MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 148 Romansa pasangan suami istri.


__ADS_3

Mentari pagi kembali tiba. Namun pasangan suami-isteri Arga dan Risya masih tertidur lelap dengan Arga yang pasti memeluk Risya. Setelah Risya jujur tadi malam pada suaminya. Mereka banyak mengobrol dan akhirnya mereka lama tidur dan bagaimanapun pagi ini masih lelap juga tertidur.


Padahal matahari sudah bersinar cerah. Bahkan cahayanya sudah masuk kedalam sela-sela jendela. Namun tetap aja pasangan suami-isteri tersebut masih terlelap di alam bawah sadar mereka yang mana mereka masih mimpi panjang.


Dratt-dratt-dratttt-dratt


Ponsel Arga berdering terus yang berada di atas nakas. Berisiknya suara ponsel itu membuat mata Arga bergerak-gerak yang mungkin sadar dengan kebisingan yang mengganggu tersebut.


Arga yang masih memejamkan matanya meraba-raba nakas untuk mengambil ponselnya dan akhirnya mendapatkannya. Matanya yang terpejam sangat berat untuk di bukanya. Tetapi mau tidak mau harus di bukanya dan dengan sipit melihat siapa yang menelpon.


"Ada apa Novi?" tanya Arga yang ternyata yang menghubunginya adalah sekretarisnya.


"Pak Arga belum sampai kantor juga 10 menit lagi akan ada meeting dengan klien," jawab Novi yang mengingatkan bosnya itu. Arga mengkerutkan dahinya dan melihat layar ponselnya.


Matanya melotot saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 10 siang.


"Kesiangan," lirihnya yang menghela napas berat dengan memijat kepalanya yang cukup berat.


"Pak Arga masih ada di sana?" tanya Novi yang tidak mendapatkan respon apa-apa dari Arga.


"Oh iya saya masih di sini kok. Novi kamu cancel meeting hari ini. Sepertinya saya tidak kekantor. Saya kurang enak badan," ucap Arga. Pasti karena malas. Soalnya sudah siang juga.


"Baiklah pak kalau begitu," sahut Novi yang tidak banyak protes.


"Kamu sampaikan ya maaf saya pada mereka," ucap Arga.


"Baik pak Arga. Kalau begitu saya tutup telponnya dulu. Saya hanya mempertanyakan hal itu saja. Selamat pagi pak Arga," ucap Novi yang menutup panggilan itu.


Arga juga menutup telponnya dengan menghela napas beratnya dan meletakkan Kembali handphone di tempatnya semula.


"Bisa-bisanya aku kesiangannya," gumamnya dengan mengusap wajahnya dengan satu tangannya.


Arga melihat keatas Risya yang maha tangan Risya begitu erat memeluk pinggangnya membuat Arga tersenyum dan mencium lembut dahi Risya.


"Kamu juga kesiangan Risya. Untung saja bos kamu adalah suamimu. Jika tidak maka kamu bisa di pecat. Karena sering bolos kerja," ucap Arga yang tersenyum dengan menatap begitu dalam wajah istrinya yang cantik itu.


Mata Arga turun pada perut rata Risya dan Arga langsung merabanya.


"Seharusnya aku masih marah dengan kamu yang menyembunyikan kehamilan kamu. Tapi sudahlah aku sangat bahagia dengan kamu yang akhirnya jujur," ucap Arga yang memang sangat bahagia dengan berita dari Risya.


Karena Arga terus berbicara dan tangannya juga mengelus-elus perut Risya akhirnya membuat Risya terbangun. Risya membuka matanya perlahan dan langsung berhadapan dengan mata indah suaminya dan bibit suaminya yang mengukir senyum indah itu.


"Selamat pagi sayang," sapa Arga dengan lembut.

__ADS_1


"Pagi," sahut Risya dengan suaranya khas bangun tidur.


"Bagaimana tidur kamu?" tanya Arga.


"Nyenyak. Kalau kamu bagaimana?" tanya Reya.


"Bagaimana aku tidak nyenyak jika sebelumnya istriku memberikan kabar yang sangat bahagia kepadaku. Jadi tidurku sangat nyenyak," jawab Arga.


Reya tersenyum dan memegang pipi suaminya itu.


"Kamu begitu bahagia mendengar aku hamil?" tanya Risya.


"Mana mungkin aku tidak bahagia. Tapi aku juga tetap marah, kecewa dan kesal dengan kamu. Karena kamu tidak memberitahu ku hal sebesar ini. Padahal aku suamimu," ucap Arga.


"Tapi kan aku dah kasih tau alasannya kenapa tidak memberitahu kamu," ucap Risya.


"Baiklah aku menerima alasan itu," sahut Sean sembari mengelus-elus rambut istrinya tersebut.


"Kalau begitu berarti kamu sudah memaafkan ku," ucap Risya.


"Karena aku akan menjadi seorang ayah. Jadi aku sudah memaafkan kamu. Tetapi lain kali kamu harus ingat ya. Jangan menyembunyikan apa-apa lagi dariku. Karena aku mungkin akan sulit untuk memaafkannya," ucap Arga yang mencolek hidung istrinya.


"Iya sayang," sahut Risya yang tersenyum.


"Tapi kamu tau tidak. Kalau kamu menyembunyikan kehamilan kamu ini. Kerugian untuk kamu," ucap Arga.


"Karena aku baru kepikiran. Kalau kamu yang tiba-tiba ingin makan mangga dan bahkan sering itu karena kamu ngidam bukan?" tebak Arga.


"Iya pasti karena aku ngidam," jawan Risya.


"Kalau aku tau kamu hamil aku pasti beli mangga yang banyak dan kalau perlu sama pohon-pohonnya," ucap Arga.


"Issss sok iya," sahut Risya yang tidak percaya.


"Aku serius dan iya satu lagi kemah itu keinginan kamu atau keringanan teman-teman kamu?" tanya Arga.


"Aku yang pengen dan jangan-jangan karena aku juga ngidam juga lagi," jawab Risya.


"Itu salah kamu. Kalau aku tau kamu hamil dan kamu ingin kemah. Aku pasti tidak akan menolak dan mungkin berbulan-bulan ada di sana," ucap Arga.


"Kalau begitu ayo kita kemah lagi," sahut Risya dengan cepat.


"Itukan aku bilang kalau aku tau. Sekarang kamu mana ngidam lemah lagi," sahut Arga.

__ADS_1


"Aku ngidam kok, pengen kemah lagi," sahut Risya yang mencari kesempatan.


"Nggak kamu bohong," sahut Arga tidak percaya.


"Aku tidak bohong sayang memang benar kok aku ngidam," sahut Risya dengan percaya.


"Aku tidak percaya siapa suruh awalnya sembunyi-sembunyi dan sekarang tau sendiri akibatnya. Siapa yang rugi coba," sahut Arga.


"Issss kamu ini," kesal Risya yang mencubit perut Arga yang membuat Arga kesakitan.


"Beraninya kamu kdrt," sahut Arga geram dan langsung menggelitiki Risya. Risya pun kegelian dan hanya meminta ampunan pada Arga yang tidak akan mengampuni Risya.


Suara bercandaan Risya dan Arga sampai terdengar ke lantai bawah yang mana Salmah dan Dehway yang mengobrol di ruang tamu. Pasangan suami-istri itu saling melihat dengan mereka yang geleng-geleng.


"Huhhhh, begitu lah pah kalau sudah akur ya seperti itu," ucap Salmah.


"Mereka berdua masih dalam penyesuaian dalam menghadapi masalah di rumah tangga mereka. Jadi kita doakan saja apa yang terbaik," ucap Dehway.


"Iya papa benar," sahut Salmah yang setuju dengan suaminya itu.


**********.


Risya duduk di pinggir kolam renang dengan kedua kakinya di masukkan kedalam kolam renang. Risya sedang menemani Arga yang berenang.


"Sayang kamu nggak kekantor?" tanya Risya pada Arga yang di ujung sana dan Arga menggeleng lalu berenang menghampiri istrinya dan memunculkan kepalanya di depan Risya.


"Ini sudah siang untuk apa lagi kekantor," jawab Arga.


"Kalau kamu tidak kekantor. Bagaimana kalau kita jalan-jalan," ucap Risya.


"Memang kamu mau kemana?" tanya Arga.


"Hmmm, kemana ya. Kalau ke Mall," sahut Risya


Arga menghela napasnya. Kalau Risya ke Mall pasti moodnya akan buruk dan pasti uangnya juga semakin menipis.


"Kenapa diam sayang?" tanya Risya.


"Jadi kamu mau ke mall?" tanya Arga memastikan dan Risya mengangguk yakin.


"Nggak ada gitu tempat lain selain Mall?" tanya Arga. Risya menggelengkan kepalanya dan memang dia hanya ingin ke Mall saja.


"Sayang kamu mau kan?" tanya Risya memastikan yang melihat banyak keraguan di wajah Arga.

__ADS_1


"Baiklah kalau memang itu yang kamu mau," ucap Arga membuat Risya tersenyum dan Arga pasti sangat terpaksa jika pergi ke Mall. Namanya perempuan ya Mall salah satu tempat yang paling asyik.


Bersambung


__ADS_2