MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 87.


__ADS_3

Risya masih terus melihat Arga dan juga Suster Devi dengan pemikiran Risya yang tidak menentu sampai akhirnya. Tanpa Risya sadari Tantri datang.


"Kamu ngapain?" tanya Tantri yang mengejutkan Risya. Suara Tantri membuat Arga dan Suster Devi melihat ke arah pintu dan ternyata ada Risya.


"Tidak aku, aku tidak ngapain- nagapin. Aku hanya mendengar suara menangis. Jadi memutuskannya untuk melihat suara tersebut dan ternyata bayi itu," jawab Risya dengan gugup dan seperti ada sesuatu yang di rasakannya.


"Lalu kamu tidak berniat untuk masuk dan masuk dan melihatnya?" tanya Tantri.


"Sudah diam kok," sahut Risya yang melihat ke dalam kamar dan anaknya memang sudah diam.


"Ya sudah aku kembali masuk kekamar dulu!" ucap Risya pamit yang langsung pergi.


Tantri hanya menghela napas saja melihat kelakukan Risya dan Tantri masuk kedalam kamar untuk melihat cucunya itu.


"Apa sudah baik-baik aja Arga?" tanya Tantri.


"Sudah kok mah. Hanya rewel saja," jawab Arga.


"Kalau begitu kamu istirahatlah. Biar mama yang menjaganya," ucap Tantri.


"Nggak usah mah. Mama yang istirahat. Aku tidak apa-apa dan ibu sudah kewajibanku untuk mengurus anak kami," sahut Arga yang merasa tidak enak pada mertuanya. Jika tidur mertuanya harus terganggu.


"Tidak Arga. Kamu itu sangat lelah. Lihat mata kamu, hitam seperti panda. Kamu kurang tidur di rumah sakit. Kamu terus menjaga Risya dan sekarang juga tidur kamu terganggu. Karena bayi kamu menangis. Jadi istirahatlah. Biar mama yang menemaninya. Lagian ada suster yang membantu mama," ucap Tantri yang tidak tega melihat menantunya itu.


Arga sudah seperti seorang duda saja. Padahal istrinya masih ada. Tetapi istrinya sedang hilang ingatan. Jadi mau tidak mau Arga harus seperti duda.


"Ayo berikan pada mama!" titah tantri.


Arhan pun tidak punya pilihan dan langsung memberikan bayinya pada Tantri dan Tantri langsung menggendongnya.


"Kamu istirahat di kamar lain ya!" ucap Tantri.


"Iya mah. Titip bayiku!" ucap Arhan. Tantri menganggukkan kepalanya dan Arhan langsung keluar dari kamar itu.


"Suster kamu istirahat saja. Biar saya yang bersama cucu saya. Dia tidak akan menangis lagi dan jika nanti terjadi sesuatu. Saya akan panggil kamu," ucap Tantri pada Suster itu.

__ADS_1


"Ibu yakin tidak ingin di bantuin?" tanya Suster Devi.


"Tidak usah. Nanti saja," jawab Tantri.


"Baiklah kalau begitu Bu. Saya permisi dulu!" ucap Suster Devi. Tantri menganggukkan kepalanya.


"Malang sekali nasib kamu. Seharusnya mamamu yang harus menggendong kamu. Tetapi dia tidak mengingat. Jika anak yang sanga ditunggu-tunggunya sudah lahir ke dunia ini. Tetapi mama kamu tidak bisa mengingat hal itu. Kamu harus bersabar ya sayang," ucap Tantri yang menatap nanar wajah cucunya yang sudah kembali tidur itu.


Tantri pasti sangat sedih dengan banyaknya masalah yang terjadi dan masalah yang paling besar yaitu masalah Risya yang tidak mengingat apa-apa dan hal itu membuat Tantri sangat sedih.


***********


Arga yang keluar dari kamar. Langsung menuju dapur untuk mengambil air minum. Arga mengambil gelas dan sepertinya hendak menuang kopi.


"Pak Arga ngapain?" tanya Suster Devi yang tiba-tiba datang kedapur dan melihat Arga tampak sangat repot.


"Saya lagi membuat kopi," jawab Arga.


"Biar saya saja pak," sahut Suster Devi.


"Tidak pak biar saya saja yang melakukannya!" Devin tampak memaksa dan langsung menghampiri Arga untuk membuatkan kopi pada Arga.


"Kamu tidak perlu melakukan ini Devi. Kamu sebaiknya istirahat. Tidur kamu sudah terganggu," ucap Arga melihat Devi yang membuatkan kopi untuk Arga.


"Tidak apa-apa pak. Sekalian sudah bangun juga. Jadi tidak masalah. Dan saya justru senang bisa membantu di rumah ini," ucao Devi dengan tersenyum.


"Kalau begitu terima kasih," sahut Arga.


"Iya pak Arga," sahut Suster Devi dengan tersenyum dan melanjutkan untuk membuat kopi tersebut.


"Ini pak sudah selesai," ucap Devi ya memberikan pada Arga. Arga langsung mengambilnya dan hendak meminumnya.


"Pak panas!" cegah Devi. Namun sudah terlanjur dan Arga sudah kepanasan. Lidahnya gosong meminum kopi panas itu.


"Isss, huhhh," Arga mengipas-ngipas lidahnya yang kepanasan dengan menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


"Ya ampun pak maaf pak!" sahut Devi yang merasa bersalah. Karena menurutnya itu adalah kesalahannya.


"Tidak apa-apa. Saya yang ceroboh," sahut Arga yang masih kepanasan.


Devi langsung mengambil air putih dan memberikan pada Arga. Arga meneguk air putih tersebut untuk menghilangkan rasa panas di lidahnya.


Ternya Risya berada di pintu dapur dan melihat kedekatan Suster tersebut dengan Arga. Sangat dekat dengan Suster tersebutlah yang berada di depan Arga. Tidak tau apa yang di rasakan Risya tiba-tiba dia melihat hal itu dengan wajah kesenduhan dan tidak ingin melihat hal itu dan Risya langsung pergi meninggalkan dapur tersebut.


Mungkin saja secara tidak langsung Risya sedang cemburu. Namun dia pasti bingung kenapa dia harus cemburu tiba-tiba.


**********


Mentari pagi kembali tiba. Cahaya matahari begitu indah. Risya baru saja selesai mandi dengan rambutnya yang di basahkannya. Risya menuju cermin untuk mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer.


Namun tiba-tiba Risya menoleh ke arah jendela. Tidak tau apa yang di dengarnya membuat Risya menghentikan pekerjaannya dan menuju jendela. Risya membuka tirai jendela dan melihat kebawah.


Ternya ada Arga yang menggendong bayi mereka mereka yang mencari sinar matahari. Dan juga ada Tantri yang mengajak bercanda bayi yang masih kecil itu. Risya hanya menatap dengan senduh. Dia hanya diam melihat Arga dan juga mamanya.


"Anak siapa itu sebenarnya? Kenapa mama, begitu dekat pada anak itu. Jika itu anak Arga. Lalu apa urusannya dengan mama. Sebenarnya apa yang di rencanakan mereka?" batin Risya dengan penuh tanda tanya. Dia tidak tau bayi yang bersama Arga siapa. Namun ada getaran yang aneh yang dirasakannya yang tidak bisa di jelaskannya.


Tantri tiba-tiba melihat ke arah atas dan melihat Risya yang sedang bengong.


"Lihat Risya Arga!" ucap Tantri membuat Arga menoleh ke atas dan melihat Risya.


"Kamu tidak mau bicara padanyanya?" tanya Tantri.


"Apa yang harus aku bicarakan mah. Risya hanya mengingat aku mantan kekasihnya dan sikapnya saat bertemu denganku yang seperti bertemu mantanya yang sengaja mencari keributan," jawab Arga yang ternyata sudah sangat pasrah dengan Risya.


"Tetapi Arga mama lihat. Risya belakangan ini sering diam dan mungkin saja dia mulai merasakan sesuatu. Jadi apa salahnya jika kamu coba berbicara dulu kepada-nya," ucap Tantri yang memberikan saran.


"Kita tidak terlalu banyak berharap. Tetapi kita hanya berdoa saja semoga semua masalahnya membaik," ucap Tantri.


"Baiklah mah. Begitu ada kesempatan aku akan bicara baik-baik kepada-nya," sahut Arga.


Tantri menganggukkan kepalanya yang setuju dengan Arga dan pasti akan mendukung Arga.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2