MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 286


__ADS_3

Risya berada di kamarnya yang melihat-lihat isi kamarnya. Kepalanya berkeliling melihat keseluruhan isi kamarnya itu.


"Kenapa aku merasa sudah lama sekali tidak berada di kamar ini," gumamnya yang masih melihat-lihat isi kamarnya itu.


Ceklek


Pintu kamar tiba-tiba terbuka membuat Risya menoleh ke arah pintu kamar dan ternyata melihat sang mama yang ada di sana dan langsung memasuki ruangan tersebut.


"Mah," sahut Risya.


"Kamu isi Asi!" titah Tantri yang sudah datang membawakan pompa asi dan botol untuk Risya.


"Asi untuk apa?" tanya Risya dengan menyerngitkan dahinya.


"Risya kamu jangan banyak tanya. Buruan kamu pompa asi kamu untuk anak kamu!" tegas Tantri.


"Anak yang mana lagi sih mah," sahut Risya dengan kesal.


"Mama terus saja mengatakan tentang anak. Risya cape mendengarnya. Anak yang mama berikan pada Risya kemarin juga lihat dia menangis saat Risya gendong. Risya juga tidak tau itu anak siapa dan mama terus mengatakan tentang anak, tentang pernikahan dan sekarang Arga ada di rumah ini. Mah jangan membuat Risya bingung. Kepala Risya sakit," ucap Risya dengan marah-marah yang merasa sangat lelah dengan semua pernyataan yang di dengarnya.


"Mama tidak membuat kamu bingung Risya. Tetapi apa yang mama katakan adalah kebenarannya. Mama tidak mengada-ada sama sekali. Kamu memang sudah menikah dan punya anak. Baik. Jika kamu tidak mengingatnya dan mama tidak akan memaksa kamu untuk mengingat semua itu. Tetapi kamu punya anak dan masih bayi dan anak itu butuh asih. Jika kamu masih egois tentang pemikiran kamu. Maka kamu juga akan bisa kehilangan anak kamu," tegas Tantri yang kali ini bicara baik-baik dengan Risya tanpa emosi.


"Jadi sekarang mama minta sama kamu untuk buka hati kamu dan gunakan naluri kamu. Anggap anak itu bukan bayi kamu. Tetapi dia butuh asih untuk melanjutkan hidupnya dan kamu bisa memberinya asi tersebut. Jadi gunakanlah hari kamu Risya!" tegas Tantri.


"Baiklah sini botolnya!" sahut Risya yang akhirnya mengalah. Karena percuma berdebat dengan Tantri. Dia juga akan kalah dan mendengar kata hati nurani membuat Risya tersentuh.


Tantri menghela napas dan memberikan botol itu pada Risya.


"Aku tidak tau cara menggunakannya!" ucap Risya apa adanya. Wajar dia tidak tau. Karena di baru pertama kali melahirkan.


"Mama akan bantu," sahut Tantri yang langsung membantu Risya agar cepat. Akhirnya Tantri pun membantu Risya dan Alhamdulillah asi risya bisa lancar.

__ADS_1


"Apa mungkin aku memang sudah menikah. Aku pernah baca asi itu tidak akan sebanyak ini. Jika memang dia belum melahirkan," batin Risya yang bertanya-tanya.


"Ini sudah membuktikan Risya. Jika kamu sudah memiliki anak. Kamu sudah menikah. Kamu melahirkan seorang anak perempuan yang cantik," ucap Tantri yang terus mengatakan hal itu kepada Risya.


Risya diam saja dan tidak mendebat perkataan Tantri. Wajahnya seperti memikirkan sesuatu. Namun memang untuk ingatan pernikahan dia memang tidak mengingatnya.


Tantri tidak mengatakan apa-apa lagi dan langsung pergi dari kamar Risya. Risya menghela napasnya perlahan kedepan.


"Setelah keluar dari rumah sakit. Kepalaku yang adanya sakit dan semakin banyak hal-hal yang aku dengarkan yang membuatku benar-benar pusing," batin Risya dengan menghela napasnya.


***********


Setelah mendapatkan asi tersebut. Tantri pun langsung ke kamar Arga dan dari kejauhan terdengar suara bayi yang menangis itu.


"Arga!" sahut Tantri.


"Mah, bagaimana?" tanya Arga yang panik dengan mengendong bayinya sembari meminumkannya.


"Malang sekali nasib kamu nak. Saat kamu lahir, kamu tidak langsung mendapat pelukan dari ibumu dan sampai detik ini dia tidak ada di sampingmu," batin Arga yang jadi sedih dengan melihat nasib putrinya yang begitu malang.


"Kamu memikirkan apa Arga?" tanya Tantri sembari memberi susu melihat Arga yang tampak senduh.


"Aku hanya berpikiran mah. Entah sampai kapan semua ini. Aku tidak tau Risya akan sampai kapan. Lupa dengan statusnya," jawab Arga.


"Kamu harus sabar Arga. Pasti semua ini ada hikmahnya dan Risya akan sembuh. Mama lihat dia juga sudah mulai merenung dan mungkin dia sudah mulai kepikiran. Jadi percayalah pada mama. Jika semuanya akan baik-baik saja," ucap Tantri yang memberi semangat untuk menantunya itu.


"Iya mah, pasti!" sahut Arga dengan menganggukkan kepalanya. Tantri tersenyum mendengarnya.


Tantri melihat ke arah Suster yang sejak tadi ada di kamar itu yang sedang beres-beres pakaian si kecil.


"Suster Devi. Kamu boleh istirahat. Jika pekerjaan kamu sudah selesai!" titah Tantri.

__ADS_1


"Baik Bu!" jawab Suster tersebut.


"Oh iya Bu. Saya tidur di mana. Apa saya tidur di sini dengan bayinya?" tahta Suster.


"Tidak usah. Kamu cukup bantu-bantu saja. Karena saya yang akan tidur dengan anak saya," sahut Arga yang menjawab.


"Nanti kamu tanya Bibi saja. Saya sudah menyuruh dia untuk membersihkan kamar. Jadi kamu bisa istirahat di kamar yang sudah di siapkan dan masalah bayinya seperti kata Arga. Kamu bantu-bantu saja," ucap Tantri dengan penjelasan sedikit.


"Baiklah kalau begitu Bu," sahut Suster tersebut yang kembali melanjutkan mengerjakannya.


Karena Risya yang tidak mengingat apa-apa membuat mereka membutuhkan Suster untuk membantu mereka untuk mengurus di kecil.


**********


Malam semakin larut. Risya yang tertidur di kamarnya yang sangat lelap. Namun tiba-tiba terbangun karena mendengar suara tangisan bayi yang sangat kuat yang membangunkannya.


"Apa itu suara bayi itu," batin Risya mengingat jika di rumahnya ada bayi.


Risya pun mencoba untuk tidak peduli dan kembali memejamkan matanya dengan menarik selimut. Namun suara bayi itu semakin kencang yang membuat Risya menghela napas dan akhirnya Risya duduk.


"Jika begini terus aku tidak akan bisa untuk tidur," gumamnya yang jadi kesal.


Karena tidurnya yang terganggu yang akhirnya Risya menarik selimutnya dan turun dari ranjang. Risya langsung keluar dari kamar yang tidak tau ingin melakukan apa.


Ternya Risya menuju kamar di mana suara bayi itu yang terdengar sangat kuat. Pintu kamar yang terbuka sedikit dan membuat Risya melihat ke dalam. Arga yang berdiri sembari menggendong bayi mereka dengan mendiamkannya.


Ada juga Suster Devi di kamar itu yang ikut mendiamkan dan memberikan susu pada bayi itu yang berdiri di depan Arga.


"Apa itu istrinya?" tanya Risya yang malah berpikiran Suster tersebut istri Arga. Karena memang ke-2 tampak dekat seperti suami istri.


"Jika istrinya kenapa mereka tinggal di rumah ini. Apa mereka tidak punya berumah?" tanya Risya lagi dengan wajah bingungnya melihat Arga dan juga Suster tersebut. Dia tetap berdiri di tempatnya dengan pemikirannya yang lain.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2