MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 123 Anak-anak jahil.


__ADS_3

Risya dan Vio mau tidak mau harus terjun langsung kedapur untuk ikut menyiapkan makan malam dan lihatlah wajah ke-2 wanita itu tidak ada ikhlas -ikhlas nya sama sekali. Mereka cemberut yang menyiapkan makan malam.


"Ya ampun kalian berdua ini ya. Apa salahnya itu senyum di keluarkan. Supaya rasa masakannya itu nikmat," ucap Tantri dengan geleng-geleng kepala melihat ke-2 orang itu.


"Nggak ada hubungannya mah. Senyum dengan enaknya rasa masakan," sahut Risya.


"Benar Tante kalau sudah dasarnya yang membuat makanan tidak bisa memasak ya akan tetap hasilnya tidak akan enak dan mau senyum atau tertawa terbahak-bahak sama saja. Tidak akan berpengaruh," sahut Vio yang menambahi.


"Dan mama hanya akan menyesal yang menyuruh aku sama Vio untuk memasak semua ini. Tidak aka ada enaknya," sahut Risya.


"Dan itu tantangan untuk kalian berdua yang harus memasak enak. Kalian nggak malu apa dengan suami kalian," ucap Tantri dengan galak.


"Nggak," sahut Vio dan Risya dengan serentak.


"Benar-benar anak jaman sekarang. Maunya itu Instan mulu. Sudah-sudah pokoknya mama tidak mau tau. Kalian berdua harus masak yang enak dan terserah mau masak tidak enak. Tapi punya malu dan lihat suami kalian," tegas Tantri.


"Mama itu mengundang aku sama Arga untuk makan malam. Bukan untuk memasak makan malam dan ini sudah lari dari jalur," protes Risya


"Benar Tante," sahut Vio yang ikut-ikutan.


"Sudah pokoknya jangan banyak protes. Kalian lakukan saja apa yang mama katakan. Kalian berdua memasak dan jangan aneh-aneh. Yang lain sedang menunggu masakan kalian berdua," tegas Tantri dengan penuh penekanan pada 2 wanita itu.


"Tapi mah," sahut Risya.


"Nggak ada tapi-tapi," tegas Tantri yang langsung pergi meninggalkan dua wanita itu.


Risya dan Vio saling melihat dengan ke-2nya yang sama-sama menghela napas dengan kasar.


"Malas banget mengerjakan hal seperti ini," gumam Risya yang tidak bersemangat.


"Apa lagi aku. Tau gini nggak usah datang," sahut Vio yang juga tidak kalah malasnya.


**********


Akhirnya makan malam itu tiba dengan keluarga yang sudah berkumpul di meja makan yang menikmati banyaknya hidangan makanan dengan berbagai jenis dan sepertinya tidak ada yang protes dengan makanan itu enak atau tidak.


"Vio mama baru tau kalau kamu itu bisa masak," ucap Karen yang heran sendiri dengan anaknya. Karena makanan yang di hidangkan itu cukup berat dan masakannya juga enak.

__ADS_1


"Itu karena mama tidak pernah memperhatikan Vio," jawab Vio.


"Papa juga kaget Vio. Mungkin kamu tidak pernah memasak di rumah dan ternyata kamu punya bakat terpendam," sahut Indra.


"Iya dong pah. Vio itu bisa melakukan apa saja. Dan memasak bukan hal yang sulit. Hanya saja terkadang malas," sahut Vio yang menyombongkan dirinya.


Sementara Risya yang makan hanya senyum-senyum saja yang seperti menahan tawa.


"Kalian berdua cocok juga kalau membuat Restauran. Ya masakan kalian mirip dengan masakan yang ada di Restaurant bintang 5," sahut Arga.


"Kamu itu bisa aja Arga kalau memuji. Masakan ini sangat sederhana kok dan tidak ada apa-apanya dengan masakan orang-orang hebat," ucap Risya yang tersenyum pada suaminya. Arga hanya mengangguk-angguk kepalanya saja.


"Jadi mama sangat tepat kan menyuruh kalian berdua yang menyiapkan makan malam. Kalian itu hanya malas dan kalau sudah serius lihat hasilnya sangat bagus," ucap Tantri.


"Iya-iya mah. Pilihan mama memang tepat," sahut Risya.


"Bagaimanapun dengan kamu Samuel apa masakannya enak?" tanya Hariyanto.


"Enak kok Om. Dan ini masakan Vio untuk pertama kalinya aku makan," jawab Samuel.


"Hmmm, bisa. Nanti bisa di diskusikan," sahut Vio dengan santai.


"Sekarang kita nikmati saja masakan yang enak-enak ini dari tangan-tangan 2 wanita cantik ini," sahut Indra.


"Papa bisa aja,"


"Om itu buat Risya malu saja," sahut Risya yang senyum-senyum cengengesan.


Mereka kembali melanjutkan makan malam dengan nikmat. Risya dan Vio saling melihat dengan ke-2nya yang sama-sama mengedipkan sebelah mata mereka dan Arga mendapati Risya yang seperti itu membuat Arga menautkan ke-2 alisnya yang mencurigai sesuatu.


**********


Setelah selesai makan malam. Semuanya kembali pulang dan rumah yang kembali sepi. Risya dan Arga tidak menginap. Tantri yang berada di dapur yang sedang beres-beres piring yang tadi dapur sedikit berantakan dan Tantri yang melap-lap meja.


Namun saat beres-beres dan melap meja. Tiba-tiba saja Tantri menjatuhkan kertas dari atas meja.


"Kertas apa itu!" gumamnya yang langsung berjongkok untuk melihat kertas tersebut.

__ADS_1


Tantri langsung mengambilnya dengan matanya yang melotot


"Risya! Vio!" teriak Tantri dengan kesalnya dan teriakannya mendatangkan Hariyanto suaminya.


"Ada apa sih mah?" tanya Hariyanto panik.


"Lihat ini pah," Tantri yang menunjukkan kertas yang berupa struk tersebut..


"Risya sama Vio benar-benar ya. Makanan tadi di beli dan tidak di masak sama sekali," oceh Tantri yang marah-marah karena di tipu Risya dan Vio.


Hariyanto menghela napasnya yang melihat kelakuan Vio dan Risya.


"Sudahlah mah, makannya juga sudah habis," sahut Hariyanto yang malas membahas hal itu.


"Tetapi mereka berdua itu kelewatan pah. Bisa-bisanya membeli makanan. Pantesan aja makanannya enak-enak dan bisa cepat selesai ternyata mereka memesannya. Dasar anak-anak nakal," umpat Tantri benar-benar kesal.


"Sudahlah mah. Jangan marah-marah yang penting mereka berdua ada niat dan nanti juga akan semakin belajar. Jadi biarkan saja semuanya berproses," ucap Hariyanto yang mencoba untuk menenangkan istrinya.


************


Risya sendiri yang berada di dalam mobil yang Arga di sebelahnya yang sedang menyetir dan geleng-geleng mendengar pengakuan Risya yang jujur masalah makanan itu.


"Tetap aja kamu menipu semua orang," ucap Arga kesal.


"Itu bukan penipuan Arga. Itu suatu usaha aku dan Vio. Lagian mama apa coba nyuruh- nyuruh buat masak. Sudah tau itu kekuranganku. Aku tidak bisa memasak yang berat-berat. Membuat bubur saja dan makanan ringan untukmu itu sudah sangat hebat," ucap Risya.


"Ya makanya belajar," sahut Arga.


"Iya-iya belajarnya nanti aja. Kalau sudah waktunya," ucap Risya.


"Mama pasti sangat marah. Kalau tau kamu itu memesan makanan bersama Vio dan bukan memasaknya," ucap Arga yang menduga-duga.


"Ya mau bagaimana lagi," sahut Risya dengan mengangkat ke-2 bahunya.


Arga hanya geleng-geleng kepala dengan kelakuan istrinya itu. Dia dan Vio bekerja sama untuk memesan makanan dan hanya memanaskan masakan itu dan semuanya beres


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2