MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 146 Marah


__ADS_3

Arga hanya melihat Risya yang sisiran dengan wajah Arga yang tampak datar. Sampai akhirnya Risya sadar dengan kembali melihat wajah suaminya itu.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Risya yang sangat cepat peka dengan perubahan ekspresi Arga.


"Risya kamu sadar tidak. Kalau semakin lama kamu semakin mengabaikanku," ucap Arga dengan suara beratnya yang membuat Risya terdiam dan perlahan menurunkan sisir itu dari tangannya.


"Sayang!" ucap Risya.


"Kamu itu punya kewajiban Risya dan tidak seharusnya menghindariku dan apa kamu sadar ini bukan sekali dua kali, berkali-kali," ucap Arga dengan serius bicara dan Risya mengerti apa yang di maksud Arga.


"Arga kamu jangan marah hanya karena itu," ucap Risya yang berusaha berbicara lembut.


"Tidak marah. Jadi aku harus diam saja dan mengikuti semua kemauanmu," sahut Arga.


"Arga kan tidak mungkin kita melakukannya di sini dan aku juga sedang tidak mood," ucap Risya memberikan alasannya.


"Kenapa tidak mood. Kenapa selalu jawabannya tidak mood. Bosan itu maksudnya," sahut Arga.


"Kok jadi ngomong kayak gitu yang bosan siapa," sahut Risya yang jadi kesal.


"Lalu kalau tidak bosan apa lagi. Aku itu laki-laki Risya dan dari gerak-gerik kamu aku bisa menilai, mana yang tidak mood atau sengaja menghindar dan apa lagi namanya kalau tidak bosan," tegas Arga yang menguatkan volume suaranya.


Risya menghela napasnya yang berusaha untuk tidak terpancing dengan Arga yang marah-marah. Risya juga harus sadar jika di sana bukan hanya mereka berdua dan malu kalau bertengkar.


"Aku mau bantu Syrala buat sarapan," ucap Risya mencari alasan dan langsung keluar dari tenda tersebut.


"Kita pulang sekarang!" ucap Arga membuat Risya menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang melihat Arga.


"Arga!" ucap Risya.


"Kalau kamu tidak mau pulang. Biar aku yang pulang sendiri," ucap Arga yang malah keluar dari tenda terlebih dahulu.


Risya menghela napasnya dan sepertinya dia tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Karena Arga memang kelihatan sangat marah.


***********


Arga benar-benar tidak main-main dan benar-benar akan pulang. Risya juga tidak punya pilihan lain dan mengikut untuk pulang. Risya memberikan alasan pada teman-temannya karena Arga ada pekerjaan mendadak.


Dan karena satu yang pulang jadi semuanya ikut pulang dan sekarang mereka sedang beres-beres tenda untuk kepulangan mereka


"Bukannya ini hari Minggu ya Risya seharusnya kan Arga tidak ada pekerjaan," ucap Syrala.


"Iya Risya kenapa tiba-tiba malah ada pekerjaan," sahut Arga.


"Ya namanya juga tiba-tiba. Aku juga tidak bisa pastikan apa-apa. Kan kalau pengusaha itu seperti itu," sahut Risya yang beres-beres.


"Tapi wajah Arga kok kelihatan bete gitu ya. Kayak habis marah gitu," ucap Syrala yang memperhatikan wajah tersebut.

__ADS_1


"Benar kayaknya kamu berantam ya sama Arga," tebak Angela.


"Apa sih ya nggaklah," sahut Risya mengelak yang padahal dia memang ribut dengan Arga.


"Habisnya pulang tiba-tiba sih. Bikin orang curiga aja," sahut Syrala.


"Kan aku tidak mengharuskan kalian untuk pulang. Kalau kalian masih mau kemah. Ya sudah kemah aja, aku sama Arga yang akan pulang. Tetapi kalian kok yang mau ikut pulang," ucap Risya.


"Ya kan nggak enak dong Risya, masa iya kamu pulang dan kami masih lanjut," sahut Angela.


"Entah nih anak. Pergi sama-sama. Maka pulang sama-sama juga," sahut Angela.


Risya tidak bicara lagi dan terus melihat wajah Arga yang tampak ketus yang Arga sedang berbicara dengan Boy.


"Tante Angela!" Panggil Putri tiba-tiba memegang tangan Angela.


"Iya Putri ada apa?" tanya Angela.


"Bantu Putri masukkan baju ke dalam ransel Putri," jawab Angela.


"Baik sayang," sahut Angela yang tersenyum dan langsung pergi bersama Putri menuju tenda Putri. Risya juga melihat Angela dan Putri yang sangat dekat membuat Risya refleks mengelus perutnya.


"Sayang kamu harus kuat di dalam sana. Supaya kamu seperti Putri nanti yang lahir ke dunia dan membuat mama akan repot untuk mengurus kamu," batin Risya yang kelihatan tidak sabar untuk kelahiran anaknya.


"Tapi bagaimana menghadapi papa kamu. Mama harus berusaha sekuat tenaga mama dan sepintar otak mama," ucap Risya yang menghela napasnya.


"Nggak, nggak apa-apa," jawab Risya mengelak.


"Ngapain ngelus-ngelus perut, kayak orang hamil aja," celetuk Syrala.


"Ya nggak apa-apa. Aku hanya lapar," jawab Risya mengelak.


Padahal dia memang sedang hamil. Celetukan Syrala memang tidak meleset sama sekali.


"Oh lapar toh," sahut Syrala. Risya hanya mengangguk saja.


********


Setelah selesai beres-beres akhirnya mereka memasukkan semua barang-barang kedalam mobil.


Namun tiba-tiba sebuah mobil berhenti. Mobil BMW hitam yang mendekati mobil terparkir mereka. Wajah Risya sudah menunjukkan jika dia merasa mobil itu tidak asing.


"Siapa itu?" tanya Syrala heran dan pengemudi keluar dan seorang pria paru baya.


"Pak Tarno," lirih Risya.


"Itu supir kamu kan Risya," sahut Angela yang mengenali supir Risya dan Arga. Risya mengangguk dan menoleh kearah Arga.

__ADS_1


"Maaf tuan Arga saya telat," ucap pak Tarno.


"Tidak apa-apa," jawab Arga.


"Berikan kuncinya!" ucap Arga mengadahkan tangannya dan supir tersebut langsung memberikan kuncinya.


"Kamu pulang bersama mereka!" ucap Arga.


"Baik tuan," sahut Tarno.


"Aku pulang naik mobil sendiri," ucap Arga.


"Kamu kok nggak bilang panggil supir?" tanya Risya.


"Kalau kamu mau pulang dengan mereka. Maka pulanglah," ucap Arga yang langsung memasuki mobil dan bahkan pertanyaan Risya sebelumnya tidak di jawabannya.


"Arga apa-apaan sih," gumma Risya.


"Arga jadi aku di tinggal nih," sahut Boy yang juga kesal. Tadi pergi sama Arga dan sekarang pulangnya beda.


"Hmmm, sorry ya semuanya aku satu mobil dengan Arga kalian pulanglah dan Boy kamu juga pulang ya. Maaf untuk semuanya," ucap Risya yang akhirnya menyusul Arga.


"Kalian ini bagaimana sih nggak setia kawan," ucap Arga menghela napasnya.


"Arga sama Risya lagi ribut ya," ucap Syrala.


"Aku juga nggak tau, mungkin juga iya," jawab Angela.


"Ya sudah sebaiknya kita juga pulang," sahut Edo.


Yang lain mengangguk dan memasuki mobil untuk mereka juga segera pulang.


*********


Risya dan Arga tiba di rumah mertua Risya rumah Arga. Semenjak di perjalanan mereka hanya diam saja dan tidak ada obrolan apa-apa.


"Kita ngapain ke rumah mama?" tanya Risya heran. Karena sebelumnya Arga tidak bilang apa-apa dan mereka juga tidak ke Apartemen dan malah kerumah orang tua Arga.


Bukannya menjawab Arga malah membuka sabuk pengamannya dan keluar dari mobil.


"Arga!" panggil Risya yang kelihatan Arga masih marah kepada-nya.


"Kenapa sih ngambek mulu kerjanya dan ngapain juga ke tempat mama," gumamnya dengan kebingungan.


Risya juga menyusul untuk turun dari mobil dan memasuki rumah menyusul Arga yang sudah masuk kerumah. Risya hanya menghela napas saja melihat kepergian suaminya itu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2