
"Boy kau gila ya," pekik Arga kesal dengan Boy yang tiba-tiba merem mendadak.
"Sorry-sorry, aku benar-benar kaget makanya tiba-tiba ngerem," jawab Boy dengan napasnya yang naik turun yang merasa bersalah.
"Apa-apaan sih hampir aja aku mati," sahut Arga yang menghela napas panjang.
"Sorry Arga, soalnya aku kaget dengan becandaan kamu yang mau menikahi Risya," ucap Boy.
"Siapa yang bercanda, aku emang serius mau menikah sama Risya," sahut Arga dengan menegaskan.
"What!" pekik Boy berteriak dan kali ini membuat telinga Arga sakit sampai menutup dengan ke-2 tangannya.
"Boy kau benar-benar ya," geram Arga dengan emosi tingkat dewa.
"Sorry-sorry. Kau serius Arga benar-benar akan menikah dengan Risya?" tanya Boy dengan memastikan.
"Iya, aku akan menikah dengan Risya udah jangan tanya lagi, aku benar-benar akan menikah dengan Risya, puas," ucap Arga dengan menekankan.
"Kau balikan denganya?" tanya Boy.
"Kalau sudah menikah berarti iya Boy. Kenapa bertanya lagi," ucap Arga dengan mengena napasnya.
"Kok bisa sih kalian menikah?" tanya Boy.
"Ceritanya panjang intinya aku dan Risya akan menikah," ucap Arga dengan suara rendahnya.
"Lalu ada apa denganmu wajahmu terlihat murung apa ini terpaksa?" tebak Boy dengan penuh selidik melihat wajah Arga.
"Entahlah!" sahut Arga yang tidak mampu menjawab apa-apa. Arga kembali menarik napasnya dengan panjang dan membuang perlahan kedepan yang mana Arga terlihat penuh pikiran.
"Arga bukannya kau mengatakan tidak akan mungkin kembali kepada Risya. Apa lagi setelah melihat apa yang terjadi waktu itu di mana Risya dan Samuel malam itu," ucap Boy yang membuat mata Atha terpejam.
flashback.
Mobil BMW Hitam berhenti di parkiran Apertemen Arga.
"Arga kenapa nggak kasih tau Risya kalau kamu pulang apa harus pakai Supraise alay seperti ini," ucap Boy yang membuka saefty beltnya.
"Sudahlah ini Supraise untuk Risya. Dia tidak tau jika aku pulang. Jadi tidak ada salahnya aku memberikan kejutan untuknya," sahut Arga dengan raut wajahnya yang kelihatan sangat bahagia dan mengambil Boucket bunga dari jok belakang.
__ADS_1
"Ayo turun, jangan lupa kuenya," ucap Arga yang turun dari mobil terlebih dahulu dan Boy yang hanya mengikut saja.
Boy dan Arga memasuki gedung apartemen tersebut dengan Arga yang membawa boucket bunga dan Boy cake ulang tahun yang sudah di keluarkan dari kotaknya lengkap dengan lilinnya.
Dengan semangatnya Arga akan memberikan Supraise untuk kekasihnya yang kebetulan tinggal di apartemennya yang sebelumnya Risya tidak tau kalau Arga pulang dari Luar Negri.
Ting.
pintu Apertemen terbuka. Arga begitu semangatnya yang masuk mengendap-endap dengan menghidupkan lampu sementara boy hanya mengikut saja.
Namun saat masuk beberapa langkah. Arga melihat ada sepatu Pria yang membuat wajahnya yang tersenyum lepas menjadi datar dengan apa yang di lihatnya sebelumnya.
"Ada apa Arga?" tanya Boy.
Arga tidak menjawab dan melanjutkan langkahnya dengan perasaannya yang tidak enak dan melihat ada blazer Risya yang jatuh di lantai, dan melihat kemeja Pria yang di letakkan sembarangan tempat membuat Arga menelan salivanya dan Arga tetap masuk sampai menuju kamar.
Arga menekan kenopi pintu kamar dan belum sempat di buka dari dalam sudah di buka dan keluarlah pria yang di kenalnya yang hanya menggunakan celana pendek dengan telanjang dada yang membuat Arga terkejut dan boucket yang di pegangnya langsung terjatuh dengan raut wajah Arga memerah dengan penuh kejutan melihat apa di
depannya.
Dan Boy juga ikut terkejut dan bahkan dengan adanya Samuel yang keluar dari kamar Risya dan Arga langsung mendorong Samuel sampai masuk kedalam dan Arga ikut masuk dan lebih di kejutkan dengan Risya yang berada di atas tempat tidur yang hanya memakai tantop saja dengan selimut yang menutup sampai dadanya.
"Risya!" teriak Arga yang membuat Risya tersentak kaget dengan terbangun.
Mengingat kejadian itu membuat Arga menarik napasnya panjang kedepan dan membuangnya perlahan kedepan.
"Maaf Arga aku tidak bermaksud untuk mengingatkanmu kejadian itu," sahut Boy yang merasa bersalah.
"Kita kembali saja," sahut Arga yang tidak mau memikirkan masa lalu yang begitu sakit baginya yang menyebabkan kandasnya hubungannya dengan Risya dan sampai detik ini tidak ada kejelasan antara hubungannya dan Risya.
Boy sahabatnya yang menjadi saksi waktu itu juga tidak pernah berpihak pada Arga atau pada Risya. Dia netral namun pasti dia tau bagaimana perasaan Arga dan Risya juga saat itu pasti sangat hancur.
*********
Risya memasuki kamarnya dan langsung menghempaskan dirinya di atas ranjang dengan menatap langit-langit kamarnya.
"Aku akan menikah sebentar lagi dan itu dengan Arga, yang sangat suka marah-marah, suka memakaiku, dan mengataiku. Aku akan menikah dengan tuan yang sok maha sempurna," gumam Risya dengan wajah datarnya.
Tidak bisa di jelaskan bagaimana perasaannya saat akan menikah dengan Arga dan bagaimana dia menjalani hari-harinya.
__ADS_1
Ting.
Bunyi pesan masuk pada ponselnya dan Risya langsung membuka hanphonnya.
"Turunlah temui aku," tulis pesan dari Arga.
"Ya Ampun sangat menyesal sekali aku menyebut namanya, dia langsung saja muncul seperti hantu, isss dasar," ucap Risa kesal.
Namun Risya langsung duduk dan berjalan menuju jendela, membuka tirai jendela dan melihat memang benar ada mobil Arga yang parkir di depan rumahnya.
"Untuk apa dia mau bertemu denganku?" tanya Risya yang penasaran.
..."Untuk apa menemuiku?" tanya Risya yang mengirim pesan pada Arga....
"Jangan banyak tanya, sudah cepat turun!" tegas Arga.
"Issss, kenapa dia itu selalu saja mengaturku," umpat Risya dengan kesal dan mau tidak mau Risya harus turun dan langsung menemui Arga yang ada di mobil.
Begitu keluar dari rumah, Risya langsung membuka pintu mobil dan masuk kedalam mobil.
"Ada apa?" tanya Risya ketus.
"Jangan sampai Boy dan teman-temanmu tau kalau kita hanya menikah pura-pura," jawab Arga.
"Jadi kau menyuruhku untuk turun hanya untuk mengatakan itu saja. Hey Arga itu tidak perlu kau kasih tau. Aku juga tau apa yang harus aku lakukan," tegas Risya.
"Bagus kalau begitu. Aku hanya ingin memberitahumu itu saja," ucap Arga.
"Hanya itu saja sudah membuang waktuku," ucap Risya dengan kesal.
"Ya sudah kalau tidak ada lagi yang mau kau bicarakan aku pergi. Aku capek mau istirahat," tegas Risya yang membuka pintu mobil. Namun langsung di hentikan Arga.
"Kau yakin ingin menikah dengan ku?" tanya Arga dengan suara dinginnya membuat Risya melihat kearahnya.
"Kita sudah sepakat, jadi tidak ada yang harus di ubah. Yakin dan tidak yakin itu kesepakatan kita bersama," ucap Risya dengan singkat.
"Baiklah jika begitu," sahut Arga yang melepas tangannya dari Risya.
"Aku pergi, kau pulanglah," ucap Risya yang membuka pintu mobil dan Arga hanya menghela napas yang tidak menahan atau mengatakan apa-apa lagi pada Risya.
__ADS_1
"Aneh sekali, hanya memanggilku untuk mengatakan itu saja. Apa pentingnya coba. Aku juga tau apa yang harus aku lakukan dan tidak harus mengatakan yang tidak perlu di katakan," gerutu Risya memasuki rumahnya dan Arga masih di dalam mobil yang terus melihat dirinya.
Bersambung