
Risya dan Arga kembali pulang dengan membawa Risya kedalam kamar.
"Risya aku akan pergi sebentar untuk keperluan meeting. Kamu di sini ya sama salah Rasti salah satu karyawan kantor," ucap Arga.
"Memang dia tidak ikut?" tanya Risya.
"Tidak ada yang menjagamu. Jadi dia tidak ikut," jawab Arga.
"Ya sudah kamu pulangnya lama?" tanya Risya.
"Tidak lama. Kalau butuh sesuatu kamu minta padanya dan telpon aku," ucap Arga.
"Kan aku tidak bisa megang handphone bagaimana mau menelpon kamu?" tanya Risya.
"Kan bisa minta bantuan pada Rasti," ucap Arga.
"Oh iya juga. Baiklah kalau begitu," sahut Risya.
"Ya sudah kau pergi dulu, kamu jangan kemana-mana," ucap Arga mengelus pucuk kepala Risya.
Risya menganggukkan kepalanya dan Arga juga langsung pergi. Risya mendengar suara pintu yang di tutup yang artinya Arga sudah pergi.
*********
Arga memang harus pergi meeting. Walau sudah malam hari dan Arga yang terlihat buru-buru keluar dari rumah tersebut sambil menelpon.
"Rasti kamu di mana, cepat kamu kembali Risya tidak ada temannya," ucap Arga dalam pembicaraannya lewat telpon.
"Baik pak, sebentar lagi saya sampe kok pak," jawan Rasti.
"Ya sudah kalau begitu cepat. Jangan lama-kelamaan," tegas Arga yang langsung mematikan ponselnya dan langsung memasuki mobilnya.
Arga yang sudah duduk di kursi pengemudi melihat ke arah rumah yang merasa berat meninggalkan Risya. Namun harus meninggalkan Risya karena rapat ini sangat penting. Arga menghela napasnya perlahan ke depan lalu pergi melajukan mobilnya dengan kecepatan lumayan kencang. Karena dia ingin cepat mengerjakan pekerjaannya.
__ADS_1
Ternyata dia atas lantai 2 terlihat Tony yang berdiri dengan ke-2 tangannya di masukkan ke dalam saku celananya dengan seriangi nakal di wajahnya yang mempunyai maksud tertentu dan tidak tau apa itu artinya.
Tony pun langsung meninggalkan tempat itu dan ternyata Rachel juga berada di balik dingding dan melihat suaminya itu yang berjalan menuju salah satu ruangan.
"Dia mengincar Risya. Dia saja boleh dengan siapapun dengan wanita manapun untuk memenuhi hasratnya. Tetapi aku dia akan menghabisku. Jika aku dekat dengan pria lain. Apa lagi Arga sudah beberapa kali dia memergoki dengan Arga dan dia akan main tangan saat melihat hal itu. Ini sangat tidak adil. Dia bisa bebas dengan wanita manapun dan aku tidak boleh," ucap Rachel yang mengumpat dengan ketidakadilan dalam pernikahannya.
"Mungkin sangat hina ketikan tau suaminya akan tidur dengan wanita lain. Tetapi ini Risya. Biarkan saja dia mau melakukan apapun kepada Risya. Ini juga pelajaran untuk Risya. Karena dia yang sudah membuatku menikah dengan Tony," batin Rachel yang begitu membenci Risya sampai-sampai tidak peduli suaminya akan melakukan apa saja pada Risya.
"Bagaimana jika aku telpon Arga. Agar Arga melihat kelakukan istrinya. Arga pasti murka setelah itu dan tidak akan memaafkan Risya," ucapnya yang tiba-tiba mempunyai ide.
"Tidak aku tidak bisa menelpon Arga. Risya tidak bisa melihat dan mana mungkin Risya berselingkuh. Arga tidak akan percaya hal itu dan yang adanya Tony yang menjadi sasaran dan aku yang menanggung akibatnya. Jadi sebaiknya aku tidak menghubungi Arga. Biarkan saja Tony dengan Risya seperti itu dan nanti juga Arga akan tau sendiri," batinnya yang tiba-tiba mengubah keputusannya.
**********
Risya yang berada di dalam kamar memiliih untuk berbaring sembari menunggu Rasti yang kata Arga akan menemani Risya.
Namun Risya tampaknya sangat mengantuk dan akhirnya Risya tertidur dan belum lagi ada aroma pewangi di ruangan itu yang membuat Risya mudah sekali mengantuk dan tidak tau aroma itu sejak kapan ada di sana dan membuat Risya mudah sekali tidur.
Sampai beberapa menit kemudian tiba-tiba pintu kamar di buka. Siapa lagi jika bukan Tony yang masuk kedalam kamar dan langsung menutupnya. Dengan seriangi nakal di wajahnya Tony melangkah mendekati ranjang dan melihat Risya yang terbaring tertidur dan menurut Tony Risya sangat cantik dan seksi. Belum lagi dress yang di gunakan Risya hanya di bawah pahanya dan tersingkap keatas.
"Ternyata dia benar-benar melakukannya. Rachel kau bisa juga di andalkan. Aku akan memberimu hadiah. Karena sudah bekerja dengan baik hari ini," batin Tony dengan menyunggingkan senyumnya.
Ternyata aroma tersebut Rachel yang meletakkan di sana dan tidak tau kapan Rachel melakukannya. Tetapi sudah bisa membuat Risya tertidur dengan nyenyak.
Tony membungkuk dan memegang pipi Risya dengan kurang ajar dan ternyata mampu membuat Risya terbangun dan kaget.
"Arga!" ucap Risya yang langsung ingat dengan Arga, "kamu kenapa kembali?" tanya Risya heran. Tidak ada suara balasan, namun Risya merasakan ada yang naik ke atas ranjangnya dan pipinya kembali di elus-elus.
Biasanya Risya santai jika itu Arga. Namun tiba-tiba dia merasa takut dan juga tidak tau siapa yang bersamanya itu.
Tony menyunggingkan senyumnya dengan menempelkan bibirnya pada Risya dan Risya kaget langsung mendorong dada bidang Tony.
"Siapa kamu!" bentak Risya yang sudah duduk dan dengan wajah paniknya, "kamu bukan Arga, parfum Arga tidak seperti itu, Siapa kamu?" tanya Risya yang ketakutan.
__ADS_1
Tony menyunggingkan senyumnya dan memegang tangan Risya membuat Risya memberontak. Namun Tony pasti lebih kuat dan menindih langsung tubuh Risya.
"Lepas! lepas! siapa kamu, pergi! pergi dari sini!" Risya terus memberontak saat Tony yang berusaha untuk memperkosanya. Risya tidak banyak berbuat. Selain yang di lihatnya juga sangat gelap dan belum lagi pria yang menindih tubuhnya sangat kekar yang sekarang berusaha untuk mencium lehernya.
Sementara di dalam mobil Arga yang menyetir dengan kecepatan tinggi. Tiba-tiba perasaannya tidak enak. Wajahnya begitu gelisah seperti ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Napasnya juga sejak tadi naik turun dan Arga yang dengan tiba-tiba memutar arah mobilnya dan melaju lebih cepat lagi.
Tidak tau apa yang di pikirkan Arga. Dia ingin kembali. Karena perasaannya yang tiba-tiba saja tidak baik dan tidak tau apa yang terjadi.
Sementara di kamar Risya. Dengan mata yang di perban Risya benar-benar di lecehkannya Tony dan memaksa Risya memenuhi nafsu bejatnya, dan tangannya yang kurang ajar juga merobek pakaian Risya. Risya tidak bisa melakukan apa yang berusaha memberontak. Namun lengan Risya yang meraba-raba meja menemukan suatu benda merupakan gelas.
Risya langsung memukulkan ke kepala Tony dan menendang Tony langsung.
"Argh!" umpat Tony saat kesakitan dan Risya langsung meraba-raba tempat itu dengan turun dari ranjang dengan ketakutan dan pasti menangis.
Dia juga tidak tau bagaimana pentolannya yang pakaian di gunakannya sudah robek dengan meraba-raba tempat itu Risya berusaha keluar dan bahkan sampai terjatuh karena tidak tau jalan. Sampai dahinya juga berdarah yang terbentur pinggir meja.
"Kurang ajar mau kemana kau!" teriak Tony yang mengejar Risya dan Risya yang berhasil memegang kenopi pintu. Namun Tony mendapatkan Risya.
"Kau pikir kau bisa lari," umpat Tony.
Plakkk,
Plakkk.
Tony langsung main tangan pada Risya dengan menampar Risya dan dan membentuk tubuh Risya kedingding dan kembali melancarkan aksi bejatnya. Jangan tanya lagi bagaimana rasa sakit yang di alami Risya.
Namun dia tetap tidak putus asa dan berusaha menyelamatkan diri. Walau beberapa kali berhasil lolos. Namun semakin bisa lolos Tony semakin memberinya pelajaran dengan tangan Tony yang memang ringan.
Bahkan Risya juga sempat di injak kakinya agar tidak bisa pergi. Banyak luka yang di dapatkannya. Sampai dia benar-benar sudah tidak berdaya dan satu serangan yang di lakukan Risya menendang aset berharga Tony.
"Arggh, sial!" umpat Tony yang kesakitan dan Risya dengan cepat menemukan pintu dan langsung keluar dari kamar tersebut.
"Tolong! tolong!" Risya berteriak meminta tolong.
__ADS_1
"Kurang ajar kau. Kau pikir kau bisa lari!" teriak Tony yang tidak akan melepaskan Risya. Apa lagi Risya sudah begitu berani kepadanya.
Bersambung.