MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 157 Cemburu.


__ADS_3

Mobil Boy berhenti di depan rumah sakit saat malam hari sudah tiba.


"Angela pasti sendirian. Sebaiknya aku temani dia supaya dia tidak kesepian," ucap Boy yang datang kerumah sakit untuk menemani Angela. Sebelumnya Angela mengatakan tidak perlu di temani. Karena Edo katanya akan datang. Walau Angela tidak yakin.


Namun Boy yang merasa Edo tidak mungkin menemani Angela. Makanya Boy memilih untuk menemani Angela. Tidak lupa juga Boy membawa makanan untuk Angela.


Boy langsung keluar dari mobil dengan membawa makanan yang di belinya dan langsung memasuki rumah sakit.


Tidak lama setelah kepergian Boy. Tiba-tiba mobil berhenti yang parkir di samping Boy dan sang pengemudi langsung keluar dari mobil yang ternyata Syrala.


"Bukannya ini mobil Boy," gumamnya yang melihat mobil tersebut yang sangat yakin jika itu mobil Boy.


"Dia datang juga," gumam Syarla. Syrala tidak banyak bicara lagi dan langsung memasuki rumah sakit.


Dia memang punya waktu dan memilih menemani Angela. Namun dia juga tidak percaya kalau Boy juga akan datang.


*******


Ternyata bukan hanya Boy dan Syrala yang punya waktu untuk Angela. Edo juga dan bahkan Edo sudah di ruangan Angela yang sejak tadi datang dan menemani Angela.


Di mana sekarang Edo sedang memotong buah untuk Angela yang membuat Angela pasti sangat bahagia.


"Putri sudah tidur?" tanya Angela.


"Iya. Tadi dia memaksa untuk ikut. Tetapi aku tidak menginginkannya. Karena besok dia harus sekolah," ucap Edo.


"Ya ampun sampai segitunya," sahut Angela.


"Ya aku juga tidak tau. Putri sekarang apa-apaan harus kamu dan kamu. Aku heran kira-kira Putri kamu kasih apa. Kok kayaknya lebih peduli pada kamu dari pada ku ya," seloroh Edo.


"Aku kasih makan kasih sayang," jawab Angela.


"Ohhh pantes," sahut Edo.


"Kalau mengingat saat aku pertama kali bertemu dengan Putri dia itu tampak sangat ketus. Dan sekarang aku tidak menyangka. Jika Putri bisa menerima ku dengan baik," ucap Angela.


"Bukan hanya menerima kamu dengan baik. Hatinya sudah menyatu dengan kamu," ucap Edo.


"Ya bisa seperti itu," sahut Angela.


Edo memegang tangan Angela dan menatap Angela dalam-dalam.


"Makasih ya Angela kamu sudah menjadi orang yang sangat baik untuk Putri. Dia sangat bahagia bisa ada di dekat kamu dan menganggap kamu benar-benar seperti ibunya. Kamu sangat baik dan begitu tulus. Makasih ya," ucap Edo.


"Tidak perlu berterima kasih. Dari Putri aku banyak belajar dan karena Putri juga aku memiliki banyak kesabaran dan menjadi orang yang sangat dewasa. Jadi aku sangat bahagia. Jadi karena Putri aku juga merasakan banyak hal. Dan aku juga sangat menyayanginya," ucap Angela.


"Kalau begitu jangan pernah tinggalkan Putri ya," ucap Edo.

__ADS_1


Angelia mengekerutkan dahinya dengan menyipitkan matanya.


"Tergantung kamu sih," sahut Angela.


"Kok aku?" tanya Edo.


"Ya kamu bagaimana memperlakukanku," sahut Angela.


"Oh jadi gitu," sahut Edo dengan alisnya yang terangkat.


"Becanda," sahut Angela.


"Angela jangan seperti ini lagi. Jangan menyakiti diri kamu dengan seperti ini. Aku tidak ingin kamu sampai kenapa-kenapa," ucap Edo.


"Iyaaaaa.... Aku minta maaf atas apa yang aku lakukan. Maaf dengan kecerobohanku. Aku janji tidak akan seperti itu lagi," sahut Angela.


Edo tersenyum dan memeluk Angela. Lalu eso melepas pelukan itu dengan memegang ke-2 pipi Angela dan mencium lembut kening Angela dan mata mereka yang saling melihat.


Ternyata di depan pintu Boy berdiri di sana dan melihat keromantisan pasangan itu membuat Boy membuang napasnya beratnya perlahan kedepan dengan membalikkan tubuhnya yang tidak melihat kedalam lagi yang mungkin Edo dan Angela akan lebih romantis lagi dan itu sangat tidak pantas untuk di lihat.


Boy dengan tidak semangat meninggalkan tempat itu dan ternyata diujung sana Syrala juga melihat Boy yang pergi dari depan ruangan Angela yang membuat Syrala heran kenapa Boy yang pergi tiba-tiba.


Syrala menghela napasnya dan melanjutkan langkahnya menuju ruangan Angela. Syrala melihat ke dalam yang pintunya terbuka sedikit yang ternyata Angela dan Edo sedang berciuman.


Syarla menghela napasnya dan langsung meninggalkan tempat itu. Dia sudah tau kenapa Boy pergi. Karena melihat Angela pastinya yang seperti itu dengan Edo dan pasti Boy cemburu.


Boy memilih pergi dan duduk di salah satu bangku yang ada di luar rumah sakit dengan beberapa kantung plastik yang berisi makanan yang ada di sampingnya.


"Boy!" tegur Syrala tiba-tiba yang membuat Boy melihat ke sampingnya.


"Syrala!" sahut Boy.


"Kamu ngapain di sini?" tanya Syrala yang pura-pura tidak tau.


"Oh aku, aku lagi jenguk teman yang kebetulan di rawat di sini," jawab Boy bohong.


"Ohhh begitu," sahut Syrala yang tau sebenarnya. Hanya pura-pura tidak tau saja.


"Lalu sudah menemuinya?" tanya Syrala yang langsung duduk di samping Boy.


"Ternyata dia sudah pulang," jawab Boy yang lagi-lagi bohong.


"Ya sayang sekali kamu tidak jadi menjenguknya," ucap Syrala yang mengikuti saja kebohongan Boy.


"Iya kamu benar," sahut Boy.


"Apa ini!" Syrala melihat makanan yang di samping Boy.

__ADS_1


"Makan aja kalau mau," sahut Boy.


"Oh iya memang ini untuk siapa?" tanya Syrala.


"Angela," sahut Boy keceplosan.


"Maksudku bukan untuk siapa-siapa," sahut Boy yang meralat kata-katanya. Namun Syrala hanya menyimpan senyum yang sebenarnya sudah tau. Tetapi dia hanya pura-pura tidak tau.


"Ada apa Syrala?" tanya Boy yang melihat Syrala begitu memperhatikannya dengan penuh selidik yang seperti ada sesuatu.


"Tidak apa-apa. Aku hanya heran saja dengan kamu," sahut Syrala.


"Heran apa?" tanya Boy.


"Tidak apa-apa," jawab Syrala.


"Aku makan ya makanannya?" tanya Syrala. Boy mengangguk dan Syrala langsung memakannya.


"Kamu sendiri ngapain di sini?" tanya Boy.


"Rencananya mau temani Angela. Tetapi ternyata Edo sudah menemaninya," jawab Syrala yang apa adanya.


"Siapa yang menemaninya Edo?" tanya Boy yang pura-pura tidak tau.


"Iya Edo," jawab Syrala.


"Oh baguslah," sahut Boy dengan datar.


"Kamu cemburu?" tanya Syrala membuat Boy melihat ke arah Syarla.


"Jangan mulai. Aku tidak cemburu sama sekali dan mereka ada hubungan dan hubungan yang serius. Jadi tidak ada gunanya aku cemburu," jawab Boy menegaskan.


"Masa iya. Lalu kenapa tidak menemui Angela dan tidak memberi makanan ini untuk Angela?" tanya Syrala.


"Boy kamu tidak perlu bohong. Aku tau kok kamu datang ke rumah sakit untuk menemui Angela dan makanan yang aku makan sekarang untuk Angela. Namun kamu tidak menemui Angela karena ada Edo di sana dan kamu tidak perlu bohong dengan mengatakan kedatangan kamu kemari untuk teman kamu," ucap Syrala yang taus sebenarnya dan Boy terdiam yang kebohongannya akhirnya terungkap.


"Kamu tau dari mana?" tanya Boy.


"Aku melihat dengan jelas kamu di depan ruangan Angela," ucap Syrala. Mendengar hal itu Boy hanya menghela napasnya saja.


"Boy kenapa tidak mengatakan pada Angela. Kalau kamu menyukainya," ucap Syrala.


"Ada-ada saja kamu Syrala. Mana mungkin mengatakan dan sekarang dia punya kekasih," sahut Boy.


"Ya dari pada perasaan itu kamu pendam sendiri," ucap Syrala.


"Sudahlah Syrala jangan membahas Angela Aku tidak ingin ambil pusing," sahut Boy yang tidak mau di bahas. Syrala hanya menghela napasnya saja mendengarnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2