
Tasya yang berada di rumah Edo yang sekarang sedang berada di ruang tamu bersama dengan Putri yang menemani Putri untuk belajar.
"Putri!" tegur Tasya.
"Iya mah kenapa?" tanya Putri yang sembari menggambar.
"Putri kan suka banget kamping. Bagaimana kalau kita kamping Sabtu ini?" tanya Tasya.
"Tapi Putri sudah pernah kamping sama papa dan mama Angela," jawab Putri yang apa adanya.
"Tetapi kan itu sama mereka. Putri belum pernah kamping sama mama dan juga sama papa. Jadi tidak ada salahnya kalau kita kamping ber-3 dan lagian mama ini ibu kandung kamu dan mama juga pengen terus sama kamu," ucap Tasya yang sepertinya berusaha untuk membujuk Putri.
Putri melihat Tasya dengan Putri yang tidak melanjutkan menggambar. Tasya memegang tangan Putri dengan menatap Putri.
"Kamu bujuk papa kamu ya. Supaya kita bisa liburan bertiga. Mama kangen masa-masa itu. Kita bertiga tidak pernah liburan," ucap Tasya yang mencoba menghasut Putri.
"Tapi Putri sering kok jalan sama papa dan juga mama Angela," sahut Putri.
"Beda dong Putri. Mama sama wanita yang kamu panggil mama itu sangat berbeda. Dia bukan mama kamu dan liburannya juga berbeda. Putri mama ini ibu kandung kamu dan kamu tidak kasihan dengan mama. Mama hanya ingin mengajak kamu untuk liburan saja. Apa kamu tidak kasihan dengan mama yang terus kesepian," ucap Tasya dengan raut wajahnya yang penuh dengan kesedihan yang seolah ingin di kasihani.
"Lalu mama bagaimana. Putri juga sering kesepian. Mama juga tidak kasihan dengan Putri. Saa Putri 3 tahun mama tinggalkan Putri begitu saja dan mama tidak pernah menemui Putri sampai sekarang Putri sudah 8 tahun dan selama itu Putri juga kesepian," ucap Putri yang membuat Tasya langsung terdiam dengan tidak menyangka jika anak sekecil Putri bisa mengatakan hal seperti itu.
Tangan Angela perlahan-lahan lepas dari tangan Putri yang diam terpaku dan tidak punya jawaban apa-apa.
"Mama Angela sangat baik sama Putri. Saat awal-awal Putri tidak menyukainya karena dekat dengan papa. Tetapi mama Angela tidak pernah menjauh dari Putri dan Putri bisa merasakan sayangnya mama Angela. Jadi mama jangan samakan mama dengan mama Angela," lanjut Putri yang membuat Tasya benar-benar berdiam dengan kesulitan menelan salivanya.
"Bahagianya Putri tidak harus jalan-jalan sama mama dan papa. Tetapi Putri bisa bahagia, bisa senang jika hanya sama papa. Atu hanya sama mama Angela," lanjut Putri lagi.
"Sial. Putri benar-benar sudah di racuni Angela. Dia bahkan bisa berbicara seperti itu dan aku yakin pasti Angela yang mengajari Putri untuk mengatakan hal ini," batin Tasya dengan mengepal tangannya dengan bicara Putri yang to the point.
"Putri!" tiba-tiba terdengar suara dari depan pintu yang membuat Putri melihat kearah pintu yang ternyata Angela.
"Mama...." sahut Putri yang langsung ceria dan langsung berdiri menghampiri Angela dengan memeluk Angela.
"Issss mama tidak jemput Putri hari ini di sekolah. Jadi Putri mau ngambek," ucap Putri dengan wajah manyunya.
__ADS_1
"Maaf sayang. Mama tadi lagi pergi," sahut Angela dengan mengusap-usap pipi gembul Putri.
"Pergi ke mana memangnya?" tanya Putri.
"Pacaran sama papa kamu," jawab Angela dengan mengedipkan matanya.
"Issss mama, masa sama papa terus sama Putri tidak," sahut Putri yang kesal dan tambah ngambek membuat Angela hanya tersenyum melihat Putri yang sekarang sangat posesif.
"Hay Angela!" tiba-tiba Tasya menyapa Angela yang berdiri di belakang Putri.
"Hay," sapa Angela dengan datar.
"Hmmm, mas Edo menyuruhku untuk kerumah ini menjaga Putri," ucap Tasya yang tampaknya sengaja membuat Angela panas.
"Oh iya. Aku tau kok. Soalnya mas Edo sudah ngomong dulu ke aku dan kami sudah berdiskusi dan aku setuju dan makanya kamu bisa ada di sini," jawab Angela dengan santai yang memang Edo sudah membicarakan hal itu kepadanya.
Mendengar hal itu membuat Tasya diam seribu bahasa yang benar-benar geram dengan kesal yang mana Angela sekarang jauh lebih berani.
"Hmmmm, oh iya Tasya sekarang sebaiknya kamu boleh pulang. Soalnya aku sudah ada di sini," ucap Angela mengusir secara halus.
"Bukan mengusir. Aku takut kamu itu nanti kelelahan menjaga Putri. Jadi aku tidak mau merepotkan," sahut Angela.
Angela mendengus kasar mendengarnya dengan menyunggingkan senyumnya
"Untuk seorang ibu kandung mana ada kata lelah Angela dan iya kamu tidak akan mengerti. Karena kamu bukan ibu kandung Putri," sindir Tasya.
"Iya kamu benar. Aku bukan ibu kandungnya. Tetapi untuk saling mengerti tidak perlu ada ikatan darah," jawab Angela dengan santai dan elegan namun kata-kata itu cukup sangat dalam.
Tasya sampai terdiam dan lagi-lagi tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.
"Mama pulang aja Putri sudah ada mama Angela kok," sahut Putri yang menambah kekesalan Angela.
"Mama akan pulang setelah papa kamu pulang. Karena mama harus pamit pada papa kamu," sahut Tasya.
"Memang papa di mana mah?" tahta Putri pada Angela.
__ADS_1
"Lagi masuki mobil sayang ke garasi. Kan mama sudah bilang mama lagi sama Putri lagi pacaran dan makanya baru pulang sekarang sama papa Putri," ucap Angela yang membuat Tasya semakin panas.
"Sial. Kamu benar-benar berani Angela kepadaku. Kamu pikir kamu akan bisa mendapatkan Putri dan mas Edo. Tidak akan Angela," batin Tasya yang mengumpat penuh dengan kekesalan dengan Angela yang sekarang berani kepadanya. Bahkan senyum Angela sangat meremehkan Tasya yang membuat Tasya semakin marah.
************
Risya dan Arga yang berada di kamar di atas tempat tidur di mana Arga yang memeluk Risya begitu erat sembari mengelus-elus lembut pucuk kepala Risya dengan wajah Risya berada di bawah leher Arga yang mendarat di dada bidang Arga.
"Sayang!" panggil Arga dengan lembut.
"Ada apa?" tanya Risya.
"Minggu depan aku ada perjalanan bisnis ke Swis. Kamu mau ikut tidak?" tanya Arga.
Risya mengangkat kepalanya dengan melihat suaminya yang juga melihatnya.
"Pekerjaan atau liburan?" tanya Risya.
"Kalau bagi aku ini pekerjaan. Karena memang ada urusan untuk pekerjaan. Tetapi kalau kamu ikut maka beda lagi. Ini jadi liburan. Karena kalau istriku ini ya tidak bisa di ajak kerja ke Luar Negri. Karena akan menjadi liburan," ucap Arga.
"Jadi bagaimana sayang kamu mau ikut apa tidak?" tanya Arga.
"Mau ikut. Tetapi liburan ya," ucap Risya yang membuat Arga mendengus tersenyum.
"Iya untuk kamu liburan dan biar aku yang kerja," sahut Arga membuat Risya tersenyum.
"Dan sekalian juga kita di sana...." ucap Arga yang tidak melanjutkan kalimatnya.
"Sekalian apa?" tanya Risya dengan mengkerut dahinya.
"Berbulan madu," jawab Arga membuat Risya tersenyum dan memeluk Arga lebih erat.
"Makasih sayang sudah mau menghiburku dengan menyogok ku untuk liburan," ucap Risya.
"Aku akan melakukan apa saja untuk kamu," sahut Arga.
__ADS_1
Bersambung