MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 133 Marah-marah.


__ADS_3

Mereka masih menunggu di rumah sakit dan akhirnya Edo yang di tunggu-tunggu datang.


"Angela apa yang terjadi?" tanya Edo dengan panik.


"Mas Edo," sahut Angela.


"Bagaimana Putri? Apa yang terjadi pada Putri?" tanya Edo dengan panik.


"Putri masih di tangani Dokter. Aku juga tidak tau apa yang terjadi tiba-tiba saja Putri..." Angela sampai tidak bisa berkata-kata apa-apa.


"Tiba-tiba kenapa?" tanya Edo dengan panik dan penasaran.


"Putri..."


Belum sempat Angela berbicara Dokter keluar dari ruangan UGD dan Edo langsung menghampiri Dokter tersebut.


"Dokter bagaimana anak saya?" tanya Edo dengan cemas. Sama dengan Angela dan juga yang lainnya menunggu jawaban dari Dokter.


"Bapak orang tuanya?" tanya Dokter.


"Benar Dokter. Saya ayahnya," jawab Edo.


"Putri bapak masih kami tangani dan semoga saja kondisinya baik-baik saja," ucap Dokter.


"Apa yang terjadi padanya?" tanya Edo.


"Anak bapak mengalami Alergi yang sangat parah," jawan Dokter.


"Alergi!" pekik Edo dengan wajah paniknya.


"Iya. Mungkin bapak sebagai orang tua pasti tau penyebabnya dan sepertinya ini sudah pernah terjadi dan pasti tau Alergi apa itu," ucap Dokter. Edo masih terdiam dengan napasnya yang naik turun yang bertambah kaget dengan penjelasan dari Dokter.


"Kalau begitu saya permisi dulu! kami akan terus melakukan yang terbaik dan walau itu sangat sulit," ucap Dokter yang langsung pergi.


"Alergi. Jadi apa yang terjadi padanya akibat Alergi," batin Risya yang semakin panik.


"Kenapa bisa Alergi nya kambuh," gumam Edo dengan napas beratnya dan langsung melihat ke arah Angela.


"Angela apa yang terjadi. Putri seharian sama kamu apa ada yang tidak aku ketahui?" tanya Edo.


"Aku juga tidak mengerti mas, aku hanya main di rumah Risya dan kita hanya makan," jawab Angela yang sudah takut bahkan bicara sudah terbata-bata dengan tubuhnya yang bergetar.


"Makan! Apa yang di makannya. Dia makan bekal nya kan?" tanya Edo.

__ADS_1


"Putri, Putri makan apa yang kami masak," jawab Angela dengan takut-takut.


"Apa yang kamu masak?"


"Apa yang kamu berikan kepada putri?"


"Kenapa Alerginya sampai kambuh?"


Tanya Edo yang menguatkan suaranya.


"Masakan rumahan seperti biasa," jawab Angela.


"Yang jelas apa itu!" sentak Edo yang terlihat tidak bisa mengendalikan dirinya sampai membuat Angela kaget dan langsung menunduk.


"Edo kamu jangan marah-marah dulu," sahut Risya yang mendekati Edo dan Angela dengan berdiri di samping Angela.


Edo menghela napasnya dengan mencoba untuk tenang yang mengusap wajahnya dengan kedua tangannya dan beberapa kali mengatur napasnya.


"Kalau begitu katakan Angela apa yang di makannya?" tanya Edo sekali lagi yang mencoba mengecilkan suaranya.


"Jenis ikan, ayam, ada sayur dan makanan rumahan bukan salad," jawab Angela.


"Apah!" pekik Edo dengan terkejut mendengarnya.


"Maaf mas aku tidak tau," sahut Angela di pastikan sudah menangis.


"Makanya kamu bertanya dan tidak sembarangan ke pada Putri!" bentak Edo dengan suaranya yang menggelar.


"Cukup!" bentak Syarla yang langsung berdiri di antara Edo dan Angela yang tidak terima temannya di marahi.


"Kamu jangan marah-marah dengan Angela. Semua yang terjadi hanya kecelakaan dan bukan hanya salah Angela saja. Kami juga ada di sana," tegas Syarla.


"Benar Edo, kamu jangan marah hanya lada Angela saja. Kami juga ada di sana dan tidak tau kalau Putri Alergi," sahut Risya yang juga membela temannya itu.


"Kalian bilang ini hanya kecelakaan saja. Kalian lihat anakku di dalam sana seperti apa. Kalian ber-3 pikir ini main-main. Aku bisa kehilangan Putri. Dia itu Alergi dan tidak bisa makan sembarangan dan kalau kalian tidak tau jangan sok tau dan sembarangan memberikan makanan itu padanya," teriak Edo yang benar-benar tidak bisa mengendalikan dirinya.


"Mas maafkan aku," sahut Angela yang merasa bersalah.


"Cukup! Aku benar-benar tidak percaya Angela kalau kamu bisa melangkahi ku. Aku mempercayakan Putri kepadamu tapi kamu membuat seperti ini," ucap Edo yang tampak kecewa.


"Maafkan aku mas," sahut Angela memegang tangan Edo dan Edo langsung menepisnya.


"Pergi kalian dari sini!" usir Edo yang tampak marah.

__ADS_1


"Kalian bertiga berpikir ini hanya semua bencandaan, sangat lucu seperti biasa kalian akan menertawakanku. Kalian tidak tau apa-apa dan kamu Angela yang aku pikir akan paham. Ternyata salah," tegas Edo.


"Mas!"


"Aku bilang pergi!" bentak Edo.


"Angela sudahlah ayo kita pergi dulu!" ajak Risya.


Angela pasti berat rasanya untuk pergi. Risya dan Syarla memaksanya untuk pergi dari hadapan Edo yang sejak tadi tidak bisa mengendalikan diri.


"Arggh!" teriak Edo yang terlihat frustasi dengan memegang kepalanya. Dia juga terduduk dengan memukul-mukul lantai seolah sangat menyesalkan keadaan yang terjadi.


Angela yang yang masih di bawa temannya melihat kebelakang dan melihat keadaan Edo yang sangat memprihatinkan. Hal itu membuat Angela merasa bersalah di mana dia tidak pernah melihat Edo semarah itu.


************


Risya sudah kembali ke Apertemennya dan sekarang yang duduk di sofa bersama Arga dengan Risya menangis di pelukan Arga. Apa lagi kalau bukan Risya menceritakan apa yang terjadi.


"Sudahlah Risya sampai kapan kamu menangis seperti ini," ucap Arga.


"Bagaimana jika anak itu sudah tidak bernyawa lagi?" tanya Risya dengan tingkat parno nya yang naik.


"Kamu ini bicara apa sih," sahut Arga.


"Arga kata Dokter ini Alergi kedua yang di alami anak itu. Dulu pernah terjadi saat Putri berusia 3 tahun dan dia hampir kehilangan nyawanya dan setelah 7 tahun Putri kembali mengalami Alergi ini dan aku takut dia kenapa-kenapa," ucap Reya yang jelas pasti takut.


"Kamu, Syarla dan Angela tidak tau apa-apa. Jadi jangan menyalahkan diri kamu dengan sepenuhnya," ucap Arga yang menenangkan istrinya itu.


"Tapi Arga, aku tetap aja takut," ucap Risya.


"Sebaiknya kita kerumah sakit untuk melihat ke adaannya," ucap Arga menyarankan.


"Bagaimana dengan Edo. Dia pasti ada di sana dan akan mengamuk lagi, yang adanya aku akan di terkam," ucap Risya.


"Kita bicara baik-baik kepadanya dan juga minta maaf. Walau kamu dan teman-teman kamu tidak tau apa-apa mengenai Putri. Tetapi tetap saja kamu harus minta maaf dan semoga saja Edo juga bisa tenang," ucap Arga memberi saran.


"Kalau begitu kita bawa Angela juga. Dia juga dari tadi menangis terus dan pasti takut," ucap Risya yang sangat kasihan dengan temannya.


"Iya kita bawa Angela," sahut Arga yang setuju.


Dia harus turun tangan untuk menyelesaikan masalah kelalaian yang di timbulkan istrinya dan teman-teman istrinya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2