
Brukk
Arga membuka pintu kamar lumayan kuat membuat Risya yang duduk di sofa dengan pekerjaannya yang ada di kantor di bawa kerumah terkejut dengan Arga.
"Masuk pelan-pelan. Nggak gubrak sana. Gubrak sini," sinis Risya yang kembali fokus pada laptopnya yang ada di atas pahanya.
"Aku ingin bicara padamu," ucap Arga dengan wajahnya yang serius.
"Kau tidak melihat aku lagi sibuk dan ini semua pekerjaan dari atasan yang menyebalkan seperti mu dan kalau aku tidak mengerjakannya kau akan memarahiku. Jadi jangan menggangguku," ucap Risya yang tetap fokus pada laptopnya.
"Risya kenapa kamu membuat Rachel menikah dengan Toni suaminya?" tanya Arga yang langsing to the point.
Mendengarnya Risya langsung mendengus kasar dengan tersenyum miring.
"Kau panik sekali karena hal itu. Kenapa apa dia sudah mengadu kepadamu, dia menangis sengugukan kepadamu dan kau memeluknya mendengar curhatan dari istri orang. Lalu setelah itu apa hah! kau mau memisahkan dia dengan suaminya. Ya sudah sana lakukan sekalian kalian berduel di ring tinju," ucap Risya dengan ketus.
"Risya jawab saja pertanyaan ku dan jangan bertele-tele arah mengalihkan pada hal lain," tegas Arga.
Risya menghela napasnya dan melihat kearah Arga, "iya aku yang membuatnya menikah," jawab Risya dengan santai.
"Tetapi perlu di harus bawahi. Pernikahan Rachel terjadi karena aku dan seharusnya dengan Dandi teman kuliahku. Namu aku tidak tau apa yang terjadi kenapa dia bisa menikah dengan Toni yang toxix seperti itu. Dan aku juga tidak mengenal Toni," jelas Risya dengan jujur.
"Risya apa yang kau lakukan. Kenapa kau menjebaknya dengan pernikahan dengan laki-laki seperti itu?" tanya Arga yang tidak habis pikir. Bahwa apa yang di katakan Rachel benar.
"Aku sudah mengatakan. Bukan dengan Toni. Tetapi Dandi!" tegas Risya.
"Siapapun orangnya. Seharusnya kau tidak menjebaknya dalam pernikahan!" tegas Arga.
"Itu karena dia yang mulai yang menjebakku dengan Samuel," sahut Risya yang menguatkan volume suaranya.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" tanya Arga.
"Kenapa? apa dia tidak mengatakan lagi dengan lengkap. Seharusnya mendengarkan cerita wanita itu dengan lengkap. Dan jangan hanya mendengarkan hal yang singkat saja yang menjurus dengan kesalahanku saja. Dia juga tidak mengatakan kan jika pernikahannya itu untuk menutupi kehamilannya di luar nikah," tegas Risya
Risya menutup laptopnya dan berdiri dari tempat duduknya yang langsung berdiri di hadapan Arga.
"Kau itu terlalu sibuk dengan mengurusi wanita itu. Dan sekarang aku tanya kepadamu kenapa kau begitu peduli dan sangat marah dengan dia yang menikah dengan mendapatkan suami seperti itu dan suaminya yang bermain kekerasan kepadanya. Kau sangat peduli dengan hal itu," ucap Risya.
"Cukup Risya," sahut Arga merendahkan suaranya, "aku hanya tidak percaya dengan apa yang kamu lakukan. Kenapa bisa-bisanya kamu berbuat seperti itu yang sama saja kamu sama dengannya," ucap Arga.
"Aku sudah mengatakan dengan jelas kepadamu Arga. Jika aku melakukan itu. Karena dia juga sudah menghancurkan hidupku dan aku tidak akan memberikan ampunan dengan orang yang menghancurkan hidupku. Aku membuatnya menikah dengan Dandi itu sebuah rencana. Tetapi ternyata tuhan malah menambah jal yang tidak aku duga dengan dia yang menikah dengan pria toxix seperti itu dan dia mengalami kdrt dalam pernikahannya. Dan jika kau tanya apa aku menyesal melakukannya. Maka jawabannya tidak. Aku sangat puas melakukannya dan aku sangat merasa puas. Ketika dia, wanita itu menangis dengan mengadukan nasibnya dan itu membuatku benar-benar sangat puas," ucap Risya yang tidak munafik dalam bicara.
Walau matanya berkaca-kaca saat bicara. Namun tetap dia begitu tenang. Risya merasa cukup dengan apa yang di katakannya membuat Risya bernapas lega dan pergi dari hadapan Arga. Namun Arga menahan tangannya.
"Buktikan kepadaku. Jika kau tidak berselingkuh dengan Samuel," ucap Arga dengan suara beratnya yang membuat Risya terkejut mendengarnya. Dari sekian abad baru kali ini Arga memberikan kesempatan kepadanya untu membuktikan kebenarannya dan itu mampu membuat air mata Risya jatuh. Namun langsung di sekanya.
"Dan jika memang Rachel ada di balik semua ini. Buktikan kepadaku," ucap Arga lagi yang melepas tangan Risya dan Arga kembali keluar dari kamar.
Risya langsung mengambil handphonnya dan menekan kontak Vio dia sangat semangat kelihatannya.
"Ada apa?" sahut Vio.
"Berhasil. Arga memberiku kesempatan," ucap Risya dengan semangatnya.
"Serius?" tanya Vio yang sangat terkejut.
"Iya Vio dia barusan saja mengatakannya," jawab Risya.
"Ya, ampun aku turut bahagia mendengarnya," sahut Vio. Keduanya tampak happy dan sama-sama heboh seperti bukan musuh. Namun tiba-tiba ekspresi Risya berubah jadi datar dengan Risya mengkerutkan dahinya.
__ADS_1
"Isss kenapa juga aku harus menelponmu dan mengatakannya kepadamu," sahut Risya yang merasa ada yang salah.
"Iya kenapa kau memberitahu ku. Kau pikir itu urusanku," sahut Vio dengan ketus, " itu bukan kabar bahagia untukku. Yang adanya itu kabar buruk," lanjut Vio.
"Iya seharusnya aku tidak memberitahumu. Kau itu wanita paling dengki denganku," sahut Risya sewot sendiri.
Tadi perasaan mereka berdua seperti sudah bestie dan sekarang malah cekcok lagi seperti musuh.
"Arghhh sudahlah lupakan apa yang aku katakan," ucap Risya.
"Aku juga tidak akan mengingat, kalau kau pernah menelponku," sahut Vio kesal dan mereka berdua sama-sama menutup telpon dengan kesal.
"Issss sejak kapan aku akrab dengannya," desis Risya geli sendiri. Namun tiba-tiba Risya tersenyum tipis.
Flashback.
"Kau mau bawa aku kemana gila?" tanya Risya yang tangannya sangat sakit di seret Vio sampai keluar dari Perusahaan.
"Sembarangan kau mengataiku gila," sahut Vio dengan kesal yang sudah melepas tangan Risya.
"Habisnya kau itu bermain kasar dan seharunya aku tadi sudah mencabik-cabik mulut wanita itu di dalam sana," umpat Risya dengan kesal dengan mengusap-usap pergelangan tangannya.
"Eh. Itu sama aja kau itu cari mati. Apa yang mau kau lakukan hah! Arga hanya semakin yakin jika apa yang kau lakukan itu benar dan korbannya adalah dia dan kau akan tetap di tuduh berselingkuh oleh Arga," tegas Vio.
"Apa maksudmu. Tertuduh. Jadi kau tau aku dan Samuel tidak pernah berselingkuh?" tanya Risya.
"Hmmm, dan aku juga tau kalau wanita itu yang membuat ulah," jawab Vio.
"Issss. Jika kau tau. Aku tidak pernah tidur dengan laki-laki yang kau pelet itu. Kenapa kau terus menghinaku dengan kata-kata itu dan mempermalukan ku," geram Risya yang ingin membunuh sepupunya itu.
__ADS_1
Bersambung