
Angela dan Edo sudah berada di dalam rumah dan duduk di ruang tamu dengan Edo yang memegang tangan Angela.
"Aku harap kamu tidak salah paham dengan apa yang kamu lihat tadi," ucap Edo.
"Lalu kenapa kalian sampai berpelukan dan kamu juga pulang kerja bukannya masuk rumah malah di luar," ucap Angela yang hanya ingin mendapatkan penjelasan.
"Angelia aku tidak ada pertemuan dengan Tasya dan dia datang tiba-tiba dan pasti tujuannya untuk bertemu Putri da aku tidak menginginkannya," ucap Edo.
"Lalu sebenarnya kamu mengajakku bicara untuk apa?" tanya Edo.
"Ini mungkin akan menjadi sulit. Tapi aku mohon untuk pengertian kamu beberapa hari saja," ucap Edo yang merasa sangat sulit untuk memberitahu Angela.
"Maksudnya apa?" tanya Angela.
"Tasya tidak akan menuntut hak asuh Putri dan dia akan kembali ke Luar Negri dalam bulan ini. Namun dia ingin meminta syarat untuk bersama Putri beberapa hari dengan waktu yang banyak sebelum dia kembali ke Luar Negri," jelas Edo dengan pelan-pelan.
"Lalu kamu mengijinkannya?" tanya Angela yang langsung to the point.
"Hmmmm, aku tidak punya pilihan. Pertama Tasya ibu kandung Putri dan aku tidak mungkin memisahkan mereka dan apa yang di katakan Tasya membuatku jujur takut. Angela aku sudah bicara dengan pengacaraku mengenai hal asuh Putri dan jujur pengacara ku ragu. Jika aku akan menang. Karena Putri masih di bawah 12 tahun dan sangat banyak kemungkinan Tasya akan menang," jelas Edo dengan rasa ke khawatiran nya.
"Kesepakatan yang di berikan Tasya aku rasa sangat menguntungkan untukku dan Putri. Tetapi di sisi lain aku yakin ini akan menjadi masalah dalam hubungan kita," ucap Edo yang sudah memikirkan semuanya dan tau resikonya.
"Angela aku sangat mencintaimu dan aku hanya ingin. Kamu memberiku kepercayaan dan bersabar untuk berapa hari saja. Aku tidak mungkin menghiyanatimu atau kembali kepada Tasya. Demi apapun itu hal itu tidak akan terjadi," ucap Edo yang berusaha meyakinkan Angela.
Angela masih terdiam yang penuh dengan pemikiran yang pasti ini tidak mudah baginya.
"Angela aku tau kamu pasti ragu untuk hal ini," ucap Edo.
"Baiklah mas Edo. Aku akan mempercayakan semua pada kamu. Dan semua ini aku lakukan demi Putri. Aku berharap kamu bisa memegang kepercayaan ini," ucap Angela yang berbesar hati dan lebih baik mengalah untuk sementara waktu.
"Makasih Angela," sahut Edo yang merasa lega dan langsung memeluk Angela dengan erat.
"Dalam hubungan kita terlalu banyak ujiannya dan aku tidak akan mengecewakan kamu. Kepercayaan yang kamu berikan akan aku pegang dengan baik," ucap Edo yang tetap meyakinkan Angela.
"Aku juga berharap seperti itu dan Tasya juga menepati janjinya," sahut Angela.
__ADS_1
"Pasti Angela," sahut Edo.
"Aku sangat berharap mas Edo keputusan yang kamu ambil. Tidak membuat hubungan kita menjadi masalah. Tetapi aku juga tidak bisa melakukan apa-apa. Karena aku tau kamu sangat menyayangi Putri dan hanya melakukan semuanya untuk Putri dan mungkin memang harus aku mengenyampingkan egoku," batin Angela yang pasti sangat berat dengan kesepakatan itu. Namun Angela harus sabar dan percaya pada Edo.
************
Pagi-pagi sekali saat ingin berangkat kerja Angela sudah sampai ke rumah Edo. Namun Angela masih di pinggir jalan di sebrang rumah Edo yang melihat ke arah rumah Edo. Ternyata di sana sudah ada Tasya yang pasti ikut mengantar Putri kesekolah.
Bahkan satu mobil dengan Edo dengan Edo yang membukakan pintu mobil untuk Tasya dan Putri dan lebih parahnya Tasya duduk di depan bersama Edo membuat Angela melihat hal itu menghela napasnya.
Dia sebenarnya sudah di hubungi Edo. Jika Tasya ikut ke sekolah Putri. Namun entah mengapa Angela masih aja pergi kerumah Edo dan terakhirnya harus melihat hal itu dan pasti membuat Angela cemburu. Edo juga sengaja memberitahu Angela di awal untuk mencegah ke salah pahaman.
Angela tidak melakukan apa-apa selanjutnya dan langsung meninggalkan tempat itu dengan menyetir mobilnya yang mungkin Angela harus terbiasa melihat hal itu untuk beberapa hari kedepan dan dia harus banyak-banyak bersabar.
***********
Angela malas kekantor dan malah mampir ke bengkel Boy. Yang mungkin ingin membuang rasa kejenuhan. Begitu sampai Angela langsung turun dari mobilnya.
"Boy!" sapa Angela yang langsung duduk di tempat biasa mereka nongkrong.
"Lagi jenuh aja dan malas kerja," jawab Angela.
"Oh gitu. Udah sarapan belum?" tanya Boy.
"Lagi nggak nafsu," jawab Angela.
"Jangan bilang nggak nafsu. Nanti nikmat makannya di ambil baru tau rasa," ucap Boy mengingatkan.
"Aku pesan bubur ayam ya. Kita sarapan. Aku juga belum sarapan sama sekali," ucap Boy menawarkan.
"Terserah deh," sahut Angela yang tidak bersemangat dan Boy langsung memesan bubur ayam.
Setelah sarapan mereka datang Boy dan Angela langsung sarapan sembari mengobrol.
"Ya sudahlah Angela. Jalani aja dulu. Nanti juga melihat apakah ada perubahan atau tetap sama," ucap Boy memberi saran Angela. Ya Angela langsung curhat mengenai masalah yang di hadapinya.
__ADS_1
"Iya sih. Tapi sangat sulit untuk sabar dalam melihat hal itu," ucap Angela yang tidak yakin.
"Jangan terlalu di pikirkan semuanya pasti baik-baik saja," ucap Boy.
"Ya semogalah," ahaut Angela dengan mengehela napas beratnya yang melihat ke arah Boy.
Boy makan dengan lahap sampai belepotan membuat Angela tersenyum dan mengambil tisu refleks langsung membersihkan ujung bibir Boy.
"Kamu itu makan berantakan banget," ucap Angela dengan serius sampai membuat Boy kaget dan melihat Angela.
Ternyata moment pendek yang terjadi itu di saksikan Syrala yang baru turun dari mobil dan melihat hal itu membuat wajah Syrala pasti shock. Namun Syrala berusaha santai dan menghampiri Angela dan Boy.
"Ehem," Syrala berdehem dan menghentikan moment romantis itu.
"Eh Syrala," sahut Boy dan Angela.
"Kamu ada di sini juga Angela?" tanya Syrala.
"Oh iya lagi jenuh aja," sahut Angela dengan santai.
"Kamu bawa apa itu?" tanya Boy melihat Syrala memegang kantung plastik.
"Bubur ayam untuk sarapan. Tapi ternyata kamu sudah sarapan," jawab Syrala.
"Iya tadi di belikan Boy. Ya lumayan lah enak juga," sahut Angela.
"Oh begitu lanjutkan sarapannya," sahut Syrala tersenyum.
"Kamu juga sarapan," sahut Boy Syrala mengangguk.
"Tumben sekali Angela datang kemari?" tanya Syrala.
"Biasalah Syrala lagi ada masalah sama Edo. Jadi ya dia datang untuk curhat," sahut Boy yang menjawab pertanyaan Syarla.
"Ohhhhh, curhat ternyata," sahut Syrala dengan datar.
__ADS_1
Bersambung