
Tantri keluar dari kamarnya, " Kenapa sejak tadi aku tidak melihat mas Hariyanto," gumam Tantri yang melihat ke setiap Arah. Sejak malam suaminya tidak terlihat. Bahkan tidak tidur di kamar.
"Mungkin istirahat di ruang kerja," Tantri berpikir positif dan langsung melangkah menuju ruangan kerja suaminya.
Tok tok tok tok tok tok tok
"Mas kamu ada di dalam?" tanya Tantri dengan mengetuk-ngetuk pintu tersebut. Biasanya Tantri tidak mengetuk dan langsung masuk saja. Namun sekarang mungkin terjadi canggung di antara keduanya yang seperti Tantri merasa asing dan mengetuk pintu untuk masuk keruangan itu.
"Mas! Mas!" panggil lagi Tantri.
"Tidak mungkin mas Hariyanto tidak pulang. Mobilnya ada di depan," batin Tantri dengan kebingungan yang malah mendadak cemas.
Tidak ingin berpikiran apa-apa membuat Tantri memegang kenopi pintu dan langsung mendorong pintu, membukanya yang ingin memastikan keberadaan suaminya.
"Mas!" panggil Tantri lagi. Terlihat di lantai buku-buku berserakan yang sepertinya jatuh dari atas meja. Tantri heran dan melihat di sekitarnya. Tempat itu tidak ada orang.
Namun tiba-tiba mata Tantri melihat ke arah bawah meja. Di mana melihat sebuah tangan. Dahi Tantri mengkerut saat melihat tangan itu.
"Mas! Kamu di sana?" panggil Tantri yang langsung melangkah masuk.
Dan tiba saat dekat. Tantri terkejut dengan matanya yang melotot saat melihat di depan matanya. Hariyanto yang tergelatak yang tidak sadarkan diri. Dengan satu tangannya memegang dadanya.
"Mas!" teriak Tantri yang begitu terkejut dan langsung melihat ke adaan suaminya.
"Mas bangun!"
"Mas apa yang terjadi!"
"Mas!"
"Mas!"
Tantri yang panik terus membangunkan Hariyanto dengan menggoyang-goyangkan tubuh Hariyanto.
"Bangun mas! Bangun! Apa yang terjadi!"
"Mas!"
"Mas!"
***********
Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu
Suara ambil yang pasti akan selalu terdengar. Jika sudah berada di rumah sakit. Ambulan akan terus berdatangan yang membawa pasien darurat masuk kedalam rumah sakit.
__ADS_1
Sama dengan Hariyanto yang tadi sudah sampai dan Hariyanto yang sekarang di tangani oleh Dokter. Sementara Tantri yang sangat cemas berada di depan ruangan UGD yang menunggu Dokter memberikan informasi atas suaminya yang di temukannya tidak sadar diri dan tidak tau apa yang terjadi.
"Tante!" panggil Vio dan Samuel yang datang setelah mendapat kabar dari Tantri.
"Vio!" sahut Tantri yang sangat panik yang langsung memegang tangan Vio.
"Apa yang terjadi Tante? Bagaimana Om?" tanya Vio yang juga ikutan panik.
"Tante juga tidak tau. Tante menemukan Om kamu sudah dalam keadaan tidak sadar. Tante tidak tau apa yang terjadi," Tantri yang menjelaskan dengan suaranya yang bergetar.
"Lalu Arga bagaimana? Apa mereka sudah tau?" tanya Samuel.
"Tante sudah beritahu," jawab Tantri.
Saat mereka menunggu dengan kecemasan akhirnya Dokter keluar dari ruangan UGD tersebut.
"Dok bagaimana suami saya?"
"Pak Hariyanto mengalami serangan jantung dan kondisinya masih kritis," jawab Dokter.
"Astagfirullah!" lirih Tantri terkejut dengan menutup mulutnya dengan ke-2 tangannya.
"Kami akan berusaha memberikan penanganan yang baik," ucap Dokter.
"Tante yang kuat ya. Om pasti akan baik-baik saja," ucap Vio yang memeluk Tantri yang menguatkan Tantri.
"Tante mohon sama kalian tolong beritahu Arga mengenai kondisi mas Hariyanto dan beritahu Risya. Mau sebenci apapun Risya itu tetap papanya dan harus tau keadaan papanya," ucap Tantri.
"Iya Tante! Tante jangan khawatir," sahut Samuel yang akan mengabari Arga.
**********
"Astagfirullah!" lirih Salmah yang terkejut mendengar kabar dari Arga mengenai Hariyanto yang sekarang berada di rumah sakit.
"Ya sudah kita kerumah sakit saja sekarang," sahut Dehway yang tidak mau membuang-buang waktu.
"Mama dan papa duluan saja. Aku harus beritahu Risya dulu dan akan menyusul kerumah sakit," ucap Arga dengan panik.
"Lalu apa Risya akan mau pergi?" tanya Salmah ragu.
"Aku tidak tau. Tetapi aku belum mencobanya. Tetapi mau bagaimanapun Risya harus tau dan aku akan memberitahu Risya," ucap Arga.
"Ya sudah kamu beritahu Risya mama dan papa akan kerumah sakit terlebih dahulu," ucap Salmah.
"Iya mah," sahut Arga yang langsung menuju kamar untuk menemui istrinya.
__ADS_1
**********
Risya yang duduk di depan cermin yang menyisir rambutnya dan Arga yang memasuki kamar. Memberitahu kabar ini pasti membuat Arga bingung harus mulai dari mana.
"Sayang!" lirih Arga yang memasuki kamar tersebut.
"Hmmmm ada apa," jawan Risya yang masih menyisir rambutnya. Arga menghampiri Risya dengan memegang ke-2 bahu Risya.
"Kita ke rumah sakit yuk!" ajak Arga dengan lembut.
"Untuk?" tanya Risya melihat suaminya itu dari cermin.
"Papa masuk rumah sakit," jawab Arga. Risya berhenti sejenak menyisir rambutnya. Wajahnya terlihat kaget hanya sebentar. Namun dia kembali menyisir rambutnya seperti cuek dengan apa yang di katakan suaminya itu.
"Sayang!" lirih Arga lagi.
"Aku mau istirahat di sini. Kamu aja yang kerumah sakit," jawab Risya dengan cuek yang tidak ingin pergi kemana-mana.
"Mana bisa seperti itu sayang. Kamu tidak khawatir dengan papa? Papa mengalami serangan jantung dan sekarang sedang di rawat. Apa kamu tidak takut papa sampai kenapa-kenapa?" tanya Arga.
Risya tidak menjawab dan menyisir terus rambutnya. Dia sangat membenci Hariyanto sampai hatinya tidak bisa luluh saat tau Hariyanto sakit.
Arga menghela napasnya yang seakan tidak bisa melakukan apa-apa. Membujuk Risya sekarang tidak bisa membuat Arga tidak bisa berbuat apa-apa.
"Kamu yakin tidak mau pergi?" tanya Arga memastikan. Risya diam tanpa mengatakan apa-apa.
"Baiklah kalau tidak mau pergi. Biar aku saja yang pergi. Nanti kalau kamu berubah pikiran kamu telpon aku dan aku akan menjemput kamu," ucap Arga. Risya tidak merespon apa-apa.
"Aku pergi dulu sayang," ucap Arga mencium kening Risya dan langsung pergi dari kamar itu. Risya melihat wajahnya di cermin dan tangis yang langsung pecah dengan Risya menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya yang merasa sangat sakit saat papanya masuk rumah sakit dan kebenciannya terhadap Hariyanto.
*********
Kondisi Hariyanto masih dalam keadaan kritis dan masih berada di ruang perawatan. Keluarga menunggu di luar. Salmah juga sudah datang yang memberi semangat untuk besannya itu yang begitu sedih.
"Hanya kata sabar dan memberikan semangat yang besar pada besannya itu.
"Mbak harus kuat dan mas Hariyanto akan baik-baik saja," ucap Salmah.
"Makasih mbak sudah mau datang," ucap Tantri.
"Oh iya Arga dan Risya bagaimana apa mereka akan datang?" tanya Tantri.
"Arga dan Risya pasti menyusul. Mbak jangan khawatir ya," ucap Salmah. Dia juga belum tau apa Arga akan berhasil membawa Risya atau bagaimana. Tetapi kenyataannya sekarang Arga belum datang juga.
Bersambung
__ADS_1