
Pasangan itu masih saling melihat sampai akhirnya Arga menarik istrinya dan akhirnya mereka sama-sama duduk.
"Kita makan siang di luar?" tanya Arga
"Iya," jawab Risya
"Mau makan di mana?" tanya Arga
"Terserah kamu saja," jawan Risya
"Bagaimana jika kita makan di tempat biasa," tawar Arga
"Boleh saja mau makan di mana. Asal makan berdua denganmu," ucap Risya.
"Baiklah kalau begitu. Ayo!" ajak Arga yang mengajak sang istri untuk berdiri dengan mengulurkan tangannya dan Risya langsung menyambut uluran tangan itu dengan Risya yang juga tersenyum dan kedua manusi itu dengan bergandengan tangan yang akhirnya sama-sama keluar dari ruangan itu untuk makan siang bersama.
**********
Risya dan Arga pun melanjutkan dengan makan siang bersama. Karena kesibukan ke-2nya memang kerap kali sibuk dan bahkan tidak pernah makan siang bersama. Padahal mereka 1 kantor.
"Aag," ucap Risya yang menyodorkan 1 suapan pada Arga dan Arga langsung membuka mulutnya dengan tersenyum menerima suapan istrinya itu.
"Enak?" tanya Risya.
"Yang pasti kalau sudah di suapi istri rasanya akan berbeda," ucap Arga membuat Risya tersenyum.
"Kamu itu bisa aja," sahut Risya dengan geleng-geleng.
"Memang itu kenyataannya Risya," ucap Arga.
"Iya-iya deh," sahut Risya.
"Oh iya Arga. Aku nanti mau ke tempat mama Salmah. Kamu anterin ya," ucap Risya.
"Tumben sekali memang ada perlu apa?" tanya Arga.
"Nggak ada apa-apa sih. Hanya pengen ke sana aja. Lagian sudah lama kita juga tidak kerumah mama," ucap Risya.
"Iya juga sih. Aku nanti akan menyusul kamu kok," sahut Arga yang memang tidak bisa pergi bersamaan dengan Risya. Karena dia ada rapat penting. Namun untuk mengantarkan Risya jelas masih bisa.
"Baiklah! Kita nginap di sana!" tanya Risya.
__ADS_1
"Terserah kamu aja. Aku ikut kamu aja," jawab Arga.
"Nginap juga jadi," sahut Risya yang tidak masalah jika harus menginap. Lagian memang sudah lama tidak menginap dan apa salahnya sekali-kali.
Mereka melanjutkan makan mereka. Namun Risya yang tiba-tiba seperti kepikiran sesuatu yang membuat Risya bengong.
"Apa aku bilang aja ya sama Arga sekarang aja ya," gumam Risya yang sepertinya ada yang ingin di sampaikannya.
"Tetapi nanti dulu lah, sesuai dengan apa kata Dokter. Aku takut Arga justru berharap banyak nantinya. Yang adanya dia kecewa lagi nanti. Aku juga ingin tanya-tanya mama salmah juga," batin Risya yang sibuk dengan pemikirannya sendiri.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Arga.
"Oh tidak apa-apa," jawab Risya.
"Yakin tidak apa-apa. Soalnya aku melihat kamu melamun," ucap Arga yang pasti memperhatikan istrinya.
"Siapa yang melamun sih. Itu hanya pemikiran kamu saja. Nih kamu makan lagi," Risya yang langsung kembali menyuapi Arga.
Arga kembali menerima suapan dari istrinya itu dan Arga juga gantian yang menyuapi Risya. Pasangan suami istri itu yang saling suap-suapan yang memang belakangan ini jarang bersama. Namun kebahagiaan kecil itu mampu membuat ke-2nya sama-sama saling bahagia.
********
"Mas Edo!" pekik Angela kaget yang melihat Edo ternyata.
"Angela," sahut Edo yang berdiri tegak dan menutup tempat minuman itu.
Hubungan mereka tidak tau seperti apa dan sudah sangat lama mereka tidak bertemu dan bahkan berkomunikasi juga tidak. Jadi Angela juga tampak canggung saat bertemu dengan Edo.
"Kamu di sini juga," ucap Edo.
"Oh iya mas," sahut Angela yang kelihatan sangat gugup.
"Hmmm, ya sudah kalau begitu saya duluan," ucap Angela menundukkan kepalanya yang pergi begitu saja.
Angela ternyata tidak banyak bicara. Bahkan terlihat asing dengan Edo dan mungkin karena Edo juga yang membuat jarak di antara ke-2nya. Jadi Angela juga malas mengatakan ini dan itu. Jadi lebih baik Angela pergi.
Cueknya Angela membuat Edo yang adanya jadi penasaran dan Edo langsung menyusul Angela yang keluar dari mini market setelah Angela melakukan pembayaran.
"Angela tunggu!" panggil Edo saat Angela ingin masuk mobil.
"Ada apa ya mas?" tanya Angela. Edo yang melangkah mendekati Angela dan berdiri di hadapan Angela dengan mereka yang terlihat asing dan apalagi Angela yang gugup. Karena mungkin bingung harus apa.
__ADS_1
"Kamu mau ikut denganku?" tanya Edo. Angela mengkerutkan dahinya mendengar ajakan Edo.
"Ikut kemana?" tanya Angela.
"Kerumahku," jawab Edo. Angela semakin bingung dengan ajakan tersebut.
"Hnmmmm, begini Angela Putri sudah pulang kerumah 3 hari yang lalu dan dia bertanya tentang kamu," jelas Edo.
"Putri sudah sembuh?" tanya Angela yang terlihat eksaitit.
"Hanya tinggal pemulihan saja," jawab Edo.
"Alhamdulillah," sahut Angela mengusap wajahnya yang merasa bahagia dengan Putri yang akhirnya sembuh.
"Dan dia terus bertanya tentang kamu dan kebetulan kita bertemu di sini. Jadi kalau kamu tidak keberatan. Ayo kita bertemu dengan Putri," ucap Edo yang mengajak Angela.
"Memang tidak akan apa-apa?" tanya Angela.
"Tidak apa-apa," sahut Edo.
"Ya sudah kalau begitu," sahut Angela yang tidak keberatan dan bahkan sangat senang. Jika dia di beri kesempatan untuk bertemu dengan Putri.
********
Akhirnya Angela di ajak Edo kerumahnya untuk menemui Putri. Saat ke-2nya turun dari mobil. Angela tampak gugup. Sebenarnya ini bukan pertama kali bagi Angela datang kerumah itu. Namun karena hubungannya dan Edo belakangan ini tidak baik makanya Angela sedikit canggung.
"Ayo Angela masuk!" ucap Edo yang mempersilahkan. Angela mengangguk dan langsung masuk bersamaan dengan Edo.
"Putri lagi ada di kamar. Kita naik aja," ucap Edo. Angela mengangguk aja saat mereka sama-sama menaiki anak tangga.
"Huhhhh kenapa aku jadi gugup gini ya. Putri juga tumben-tumben nya mau ketemu dengan aku," batin Angela yang sejak tadi dia sangat dek-dekan.
Mereka sudah tiba di depan kamar Putri dan Edo langsung membuka pintu.
"Putri!" sapa Edo ketikan pintu terbuka yang mana Putri yang duduk di meja belajar dan ketika namanya di panggil Putri langsung membalikkan tubuhnya.
"Tante Angela," sahut Putri yang langsung melihat Angela dan terlihat Putri langsung bahagia yang langsung menghampiri Angela dan langsung memeluknya.
"Angelia pasti tidak percaya jika Putri sampai seperti itu kepadanya. Namun dia juga begitu senang melihat Putri yang sudah baik-baik saja dan juga memeluk Putri dengan erat.
Bersambung
__ADS_1