
Belum ada yang berani untuk menemui Risya. Masih hanya Arga yang berada di sisinya yang terus menguatkan Risya seperti sekarang ini Risya yang duduk di atas tempat tidur rumah sakit. Dengan infus yang masih melekat.
"Arga duduk di sampingnya dengan memegang tangan Risya yang selalu bergetar, Menatap nanar wajah Risya yang terlihat sangat senduh. Jangan tanya matanya seperti apa sangat sembab. Karena Risya memang tidak pernah berhenti menangis.
"Kamu makan ya!" ucap Arga. Risya menggelengkan kepalanya yang tidak ingin makan sama sama sekali.
"Sayang kamu tau kan. Sekarang kamu itu sedang hamil. Jadi kamu harus makan supaya kandungan baik-baik saja. Kita harus menjaga anak kita," ucap Arga dengan lembut.
"Katakan kepadaku. Jika sebenarnya semua ini tidak benar. Tasya itu wanita licik kan. Dia hanya mengarang cerita dan berhasil membuatku seperti ini," ucap Risya yang masih saja tidak menerima semua yang terjadi.
"Ini mungkin berat untuk kamu. Tetapi yang terjadi," jawab Arga membuat Risya kembali menangis dengan menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya.
Arga kembali memeluk Risya yang menangis senggugukan.
"Sayang aku tau perasaan kamu yang sangat hancur. Karena kenyataan yang kamu dapatkan. Tetapi apa kamu pernah berpikir bagai perasaan mama. Mama yang lebih terluka. Dia harus menahan semuanya bertahun-tahun untuk kamu dan dengan kamu seperti ini mama jauh lebih terluka," ucap Arga yang mencoba menjelaskan kepada Risya.
"Jahat! Papa benar-benar jahat. Selama ini bersandiwara. Seakan seorang ayah menjadi paling hebat. Tetapi kenyataannya dia sangat jahat yang punya hubungan dengan wanita itu. Papa menghiyanatiku. Aku sangat membenci papa," ucap Risya.
"Kamu boleh marah pada papa. Tetapi tidak dengan mama. Kamu juga harus menguatkan mama," ucap Arga. Risya semakin terisak saat mendengar mamanya. Ya Arga benar yang paling menjadi korban itu adalah Tantri.
**********
Sekarang giliran Tantri yang menemui Risya. Arga membujuknya dan akhirnya Tantri bisa menemui Risya. Ibu dan anak itu menangis berpelukan seperti saling menguatkan. Suara Isak tangis yang pecah di ruangan perawatan itu.
Selain Tantri. Ada juga Salmah, Dehway, Syrala, Angela, Edo, Vio, Samuel dan Arga. Akhirnya mereka bisa melihat kondisi Risya dan sekarang melihat Risya yang di peluk dengan sangat begitu erat. Dengan suara tangis yang pecah dan membuat para penonton ikut meneteskan air mata.
"Kenapa menyembunyikannya dari Risya?"
__ADS_1
"Kenapa harus bertahan demi Risya?"
"Mama kenapa berkorban begitu banyak untuk Risya?" tanya Risya dengan suara sengugukan yang merasa bersalah pada mamanya.
Pasti mamanya selama ini banyak menderita. Tetapi demi Risya mamanya berkorban yang mengenyampingkan sakit hatinya.
Tantri melepas pelukan itu dengan memegang ke-2 pipinya.
"Kamu juga akan menjadi seorang ibu dan kamu akan memahami semuanya. Karena seorang ibu tidak akan peduli lagi dengan hatinya. Dia hanya akan memperdulikan perasaan anaknya. Risya kamu itu gadis mama dan papa yang sangat manja. Kamu anak mama satu-satunya. Jika punya anak satu saja tidak bisa menjaga perasaan putrinya. Maka itu adalah kegagalan dalam menjadi seorang ibu. Dan alasan mama untuk semua ini hanya untuk kebahagiaan kamu," jelas Tantri dengan air matanya yang berderai membanjiri pipinya.
"Tapi mama menderita selama ini. Risya pikir mama baik-baik saja. Ternyata tidak. Mama dan papa tidak pernah bertengkar. Risya pikir orang tua Risya yang paling sempurna dan tua ada pertengkaran. Ternyata ada hal yang lebih parah perselingkuhan yang menjijikkan. Anak di luar nikah. Semuanya itu rasanya mimpi buruk. Mereka berdua orang-orang yang tidak punya hati, iblis yang menghancurkan kehidupan kita. Aku membenci mereka berdua!" ucap Risya dengan penuh kebenciannya kepada papanya. Sampai nama sang papa tidak ingin di ucapkannya lagi.
"Risya jangan membenci papa kamu. Semua orang punya kesalahan dan saat itu papa kamu khilaf. Jadi semua adalah masa lalu," ucap Tantri.
"Stop mama membelanya. Mama jangan pernah membela penghiyanat itu. Risya tidak mau mendengarnya. Mama sudah sakit dan Risya tidak ingin melihatnya. Pria jahat!" teriak Risya yang tidak bisa memaafkan Hariyanto begitu saja.
Semua orang di ruangan itu sangat mengerti perasaan Risya dan untuk seorang Risya semuanya memang sangat tidak mudah. Di dalam ruangan itu memang tidak ada Hariyanto. Namun di luar ruangan ada Hariyanto yang mendengar semua perkataan Risya.
Dengan mundur perlahan yang meninggalkan tempat itu. Karena sudah mendapatkan kebencian dari Risya. Anak yang paling di sayanginya. Kepergian Hariyanto di lihat oleh Arga dan Arga buru-buru langsung keluar dari kamar tersebut.
*********
Hariyanto yang duduk di salah satu bangku yang ada di luar rumah sakit. Dengan wajah murungnya dengan perasaan hancurnya. Hanya diam dengan air matanya.
"Akh!" Hariyanto tiba-tiba memegang dadanya dengan kuat terasa sangat perih membuat napasnya tidak stabil dan sangat berat.
"Pah!" tegur Arga yang tiba-tiba datang membuat Hariyanto melihat kebelakang. Hariyanto menghela napasnya yang mencoba untuk tenang. Lalu Arga menghampirinya dan duduk di samping Hariyanto.
__ADS_1
"Arga mengerti perasaan papa. Tetapi bagi Risya semua ini tidak mudah," ucap Arga.
"Papa paham Arga dan ini adalah resiko dari perbuatan papa dan tidak apa-apa. Papa menerima dengan ikhlas semua ini. Sudah menjadi korban atas perbuatan bodoh papa dan Risya harus menanggung semuanya. Jika balasannya mendapatkan kebencian dari seorang anak. Maka bagi papa itu tidak masalah Arga," ucap Hariyanto tersenyum lirih.
Dia hanya berusaha untuk menerima keadaan yang sekarang. Karena perbuatannya mana mungkin di maafkan.
"Arga akan berusaha membujuk Risya. Untuk Risya memahami semua ini. Rasa marahmu, kecewanya kepada papa mungkin sangat besar. Tetapi percayalah seiring berjalannya waktu Risya akan menerima kenyataan ini dan akan memaafkan papa," ucap Arga yang harus bertanggung jawab atas masalah istrinya.
"Tidak perlu Arga. Kamu sudah banyak melakukan yang terbaik untuk Risya. Kamu mampu bersujud di kaki seorang wanita hanya untuk Risya. Kamu melakukan semuanya untuk Risya. Jadi jangan melakukan apa-apa lagi. Sekarang Risya sudah tau semuanya dan ini yang sudah terjadi. Dan apapun resikonya itu yang harus saya dapatkan," ucap Hariyanto.
"Arga mau berjanji sesuatu?" tanya Hariyanto.
"Tolong jaga Risya baik-baik. Saya sangat tau kamu sangat mencintainya dan dengan adanya kejadian ini. Pikiran Risya pasti akan kemana-mana. Ketakutannya akan rumah tangganya pasti sudah mulai muncul di pikirannya,"
"Jangan jadikan Risya menanggung karma saya. Saya mohon pada kamu jangan khitanati dia seperti apa yang saya lakukan pada ibunya. Jangan hancurkan hatinya. Dia sudah sangat hancur dengan Pria yang selalu di katakannya sebagai idolanya. Saya cinta pertamanya yang menghancurkan hatinya dan papa mohon untuk kamu jangan sakiti dia dengan ke-2 kalinya. Dia sangat mencintai kamu," ucap Hariyanto dengan air matanya kembali menetes.
Dia juga sangat takut. Jika Risya yang akan menanggung karma atas perbuatannya.
"Aku tidak akan melakukan hal itu. Aku sangat mencintainya dan melihatnya seperti ini membuatku sangat hancur dan aku tidak akan pernah melakukan hal yang sama. Karena rasa sakit Risya adalah rasa sakitku," tegas Arga.
"Terima kasih Arga. Terima kasih untuk kamu yang sudah memberikan banyak kebahagian untuk Risya. Papa titip Risya pada kamu," ucap Hariyanto..
Arga tidak menanggapi apa yang di katakan Hariyanto lagi. Hariyanto memang terlihat sangat pasrah dengan keadaan sekarang. Tetapi mau bagaimana lagi itu adalah resiko dari perbuatannya dan mau tidak mau Hariyanto harus menerimanya.
Bersambung.
...Jangan lupa mampir ke Novel terbaru aku ya....
__ADS_1
...Terpaksa Menikahi Dia Yang Telah Hamil. Di tunggu like koment, vote yang banyak dan subscribe ya. Terima kasih para readers yang sangat setia membaca setiap karya-karya saya....