MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Bab 104


__ADS_3

Di tengah perjalanan tiba-tiba hujan turun dengan deras yang tiada tanda-tanda akan turun hujan dan sudah hujan saja. Suara musik yang di nyalakan sudah tidak terdengar lagi dan lebih terdengar suara hujan yang deras.


Tetapi tetap keduanya sama-sama diam tanpa ada yang berbicara apa-apa. Tiba-tiba mobil itu berhenti yang tidak tau apa yang terjadi dan Risya yang di samping Arga yang terlihat bingung. Namun tidak melihat ke arah Arga.


Arga yang membuka sabung pengamannya dan dengan terburu-buru keluar dari mobil di tengah hujan deras yang membuat Risya bingung.


"Mau ngapain dia?" tanya Risya dengan penuh kebingungan yang melihat dari kaca spion dan melihat Arga yang ke belakang mobil yang membuka mesin mobil yang sepertinya ada masalah dengan mobil.


"Kenapa tidak pakai payung sih," ucap Risya yang kesal sendiri dengan Arga yang hujan-hujanan dan lebih parahnya tidak mengatakan apa-apa dan pergi dengan asal-asalan saja.


Risya yang adanya cemas dengan apa yang terjadi dan bukan hanya itu saja. Dia juga pasti gengsi yang ada niat untuk menghampiri Arga memberikan Arga payung. Namun apa lagi. Namanya juga Risya gengsi. Jadi dia masih mempertahankan gengsinya itu.


Setelah lama dengan kegelisahannya sendiri. Akhirnya Risya menurunkan egonya dan mengambil payung yang ada di jok belakang dan Risya baru saja ingin turun mobil. Tiba-tiba Arga sudah masuk saja dengan basah kuyup.


"Maaf tadi ada masalah dengan mobilnya," ucap Arga yang tidak banyak bicara. Langsung memakai sabuk pengamannya dan menghidupkan mesin mobil yang akhirnya kembali menyala.


"Mobilnya sudah bisa. Kita bisa pulang," ucap Arga yang menyetir begitu saja. Risya hanya melihat Arga yang nasa kuyup dan dengan santainya Arga menyetir begitu saja sampai akhirnya Risya menghela napasnya dan meletakkan payung itu kembali pada tempatnya dan Risya kembali pada posisi duduknya.


"Kenapa sih dia sangat ceroboh, keluar basah-basahan seperti itu," batin Risya yang sangat kesal dengan Arga dia sudah begitu gelisah dan tadinya ingin membantu Arga. Namun tidak jadi karena Arga yang sudah duluan memasuki mobil. Risya sudah sempat cemas. Berarti di dalam hatinya yang paling dalam dalam masih sangat mengkhawatirkan Arga dan peduli pada Arga.


**********


Sampai akhirnya mereka sampai kerumah dan ternyata mobil Hariyanto dan istirnya Tantri sudah sampai terlebih dahulu dan menunggu di depan rumah yang kemudian Risya dan Arga yang sama-sama turun dari mobil.


"Ya ampun Arga ada apa dengan kamu. Kenapa sampai basah kuyup seperti ini?" tanya Tantri yang khawatir pada Arga.


"Tidak apa-apa ma, tadi ada masalah dengan mobil dan Alhamdulillah semuanya baik-baik saja dan ini hanya sedikit kenak air hujan saja," jawab Arga.

__ADS_1


"Sedikit bagaimana kamu bilang. Ini sudah basah kuyup seperti ini malah di bilang sedikit kami ini bagaimana sih," ucap Tantri yang geleng-geleng.


"Tidak apa-apa kok mah, hanya sedikit saja. Ya sudah mah kalau begitu aku pulang dulu. Ini sudah malam juga," ucap Arga yang harus pulang karena dia juga kedinginan dengan pakaian yang basah-basahan.


"Kamu tidak usah pulang. Kamu menginap di sini saja," ucap Hariyanto yang mengejutkan Risya sampai Risya melihat ke arah sang papa.


"Benar kata papa kamu. Lagi pula ini sudah malam, hujan deras pula dan kamu dalam keadaan basah kuyup seperti ini bagaimana mau pulang. Nanti kamu jadi kenapa-kenapa di jalan. Kamu menginap di sini saja. Lagian rumah ini juga rumah kamu," sahut Salmah yang setuju.


"Mah tapi," sahut Risya yang pasti protes.


"Ada apa Risya kamu tega melihat suami kamu pulang dalam keadaan seperti ini. Kalau suami kamu sampai kenapa-kenapa kamu bagaimana hah! Udah jangan aneh-aneh Arga akan menginap di sini," tegas Tantri.


"Tidak usah mah, aku pulang saja," sahut Arga yang tidak ingin mood Risya berantakan.


"Arga kamu jangan keras kepala. Jangan sampai gara-gara hanya seperti ini kamu sampai kenapa-kenapa," tegas Hariyanto.


"Tidak apa-apa Arga. Kamu hiraukan saja Risya, sekarang kamu masuk. Kamu punya bakulan di sini. Jadi kamu langsung ganti baju nanti kamu masuk angin," ucap Tantri yang sangat peduli dengan menantunya itu


"Baiklah mah," sahut Arga yang menurut saja dan memasuki rumah. Yang pasti Risya sangat tidak setuju dengan Arga yang menginap di rumahnya.


*********


Kenapa harus di kamar Risya sih mah!" protes Risya yang berdebat dengan Tantri yang pasti Risya tidak mau satu kamar dengan Arga.


"Arga itu suami kamu. Ya kalian berdua itu harus satu kamar," tegas Tantri.


"Ya tapi kan, sekarang kondisinya berbeda. Arga sama Risya lagi tidak baik-baik aja. Jadi mama jangan membuat mood Risya berantakan dan apa lagi dengan Risya satu kamar dengan Arga. Tinggal serumah saja Risya sudah malas," tegas Risya yang tidak terima Arga berada di kamarnya.

__ADS_1


"Jadi mama harus taruh Arga di mana?" tanya Tantri dengan menekan suaranya.


"Ya kan ada kamar tamu dan tidak seharunya berada di kamar Risya," tegas Risya.


"Kamar tamu lagi berantakan dan hanya kamar kami tempat Arga. Sudah kamu jangan protes, sekarang kamu masuk kamar kasih pakaian untuk suami kamu dan suruh ganti pakaiannya. Nanti dia yang adanya sakit," tegas Tantri.


"Risya tidak mau!" perotes Risya, "kalau Arga tetap di kamar Risya. Risya tidak mau tidur di sana," ancam Risya.


"Risya cukup!" bentak Hariyanto yang tiba-tiba datang.


"Kamu jangan seperti anak kecil. Kamu urus suami kamu," tegas Hariyanto.


"Tapi pah," sahut Risya.


"Jangan pakai tapi-tapi. Ini sudah malam, di luar hujan deras dan Arga sedang basah kuyup. Kamu mau bertanggung jawab dengan apa yang terjadi nantinya kalau Arga pulang hah!" ucap Hariyanto harus tegas pada Risya.


"Tidak ada yang menyuruhnya untuk mengantar Risya dan apapun yang terjadi itu bukan urusan Risya," tegas Risya yang tetap keras kepala.


"Kamu ini ya Risya benar-benar. Sekarang papa tidak mau mendengar protes kamu ini dan itu. Kamu masuk kekamar kamu sekarang juga," tegas Hariyanto yang penuh penekanan pada Risya.


"Tapi pah," protes Risya lagi dengan suara rengekannya.


"Masuk papa bilang!" tegas Hariyanto yang menunjuk atas anak tangga. Hariyanto sangat serius dan tidak menye-menye pada Risya.


"Isss, mama sama papa selalu saja seperti ini sangat menyebalkan," umpat Risya dengan penuh kekesalan dan langsung pergi meninggalkan tempat itu yang dengan terpaksa menuju kamarnya yang Arga sudah berada di sana.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2