
"Arga!" lirih Tantri yang langsung berjongkok untuk mengajak Arga berdiri setelah kepergian Tasya.
"Kamu tau semuanya?" tanya Tantri. Arga menganggukkan kepalanya dan Tantri langsung memeluk Arga dengan Tantri yang menangis.
"Aku akan melakukan apa saja untuk Risya dan pengorbanan mama selama ini tidak akan sia-sia," ucap Arga yang juga menangis di pelukan Tantri. Menantu dan mertua itu seolah saling menguatkan untuk seorang wanita yang sama-sama mereka cintai.
Hariyanto yang melihat banyak yang menjadi korban akibat perbuatannya penuh dengan penyesalan yang juga mengeluarkan air mata. Dulu istrinya tetap bertahan untuk Risya dan sekarang Arga Pria lantang dan gagah harus bersujud di depan seorang wanita rendahan hanya untuk Risya. Semuanya di lakukan untuk Risya.
********
Vio dan Samuel berada di dalam mobil. Samuel sedang menyetir dan Vio dengan wajah senduhnya duduk di sebelah Samuel.
"Ada apa Vio?" tanya Samuel.
"Aku sangat menyesal dengan apa yang aku lakukan dulu pada Risya. Aku tidak tau jika perbuatanku yang menjebak kamu membuat hati Risya terluka dan seolah itu karma dari Om Hariyanto yang mana dulu berselingkuh dengan Tasya dan Risya harus melihat perselingkuhan kekasihnya yaitu kamu denganku," ucap Vio dengan wajahnya penuh kesedihan.
"Vio semua itu sudah masa lalu dan aku juga yakin saat aku berpacaran dengan Risya. Dia tidak mencintai ku dia hanya menjadikan ku pelarian karena permasalahannya dengan Arga. Jadi kamu jangan mengungkit masa itu lah. Sekarang kita berdua sama-sama mengakui kesalahan kita sama-sama menyadari semuanya, memperbaiki dan menata hidup lebih baik dengan anak kita yang sudah di titipkan pada kita,"
"Jadi kita bukan hanya pasangan lagi. Kita adalah ayah dan ibu yang mempunyai tanggung jawab lebih besar dan semoga nanti anak kita bisa kita bimbing dengan baik dan tidak mencontoh perbuatan kita. Jadi kamu jangan berkecil hati. Semua yang terjadi adalah masa lalu," ucap Samuel dengan bijak.
"Iya kamu benar. Terima kasih kamu sudah memberiku kesempatan dalam pernikahan ini," ucap Vio.
"Aku juga berterima kasih. Karena kamu juga banyak memberiku kesempatan dan sekarang kita doakan saja Tante Tantri dan Om Hariyanto bisa kembali bahagia. Begitu juga dengan Risya semoga Arga bisa terus menjaganya dan semoga Tasya pergi jauh-jauh dengan memperbaiki dirinya," ucap Samuel.
"Amin," sahut Vio tersenyum yang menyenderkan kepalanya di bahu suaminya. Samuel juga mencium pucuk kepala Vio.
************
Edo dan Angela sampai kerumah Edo. Mereka berdua langsung menuju kamar Putri yang mana Putri sudah tertidur. Edo dan Angela sama-sama duduk di samping Putri di kiri dan kanan Putri dengan Edo yang membelai-belai rambut Putri dengan mencium kening Putri.
__ADS_1
"Putri pasti sangat bangga pada ayahnya yang selalu mencintainya dan Putri tidak akan pernah mau tau apakah ayahnya. Ayah biologisnya atau tidak. Karena Putri hanya bisa merasakan kasih sayang yang tulus dari ayahnya," ucap Angela yang tersenyum dengan tatapan matanya yang sangat tulus kepada Putri.
"Aku sangat berterima kasih kepada kamu Angela. Kamu banyak membantuku," sahut Edo.
"Tidak perlu berterima kasih mas. Ini semua sudah tugasku dan sekarang kita hanya memikirkan masa depan Putri selanjutnya. Karena Putri sudah menjadi tanggung jawab kamu seutuhnya," ucap Angela.
"Iya. Aku tidak percaya jika Putri akan bersamaku selamanya dan aku tidak menyia-nyiakan kesempatan yang di berikan kepadaku. Aku akan menjaganya, membesarkannya tanpa peduli dia darah dagingku apa tidak," jawab Edo yang kembali mencium kening Putri.
Matanya berkaca-kaca yang menunjukkan dia sangat bahagia. Angela juga bahagia dan merasa lega dengan melihat Edo yang tidak sedih lagi. Karena akan bersama Putri.
"Aku tidak bisa melakukan apa yang di lakukan Arga. Dia memohon bukan hanya untuk istrinya. Tetapi juga untuk Putri," ucap Edo.
"Dan apa yang di lakukan Arga tidak sia-sia. Karena Putri sekarang bersama kita," sahut Angela.
Edo mengangguk dan memegang tangan Angela. Dia juga sangat bahagia dengan kehadiran Angela yang selalu memberikan suport kepadanya.
**********
Ting.
Notif ponsel Tasya berbunyi dan Tasya langsung membukanya dan melihat ticket yang sudah ada serta pesan.
"Terima kasih Tasya kamu sudah mau mengalah untuk semua ini. Anak mu pasti akan baik-baik saja bersama edo dan aku juga yakin kau akan menemukan kebahagiaanmu," tulis Arga.
Tasya kembali meneteskan air matanya yang memegang dadanya yang terasa sakit.
"Mama sangat mencintai kamu Putri. Mungkin mama bukan menjadi ibu yang baik untuk kamu. Maafkan mama yang gagal menjadi ibu kamu semoga kamu bahagia selalu bersama ayah yang sangat menyayangi kamu dan mungkin sudah takdir untuk kamu tidak perlu tau siapa ayah kandung kamu," batin Tasya dengan tangisannya yang semakin pecah.
************
__ADS_1
Arga sampai rumah dan langsung ke dalam kamar yang duduk di pinggir ranjang. Wajahnya tampak lelah dengan beberapa kali menghela napasnya.
Arga membuka ponselnya dan melihat pengiriman ticket yang baru saja di kirimnya untuk Tasya dengan Arga yang merasa lega.
Ceklek.
Risya keluar dari kamar mandi yang baru selesai melakukan aktivitasnya di kamar mandi.
"Sayang kamu sudah pulang?" tanya Risya. Arga mengangguk dengan tersenyum dan menjulurkan tangannya membawa Risya duduk di pangkuannya dan Risya langsung mengalungkan tangannya di leher Arga.
"Kamu dari mana seharian. Aku telpon Novi kamu tidak ada di kantor. Ayo kamu harus dari mana?" tanya Risya dengan tatapan penuh selidik dengan mata sipitnya.
"Aku baru saja melakukan pekerjaan yang sangat besar," jawab Arga.
"Oh iya apa itu?" tanya Risya dengan rasa penasaran.
"Itu rahasia Perusahaan. Orang luar tidak boleh tau," sahut Arga dengan candaan.
"Issss kamu ini. Aku itu bukan orang luar. Aku itu bekerja di Perusahaan," sahut Risya.
"Tapi kamu itu karyawan paling malas dan itu bisa di namakan orang luar," seloroh Arga.
"Issss terserah kamu deh," sahut Risya jadi kesal sendiri.
Arga tersenyum dan mengecup bibi Risya.
"Sayang yang penting apa yang aku lakukan tidak sia-sia dan sekarang aku tidak perlu takut apa-apa lagi," ucap Arga.
"Iya-iya deh yang nggak mau kasih tau istrinya. Yang penting semoga apapun yang kamu kerjakan dan jika itu Positif maka akan lancar," ucap Risya.
__ADS_1
"Amin," sahut Arga tersenyum dan Risya juga tersenyum.
Bersambung