
Risya yang lebih baik pulang kerumah orang tuanya menangis di dalam kamarnya yang terisak-isak dalam ringkupan selimut yang meringkuk seperti bayi di dalam kandungan. Suara tangisnya terdengar. Namun tidak tau apa yang terjadi kepadanya.
Ternyata Tantri dan Hariyanto berada di depan pintu kamar dan melihat putrinya itu yang seperti itu. Mereka tidak tau apa-apa dan juga tidak berani bertanya tentang apa yang terjadi.
"Ada apa sebenarnya mah?" tanya Hariyanto.
"Nggak tau juga pah. Mama sudah telpon mbak Salmah dan mbak Salmah juga bilang tidak tau apa yang terjadi. Arga juga tidak bisa di ajak bicara," jawab Tantri yang sudah berapa kali berkomunikasi dengan Tantri.
"Apa dia bertengkar hebat dengan Arga?" tebak Hariyanto.
"Sepertinya iya pah. Karena tidak mungkin Risya seperti ini jika tidak bertengkar dengan Arga," jawab Tantri.
"Apa pertengkarana mereka sampai membuat Risya seperti ini. Lihat apa yang terjadi pada Risya dia begitu terpukul," Hariyanto sebagai ayah pasti khawatir pada putrinya.
"Pah nanti kalau Risya sudah tenang. Baru kita tanyai apa yang terjadi. Sekarang biarkan Risya seperti menangis dulu untuk menenangkan dirinyanya,"
"Mama benar, kita harus mencari waktu yang tepat agar Risya tenang. Setelah itu baru kita bicarakan kepadanya," ucap Hariyanto yang setuju.
"Ya sudah pah sekarang sebaiknya kita pergi saja," ucap Tantri Hariyanto mengangguk dan mereka langsung pergi meninggalkan putri mereka dalam tangisan yang membuat mereka sangat penasaran dengan apa yang terjadi.
*********
Vio dan Samuel bertemu di rumah Vio. Samuel sebenarnya sudah tidak tinggal satu atap dengan Vio. Namun hari ini Samuel mendatangi Vio karena ada urusan Haris kerumah Vio.
"Ini surat yang aku ajukan ke pengadilan, kamu bisa lihat dulu!" ucap Samuel yang ternyata membawakan surat perceraian pada Vio.
Vio mengambilnya dengan tangannya yang sangat berat menerima surat perceraian tersebut.
"Samuel benar-benar sangat bulat untuk menceraikan ku. Dia bahkan juga sudah mengajukan perceraian kepadaku," batin Vio yang tidak bisa protes atau memohon pada Samuel untuk tidak menceraikannya.
__ADS_1
"Aku akan mengurus perceraian kita dan kamu tidak perlu repot-repot dan iya masalah anak kita aku pasti akan bertanggung jawab untuk semua biayanya. Kamu bisa ajukan nominal dengan pengacara kamu. Aku akan setuju berapapun nanti itu," lanjut Samuel.
Vio hanya diam saja yang mendengarkan perkataan Samuel tanpa protes dan tanpa mengatakan apa-apa.
"Samuel!" tiba-tiba suara teriakan terdengar yang membuat Vio dan Samuel kaget. Yang ternyata Arga yang masuk kedalam rumah langsung dan langsung menghampiri Samuel dengan menarik kemeja Samuel dengan kedua tangannya yang membuat Samuel berdiri dan Vio kaget dengan apa yang terjadi.
"Arga, apa yang kamu lakukan?" tanya Vio dengan panik.
"Bajingan kau apa yang kau lakukan pada Risya hah! apa yang kau lakukan ndi hotel itu bersama Risya. Berani kau macam-macam dengan Risya saat aku tidak ada," ucap Arga menekan suaranya dengan kemarahannya pada Samuel.
"Apa maksud mu. Aku tidak mengerti," ucap Samuel dengan wajah bingungnya.
"Jangan pura-pura bodoh seperti Risya. Kau pikir aku tidak tau. Kau sengaja ingin bercerai dari Vio karena kau masih ingin mengejar Risya. Kau masih mencintainya dan ingin mendapatkannya kan. Kau pikir aku tidak tau hah!" tuduh Arga.
"Arga kau salah paham aku tidak mengerti apa yang kau katakan!" tegas Samuel yang memang kelihatan bingung.
"Bajingan aku bilang jangan pura-pura bodoh!" umpat Arga ingin memukul Samuel. Namun Vio langsung menahannya.
"Cukup Arga, kamu ini tenangkan diri kamu dulu. Jangan marah-marah dengan penuh emosi seperti ini. Kamu itu tidak bisa seperti ini dulu. Kamu harus tenang," ucap Vio.
"Bagiamana aku bisa tenang, dia menjadi sosok misterius dan mengatas namakan diriku untuk menemui Risya dan kejadian di hotel kemarin dia yang ada di belakangnya," tegas Arga dengan tuduhan yang di yakininya.
"Apa maksud kamu Arga. Aku tidak mengerti. Aku tidak pernah mengajak Risya ke hotel dan aku bahkan tidak pernah berbicara padanya," bantah Samuel yang membela dirinya.
"Omong kosong!" umpat Arga.
"Arga cukup!" bentak Vio yang mana Arga ingin melayangkan tangannya pada Arga.
"Kamu jangan melakukan ini dan itu lagi Arga, hentikan semuanya. Apa yang di katakan Samuel benar. Dia tidak di hotel bersama Risya. Karena saat kejadian Samuel ada di rumah sakit. Karena neneknya sedang operasi," ucap Vio yang memang sangat yakin bukan Samuel yang menjadi sosok misterius itu.
__ADS_1
Arga terdiam dengan napas yang naik turun.
"Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan Arga. Aku juga tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. Aku tidak ada hubungan dengan Risya dan perceraian kami tidak ada kaitannya dengan Risya. Apa yang aku katakan tidak ada sangkut pautnya Arga," jelas Samuel yang apa adanya.
"Arga aku bisa jamin bukan Samuel orangnya," sahut Vio yang membela Samuel.
"Arghh sial!" umpat Arga mengusap kasar wajahnya yang terlihat frustasi.
"Apa yang terjadi sebenarnya Arga?" tanya Vio.
"Bukan hanya kejadian di hotel. Namun sebelum-sebelumnya ada orang yang mengirim bunga dan hadiah pada Risya dan Risya mengira itu aku dan sama seperti kejadian di hotel dan aku tidak tau apa yang terjadi di hotel," jawab Arga dengan penuh kemarahan yang otaknya semakin berat. Karena tidak menemukan orang yang mengganggu rumah tangganya.
"Dan bukan aku orangnya," sahut Samuel.
"Apa mungkin kerjaan Rachel," sahut Vio tiba-tiba membuat Arga melihat dengan serius ke arah Vio.
"Apa maksud kamu Rachel!" pekik Arga dengan terkejut.
"Aku lupa mengatakannya kepada kamu dan Risya. Saat kita mencari Risya. Aku melihat Rachel ada di sana," jelas Vio dengan singkat.
"Tony!" lirih Arga yang langsung tertuju pada Tony.
"Tony siapa?" tanya Vio yang sepertinya belum kenal siapa Tony.
"Suami Rachel. Apa semua ini ada hubungannya dengan Tony. Tony yang sebelumnya juga di curigai Risya yang menggangu Risya saat Risya buta," ucap Arga yang baru kepikiran hal itu.
"Bajingan. Jika dia bajingan itu. Aku akan menghabisinya...." umpat Arga yang ingin pergi yang pasti ingin menghampiri Tony.
"Arga tunggu!" cegah Vio, "jangan gegabah Arga. Kamu harus tenangkan diri kamu. Jangan langsung bertindak," ucap Vio yang mencoba untuk meredakan emosi Arga. Karena jika ingin menyelesaikan masalah. Harus tenang dulu karena masalah yang di hadapi tidak mudah.
__ADS_1
Bersambung