari mobil dengan cepat dengan membawa beberapa lembar kertas yang tidak tau apa itu. Namun dari wajahnya terlihat Tasya penuh dengan kemarahan.


"Buka pintunya! Buka!" teriak Tasya yang menggedor-gedor pintu itu dengan emosinya sampai akhirnya pintu itu terbuka yang membukanya adalah Hariyanto dan terkejut melihat kedatangan Tasya kerumahnya yang sangat berani.

__ADS_1


"Tasya apa yang kamu lakukan di sini? Pergi kamu!" usir Hariyanto yang panik dan langsung mengusir Tasya.


"Lepaskan aku mas!" berontak Tasya dengan melepaskan tangannya dari Hariyanto.


"Pergi kamu dari sini! Berani sekali kamu datang kerumahku!" umpat Hariyanto dengan emosi.


"Aku tidak akan datang kemari. Jika bukan kamu yang mencari masalah padaku," tegas Tasya.


"Apa maksud kamu?" tanya Hariyanto.


"Aku yang seharusnya bertanya mas. Apa maksud kamu yang sudah melaporkan aku ke polisi atas tindakan kriminal kepada Vio," tegas Tasya yang ternyata maksud kedatangannya dengan kemarahannya itu karena hal itu.


"Aku tidak melaporkan mu. Tapi aku akan melaporkan mu. Jika kau mengganggu keluargaku dan juga Risya!" tegas Hariyanto.


"Jika bukan kamu yang melaporkan aku. Lalu siapa?" tanya Tasya.


"Saya yang melaporkannya!" tiba-tiba Tantri datang dari belakang suaminya dengan ke-2 tangannya di lipat di dadanya dan melangkah dengan sangat elegan menghampiri wanita pelakor itu yang berdiri di samping suaminya.


"Ma," lirih Hariyanto.


"Jadi Tante yang melaporkan aku," sahut Tasya.


"Iya. Kamu sudah mencelakakai keponakan saya dan tindakan kamu keterlaluan. Jadi saya tidak bisa tinggal diam begitu saja. Penjara tempat kamu!" tegas Tantri yang benar-benar tidak akan memberi kesempatan Tasya untuk bernapas.


"Jadi ternyata suami istri ini ingin menantangku yang ingin melawanku. Baiklah kalian ternyata sudah siap untuk melihat hancurnya anak kesayangan kalian," sahut Tasya dengan menyunggingkan senyumnya.


"Kamu tidak punya kesempatan Tasya untuk menyakiti anak saya. Karena kamu harus bertanggung jawab dengan perbuatan kamu pada Vio," tegas Tantri.


"Benar. Karena aku yang menjadi korbannya di sini?" tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing membuat semua melihat suara dari belakang Tasya. Ternyata Vio dan juga Samuel yang datang kerumah Tantri.


"Tasya aku sudah memperingatkan mu berkali-kali dan kau tidak mendengarkanku dan terima kasih sudah mencelakaiku. Maka dari itu aku bisa mengirimmu kepenjara. Ternyata jambakan, cakaran yang aku berikan kepadamu. Tidak bisa membuatmu berhenti untuk tidak mengganggu keluargaku. Jadi ini lah tempat terbaik untukmu Tasya," tegas Vio.


Tasya hanya diam dengan mengepal tangannya yang ternyata lawannya bukan hanya Hariyanto. Tetapi juga Tantri, Vio dan Samuel yang menjadi lawannya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2