MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 75


__ADS_3

Mentari pagi kembali tiba. Kamar hotel tempat Arga dan Risya menginap tadi malam dan sempat melakukan hal panas. Walau tidak sempurna dan tidak di lanjutkan karena Arga tidak mau egois. Tetap saja kamar itu terlihat berantakan.


Risya dan Arga pun yang tertidur seperti tadi malam juga. Risya yang hanya menggunakan pakaian dalam yang di lapisi tantop putih dan Arga yang telanjang dada dan Meraka berdua berpelukan di dalam hangatnya selimut.


Risya yang sangat nyaman di pelukan Arga yang menghadap dirinya yang mana wajah mereka sangat berdekatan tanpa jarak dengan napas yang saling menerpa.


Dengan perlahan Risya membuka matanya, membuka menutup kembali. Pandangan mata Risya yang sangat gelap, berubah menjadi rabun dan perlahan-lahan pandangan mata itu langsung melihat pada ciptaan tuhan. Siapa lagi jika bukan suaminya yang berada di depan matanya yang tertidur dengan lelap dengan tangan kekarnya melingkar di pinggang Risya yang seolah tidak ingin Risya pergi darinya.


Risya tersenyum yang tampa di duganya jika dia bisa melihat kembali. Risya mengusap lembut pipi Arga dengan menatap Arga dalam-dalam dengan mata Risya berkaca-kaca.


Hari Risya sangat tersentuh dengan Arga yang selalu ada di sisinya dan mengingat kejadian tadi malam. Arga yang pasti frustasi yang tidak jadi menyentuh Risya harus tahan-tahan karena tidak ingin egois. Bagaimana mungkin hati Risya tidak luluh dengan perlakuan Arga kepadanya.


Tanpa Risya sadari dengan spontanitas Risya mencium pipi Arga dengan lembut. Ya biasanya dia akan gengsi melakukannya. Namun sekarang tidak di mana Risya spontan saja melakukannya.


Ciuman bukan hanya di pipi Arga. Risya juga mengecup bibir Arga dan kali ini mampu membuat Arga membuka matanya dan bibir Risya masih menempel di bibir Arga dan mata mereka saling bertemu dan Risya ingin melepas tautan bibirnya. Namun Arga malah menangkup bibir itu dan membalas ciuman Risya yang membuat Risya memejamkan matanya.


Jadinya terjadi morning kiss di antara keduanya di pagi hari yang sangat indah itu. Sampai ciuman itu selesai dalam beberapa menit dan Arga dan Risya saling melepas dengan mereka yang saling menatap satu sama lain.


Arga mencium kening Risya dan juga mencium kelopak mata Risya yang kiri dan kanan.


"Apa tidur mu sangat nyenyak?" tanya Arga dengan lembut.


"Kamu menjagaku dengan baik dan bagaimana mungkin aku tidak tertidur dengan nyenyak," jawan Risya dengan lembut.


"Aku tidak akan meninggalkanmu lagi," ucap Arga dengan yakin.


"Aku sudah bisa melihat Arga," hal Risya yang memberi tau kabar bahagia itu.


"Apah!" sahut Arga dengan wajah terkejutnya yang pasti tidak percaya.

__ADS_1


"Aiya aku sudah bisa melihat, aku bisa melihatmu," ucap Risya mengelus lembut pipi Arga dan Arga begitu bahagia mendengar kabar baik dari istrinya itu dan Arga langsung memeluk Risya dengan erat.


"Aku sangat bahagia Risya mendengarnya, akhirnya kamu bisa melihat dan mata kamu tidak apa-apa,'' ucap Arga yang memeluk sangat erat Risya.


"Kamu selalu menjagaku dengan baik, kamu melindungiku. Makasih Arga untuk semuanya," ucap Risya dengan air matanya yang jatuh. Arga saking senangnya tidak mampu berkata-kata dan memeluk erat Risya saja.


**********


Risya dan Arga sudah bangun dari tidur mereka dan bahkan sekarang Risya yang duduk di pinggir ranjang yang baru selesai mandi. Namun hanya menggunakan bathrobe saja dan Arga baru keluar dari kamar mandi dengan handuk yang di lilit di pinggangnya dan ingin berganti pakaian


Arga mengambil pakaiannya yang berada di samping Risya dan dengan entengnya Arga melepas handuk tersebut membuat Risya kaget dan langsung menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya.


"Arga!" pekik Risya yang kesal dengan tingkah Arga dan Arga hanya menyunggingkan senyumnya yang masa bodo. Dia benar-benar tidak peduli berganti pakaian di depan Risya.


"Apa tidak bisa pergi kekamar mandi," umpat Risya dengan kesal.


"Isss kau benar-benar menyebalkan," sahut Risya berdiri dari tempat duduknya dan langsung pergi yang berusaha menjaga kontak matanya melihat Arga yang tidak tau Arga sekarang sudah sampai mana dalam tahap ganti-ganti pakaiannya.


"Eh kamu mau kemana?" tanya Arga melihat Risya membuka pintu kamar.


"Mau keluar, ganti aja pakaian sendiri," ucap Risya dengan kesal.


"Yakin mau keluar! aku akan di sini terus loh," sahut Arga dengan santainya.


Risya tampaknya belum berani pergi sendirian dan hanya mengumpat dengan kesal yang berdiri di depan pintu kamar dan Arga menyunggingkan senyumnya melihat Risya yang di pastikan cemberut.


"Sudah berbalik lah aku sudah selesai," sahut Arga.


"Bohong," ucap Risya yang tidak percaya.

__ADS_1


"Tidak bohong Risya," sahut Arga dan dengan perlahan Risya berbalik badan dan dengan terkejut Arga sudah berdiri di depannya yang memang sudah berganti pakaian.


"Jangan cemberut seperti itu," ucap Arga mengusap lembut pipi Risya.


"Kau sangat menyebalkan," ucap Risya.


"Tapi aku sangat tampan kan?" tanya Arga.


"Nggak tau," jawab Risya ketus.


"Sudah kamu juga sekarang siap-siap kita langsung sarapan hari ini," ucap Arga.


"Lalu bagaimana tentang kejadian malam?" tanya Risya yang tidak mendengar Arga membahasnya.


"Jangan Khawatir itu akan menjadi urusanku. Aku sedang menyuruh orang-orang ku untuk menyelidikinya dan barang-barang kita dari rumah itu sedang di siapakan Novi. Kita dan anak-anak kantor lain tidak akan tinggal di sana lagi. Aku sudah menyiapkan tempat untuk kita yang tinggal 5 hari lagi di Jepang. Jadi serahkan semuanya kepadaku," ucap Arga dengan lembut yang tidak ingin melibatkan Risya dalam penyelidikan itu. Karena takut Risya kenapa-kenapa.


"Kamu jangan memikirkan hal itu ya. Kamu anggap saja kamu sedang liburan di sini dan aku yang bekerja. Bukannya aku mengatakan kemarin. Kalau kamu sudah bisa melihat kembali. Kamu akan liburan dan tanpa bekerja," ucap Arga yang menepati janjinya membuat Risya tersenyum lebar.


"Kalau sudah bicara liburan. Wajahnya langsung berubah 100 persen dasar," ucap Arga dengan mengusap-usap pucuk kepala Risya dengan acak.


"Kamu tumben sekali menepati janji," ucap Risya.


"Memang kapan aku tidak menepati janji," sahut Arga.


"Ya kamu selalu menepatinya. Itu artinya aku tidak akan bekerjakan dan akan liburan?" tanya Risya butuh kejelasan lebih detail lagi


"Iya Risya," sahut Arga dengan lembut membuat Risya sangat bahagia dengan senyumnya yang indah.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2