
Tinnong tinnong tinnong tinnong tinnong
Bel rumah Tantri berbunyi membuat Tantri membuka pintu.
"Iya sebentar!" ucap Tantri yang berjalan menuju pintu.
"Siapa sih tamu yang datang malam-malam seperti ini," gerutunya yang langsung membuka pintu dan ternyata orang yang bertamu malam-malam itu adalah Tasya.
"Tasya!" lirih Tantri.
"Maaf saya mengganggu. Tetapi saya hanya ingin bicara sebentar dengan Risya," ucap Tasya.
"Ada apa Tasya?" tahta Tantri.
"Saya melakukan banyak kesalahan dan saya hanya ingin minta maaf pada Risya. Saya tidak bermaksud untuk apa-apa," ucap Tasya
Tantri masih diam yang kelihatan sangat berat. Jika harus menyetujui apa yang di katakan Tasya. Karena dia juga tidak mau jika Risya nanti malah akan bermasalah.
"Mohon ijinkan saya sebentar saja," ucap Tasya yang dengan wajahnya yang tampak memohon.
"Baiklah kalau begitu. Kamu masuklah dan saya akan panggil Risya," ucap Tantri.
"Makasih Tante," sahut Syrala memegang tangan Tantri. Tantri tidak menjawab apa-apa. Tantri pun langsung pergi memanggil Risya. Memang sangat kebetulan Risya tinggal di rumahnya.
***********
Risya yang berada di kamar. Baru saja ingin tidur yang sudah beres-beres seperti biasanya sebelum dia tidur bersama Arga.
"Sayang minum susunya dulu!" ucap Arga yang memberikan susu coklat untuk Risya. Susu untuk perkembangan janin mereka dan Risya langsung meminumnya sampai habis.
Ada bekas susu di mulut Risya membuat Arga langsung melap dengan jarinya.
"Kita istirahat?" tanya Arga. Risya menganggukkan kepalanya yang katanya memang sudah sangat mengantuk.
Toko-tok-tok-tok.
Pintu ruangan mereka di ketuk.
"Aku buka dulu ya!" ucap Arga. Risya hanya mengangguk dan membiarkan suaminya membuka pintu kamar mereka.
"Mah! Ada apa?" tanya Arga.
"Maaf mama mengganggu. Risya ada yang mau bertemu dengan kamu," ucap Tantri.
"Siapa mah?" tanya Risya heran.
__ADS_1
"Tasya!" jawan Tantri. Risya kaget mendengarnya dan Arga menghela napasnya ketika mendengar nama Tasya.
"Untuk bapa dia datang dan harus bertemu Risya segala," ucap Arga.
"Mama juga tidak tau. Katanya ingin bicara dengan Risya dan sebaiknya kamu temui saja dia," ucap Tantri memberi saran.
"Baiklah mah," sahut Risya yang tidak masalah jika harus bertemu dengan Tasya.
"Kamu yakin sayang?" tanya Arga yang malah panik.
"Tidak apa-apa kok," sahut Risya.
"Ya sudah kalau begitu," sahut Arga. Walau dia nanti tau akan terjadi masalah buruk pada Risya. Tetapi dia juga tidak bisa melarang Risya begitu saja.
*********
Risya pun akhirnya bertemu dengan Tasya. Di mana mereka berdua yang duduk di ruang tamu dan hanya mereka berdua yang berbicara. Tantri ataupun Arga tidak ada di sana.
"Ada apa kamu ingin bertemu denganku?" tanya Risya pada Tasya yang ada di depannya itu.
"Aku ingin minta maaf pada kamu. Besok aku akan pergi ke Luar Negri dan sebelum aku pergi. Aku ingin minta maaf," ucap Tasya dengan wajahnya yang tampak penuh dengan penyesalan.
"Aku sudah tidak untuk membahas masalah itu Tasya semuanya sudah berlalu," sahut Risya.
"Tapi aku tetap minta maaf Risya. Kesalahanku sangat besar kepadamu. Aku sangat jahat dan aku semakin menyesal. Jika orang-orang yang aku jahati. Justru malah membantuku dan sekarang memberiku banyak kesempatan. Aku benar-benar minta maaf Risya," ucap Tasya dengan segala pengakuannya.
"Semuanya sudah cukup seperti ini. Papa sudah pergi dan berada di tempat yang tenang dan papa juga sudah bertanggung jawab atas Putri dan sisanya tinggal kamu yang masih ingin sadar atau tidak," ucap Risya.
"Iya aku tau itu dan aku menerima semua ini dan aku ucapkan terimakasih terus untuk kamu," ucap Tasya.
Risya hanya menganggukkan kepalanya saja. Baginya tidak ada gunanya mempunyai dendam atau menanam kebencian yang penting sekarang dia mengambil pelajaran atas apa yang terjadi dan mungkin dia juga bisa menjadi orang yang lebih baik lagi kedepannya.
**********
Pagi hari yang cerah menyambut begitu semangat. Namun apa menjadi semangat untuk Edo yang akan berpisah dengan Putri. Sudah menjadi keputusan Edo menyerahkan Putri kepada Tasya. Dia tidak ingin menjadi orang yang egois dan harus menyerahkan Putri pada Tasya.
Di Bandara. Hari ini mereka akan mengantarkan Putri yang akan di bawa Tasya ke luar Negri. Bukan hanya ada Edo dan Angela yang mengantarkan Putri. Ada juga Risya, Arga, Tantri, Vio, Samuel, Syrala dan Boy yang akan mengantarkan Putri.
Putri yang sekarang berpelukan dengan Edo. Dengan kedua lutut Edo menyentuh lantai. Pelukan untuk Putri yang sangat erat yang pasti tidak ingin kehilangan Putri. Sementara yang lainnya hanya melihat dengan kesedihan bagaimana Edo dan Putri.
"Papa jangan sedih. Putri hanya ikut mama saja. Kita juga bisa telponan dan kalau papa kangen bisa temui Putri," ucap Putri.
"Iya sayang. Papa tidak sedih kok," sahut Edo yang harus menyembunyikan kesedihannya di depan Putri.
Edo dan Putri saling melepas pelukan mereka dan Putri tersenyum kepada Edo.
__ADS_1
"Papa harus baik-baik aja ya di sini," ucap Putri berpesan.
"Putri juga baik-baik aja. Jangan nakal dan harus mengikuti apa kata mama," ucap Edo
"Hmmmm, pasti pah," sahut Putri mengangguk-angguk kepalanya. Lalu Putri melihat Angela dan juga pamitan dengan Angela.
"Mama Angela jaga papa ya," ucap Putri berpesan.
"Putri juga jaga diri baik-baik dan masalah papa akan baik-baik saja bersama mama," ucap Angela.
"Iya ma," sahut Putri dengan tersenyum.
"Tante Risya!" ucap Putri yang menghampiri Risya. Risya berjongkok dan langsung memeluk Putri begitu erat.
"Putri harus jaga kesehatan dan jadi anak yang pintar ya," ucap Putri yang memeluk erat Putri.
"Iya Tante. Tante juga ya dan jangan sedih-sedih lagi," ucap Putri melepas pelukan itu.
"Tante Risya yang cantik. Harus bahagia terus ya dan Om Arga baik harus jaga Tante Risya terus ya," ucap Putri dengan tersenyum.
"Iya Putri pasti," sahut Arga.
"Untuk semuanya, Tante Syrala, om Boy, Tante Vio, Om Samuel dan Tante Tantri. Makasih sudah baik sama Putri selama ini. Maaf ya jika Putri ada salah. Putri pamit dulu ya," ucap Putri yang pamitan dengan semua orang yang ada di sana.
"Iya Putri," sahut Tantri.
Putri kembali memeluk Edo dan setelah pelukan itu selesai Putri menghampiri Tasya.
"Terimakasih untuk kalian semua dan saya minta maaf dengan semua yang saya lakukan. Kepada kamu juga Vio mohon maaf dulu saya pernah berbuat jahat pada kamu," ucap Tasya.
"Sudahlah lupakan saja masalah itu. Semuanya sudah berlalu. Yang penting sekarang kamu bertanggung jawab atas apa yang harus kamu lakukan dan bertanggung jawab untuk Putri," sahut Vio yang tidak ingin membahas masa lalu lagi.
"Sekali lagi aku mengucapkan terima kasih. Tante Tantri, Risya, Arga, mas Edo yang memberiku kesempatan dan kamu Angela. Juga dengan yang lainnya, Syrala, Boy, Vio dan kamu Samuel. Aku tidak akan melupakan kebaikan kalian ini. Aku benar-benar mengucapkan terima kasih," ucap Vio dengan ketulusan hatinya dalam berbicara.
Yang lain mendengarnya hanya menganggukkan kepala saja.
"Ya sudah kalau begitu aku sama Putri pergi dulu. Sekali lagi aku berterima kasih untuk kalian semua," ucap Tasya dengan menundukkan kepalanya yang tidak hentinya mengucap terima kasih.
"Ayo Putri kita pergi!" ajak Tasya.
Putri mengangguk-anggukan kepalanya.
"Putri pergi dada semuanya," ucap Putri dengan tersenyum dan melambaikan tangannya untuk semua orang yang mengantarkannya.
Pandangan mata Edo yang sangat berat melihat kepergian Putri dan itu sangat wajar. Angela hanya menggenggam tangan Edo untuk memberikan Edo kekuatan. Lama kelamaan Putri semakin jauh dan sudah tidak terlihat lagi.
__ADS_1
Bersambung