
Tidak lama sejak kedatangan Syrala. Tiba-tiba Risya juga datang dan Risya sendirian tanpa ada Arga yang menemaninya.
"Hay kalian di sini juga," sahut Risya yang menyapa teman-temannya itu.
"Iya Risya mereka datang pagi-pagi gini ketempatku," sahut Boy.
"Wau tumben sekali pagi-pagi sudah datang. Memang ada berita apa. Kalau Syrala aku tau pasti anter makanan untuk Boy bukan," ucap Risya yang menduga dan juga Risya langsung duduk di samping Boy.
"Hmmmm tapi Angela ngapain kok tumben amat datang kemari?" tanya Risya yang juga pasti heran.
"Katanya sih curhat. Biasalah kalau lagi nggak baik dengan pasangannya akan cari cadangan," sahut Syrala yang menjawab dengan santai sembari membuka kantung plastik yang berisi makanan yang di bawa Syrala.
Namun kata-kata Syrala itu cukup membuat kaget sampai, Risya, Angela dan Boy melihat kearah Syrala dengan mereka terdiam.
"Ohhhhh...Memang ada apa?" tanya Risya yang merasa ada sesuatu.
Angela masih diam dan masih melihat Syarla yang tiba-tiba sangat ketus yang membuat Angela heran.
"Hmmm, Risya kamu mau ambil mobil Arga ya," sahut Boy yang mengalihkan pembicaraan. Karena suasana di tempat itu lumayan tegang.
"Oh iya benar. Gimana udah selesai belum," tanya Risya yang juga menyambut pengalihan Boy.
"Sudah kok. Siapa yang bawa nanti. Kamu ada bawa supir?" tanya Boy.
"Ada kok. Nanti aku yang bawa pulang mobil Arga dan supir aku pulang duluan bawa mobil aku," ucap Risya.
"Baiklah kalau begitu," sahut Boy yang tersenyum dan Boy masih melihat Syrala yang asyik makan dengan wajah juteknya sementara Angela bingung dengan sikap Syrala.
"Ya ampun Syrala kamu makan sendiri aja. Apa habis sampai dua kotak seperti itu," sahut Boy.
"Habis kok. Kalau nanti tidak habis bisa di buang," sahut Syrala.
"Mubajir Syrala membuang makanan," sahut Angela yang akhirnya bicara.
"Ya bagaimana ini sudah di bawakan. Tapi sudah ada yang mendahului. Jadi bukan salahku," sindir Syrala dengan sinis.
"Syrala kenapa sih," batin Risya bingung.
"Kenapa Syrala jadi jutek seperti ini. Apa dia lagi Pms dan sepertinya marah pada ku," batin Angela yang kebingungan.
"Hmmmm, Angela memang kamu tadi tidak anterin Putri sekolah?" tanya Risya yang mencoba untuk mengalihkan pembicaraan lagi.
__ADS_1
"Tidak Risya. Angela bilang Tasya mantan istri Edo yang mengantarnya," sahut Boy yang mengambil alih menjawab.
Mendengar hal itu membuat Syrala tambah kesal. Ya di pastikan Angela pasti sudah curhat banyak pada Boy sampai Boy tau.
"Kok bisa!" pekik Risya, "bukannya Edo sekarang tidak terlalu memberi banyak kebebesan untuk Tasya dan Putri," ucap Risya dengan sepengetahuannya.
"Seharusnya iya Risya. Tetapi mas Edo berubah pikiran dan membuat kesepakatan dengan Tasya. Tasya dalam bulan ini akan kembali ke Luar Negri. Jadi dia tidak akan menuntut hak asuh Putri asalkan dia bisa bersama Putri menghabiskan waktu yang ada sebelum Tasya kembali ke Luar Negri," jelas Angela.
"Lalu kamu setuju?" tanya Risya.
"Memang aku bisa berpendapat apa. Anak itu anak mereka berdua dan mas Edo juga setuju karena tidak yakin akan menang di pengadilan. Jadi mau tidak mau mengikuti apa yang di inginkan Tasya," jawab Angela.
"Kamu yakin ini tidak akan berpengaruh dengan hubungan kamu?" tanya Risya yang pasti tau nanti ujung-ujungnya ada masalah.
"Hanya kepercayaan saja yang menyisahkan segalanya dan aku juga tidak tau kedepannya bagaimana," sahut Angela pasrah saja dengan apa yang selanjutnya.
"Jika hubungannya berantakan dengan Edo. Dia juga masih punya cadangan. Makanya langsung ketempat Boy. Dasar egois," batin Syrala yang kesal sendiri dengan Angela sahabatnya itu.
"Aku hanya berharap semoga semuanya baik-baik aja ya Angela," ucap Risya yang khawatir dengan Angela.
"Iya pasti. Makasih ya kalian sudah selalu membantuku dan pasti sudah memberiku suport yang besar aku benar-benar sangat bahagia bisa memiliki teman seperti kalian," ucap Angela yang merasa jauh lebih baik. Karena teman-temannya ada untuknya.
"Aku duluan ya. Aku harus kekantor," sahut Syrala yang berdiri dari tempat duduknya.
"Tauh nih cepat amat. Biasanya juga lama di sini. Kayak orang nggak punya kerjaan," sahut Boy.
"Oh iya aku juga tidak tau. Jika selama ini aku tidak punya kerjaan. Ternyata aku tidak sadar aku membuang-buang waktu. Ya sudah aku sekarang ada kerjaan. Aku pergi dulu," ucap Syrala dengan tersenyum getir dan langsung pergi dengan sifat anehnya yang membuat semua orang bingung.
"Syrala kenapa sih. Kok perasaan dia itu aneh banget?" tanya Angela yang masih bingung.
"Aku juga tidak tau dia kenapa," sahut Boy yang juga bingung. Namun Risya sepertinya tau Syrala kenapa tidak bicara apa-apa. Namun dari wajah Risya jadi khawatir dengan Syrala, Angela dan Boy.
"Aneh," ucap Boy geleng-geleng.
****************
Arga dan Risya berada di dalam mobil yang mana Arga menyetir di malam hari setelah mereka tadi makan malam bersama di luar.
"Sayang ke pantai yuk," ucap Risya tiba-tiba.
"Mau ke pantai?" tanya Arga sekali lagi.
__ADS_1
"Hmmm, lagi pengen ke pantai," jawab Risya.
"Kok tumben?" tanya Arga.
"Nggak ada sih. Pengen aja jalan-jalan di pantai. Lagian ini juga baru jam 9," ucap Risya.
"Ya sudah kalau begitu," sahut Arga yang menuruti saja kemauan dari istrinya itu.
************
Tidak lama akhirnya Risya dan Arga sampai juga di pantai tempat yang di inginkan Risya. Pantai yang indah dengan gelombang tenang yang mana Arga dan Risya yang berjalan bergandengan tangan di bibir pantai.
Risya dan Arga sama-sama memakai pakaian putih. Risya dengan dress putih tanggung di bawah lututnya dan Arga yang memakai kemeja putih yang sekarang kemeja itu di keluarkan dari dalam celananya. Karena biar santai saja.
"Kamu suka?" tanya Arga.
"Iya. Kita sudah lama tidak ke pantai," jawab Risya yang berjalan sembari kepalanya di sandarkan pada bahu Arga.
"Aku juga sangat menyukai apa yang di sukai istriku," sahut Arga membuat Risya tersenyum dan Risya yang jahil pada Arga tiba-tiba mendorong Arga dan Arga yang tidak siap yang akhirnya terjatuh.
Hahahahahhahahah, Risya tertawa-tawa dengan lucunya menutup mulutnya melihat suaminya terjatuh.
"Risya!" kesal Arga.
Bukannya merasa bersalah Risya malah menyiram Arga dengan air laut dan membuat Arga basah.
"Risya cukup! Kamu itu apa-apa sih! Risya!" kesal Arga yang semakin kesal.
Namun Risya tetap membuat suaminya itu kesal.
"Ayo kejar aku!" sahut Risya menantang Arga.
"Oh gitu! oke-oke. Awa kamu ya," sahut Arga yang langsung berdiri dan Risya yang panik yang langsung lari dan Arga mengejarnya.
"Mau kemana kamu. Kamu pikir bisa lolos hah!" sahut Arga yang pasti sangat mudah mendapatkan Risya dan begitu mendapatkan Risya Arga mengangkat pinggang Risya dan memutarkan Risya dan bahkan membanting Risya ke air laut. Tetapi tidak kuat juga sih dan Risya dan Arga malah bermain air seperti anak kecil.
Keduanya tampa peduli akan basah atau tidak yang penting keduanya sama-sama Happy dengan apa yang mereka lakukan yang menurut mereka sangat bahagia dan sampai keduanya yang berdiri dengan berhadapan dengan wajah dan baju yang basah kuyup.
Arga dan Risya saling menatap yang pasti lelah saling menyerang dengan napas yang naik turun. Lama saling menatap akhirnya berakhir dengan ciuman romantis. Ciuman keduanya yang sangat lama dengan sama-sama menikmati.
Bukan yang cerah di atas sana yang di temani dengan bintang-bintang di pinggir pantai yang tidak ada sama sekali orang. Hanya alam yang indah yang kembali menyaksikan pasangan suami-istri yang sudah berada di dalam mobil yang melanjutkan ciuman mereka dengan hal yang lebih jauh.
__ADS_1
Ke-2nya sama-sama saling merindukan hubungan intim karena banyak yang terjadi dan Risya juga yang masih sakit. Jika ada kesempatan maka kenapa tidak dan pasangan itu tidak akan pernah melihat tempat di mana pun itu yang penting mereka bisa melakukannya dengan cinta dan sama-sama punya keinginan.
Bersambung