MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Bab 186 Keputusan.


__ADS_3

Bandara.


Mobil Risya dan Arga berhenti di Bandara dan mereka langsung keluar buru-buru dari dalam mobil memasuki Bandara dengan berlari yang tangan mereka saling bergenggaman.


"Syrala!" panggil Risya melihat Syrala yang menyeret kopernya. Syrala membalikkan tubuhnya dan melihat Risya dengan napasnya yang naik turun yang pasti karena mengejar dirinya.


"Risya," gumma Syrala. Risya dan Arga langsung menghampiri Syrala dan Risya masih mengatur napasnya.


"Kalian berdua ngapain di sini?" tanya Syrala heran.


"Kamu ini apa-apaan sih Syrala. Tidak tau kemana, di telpon tidak di angkat pesan tidak di balas dan sekarang malah ingin pergi. Maksud kamu apa," ucap Risya dengan marah-marah kepada sahabatnya itu.


"Benar Syrala ini bukan penyelesaian masalah. Kamu nggak bisa pergi begitu saja. Itu sama saja. Kamu melarikan diri," sahut Arga menambahi.


"Ya ampun kalian berdua ini bicara apa dan siapa yang melarikan diri. Aku minta maaf jika aku mengabaikan telpon dan pesan kamu Risya. Aku hanya butuh sendiri. Tetapi bukan berarti aku melarikan diri," ucap Syrala yang berusaha untuk menjelaskan.


"Kalau begitu. Apa ini maksudnya. Kenapa kamu ke Luar Negri dan apa lagi kalau bukan kamu yang benar-benar ingin melarikan diri. Hanya karena masalah cinta-cintaan," ucap Risya dengan kesal pada sahabatnya itu.


"Risya. Oke aku memang kesal dan terus kepikiran dengan hal itu. Tetapi aku keluar Negri tidak ada hubungannya dengan semua itu. Kau ke Luar Negri. Ke Singapura untuk pulang ke rumah. Mama aku sedang sakit dan kakak aku sedang di pindah tugas ke Jerman. Jadi tidak ada yang merawat mama," jelas Syrala yang memberikan alasannya pada Risya.


Wajah Risya jelas menunjukkan tidak percaya dengan omongan Syrala.


"Kalau kamu tidak percaya. Kamu bisa lihat ini," Syrala mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan pesan dari kakaknya. Jika memang dia di minta untuk pulang ke Singapura untuk menjaga mamanya.


"Kamu sekarang percayakan. Apa yang aku katakan adalah benar. Aku pergi ke Singapura bukan hal apapun. Tetapi memang untuk menemani mama di sana," ucap Syrala.


"Tapi kamu pergi tanpa menyelesaikan masalah. Bagaimana hubungan kamu dengan Angela dan juga Boy," ucap Risya.


"Risya Singapura sangat dekat dan lagian aku juga bisa bolak-balik. Tidak menetap di sana. Untuk masalah Angela dia juga ada masalah dan ini bukan waktu yang tepat untuk aku bicara padanya dan untuk Boy. Sudahlah aku malas harus mempunyai perasaan pada sahabat sendiri. Ternyata sangat ribet dan lebih baik aku sama Boy sahabatan aja sama seperti kita," ucap Syrala dengan tersenyum yang tampak sangat yakin dengan keputusan


"Tetapi kamu belum bicara pada Boy masalah ini," sahut Arga.

__ADS_1


"Udahlah Arga. Aku rasa itu tidak perlu. Lagi pula aku juga malu. Kalian jangan khawatir aku tidak apa-apa kok dan tidak marah pada siapapun. Kemarin aku hanya emosi dan lagi-lagi itu karena kebodohan menyukai Boy dan membuat masalah persahabatan kita menjadi rusak. Ya manusia tidak lupuk dari kesalahan dan sekarang aku sudah sadar. Persahabatan lebih baik dari apapun dan aku juga berdoa semoga Angela bisa menemukan solusi terbaik dalam kisah percintaan dan itu mau sama Edo atau Boy. Aku hanya akan mendoakan yang terbaik saja," ucap Syrala dengan tersenyum yang sepertinya sangat tulus dengan apa yang di katakannya.


Juga terlihat kelempangan di dalam dirinya. Ya dia memang tidak punya dendam apa-apa dan dia harus dewasa menghadapi masalah ini.


"Ya sudah ya. Aku berangkat dulu. Kamu baik-baik ya dan ada apa-apa kabari aku," ucap Syrala. Risya mengangguk dan memeluk Syrala.


"Kamu harus sering-sering kembali ke Indonesia. Kita harus tetap makan bareng dan ke Mall bareng," ucap Risya.


"Itu pasti," sahut Syrala melepas pelukan itu.


"Kamu hati-hati ya Syrala dan titip salam untuk mama kamu," ucap Arga.


"Makasih Arga. Kamu jagain Risya terus," ucap Syarla.


"Itu pasti," sahut Arga.


"Ya sudah aku pergi dulu. Bye," ucap Syrala melambaikan tangannya. Risya juga melambaikan tangannya dan melihat kepergian Syrala yang menyeret kopernya dan pasti tersenyum dengan merasa lega. Namun wajah Risya pasti sangat sedih dengan kepergian sahabatnya itu.


"Iya," jawab Risya dengan suara lemasnya yang pasti tidak bersemangat. Karena kepergian Syrala.


**********


Risya dan Arga makan siang bersama di salah satu Restaurant yang tidak jauh dari Bandara.


"Walau alasan Syrala ke Singapura untuk menemani mama nya. Tetap saja masalah ini ada hubungannya dengan Angela dan Boy," ucap Risya.


"Sayang Syrala mungkin punya pemikiran sendiri. Kita biarkan saja. Karena dia yang tau apa yang harus di lakukannya," ucap Arga.


"Aku berharap masalah Angela dan Edo selesai dan begitu juga dengan Syrala dan Angela. Agar tidak terjadi kesalah pahaman antara mereka dan Boy juga bisa mengatasi semua ini," ucap Risya dengan doanya.


"Aku juga mengharapkan hal yang sama. Sekarang Angela sudah tau kebenarannya dan hanya tinggal menunggu bagaimana dia dengan Edo selanjutnya. Semoga ketika Edo siuman. Masalah ini selesai," ucap Arga.

__ADS_1


"Tapi bukannya Tasya akan mengajukan hak asuh Putri dan bahkan surat penuntutan sudah keluar dari pengadilan. Angela bilang menemukan di mobil Edo dan bisa saja kecelakaan Edo karena mendapat berita itu tiba-tiba," ucap Risya menduga-duga.


"Bisa jadi. Kalau memang Tasya menuntut hak asuh Putri. Itu artinya kita harus bantu Edo. Agar Jak asuh Putri jatuh padanya sepenuhnya," ucap Arga.


"Iya sayang," sahut Risya.


"Ya sudah kamu makan lagi," ucap Arga. Risya menganggukkan kepalanya dan makan kembali bersama suaminya.


*********


Rumah sakit.


Edo yang sudah sadar yang sekarang bersandar di kepala ranjang dengan Angela duduk di sebelahnya yang menyuapi Edo makan dengan lembut. Tatapan mata Edo tidak berhenti melihat dengan dalam pada Angela yang sejak tadi hanya diam membisu dengan menyuapinya terus.


"Makasih ya Angela. Kamu sudah bersama Putri saat aku di rumah sakit," ucap Edo.


"Sama-sama mas," ahaut Angela.


"Angela dengan adanya kesempatan kita berdua bisa bicara. Aku ingin menjelaskan semuanya yang terjadi sebenarnya...."


"Mas Edo tidak perlu menjelaskan apa-apa lagi. Karena aku sudah tau apa yang sebenarnya," jawab Angela.


"Maksud kamu?" tanya Edo.


"Arga sudah menjelaskan semuanya dan aku tidak perlu mendengar kamu menjelaskannya. Aku sudah tau semua ini perbuatan Tasya," ucap Angela.


"Jadi kamu sudah tau?" tanya Edo Angela menganggukkan kepalanya.


"Mas Edo harus fokus pada kondisi mas. Jangan memikirkan apa-apa. Mas harus banyak istirahat," ucap Angela yang sangat peduli dengan Edo.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2