
Acara tersebut akhirnya selesai dan tadi Putri ingin menginap bersama Edo dan Angela. Awalnya Tasya sudah mengijinkan namun tiba-tiba tidak jadi dan tidak tau apa sebabnya. Jadi Putri tidak jadi menginap bersama Angela dan Edo.
Bram, Tasya dan Putri sudah kembali ke Apartemen.
"Apa maksud kamu tadi membela mantan suami kamu itu?" tanya Bram yang langsung membahas hal itu begitu mereka masuk dan Putri sudah pergi dari tempat itu.
"Aku tidak membela mas Edo. Aku hanya tidak mau kamu emosi di tempat itu dan akhirnya suasana kacau. Itu acara Risya dan tempat umum mas. Aku hanya tidak enak dengan Risya," jawab Tasya mencoba menjelaskan.
"Oh jadi maksud kamu aku ini adalah orang yang selalu membuat kacau, penuh dengan emosi. Apa kamu menganggap ku sebagai monster!" bentak Bram yang tersinggung dengan kata-kata Tasya dan semakin marah dengan wajahnya yang memerah.
"Aku tidak mengatakan seperti itu mas!" sahut Tasya.
"Diam!" bentak Bram dengan memukul meja dengan kuat membuat Tasya tersentak kaget.
"Kau sudah menikah dengan ku dan seharusnya kau itu membela suamimu dan bukan malah memojokkannya di depan umum!" teriak Bram dengan menunjuk Tasya.
"Aku tidak bermaksud mas!" sahut Tasya dengan suaranya yang bergetar yang takut pada Bram.
"Kau itu sama saja dengan anakmu yang selalu membangkang dan tadi jika aku tidak melarangmu membiarkan dia bersama Edo. Mungkin anakmu itu sudah ada di sana. Kau benar-benar tidak pernah menghargaiku yang apa-apa melakukan sendiri tanpa meminta izin!" tegas Bram.
"Kamu salah paham mas," sahut Tasya.
"Kau pikir aku bodoh!" teriak Bram membuat Tasya kembali terkejut dengan memejamkan matanya.
"Kepala ku sakit berada di rumah ini!" tegas Bram yang langsung pergi.
"Mas kamu mau kemana?" tanya Tasya mengejar Bram dengan memegang tangan Bram.
"Mas ini sudah malam kamu mau kemana lagi?" tanya Tasya.
"Itu bukan urusanmu!" tegas Bram menepis kasar tangan Tasya.
"Tapi mas!" Tasya kembali memegang tangan Bram untuk menghentikan kepergian Bram. Namun Bram melepas dengan lebih kasar sampai menampar pipi Tasya.
Plakkkk
__ADS_1
Tamparan itu melayang ke pipi Tasya membuat Tasya memegang pipinya.
"Jangan membuatku menghabisimu malam ini. Kau sudah membuatku marah. Jadi jangan membuatku lebih murka lagi!" tegas Bram dengan menunjuk Tasya dan Bram langsung pergi.
Sementara Tasya diam di tempatnya yang mendapatkan tamparan panas itu dengan air matanya yang mengalir di pipi yang perih itu. Tampaknya hal itu buka pertama kali dan makanya Tasya terlihat tidak schok saat di tampar suaminya yang sudah 2 Minggu di nikahinya itu.
Di balik pertengkaran suami istri itu ternyata Putri melihatnya. Putri berjongkok di balik dingding dengan menutup mulutnya yang menangis dan takut suaranya kedengaran. Mungkin juga Putri sering mendengar dan melihat pertengkaran Tasya dan Bram.
***********
"Apa-apaan sih Tasya!" kesal Edo yang sembari menyetir.
"Aku juga tidak paham dengannya. Tadi sudah mengijinkan Putri menginap bersama kita dan tiba-tiba saja berubah," sahut Angela yang juga penuh dengan kebingungan.
"Sudah menikah begitu saja. Tidak memberiku waktu dengan Putri. Aku tidak tau apa sebenarnya yang ada di kepala Tasya. Kenapa dia berubah secepat itu," ucap Edo begitu kesalnya dengan Tasya.
Angela juga tidak bisa mengatakan apa-apa. Dia tau kemarahan Edo. Karena Tasya yang plin-plan dan juga tidak dapat di pahami. Jadi wajar saja jika Edo marah-marah sepanjang jalan menuju rumah mereka.
Ya pasti karena Bram yang melarang Tasya untuk membiarkan Putri bersama Angela dan Edo. Mungkin saja Bram takut jika Putri akan mengatakan hal-hal yang sering terjadi. Karena saat di acara Risya saja. Tadi Putri terlihat aneh dan tiba-tiba menangis. Mungkin rindu dengan Edo hal yang wajar. Namun sebelum-sebelumnya juga tidak seperti itu.
************
Risya berbaring di sofa bersama Tantri. Dengan kepala Risya berada di paha Tantri. Tantri membelai-belai rambut Risya. Risya mengatakan tidak bisa tidur. Jadi rambutnya ingin di belai-belai agar bisa bangun.
"Mama tadi tidak sempat bicara dengan Putri. Mereka pulangnya terlalu cepat," ucap Tantri.
"Tadi juga seharusnya Putri itu menginap di tempat Angela dan Edo. Tetepi tidak jadi. Tasya sangat cepat berubah pikiran. Aku juga merasa ada yang aneh," sahut Risya.
"Aneh. Aneh apanya?" tanya Tantri.
"Mama taukan kalau Tasya dan Bram sudah menikah dan tidak tau apa maksudnya pernikahan mereka itu seperti diam-diam," ucap Risya menurut pendapatnya.
"Kenapa kamu mengatakan seperti itu?" tanya Tantri.
"Risya tidak bisa menjelaskannya mah. Karena Risya sendiri juga bingung mau menjelaskan dari mana. Intinya Risya merasa ada yang aneh dengan Putri," ucap Risya.
__ADS_1
Tantri tidak mengatakan apa-apaa atas tanggapan Risya. Sejujurnya dia sendiri juga merasa ada sesuatu yang aneh. Dia acara Risya, Tantri sama sekali tidak punya kesempatan untuk bertemu dengan Putri dan bagaimana dia tidak juga kepikiran dengan semua hal itu.
"Aku harus menyelidiki sesuatu. Jika benar pernikahan Tasya dan Bram membuat perubahan pada Putri. Aku harus bertindak. Kasihan jika hal itu terjadi," batin Risya yang terus saja kepikiran dengan Putri.
***********
Sementara Bram yang bertengkar dengan Tasya langsung ke Club menghabiskan waktunya. Dengan Bram yang minum-minum di temani wanita-wanita yang menggodanya. Ada 2 wanita di kanan dan kirinya yang menemaninya minum sembari Bram merokok.
Hal seperti ini mungkin kerap kali di lakukan Bram. Namun apa Tasya mengetahuinya atau tidak hal itu yang tidak dapat di ketahui.
Ternyata di bar yang sama. Ada juga Syarla yang melihat di sekelilingnya sembari memegang ponselnya yang sepertinya Syrala sedang mencari-cari seseorang.
"Di mana Rima. Katanya ada di sini," gumamnya dengan hidungnya yang mengkerut. Karena tidak tahan dengan bau alkohol. Syarla bukan orang yang suka ke bar dan minum-minum. Jadi wajar datang ketempat itu membuatnya tidak nyaman.
"Kalau bukan karena dokumen itu. Ogah banget datang ketempat ini," Syarla terus mengeluh kesal. Karena sejak tadi tidak melihat orang yang di carinya.
Sampai akhirnya mata Syrala tertuju pada satu arah yaitu Bram dengan wanita-wanitanya yang membuat Syrala kaget.
"Astaga bukannya itu Bram!" ucapnya dengan wajah kagetnya.
"Apa yang di lakukannya? Dan siapa 2 wanita itu. Bukannya dia sudah menikah dengan Tasya? Lalu kenapa bisa melakukan hal itu. Berada di tempat ini, minum dan di temani wanita-wanita?" Syrala kebingungan dengan bertanya-tanya dengan apa yang di lakukan Bram. Hal aneh menurutnya Bram berada di tempat seperti itu.
"Gila ini sudah nggak benar. Pasti ada yang tidak beres ini," Syrala geleng-geleng kepala dan langsung mengambil gambar Bram yang bersama wanita lain.
Syrala juga tidak tau untuk apa foto itu yang penting di ambilnya saja dulu dan nanti juga pasti ada gunanya.
"Syarla!" tiba-tiba seorang wanita menegur Syrala membuat Syrala kaget.
"Rima kamu ngagetin aja," sahut Syrala mengusap dadanya.
"Maaf aku tidak bermaksud," sahut Rima.
"Ya sudah mana dokumennya?" tanya Syrala.
"Ayo ikut denganku," sahut Rima dan Syrala mengikut saja yang penting dia sudah mengambil gambar Bram dengan wanita lain.
__ADS_1
Bersambung