MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 46 Luapan hatinya.


__ADS_3

Arga pulang kerumah setelah selesai bekerja. Dia pulang agak larut karena tadi ada meeting lagi. Sementara Risya sudah pulang terlebih dahulu. Arga yang memasuki kamarnya dan melihat Risya yang sudah tertidur. Karena memang sudah larut malam. Jadi Risya sangat wajar sudah tertidur karena juga Risya yang sangat lelah.


Arga meletakkan tas kerjanya pada tempatnya dan menghampiri Risya dengan melonggarkan dasinya dan duduk di samping Risya dengan menatap nanar wajah Risya. Risya memang tidur di atas tempat tidur karena ini gilirannya. Tidak tau apa yang di pikiran Arga dia hanya menatap wajah Risya dengan tatapan yang penuh arti.


Sampai tangan Arga pun akhirnya menyentuh pipi Risya dengan mengusap lembut pipi itu dan ternyata hal itu membuat Risya terkejut dan bahkan sampai terbangun dan kaget melihat Arga yang sudah ada di dekatnya.


"Arga, kamu ngapain?" tanya Risya dengan suara seraknya yang tiba-tiba melihat Arga dan pasti Risya heran.


"Aku ingin bicara padamu," ucap Arga. Risya yang masih mengantuk duduk dengan malasnya dengan bersandar di kepala ranjang dan mengucek-ngucek matanya, "aku masih mengantuk. Memang kamu mau bicara apa?" tanya Risya dengan suara seraknya yang masih sangat mengantuk dan bahkan sangat sulit untuk membuka matanya.


"Kita bicara di luar," ucap Arga.


Risya mengkerutkan dahinya mendengarnya, "kenapa harus bicara di luar. Bicara di sini saja. Aku itu lagi malas," ucap Risya dengan keluhannya yang memang sangat malas.


"Ayo Risya kita bicara!" ajar Arga lagi dengan seriusnya Arga dalam bicara.


"Ya sudah kalau begitu jangan lama-lama dan awas aja kalau ujung-ujungnya kita bertengkar," ucap Risya mengingatkan terlebih dahulu. Karena memang kalau dia dan Arga bicara pasti ujung-ujungnya ribut dan tidak ada yang saling mengalah.


**********

__ADS_1


Ternyata Arga dan Risya yang bicara bukan hanya di luar kamar atau di sekitar rumah. Melainkan di Luar rumah dan bahkan mereka sampai menggunakan mobil yang mereka pergi dengan menggunakan mobil dan berhenti di jalanan yang bisa di katakan cukup sepi.


Hal itu pasti membuat Risya heran dan wajahnya jangan tanya seperti apa. Wajahnya itu begitu panik dengan melihat kesekitarnya dengan jantungnya yang dek-dekan dan penuh ketakutan.


"Arga kau ngapain sih mengajakku kemari. Kau sedang tidak merencanakan sesuatu kan. Kau tidak ada niat ingin membunuhku dan membuangku di tengah jalan," ucap Risya yang pikirannya sudah kemana-mana. Ya Risya memang seperti itu. Jadi jangan heran dengan Risya yang pikirannya tidak pernah positif.


Arga menghela napasnya dan bersandar pada jok mobil dan Risya yang masih kebingungan dengan melihat-lihat di sekitarnya dan melihat ke arah Arga.


"Arga kamu kenapa diam?" tanya Risya heran dengan Arga.


"Aku sengaja mengajak mu bicara di sini. Karena aku tau jika di rumah suara mu akan berteriak- teriak dengan heboh dan aku tidak mau mama dan papa Samapi terganggu," ucap Arga dengan santai.


"Katakan kepadaku setelah kau pulang dari Club apa yang terjadi selanjutnya. Kau bersama Samuele di Apartemen ku?" tanya Arga yang langsung to the point yang bertanya pada Risya.


Risya cukup kaget yang ternyata Arga membahas hal itu.


"Apa yang aku katakan apa sangat berguna untukmu. Hanya perkataan saja itu tidak akan membuktikan apa-apa. Jadi perkataan itu hanya sia-sia saja. Jadi aku pasti akan menemukan buktinya," jawab Risya.


"Katakan saja Risya apa yang terjadi?" tanya Arga dengan menoleh ke arah Risya.

__ADS_1


"Aku tidak tau apa-apa. Aku hanya merayakan ulang tahun dengan Syarla dan Angela. Karena kamu bilang kamu tidak pulang dan tidak bisa merayakannya bersamaku. Aku Rachel enjoy dan saat itu ada beberapa orang yang membawaku dan aku tidak tau siapa mereka. Aku mencoba memberontak. Tetapi aku masih ingat waktu itu aku sempat di pukul dan tidak sadarkan diri. Dan tiba-tiba aku sudah ada di Apartemen bersama dengan Samuel di atas ranjang dengan keadaan yang kamu lihat. Tetapi sungguh Arga aku tidak melakukan apapun dengan Samuel dan aku tidak pernah berselingkuh dengan nya atau menghiyanatimu," jelas Risya dengan matanya berkaca-kaca.


Baru kali ini Risya punya kesempatan untuk bicara pada Arga dengan kepala dingin dan Arga mendengarnya.


"Jika kau tidak ada hubungan dengannya. Kenapa saat kita putus dan seminggu kemudian kau langsung berpacaran dengannya dan seakan-akan kau membenarkan penghiyanatan mu kepadaku?" tanya Arga.


"Itu karena aku membencimu," sahut Risya menekan suaranya dan Arga melihat kearahnya.


"Arga kau yang paling mengenalku. Kau yang paling tau aku. Kau yang paling tau di mana letak kelemahan ku. Kau yang tau apa yang aku alami dan kau yang tau bagaimana mengatasi ku. Kau orang yang paling tau aku Arga. Tetapi kau menjadi orang pertama yang meninggalkanku," ucap Risya dengan air matanya yang jatuh.


"Kau tau kan bagaimana kejadian 4 tahun lalu. Aku di jebak dengan Samuel dan di kampus semua Vidio ku yang mabuk di sebar di kampus. Orang-orang berpikiran aku wanita yang sangat buruk, aku di hina di anggap murahan dan benar-benar sangat menjijikkan. Namun orang yang selalu ada bersamaku yang tidak akan pernah membiarkan ku kenapa-kenapa? malah menjadi orang yang pertama meninggalkanku, menjadi orang pertama yang sangat jijik kepadaku tanpa ingin tau kebenarannya," jelas Risya dengan air matanya yang tidak berhenti keluar yang masih terasa sakit saat Arga benar-benar meninggalkannya.


"Dan aku langsung pacaran dengan Samuel itu semua karena mu. Karena tuduhanmu yang secara perlahan menghancurkan ku dan aku ingin lebih hancur lagi supaya kau puas. dan kau lihat sendirikan bagaimana hancurnya dan berantakannya hidupku ketika pacaran dengan Samuel dengan masuknya Vio dengan penghinaan dan semuanya yang aku dapatkan,"


"Tetapi apa yang kau pikirkan. Di saat Samuel dan Vio tidur bersama, di saat Vio hamil dan kau tertawa mengejekku yang mengataiku kualat tanpa kau pernah memikirkan perasaan ku Arga.


"Aku sangat hancur Arga dengan semua yang aku dapatkan. Karena aku tidak mendapat kepercayaan dari mu. Bagaimana mungkin orang yang paling tau bagaimana aku yang paling mencintaiku dan yang paling mengerti aku dan Pria itu menjadi orang yang pertama yang pergi dari hidupku," tegas Risya yang meluapkan kemarahannya.


"Aku sangat membencimu Arga, aku sangat kecewa dengan kau yang pergi dariku dan tidak memberiku kesempatan apa-apa dan membiarkan ku sendirian dengan orang-orang yang menghinaku. Aku tidak pernah merasa rapuh dengan peristiwa yang ku alami. Namun karena kau yang menjadi orang pertama yang meninggalkanku. Itulah yang membuatku sangat kecewa kepadamu," ucap Risya dengan air matanya yang terus keluar.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2