
Malam ini Risya yang sedang siap-siap di depan cermin yang sedang memakai lipstik. Dari penampilannya yang sangat anggun menggunakan dres hitam selututnya dengan lengan pendek. Rambutnya di biarkan terurai dengan di beri gelombang di bawahnya.
Penampilannya yang simpel dan sangat anggun seperti sedang ingin Dinner. Setelah selesai pada lipstiknya. Risya menyemprotkan parfum untuk menambah aroma di tubuhnya.
"Sayang kamu sudah selesai?" tanya Arga yang memasuki kamar dan Arga juga tampak rapi dengan kemeja putih yang di masukkan kedalam celananya.
"Sudah sayang," sahut Risya yang menghampiri suaminya.
"Bagaimana aku cantik?" tanya Risya.
"Cantik sekali," jawab Arga membuat Risya tersenyum dan mencium pipi suaminya. Dia baru saja memakai lipstik dan tanpa Arga sadari ada cap bibir di pipinya yang membuat Risya tertawa kecil.
"Ada apa?" tanya Arga heran.
"Tidak apa-apa," jawab Risya memeluk suaminya.
"Ya sudah sekarang ayo kita pergi yang lain pasti sudah menunggu," ucap Arga.
Risya melonggarkan pelukannya, mengangkat kepalanya melihat suaminya.
"Sebenarnya aku itu malas sekali makan malam!" ucap Risya dengan wajah cemberutnya.
"Kok gitu sayang. Ini itu makan malam undangan Edo. Karena merayakan keberhasilan atas Putri yang sekarang bersamanya dan kenapa jadi malas?" tanya Arga.
"Iya sih. Kalau bukan karena undangan itu. Aku memang sangat malas," sahut Risya.
"Nggak boleh malas-malas. Hanya makan gratis kok malas. Ada mama dan papa juga di sana," ucap Arga.
"Perutku tidak enak. Beberapa hari ini selera makanku berkurang," keluh Risya.
"Oh iya, kamu kenapa nggak pernah bilang sama aku," sahut Arga panik.
"Ya namanya juga hanya perut yang tidak enak dan sedikit mual-mual," ucap Risya.
"Hmmmm, kayaknya aku hamil deh," sahut Risya menebak.
"Serius?" tanya Arga yang sudah sangat eksaitit.
"Berchanda..." seloroh Risya.
"Sayang kamu ini," sahut Arga.
"Maaf," sahut Risya.
"Semoga saja ya sayang. Kita segera di beri keturunan," ucap Arga dengan harapan.
"Amin," sahut Risya.
Arga mencium lembut kening Risya dan Risya tersenyum penuh kebahagiaan mendapatkan itu.
"Aku sangat bahagia bisa terus menjaga kamu dengan baik. Dan aku tidak akan pernah menyesal walau pernah merendah di depan orang," ucap Arga. Risya hanya menganggukkan kepalanya yang sebenarnya dia juga tidak mengerti apa maksud dari perkataan suaminya itu.
"Aku mencintaimu," ucap Arga.
"Aku juga sayang," jawab Risya.
"Ya sudah sekarang ayo kita pergi!" ajak Arga. Risya mengangguk dan mereka langsung pergi. Tanpa Risya memberitahu ada sesuatu di pipi suaminya. Risya benar-benar jahil yang mengerjai suaminya itu.
************
Restaurant
Akhirnya Arga dan Risya sampai juga ke Restauran tersebut. Mereka turun dari mobil dengan tangan mereka yang saling bergenggaman dengan erat.
"Arga sini!" tiba-tiba Samuel memanggil dengan mengangkat tangannya.
__ADS_1
"Ayo sayang!" ajak Arga yang langsung menghampiri semuanya.
Ada Samuel, Vio, Edo, Angela, Putri, Tantri dan Hariyanto yang ternyata sudah datang dan sudah siap untuk makan bersama.
"Maaf kami terlambat," ucap Arga. Orang-orang mengangguk dan melihat pipi Arga yang ingin menahan tawa.
"Tidak apa-apa Arga kami juga baru sampai! Ayo kalian duduk!" sahut Tantri.
"Papa!" sahut Risya yang langsung memeluk Hariyanto.
Hariyanto juga memeluknya dan mencium kening Risya lembut. Dia seolah sangat bersyukur dengan anugrah yang di berikan kepadanya masih bisa melihat Risya yang manja kepadanya dan rahasia besar itu tidak di ketahui Risya.
Namun situasi itu terasa aneh pastinya. Ketika menua orang tau apa yang terjadi dan melihat kedekatan Risya dan Hariyanto seperti ada rasa bersalah dan masing-masing punya kesedihan.
Senyum Tantri juga mengandung kesedihan. Bahkan melihat Putri dengan wajah senduh. Pasti terkesan aneh dengan anak kecil itu ternyata anak dari suaminya.
Sama dengan Edo yang mungkin juga merasa aneh. Jika Hariyanto sangat menyayangi Risya sementara anak yang sedang makan di sampingnya anak Hariyanto. Namun Edo hanya mulai terbiasa dan tetap menganggap Putri anaknya.
"Ayo kamu duduk di samping papa!" ucap Hariyanto.
"Iya pah," sahut Risya tersenyum.
"Hmmm, kayaknya kita mulai makan saja," sahut Vio yang mengalihkan suasana yang sempat canggung itu,"
"Oke aku juga sudah lapar," sahut Arga.
"Tapi sepertinya ajakan makan malam sangat mengganggu kamu ya Arga," sahut Edo.
"Tidak siapa yang bilang?" tanya Arga heran.
"Ya sampai kalian harus buru-buru pastinya, sampai tidak lupa menghapus bekasnya," ucap Edo bicara pelan.
"Maksudnya?" tanya Arga dengan dahinya yang mengkerut heran dengan perkataan Edo.
Risya sudah menahan tawa. Begitu juga semua orang yang merasa lucu. Arga langsung melihat kearah Risya yang tertawa menutup mulutnya.
"Sayang kamu benar-benar ya!" geram Arga yang menjadi korban kejahilan istrinya dan malu di depan semua orang. Tantri hanya geleng-geleng kepala saja dengan jahilnya Risya ya memang pasangan suami istri itu sangat kocak.
"Udah nggak usah malu Arga. Santai saja," sahut Vio dengan menahan tawa.
"Kamu itu benar-benar ya Risya," kesal Arga.
"Iya maaf sayang," sahut Risya yang langsung mengambil tisu dan langsung menghapus bekas bibir itu. Wajah Arga jangan tanya pasti sangat cemberut.
"Jangan marah sayang aku minta maaf," ucap Risya.
"Sudah-sudah kita makan aja," sahut Tantri.
"Ayo Putri kamu juga makan," sahut Angela.
"Iya mah," sahut Putri.
************
Mereka semua menikmati makan malam itu sembari mengobrol-ngobrol.
"Vio, aku sama Arga nanti ada rencana mau kerumah. Mau jenguk bayi kamu," ucap Risya sembari mengunyah makanannya.
"Aku tunggu Risya. Tapi jangan tangan kosong ya," sahut Vio dengan candaannya.
"Dasar emaknya benar-benar matre," sahut Risya kesal.
"Ya maklumlah. Aku melahirkannya buru-buru. Jadi belum beli apa-apa. Jadi aku minta kamu harus bawa keperluan bayi yang banyak, dari Tante juga, Om juga. Edo dan Angela kalau kalian mau menjenguk juga jangan dengan tangan kosong," tegas Vio.
"Iya Vio santai aja," sahut Tantri.
__ADS_1
"Iya nanti aku sama Edo juga pasti datang," sahut Angela.
"Memang mau lihat bayi siapa?" tanya Putri.
"Anak Tante Vio sayang. Putri mau lihat?" tanya Angela.
"Mau!" jawab Putri.
"Ya sudah nanti kita akan lihat anak Tante Vio dan Om Samuel," sahut Edo.
"Di tunggu kedatangan kalian semua," sahut Samuele
"Jangan hanya ditunggu-tunggu aja. Ada juga jamuannya," sahut Arga.
"Nah itu yang paling benar," sahut Risya.
"Santai aman," sahut Samuel.
"Hmmmm, sayang aku ke toilet sebentar ya," ucap Risya berdiri dari tempat duduknya.
"Iya sayang," sahut Arga dan Risya langsung pergi.
Sementara yang lain kembali makan dengan obrolan mereka yang random. Sekalian memang rasa syukur yang mereka dapat.
"Putri lihat apa?" tanya Angela yang melihat Putri terus melihat ke arah pintu depan.
"Tadi Putri seperti lihat mama," jawab Putri yang membuat semua orang terdiam sejenak
"Itu hanya penglihatan Putri saja. Bukannya mama lagi di Luar Negri kan udah pamit sama Putri untuk pergi," sahut Edo.
"Iya juga sih. Mama kan lagi di Luar Negri," sahut Putri.
"Ya sudah sayang Putri makan lagi ya," sahut Angela.
"Iya mah!" sahut Putri.
Yang lain kembali makan dan tidak ingin memikirkan apa-apa mereka semua kelihatan sangat enjoy dengan candaan mereka.
"Risya lama sekali di toiletnya," ucap Hariyanto.
"Benar! Ngapain dia ketiduran," sahut Vio.
"Biar aku telpon," sahut Arga.
"Itu ponselnya tinggal," sahut Tantri.
"Sebentar lagi juga pasti datang," sahut Angela.
Ting
Tiba-tiba ponsel Arga masuk notif. Arga langsung membukanya.
"Maaf Arga aku tidak bisa melakukannya. Ini sangat tidak adil untukku. Bagaimanapun Risya harus tau yang sebenarnya dan itu yang adil untukku. Jadi maaf aku harus memberitahunya!" tulis Tasya yang membuat Arga terkejut dengan matanya melotot.
"Risya!" lirih Arga dengan jantungnya yang berdebar kencang.
"Arga ada apa?" tanya Hariyanto.
"Tasya!" lirih Arga panik dan langsung berdiri yang langsung pergi.
"Arga kamu mau kemana?" tanya yang lain heran dan ponsel Arga yang tertinggal di baca Hariyanto pesan yang masuk itu. Hariyanto langsung terduduk lemas seolah hal buruk terjadi dan ketakutannya yang akan terjadi.
Bersambung.
.
__ADS_1