MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 173 Usil.


__ADS_3

Risya sekarang menjalankan hari-harinya sebagai sekretaris suaminya. Karena mendapatkan hukuman dari Arga dan juga kebetulan sekretaris Arga Novi yang sedang pulang kampung karena urusan keluarga dan juga mengambil cuti panjang yang mau tidak mau membuat Risya yang menggantikan Novi untuk mengurus pekerjaan suaminya.


Sama seperti sekarang ini di mana Risya yang berjalan berdampingan dengan Arga menuju ruang rapat.


"Sayang kamu sudah persiapkan semuanya kan?" tahta Arga.


"Sudah tapi aku nggak tau juga. Nanti takutnya ada yang salah. Karena aku bukan sekretaris kamu dan pasti Novi lebih andil dalam hal itu," ucap Risya yang kurang percaya diri.


"Tidak apa-apa kalau salah sedikit. Nanti di perbaiki yang penting kamu ada niat untuk membantu suami kamu," sahut Arga dengan santai.


"Kalau niat ya pasti dong," sahut Risya dengan tersenyum pada Arga.


"Sukses ya sayang kerjanya," ucap Arga memberikan dukungan.


"Pasti," sahut Risya dengan tersenyum membuat Arga juga tersenyum.


Akhirnya ke-2nya sampai di ruang rapat dan orang-orang yang lain sudah menunggu di ruangan rapat dan begitu Arga datang mereka langsung berdiri dengan menundukkan kepala. Arga mendudukki kursinya barulah penghuni rapat duduk.


"Kita mulai saja rapatnya!" titah Arga.


Risya yang berdiri di samping Arga langsung membuka agenda rapat dan rapat di mulai.


Tugas sekretaris memang berada di samping atasannya berdiri saja sampai rapat selesai. Dan ini tidak menguntungkan bagi Risya yang pasti kakinya pegal yang terus berdiri.


"Ya ampun nasibku kenapa jadi seperti ini. Rapat ini kenapa tidak selesai-selesai coba. Kaki ku bisa patah menunggu terus," batin Risya dengan gelisah yang mau buru-buru selesai. Memang itu yang di rasakan Novi selama ini.


Sementara Arga yang fokus rapat melihat Risya dengan ekor matanya yang membuat Arga tersenyum. Arga sepertinya juga sengaja mengerjai istrinya. Arga ini kadang-kadang memang sangat usil pada Risya. Tidak tau apa Risya sudah capek berdiri. Bahkan Risya sudah memberi kode pada Arga untuk rapat segera berakhir. Namun Arga sengaja pura-pura tidak mengerti.


"Ya Allah kapan ini berakhir," batin Risya dengan gelisah.

__ADS_1


Risya memegang pinggir meja untuk menahan dirinya yang kelelahan. Dan tangannya menyenggol dokumen di samping Arga yang akhirnya jatuh dan lembaran kertas itu berserakan di bawah meja Arga yang mencuri perhatian penghuni rapat.


"Maaf silahkan di lanjutkan," ucap Risya dengan tersenyum terpaksa dan langsung berjongkok untuk membereskan lembaran yang berjatuhan.


"Pakai jatuh segala lagi. Kenapa sih hari ini benar-benar sangat menyebalkan. Arga juga nggak ada kasihannya dengan istrinya, membiarkan ku berdiri saja, apa salahnya dia melakukan sesuatu agar rapat cepat selesai dan aku tidak berdiri terus. Apa dia pikir tidak capek apa," umpat Risya yang kesal sendiri dan menyusun berkas-berkas itu dengan terpaksa.


Arga melirik kebawah meja dan melihat wajah cemberut istrinya membuat Arga tersenyum miring dengan menghela napasnya. Lalu Arga dengan sengaja menjatuhkan pulpen dan lagi-lagi mencuri perhatian penghuni rapat dan langsung melihat ke arah Arga.


Arga tersenyum dan menyuruh untuk melanjutkan rapat dengan kode tangganya dan fokus orang-orang kembali pada Pria yang berpresentasi dan Arga langsung menunduk kebawah meja untuk mengambil pulpen yang mana Risya ingin mengambilnya dan saat Risya mengangkat kepalanya langsung saja bertemu dengan bibir Arga yang langsung mencium bibir Risya membuat mata Risya melotot.


Bagaimana tidak kaget. Bisa-bisanya suaminya itu melakukan hal itu di tempat umum. Hanya mengecup saja dan Arga melepasnya. Wajah Risya seakan mengatakan protesnya. Namun tidak bisa bersuara. Arga hanya menaikkan alisnya melihat cemberutnya istrinya itu dan Arga mencium kembali bibir Risya dan ketika melepasnya Arga mengedipkan sebelah matanya dan Arga kembali pada posisi duduknya.


"Dasar menyebalkan," umpat Risya dengan emosi membuat Arga yang hanya tersenyum yang sudah kembali pada posisi duduknya yang sangat menikmati kemarahan istrinya itu.


************


Arga yang duduk di kursi kerjanya, melihat istrinya yang jelas-jelas sudah ngambek membuat Arga menghela napasnya dan langsung menghampiri Risya dan duduk di samping Risya.


"Sayang kita nggak makan siang?" tanya Arga memegang bahu Risya. Namun Risya langsung menggeser dirinya yang tidak ingin di pegang.


"Sayang! Kamu marah ya padaku?" tanya Arga dengan lembut dan Arga tidak mendapatkan jawaban karena Risya tetap diam.


"Sayang kamu kenapa marah?" tanya Arga memegang tangan Risya. Namun Risya kembali menepis tangan Arga. Jangan tanya wajah Risya seperti apa. Benar-benar cemberut.


"Istriku yang cantik! Sayang!" bujuk Arga begitu lembut membuat Risya langsung melihat Arga dengan tatapan monsternya.


"Kamu tega sekali kepadaku. Membiarkan ku berdiri sampai hampir satu jam. Kamu nggak tau kaki sakit dan mau patah," tegas Risya dengan mengeluarkan keluhannya.


"Tapi kan itu tugas sekretaris," sahut Arga.

__ADS_1


"Ya nggak berdiri juga sepanjang rapat. Cape tau," ucap Risya dengan kesal.


"Ya sudah aku minta maaf sayang. Namanya juga profesional," sahut Arga.


"Tetap aja kamu menyebalkan dan aku yakin kamu pasti sengaja kan," ucap Risya mencurigai Arga.


"Ya nggak dong sayang," sahut Arga membantah.


"Nggak-nggak. Jelas-jelas kamu itu sengaja," ucap Risya yakin.


"Ya sudah aku minta maaf. Sini kakinya biar aku pijitin," ucap Arga yang mengambil kaki Risya dan meletakkan di atas pahanya. Arga melepas sepatu heels Risya dan memang pinggir di bagian telapak kaki Risya memar dan pasti terlalu lama berdiri dan Risya juga memakai heels.


"Kenapa menyesal," sahut Risya ketus yang melihat wajah panik suaminya pada kakinya.


"Aku minta maaf ya. Aku tidak tau kalau sampai seperti ini," ucap Arga yang menyesal.


Risya tidak mengatakan apa-apa dan masih menunjukkan wajah cemberutnya pada suaminya yang sangat menyebalkan itu.


Arga pun berdiri dari tempat duduknya dan langsung mengambil kotak obat untuk mengobati kaki Risya. Arga kembali duduk di Sofa dan kembali memangku dua kaki istrinya dan langsung memberikan obat yang mungkin sedikit perih.


"Sakit ya?" tanya Arga dengan wajah sedih Arga.


"Pakai nanya lagi," sahut Risya dengan ketus.


"Ya sudah maaf ya sayang. Aku tidak tau kamu merasakan sakit sepanjang kita rapat tadi," ucap Arga yang terus merasa bersalah dan Risya tidak menanggapi apa kata suaminya itu.


Arga kembali mengobati istrinya itu dengan lembut dan sangat hati-hati.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2