
Risya, Syarla, dan Angela sedang berada di salon yang melakukan perawatan diri. Di mana mereka ber-3 yang sedang berbaring di atas tempat tidur dengan wajah mereka yang sedang di treatment yang masing-masing dengan 1 Dokter kecantikan.
"Sya tumben amat sih kamu mau traktir kita buat perawatan wajah?" tanya Angela yang merasa tidak biasanya.
"Benar Risya. Biasanya kamu nggak pernah kayak gitu," sahut Syarla.
"Enak aja bilang nggak pernah. Aku juga sering kali traktir kalian semua," sahut Risya.
"Ya nggak sering juga Risya jangan berlebihan," sahut Syarla.
"Ya tapikan paling tidak pernah," ucap Risya.
"Iya deh. Tapi benar kok tumben-tumbenan kamu traktir kita sih?" tanya Angela
"Ya aku ingin perawatan aja. Jadi tidak ada salahnya aku mengajak kalian. Lagian uang Tante Salmah kok," jawab Risya.
"Mamanya Arga maksud kamu?" tanya Syarla.
"Iya," jawab Risya santai dengan mata terpejam. Yang lain juga sama-sama memejamkan mata mereka.
"Kok bisa Tante Salmah bayarin kamu buat perawatan?" tanya Angela heran.
"Ya dia bilang sebelum acara pernikahan aku harus perawatan dulu. Supaya nanti pas udah nikah jadi cantik, auranya semakin keluar," jawab Risya.
"What!" Pekik Syarla dan Angela yang terlihat sangat terkejut dengan serentak membuka mata.
"Apa sih," sahut Risya merasa dia temannya itu berlebihan.
"Kamu bilang apa. Kamu mau menikah?" tanya mereka serentak denhan wajah kaget mereka.
"Ya iya, aku mau menikah, makanya perawatan," jawab Risya yang benar apa adanya.
"Dengan siapa?" tanya Syarla dan Angela serentak.
"Dengan Arga," jawab Risya santai.
"Apah!" pekik ke-2nya dengan wajah mereka yang terkejut dan bahkan sampai terduduk dan sangat menyulitkan para Dokter yang melakukan perawatan pada wajah mereka
"Biasa aja kali kalian berdua, kaget tau aku," sahut Risya heran dengan reaksi ke-2 temannya itu.
__ADS_1
"Kamu serius mau nikah sama Arga?" tanya Syarla yang tidak percaya dengan perkataan Risya.
"Hmmmm," Risya hanya menjawab dengan deheman dia malas menjawab panjang lebar.
Syarla dan Angela saling melihat dengan mereka berdua yang tidak yakin dengan apa yang di katakan Risya dan bahkan keduanya sampai mengangkat bahu bersamaan.
"Maaf mbak mau di lanjut perawatannya apa tidak?" tanya Dokter yang melakukan treatment itu.
"Oh lanjut-lanjut," sahut Syarla yang rugi jika harus berhenti dengan tiba-tiba dan mereka berdua kembali berbaring.
"Sya kamu nggak lagi becanda kan?" tanya Angela yang tidak yakin.
"Becanda apa sih, ya nggaklah," jawab Risya.
"Ya kamu tiba-tiba aja mau nikah dan malahan nikah sama Arga, itu sungguhan?" tanya Angela yang butuh penjelasan.
"Itu bukan becandaan tetapi memang itulah yang terjadi. Itu kenyataannya yang sebenarnya. Aku memang akan menikah dengan Arga," jawab Risya dengan menekankan. Dan sejak tadi Risya tidak membuka matanya membiarkan pelan membersihkan wajahnya.
"Kamu balikan sama Arga ya Risya?" tanya Syarla.
"Astaga Syarla, kalau sudah mau menikah ya berarti balikan, ngapain di tanya lagi sih," jawab Risya dengan singkat namun pasti kesal terlihat dari suaranya yang menekan.
"Jangan-jangan kamu ngemis ya sama Arga untuk di nikahi," sahut Angela menebak.
"Iya benar kali, kamu pasti belum move on dari Arga kan?" sahut Syarla.
"Enak aja sembarangan bicara aku yang ngemis-ngemis. Aku nggak secinta itu juga kali sama dia, yang adanya nih ya si Arga yang nggak move on dari ku," jawab Risya dengan penuh penegasan.
"Lalu kok bisa kalian baikan?" tanya Angela yang harus tau jawabannya.
"Panjang ceritanya. Udahlah yang penting aku sama Arga mau nikah dan kalian sudah tau itu dan aku harus memberitahu kalian. Jadi nggak usah di bahas dan banyak tanya lagi dengan pernikahan ku dan juga Arga," ucap Risya yang malas jika harus membahas lebih detail lagi masalah pernikahannya dengan Arga.
"Kalian berdua ngerti, malah diam lagi," ucap Risya yang tidak mendapatkan respon apa-apa dari 2 teman dekatnya itu.
"Iya-iya kita ngerti," sahut Syarla dan Angela dengan singkat yang sebenarnya sangat heran dengan pernyataan Risya.
"Huhhhh tidak percaya ya jika kamu balikan juga sama Arga," ucap Angela.
"Mungkin karena Risya sama Arga memang sudah di takdirkan jodoh Dan sebesar apapun kalian ingin berpisah tidak akan bisa. Kalian sering ribut sering saling maki. Tetapi kalau namanya sudah jodoh akan tetap di pertemukan dan caranya tidak ada yang tau bagaimana. Termasuk seperti hari ini tidak ada yang tau caranya. Dan ini dia buktinya. Kalian berdua bisa bersama seperti ini huhhh sungguh keajaiban yang tidak terduga," sahut Syarla dengan bijak.
__ADS_1
"Benar banget Risya sudah mengikuti banyak kencan buta, eh ujung-ujungnya. Risya bersama dengan Arga. Jodohnya di gariskan di tangan Arga ya sungguh sangat di luar dugaan," sahut Angela menambahi.
"Aku berdoa deh untuk kalian berdua semoga kalian berdua menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah dan langgeng terus sampai kakek nenek," sahut Angela dengan doanya.
"Amin," sahut Syarla dengan bahagia yang memberikan suport besar untuk sahabatnya itu.
"Terserah kalian aja. Doa kalian juga tidak akan di kabulkan. Karena aku sama Arga juga menikah bohong dan mana mungkin di kabulkan begitu saja. Tuhan juga tau kali mana doa yang harus di kabulkan dan doa yang tidak perlu di kabulkan," batin Risya.
"Aku juga percaya dengan keputusan yang aku ambil yang bisa-bisanya aku akan menikah dengan Arga aneh dan sangat aneh namun ini yang terjadi dan aku harus menjalani dan tidak tau bagaimana kedepannya nanti," batin Risya yang sebenarnya ragu dan penuh dilema dengan keputusannya.
Namun dia dan Arga sudah sepakat dan tanda tangan kontrak. Jadi mau tidak mau mereka memang harus melanjutkan kontrak itu dan mengikuti saja bagaimana alur cerita membawa keduanya nanti.
***********
Arga berada di dalam mobil bersama dengan Boy yang sekarang Boy sedang menyetir mobil Arga yang di tabrak Risya dan di perbaiki di bengkel Boy dan mereka sekarang sedang running untuk mobil tersebut.
Boy menyetir tampak lepas dengan happy dan bahkan sembari menggoyang-goyangkan badan karena musik DJ yang di pasangnya. Berbeda dengan Arga yang di sebelahnya hanya diam saja dan bahkan terlihat stres sampai-sampai Arga memijat pangkal hidungnya.
"Keren bukan Arga mobilnya, sempurna kan?" tanya Boy yang melihat pada Arga dengan. wajah Boy yang terlihat tertawa. Namun langsung datar melihat wajah Arga yang di tekuk.
"Lo kenapa Arga?" tanya Boy yang tidak biasanya melihat wajah Arga seperti itu.
Arga tidak menjawab pertanyaannya dan Boy mematikannya musik dan mungkin Arga tadi tidak dengar dia bertanya apa.
"Ada masalah Arga?" tanya Boy mengulang lagi dengan pertanyaan yang berbeda.
"Aku bakal nikah," jawab Arga dengan suara beratnya.
Respon Boy hanya mendengus kasar, "Bukannya kau sudah mengatakan itu kemarin kalau kau akan menikah. Tapi aku pikir becandaan dan dari raut wajahmu sepertinya ini serius," ucap Boy yang melihat wajah temannya itu lagi.
"Ini memang serius, aku tidak bercanda sama sekali. Jika aku benar-benar akan menikah," ucap Arga yang meyakinkan dengan benar.
"Oh iya kalau begitu dengan siapa kau akan menikah?" tanya boy.
"Risya," jawab Arga.
Chitttt.
Boy merem mendadak karena kaget yang membuat ke-2nya maju kedepan dan Arga hampir saja kejedot.
__ADS_1
Bersambung