MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 141 mengalah.


__ADS_3

"Argghh Risya!" teriak Arga mengacak rambutnya frustasi sampai melepas tangannya dari stir mobil yang membuat Risya heran dengan kelakuan Arga.


"Apa sih," sahut Risya kesal yang kaget melihat kelakukan Arga.


"Nyetir yang benar kalau aku mati bagaimana. Aku nggak mau ya mati sama kamu. Awas aja kalau aku mati gara-gara kamu. Aku gentayangi kamu," kesal Risya.


"Siapa juga yang mau mati sama kamu," sahut Arga.


"Ya sudah nyetir yang benar," kesal Risya.


"Kamu itu menyebalkan banget ya Risya," ucap Arga kesal.


"Kamu yang menyebalkan, dia ajak kemah aja banyak tingkah. Tugas suami itu memberikan istrinya kebahagiaan. Rezeki kamu tidak akan lancar kalau kerja kamu itu tidak memberikan istrinya kebahagiaan," tegas Risya.


"Nggak usah sok puitis, semua yang kamu lakukan juga tidak akan berhasil. Karena tidak mendapatkan berkah dari suami. Aku itu selalu menuruti kemauan mu. Tetapi kamu baru aja 1 permintaan di tolak sudah seperti ini," ucap Arga dengan menekan suaranya.


Pertengkarana mereka kelihatannya akan di lanjut lagi di dalam mobil.


"Aku juga tidak pernah minta itu sama kamu sebelumnya dan baru pertama kali aku mengajak kamu untuk libur," ucap Risya.


"Aku setuju liburan. Tetapi tidak kemah," tegas Arga.


"Dan aku tidak mau kalau tidak kemah," sahut Risya kesal.


"Kamu itu," geram Arga yang mau menerkam Risya.


"Menyebalkan," cicit Risya.


"Awas aja kalau dekat-dekat denganku, memanggilku sayang, aku tidak sudi mendengarnya," disis Risya dengan matanya yang sudah berkaca-kaca yang benar-benar kesal dengan Arga. Risya membuang mukanya ke arah jendela dengan wajah yang cemberut.


Arga menoleh kearah Risya dan melihat Risya yang sudah semakin menjadi-jadi membuat Arga menghela napasnya kasar dan memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Mau menurunkanku," sambar Risya dengan menantang Arga.


Arga diam dan hanya melihat ke arah Risya.


"Kenapa aku harus menuruti semua kemakuanmu?" tanya Arga dengan suara rendahnya


"Aku istrimu dan sudah kewajiban suami menuruti apa yang di inginkan istrinya," jawab Risya.

__ADS_1


"Apa ketika aku menurutimu. Apa kamu juga akan menurutiku?" tanya Arga.


"Memang pernah aku tidak menurutimu. Arga aku hanya ingin kemah dan aku bisa aja pergi sendiri bersama Angela dan Syarla. Hanya saja itu rasanya berbeda apa salahnya kamu ikut bersamaku. Aku tau kamu tidak suka. Tetap apa salahnya kamu menjadi suka karena itu permintaan istrimu," ucap Risya dengan suaranya yang menahan tangis.


Agak alay. Tidak tau juga Risya sandiwara atau benar-benar sudah ingin menangis gara-gara Arga yang sejak tadi mengajaknya ribut terus.


"Baiklah aku ikut denganmu," sahut Arga yang akhirnya mengalah membuat Risya kaget dengan matanya yang terbuka lebar dan wajahnya yang langsung ingin mengukir senyum.


"Serius?" tanya Risya masih tidak percaya.


"Awas saja jika kemah itu tidak membuatku berkesan. Sekali lagi apapun yang kamu inginkan aku tidak akan menurutinya," ucap Arga dengan wajahnya yang tampak serius.


"Iya-iya. Aku tidak akan membuat kamu menyesal karena sudah kemah denganku dan kamu akan ketagihan," ucap Risya yang membuat Arga hanya menghela napas saja. Tidak tau percaya atau tidak.


Arga kembali menatap lurus kedepan dan langsung menarik gas mobil yang ingin menjalankan mobil. Risya tersenyum bahagia dengan keinginannya yang di turuti oleh Arga. Arga memang sebaik itu dan semarah dan setidak suka apapun pasti akan mengalah untuk Risya.


Hal itu membuat Risya bahagia dan langsung memeluk pinggang Arga yang wajahnya mendarat di dada bidang itu dan Arga hanya santai saja yang menyetir.


"Makasih kamu sudah menuruti kemauan ku," ucap Risya.


"Aku juga tidak tau kenapa aku harus menuruti kemauanmu, kenapa aku tidak bisa melihat wajahmu yang terus di tekuk," sahut Arga dengan suara beratnya.


"Itu karena kamu mencintaiku dan orang yang mencintai pasangannya tidak akan ingin pasangannya marah dan juga sedih," jawab Risya yang mengangkat kepalanya melihat ke arah suaminya itu.


Cup


Risya mencium pipi Arga dan juga mengecup bibir Arga.


"Makasih suamiku yang sangat tampan. Kamu mengalah untukku dan aku yakin kamu mengajakku bertengkar tadi. Karena kamu merindukanku keributan kecil yang menjadi besar di antara kita dan aku pikir kamu itu sengaja melakukannya," ucap Risya yang menatap Arga dalam-dalam.


Arga mode kulkas dan tidak merespon perkataan Risya dan mendapatkan kecupan lagi dari Risya dan Arga hanya diam saja Risya pun memeluk Arga dengan erat.


***********


Perkemahan.


Tiba saatnya Arga dan Risya yang akan berangkat untuk aktivis kemah mereka. Jangan tanya wajah Arga. Wajah yang datar yang penuh dengan keterpaksaan yang harus menuruti keinginan Risya.


Di mana Risya dan Arga menunggu di depan rumah yang menunggu jemputan.

__ADS_1


"Sayang wajahnya jangan di tekuk dong. Sebentar lagi Syarla dan Angela akan datang," ucap Risya.


Arga hanya diam dengan wajah datarnya yang masa bodo Risya mau mengatakan apa.


"Arga!" panggil Boy yang tiba-tiba datang dengan membawa tas gunung yang membuat Risya heran.


"Mau ngapain Boy?" tanya Risya heran.


"Dia ikut kita. Supaya aku ada temannya," jawab Arga yang ternyata mengajak Boy untuk bergabung.


"Kamu kok nggak bilang-bilang sama aku. Kalau Boy ikut," ahauy Risya.


"Kenapa? Mau protes. Lagian aku tidak ada teman di sana. Hanya pria sendiri. Jadi dari pada pulang kemah aku masuk rumah sakit jiwa. Lebih baik dia ikut," tegas Arga.


"Siapa juga yang protes. Lagian siapa bilang kamu tidak ada teman," desis Risya.


"Sorry aku terlambat," ucap Boy yang sudah berdiri di depan Risya dan Arga.


"Nggak ada yang terlambat. Nih dayang-dayang dia yang belum pada datang," ucap Arga dengan sewot.


"Apa sih," sahut Risya dengan kesal.


Tin-tin tin tin tin tin tin.


Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil dan mobil itu berhenti di depan Boy, Arga dan Risya.


"Tuh mereka udah pada datang," ucap Risya yang langsung bahagia.


"Ayo Risya naik!" panggil Syarla yang membuka jendela mobil.


Risya mengangguk dan akhirnya masuk kedalam mobil yang panjang itu, Arga dan Boy juga menyusul dan ternyata di dalam mobil itu banyak bukan hanya Syarla dan Angela saja. Tetapi ada juga Edo dan Putri.


"Hay Arga!" sapa Edo.


"Ada mereka juga?" tanya Arga yang kelihatan kaget.


"Ya kan aku bilang kamu bukan laki-laki sendiri," sahut Risya dengan santai.


"Ya tau gitu nggak usah ikut," ucap Boy dengan pelan yang kelihatan tidak suka dengan Edo.

__ADS_1


"Baiklah kita jalan sekarang ya," sahut Angela.


Bersambung


__ADS_2