
Hubungan Angela dan Edo sedikit membaik. Ya Angela harus memberi kesempatan untuk Edo. Karena dia juga tidak mau hubungannya selesai begitu saja dan siapa tau memang benar dia hanya salah paham saja dan lagian Edo juga sudah menjelaskan semuanya.
Edo dan Putri masih berada di rumah sakit di ruangan perawatan Angela yang masih menemani Angela.
"Tante Angela mau makan?" tanya Putri.
"Tadi kan sudah makan Putri," sahut Angela.
"Jadi tidak mau makan lagi?" tanya Putri.
"Nanti saja Putri. Putri sendiri bagaimana? Apa Putri tidak makan?" tanya Angela.
"Tadi juga sudah makan," jawab Putri.
"Hmmm, ya sudah Putri kita sekarang pulang yuk. Ini juga sudah sore," ucap Edo yang melihat arloji di tangannya.
"Papa tidak mau temani Tante Angela di sini?" tanya Putri yang tampaknya lebih paham. Edo melihat ke arah Angela dan Angela hanya tersenyum saja. Namun dari wajahnya terlihat Angela ingin di temani.
"Papa antar kamu pulang dulu. Setela itu papa akan kembali ke rumah sakit untuk menemani Tante Angela," jawab Edo yang membuat Angela tersenyum tipis.
"Baik papa. Tante Angela maaf ya Putri tidak bisa menemani Tante di sini karena Putri harus belajar. Tetapi Tante jangan khawatir nanti Putri akan temani Tante kok. Besok pulang sekolah Putri akan jenguk Tante," ucap Putri.
"Iya Putri. Makasih ya sayang sudah mau jenguk Tante. Makasih sudah ada di sini dari tadi. Jadi Tante ada temannya," ucap Angela.
"Iya Tante. Kalau begitu Putri pergi dulu. Tante baik-baik ya," ucap Putri.
Angela menganggukkan kepalanya dengan tersenyum.
"Aku pulang sebentar ya Angela. Nanti aku kembali lagi," ucap Edo. Angela menganggukkan kepalanya dan Edo sebelum pergi mencium kening Angela dan Angela hanya tersenyum saja mendapat ciuman hangat itu.
"Dada Tante," sahut Putri yang melambaikan tangan dan Angela juga melambaikan tangannya dan Edo dan Putri akhirnya keluar dari ruangan Angela.
"Kalau sudah seperti ini baru dia manis. Huhhh apa harus aku sakit terus," gumam Angela.
Memang Edo sangat peduli dan sangat sensitif dengan hal yang berbaur sakit. Jadi makanya saat mendengar Angela masuk rumah sakit dia sangat takut dan berusaha untuk ada di sisi Angela.
***********
Setelah Edo dan Putri pulang. Risya, Arga, Boy dan Syrala yang sekarang ada di ruangan Angela. Memang sejak tadi mereka belum pulang. Hanya saja tidak mau mengganggu Angela bersama Edo dan Putri.
"Jadi bagaimana Angela sudah merasa lebih baik?" tanya Risya.
__ADS_1
"Iya Risya. Makasih ya Risya kamu sudah beritahu Edo tentang keberadaan ku. Jadi aku merasa jauh lebih baik," ucap Angela.
"Issss benar-benar ya Angela kamu ini ya. Jadi ceritanya Edo nih yang membuat kamu langsung sembuh," sahut Syarla dengan menggoda.
"Iya bisa di katakan," sahut Angela yang apa adanya.
"Bisa-bisanya dia mengatakan hal itu. Apa dia tidak sadar Edo yang membuatnya sampai melakukan hal bodoh itu," batin Boy yang tetap saja kesal dengan Angela.
"Ya sudah semoga kamu cepat sembuh. Semoga kamu baik-baik saja dan ingat jangan melakukan hal ini lagi," ucap Risya.
"Iya Risya. Makasih ya untuk kalian semua yang sudah baik kepadaku. Yang mau menjenguk ku," ucap Angela.
"Lalu Edo bagaimana? Apa dia akan datang lagi?" tanya Boy.
"Iya dia akan datang kok. Katanya nanti mau datang sih. Tapi nggak tau juga," sahut Angela yang tidak yakin. Karena dia juga tau Edo Sanga sibuk. Makanya dia tidak berharap banyak.
"Paling juga tidak datang," celetuk Boy.
"Apa sih boy," sahut Arga.
"Tapi tidak apa-apa. Kalian pulang aja. Aku nggak apa-apa kok sendirian. Lagian ada suster juga," sahut Angela yang tau jika teman-temannya itu khawatir. Namun dia juga tidak mau merepotkan teman-temannya itu.
"Ya sudah nanti kalau aku senggang aku temani kamu di sini," sahut Syrala yang tidak yakin juga.
Perkataan Risya mengundang tanya untuk semuanya dan melihat Risya dengan serius.
"Perut kamu kenapa?" tanya Angela.
"Mual-mual," sahut Syrala.
Risya menganggukkan kepalanya.
"Kamu hamil?" tebak Risya dan Angela yang secara bersamaan yang memang ke-2nya belum tau kalau Risya hamil.
Risya menghela napasnya dan mengangguk pelan. Risya juga sepertinya tidak mau mengatakan masalah kehamilannya. Tetapi mau Bagaimana lagi. Ya teman-temannya sangat mudah untuk menebak.
"Serius Risya?" tanya Angela dengan suara sedikit naik sampai membuat perut sakit.
"Auhhh," keluhnya memegang perutnya.
"Pelan-pelan Angela," ucap Syrala mengingatkan.
__ADS_1
"Namanya aku schok dengar kabar kehamilan Risya," sahut Angela.
"Tapi memang benar kan Risya kamu hamil?" tanya Syrala yang juga ingin kepastian.
"Iya aku hamil," sahut Risya yang akhirnya membenarkan apa yang di alaminya.
"Alhamdulillah," sahut mereka yang kelihatannya begitu bahagia mendengar kabar kehamilan itu.
"Risya kamu sejak kapan hamil. Jangan-jangan udah lama ya?" tanya Syrala.
"Nggak juga aku baru hamil dan bukan tidak ada maksud untuk memberi tahu kalian. Hanya saja aku memang belum mau kasih tau. Karena aku merasa belum waktunya aja dan kata orang-orang itu nanti jadi famali. Jadi beneran nggak ada maksud," ucap Risya yang memberikan alasannya.
"Jangankan kalian aku aja sebagai suami baru mendapatkan kabar ini," sahut Arga.
"Iya-iya aku minta maaf yang penting kalian doain aja yang terbaik untuk kandungan aku," sahut Risya.
"Itu pasti Risya. Kita senang banget kamu hamil. Huhhh kamu bakal punya bayi," sahut Syrala yang begitu eksaitit.
"Benar, pasti kamu sangat menikmati masa-masa kehamilan kamu," sahut Angela.
"Ya begitulah. Masa kehamilan yang terkadang ada duka dan ada sukanya. Tetapi Alhamdulillah Arga, mama dan papa selalu membantuku dan selalu berusaha membuatku tidak mengeluh dalam kehamilan ku dan aku sangat menikmati kehamilanku," sahut Risya yang menanggapi semuanya dengan positif.
"Hmmmm pantesan kamu manja-manjaan sama Arga. Ternyata karena hamil toh," sahut Syrala menatap Risya dengan penuh selidik.
"Nggak juga sih. Tanpa Risya hamil pun dia memang sangat manja dan maunya hanya dekat-dekat saja denganku," sahut Arga yang menaikkan 1 alisnya melihat kearah Risya.
"Issss sayang kapan aku seperti itu. Kamu jangan melebih-lebihkan kata-kata," sahut Risya.
"Memang itu kenyataan. Kamu jujur aja sama mereka," sahut Arga.
"Wajar dong Arga Risya itu manja-manjaan. Dia manja pada suaminya itu wajar. Dari pada manja sama suami orang lain," sahut Angela.
"Tauh nih," sahut Syrala.
"Sudahlah yang penting kita tau kehamilan Risya bagaimana dan ini kabar bahagia bagian kita semua. Aku mengucapkan selamat untuk kamu ya Arga dan kamu juga Risya," ucap Boy.
"Iya Boy thanks," sahut Arga.
"Semoga saja kandungan kamu baik-baik aja ya Risya dan kamunya juga sehat," sahut Angela.
"Amin," sahut Risya dengan senangnya yang mendapatkan doa dari teman-temannya.
__ADS_1
Pastilah teman-temannya orang yang paling bahagia dengan kabar kehamilan Risya. Karena memang teman-teman Risya orang yang sangat tulus.
Bersambung