MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 239 Permintaan.


__ADS_3

Setelah melihat Putri dari kejauhan Hariyanto kembali ke kamarnya yang di temani oleh istrinya. Tantri membantu suaminya itu menaiki tempat tidur.


"Mas istirahat ya," ucap Tantri. Hariyanto menganggukkan kepalanya yang memang harus beristirahat.


"Saya mau keluar sebentar. Jadi mas istirahatlah," ucap Tantri yang berpamitan. Namun saat baru melangkah ingin pergi tangannya di hentikan Hariyanto membuat Tantri mengkerutkan dahinya.


"Ada apa mas?" tanya Tantri.


"Boleh duduk sebentar di sini?" tanya Hariyanto.


"Baiklah mas," jawab Tantri yang duduk di samping suaminya. Hariyanto memegang tangan Tantri dengan begitu erat.


"Mas membutuhkan sesuatu?" tanya Tantri.


Hariyanto tersenyum dengan menghela napasnya.


"Makasih ya kamu sudah menjadi istri dan ibu yang baik. Terima kasih untuk ketulusan hati kamu. Terima kasih untuk menerima kekuranganku yang sangat banyak," ucap Hariyanto dengan suara rendahnya dengan matanya berkaca-kaca.


"Aku laki-laki yang banyak kekurangan. Aku menyia-nyiakan kamu yang selama ini mendampingi ku. Rumah tangga kita yang kita bangun dari nol. Semua kejayaan yang ada pada kita karena kita berdua dan sampingan kamu yang selalu ada di sampingku,"


"Namun aku Pria yang sangat jahat. Aku tidak pernah bersyukur dengan adanya kamu. Kamu yang begitu sempurna. Semuanya ada pada dirimu, 99% ada pada dirimu. Namun aku mencari 1% dari Wanita lain. Aku benar-benar sangat jahat, aku sangat jahat yang menghiyanati pernikahan kita. Melakukan dosa besar, menodai pernikahan kita, menodai ketulusan kamu,"


Hariyanto berbicara dengan mata yang bergenang. Namun akhirnya air matanya jatuh juga. Tantri yang mendengarkan curahan hati suaminya itu hanya menyimak dengan matanya berkaca-kaca.


"Kenapa harus membahas ini lagi. Semuanya sudah berlalu dan aku rasa ini sudah cukup mas," ucap Tantri.


"Aku sangat menyesal dengan semua ini," sahut Hariyanto.


"Aku bisa melihat penyesalan kamu, aku bisa merasakan kamu sangat menyesal dan bertaubat dengan baik. Itu sebabnya aku memberimu kesempatan dan kesempatan yang aku berikan tidak kamu sia-sia kan. Jadi itu sebabnya aku melupakan semua kejadian ini. Karena aku benar-benar sangat menghormati kamu sebagai suamiku dan apapun itu, bagaimana keburukan kamu, masa lalu dan kekhilafan kamu. Kamu tetap suamiku ayah dari anak ku," ucap Tantri yang memang sangat ikhlas dengan ujian rumah tangganya yang sangat berat.


"Terima kasih Tantri," ucap Hariyanto


"Hidup ini terlalu panjang untuk orang jahat kepadaku," sahut Hariyanto.

__ADS_1


Huffffff


Hariyanto menghela napasnya perlahan kedepan dan kembali tersenyum.


"Mungkin ini saatnya dan aku ingin melakukan sesuatu yang berguna dan untuk menebus dosa-dosa ku," ucap Hariyanto.


"Apa maksud kamu mas?" tanya Tantri.


"Tantri aku boleh minta sesuatu pada kamu?" tanya Hariyanto.


"Jika aku bisa melakukannya. Maka akan aku lakukan," jawab Tantri dengan menganggukan kepalanya.


"Apa aku boleh membiarkan Putri tetap hidup?" tanya Hariyanto.


Tantri terdiam. Tanpa ada penjelasan dari maksud perkataan suaminya itu Tantri susah mengerti.


"Kamu benar mau seperti apa aku mengelak Putri tetap darah dagingku. Mungkin Putri tidak perlu tau siapa ayah kandungnya dan lagi pula jika dia tau juga tidak ada gunanya. Dia akan sama seperti Risya akan sedih. Dia juga akan mengutuk ayah kandungnya yang bisa di katakan tidak mengakuinya,"


"Aku tidak percaya jika anak kecil itu mengalami masa sulit dalam kehidupannya. Aku tidak ingin menyia-nyiakan hari-hari terakhir ini dengan tidak ada gunanya. Aku ingin melakukan hal yang berguna untuknya sekali saja selama hidupku," jelas Hariyanto yang menghela napasnya.


"Aku sangat mencintai kamu Tantri, sangat mencintai Risya dan aku sangat bahagia bisa menjadi bagian dari hidup kamu, hidup Risya," ucap Hariyanto.


"Jika mas melakukan semua itu bagaimana dengan Risya?" tahta Tantri.


"Jika ibunya memiliki hati seluas ini. Aku juga yakin Risya akan memiliki hati seperti ibunya. Dia akan iklas. Jika ayahnya berguna saat di masa hidupnya," ucap Hariyanto.


Tantri tidak berpendapat lagi. Keinginan suaminya mungkin sudah bulat. Jika tulang sumsum belakang saja yang di donorkan. Maka suaminya mungkin masih bisa bertahan. Namun bagaimana jika Hati yang didonorkan. Itu artinya Hariyanto sudah siap untuk pergi.


Ternyata pembicaraan Tantri dan Hariyanto di dengarkan oleh Risya. Dengan menutup mulutnya Risya menangis sengugukan mendengar kata-kata Hariyanto. Risya takut tangisnya terdengar oleh orang lain membuat Risya harus menutup mulutnya.


Siapa yang tidak sedih jika dia akan kehilangan sosok ayah yang sangat dicintainya dan ayahnya akan mendonorkan orang tubuhnya yang masih berfungsi untuk anak yang tak lain dari wanita lain.


Tidak mampu berkata-kata dan Risya hanya mampu menghela napasnya saja dengan semua yang di dengarnya barusan. Dan pasti rasanya begitu sulit bagi Risya.

__ADS_1


*************


Bukan hanya Risya ternyata. Tantri yang tadi kuat di di depan suaminya mendengar ucapan suaminya. Ternya tidak kuat juga. Tantri yang sudah keluar dari ruangan suaminya yang akhirnya tangisannya juga pecah.


Wanita paruh baya itu berdiri dengan terisak-isak yang menutup mulutnya. Istri mana yang tidak akan menangis. Jika suaminya mengucapkan kata perpisahan.


"Mah!" suara lirihan itu terdengar membuat Tantri berhenti menangis dan menyeka buru-buru air matanya, menghela napasnya dan membalikkan tubuhnya. Ternya Risya yang memanggilnya dan Tantri langsung tersenyum ke pada Risya.


"Risya!" sahut Tantri yang berpura-pura tegar yang seperti tidak terjadi apa-apa


"Mama," sahut Risya.


"Ada apa Risya?" tahta Tantri.


Risya mendekat mamanya. Ibu dan anak itu saling berhadapan.


"Mama kenapa di luar?" tanya Risya.


"Tidak apa-apa. Hanya mencari udara segar saja," jawab Tantri.


"Jangan bohong. Risya melihat mama sedang menangis. Katakan kepada Risya mama kenapa menangis?" tanya Risya yang ingin tau.


"Tidak apa-apa Risya. Siapa yang menangis," Tantri masih saja mengelak. Risya pun langsung memeluk Tantri.


"Jangan bohong pada Risya. Jika mama tidak setuju apa kata papa. Lalu kenapa tidak menghentikannya," ucap Risya yang menangis di pelukan Tantri.


"Kamu tau semuanya?" tanya Tantri.


"Risya tau mah, Risya tau niat papa yang ingin mendonorkan organnya untuk Putri. Risya tidak mau itu terjadi mah. Risya tidak mau kehilangan papa. Papa tidak perlu mengorbankan apa-apa. Papa harus tetap hidup," ucap Risya yang menolak keras niat sang ayah untuk mendonorkan organ tubuhnya.


Tantri tidak bisa mengatakan apa-apa dan hanya memeluk Risya. Dia juga pastinya menangis dan benar kata Rudy dia saja sudah berat hati dengan keputusan suaminya itu.


"Mama harus menghentikan papa. Harus menghentikan papa pokoknya," ucap Risya.

__ADS_1


"Mama tidak bisa melakukan apa-apai Risya," ucap Tantri yang pasrah dengan selanjutnya apa yang harus di lakukannya.


Bersambung


__ADS_2