MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 135.


__ADS_3

Setelah kerumah sakit untuk melihat keadaan Putri. Risya dan Arga kembali pulang kerumah dengan keadaan mereka yang kelihatan tidak bersemangat. Baik Arga dan juga Risya. Risya paling parah yang duduk lemas di pinggir ranjang.


"Kamu memikirkan apa?" tanya Arga yang berjongkok di depan istrinya dengan memegang pipi Risya.


"Aku merasa berdosa," karena Risya.


"Karena apa?" tanya Arga.


"Karena Putri?" tebak Arga. Risya menganggukkan kepalanya. Karena memang dia merasa berdosa karena Putri.


"Bukan hanya Putri tapi pada Edo juga. Kita semua salah paham kepada-nya. Kita menganggapnya aneh dan tidak tau ternyata dia tidak aneh. Dia bahkan rela menjadi orang lain. Rela mengubah pola hidupnya yang pasti tidak mudah. Hanya karena Putri. Dia berkorban banyak karena Putri," ucap Risya.


"Sangat wajar Arga dia semarah itu Angela, juga aku dan Syarla. Dia sangat takut kehilangan Putri dan kita hanya menganggap semua itu biasa saja," ucap Risya dengan wajahnya yang begitu murung.


"Risya aku tau perasaan kamu dan iya bukan hanya kamu yang kepikiran. Tetapi aku juga. Aku kepikiran dengan apa yang terjadi pada kamu, Putri juga dan juga menyesal menganggap Edo aneh dan ini itu. Ya kita semua tidak tau apa yang terjadi dan kita semua salah sangka padanyanya. Dan apa yang terjadi pada Putri mari kita jadikan pelajaran," ucap Arga dengan bijak.


"Sudahlah Risya, kita sudah tau kebenarannya dan kebenaran itu membuat kita menyesal. Kita berdoa saja semoga Putri baik-baik aja dan kita di beri kesempatan untuk menebus kesalahan ini," ucap Arga.


Risya menganggukkan kepalanya yang memang apa yang di katakan Arga itu ada benarnya dan lebih baik berserah saja.


"Ya sudah sekarang kita istirahat. Kita besok harus bekerja lagi," ucap Arga.


"Aku juga masuk?" tanya Risya. Arga menganggukkan kepalanya. Wajah Risya langsung terlihat manyun.


"Masa iya aku libur hanya sehari saja," keluh Risya.


"Mau libur lagi?" tanya Arga. Risya menganggukkan kepalanya.


"Bagaimana kalau jangan kerja lagi. Bagaimana kalau kamu tetap di rumah," ucap Arga.


"Kamu memecatku?" tanya Risya.


"Tidak memecat Risya. Aku hanya berpikir saja. Kamu sebaiknya tidak usah bekerja lagi. Kamu di rumah saja dan biar aku yang kekantor," ucap Arga yang tiba-tiba memikirkan hal itu.


"Ihhhh, kalau aku di rumah terus. Aku yang adanya bakal bosan," protes Risya.


"Lalu maunya bagaimana. Kerja males, di suruh di rumah protes," ucap Arga.


"Hmmm, aku pengen kerja jangan setiap hari," ucap Risya.


"Risya walau kamu istriku dan aku CEO di Perusahaan itu dan papa pemiliknya. Bukan berarti kamu bisa kerja dengan jadwal yang tidak bagus, terkadang masuk dan terkadang tidak. Nanti itu akan menjadi contoh yang buruk untuk karyawan yang lainnya. Jadi kalau mau tetap di Perusahaan kamu harus mengikuti peraturan yang ada dan karena aku suamimu aku memberi kemudahan untuk bekerja tidak 5 hari tetapi 4 hari dalam seminggu. Itu sudah yang terbaik untuk kamu," ucap Arga.

__ADS_1


"Iya juga sih," sahut Risya.


"Jadi bagaimana, mau tetap kerja atau di rumah?" tanya Arga yang ingin memastikan keinginan istrinya.


"Kalau kamu pengennya aku bagaimana?" tanya Risya balik.


"Aku terserah kamu. Tetapi aku mendapat keuntungan. Jika kamu tetap bekerja. Jadi kita berdua bisa bersama terus," ucap Arga yang membuat Risya tersenyum mendengarnya.


"Iya juga sih. Kalau begitu aku mau kerja tetap di Perusahaan. Tapi kamu harus selalu memberikan hal-hal special untukku. Ya seperti bonus-bonus istirahat yang tidak sama dengan yang lainnya dan juga pekerjaan yang ringan-ringan," ucap Risya.


"Baiklah Risya. Aku pasti akan memberikan bonus-bonus itu diam-diam. Siapa tidak ada kecemburuan dari karyawan lain," sahut Arga.


"Issss, biarin aja mereka cemburu. Mereka itu seharusnya paham. Aku itu istri atasan mereka dan wajar dong kalau aku di buat special oleh suamiku dan mereka tidak boleh marah apa lagi iri ya cari suami sendiri,"" ucap Risya.


"Iya-iya," sahut Arga dengan tersenyum geleng-geleng. Risya hanya tersenyum saja.


"Ya sudah kita sekarang istirahat," ucap Arga.


Risya menganggukkan kepalanya dengan Risya yang tersenyum dan mereka sama-sama menaiki ranjang dengan posisi tidur mereka yang sama-sama bahagia satu sama lain.


***********


Angela berada di dalam mobil. Di mobil yang berhenti di pinggir jalan di depan mini market. Angela duduk di kursi penumpang dengan wajahnya murung yang sebentar-sebentar mengusap wajahnya dan hembusan napas beratnya yang keluar.


"Maa Edo!" sahut Angela dengan wajah kagetnya yang duduk di samping Edo dengan Edo yang begitu dingin dan sama sekali tidak melihat ke arahnya.


"Aku butuh waktu Angela untuk menengakan diri. Termasuk apa yang terjadi hari ini. Aku butuh waktu banyak Angela dan semua ini tidak mudah. Kamu harus mengerti dengan keadaan ini," jelas Edo dengan datar.


"Tetapi aku ingin menebus kesalahanku pada Putri," ucap Angela yang memegang tangan Edo. Namun Edo langsung melepas dengan perlahan.


"Dia anakku dan kamu tidak akan mengerti apa-apa," ucap Edo.


"Tapi mas," sahut Angela.


"Tolong Angela jangan membuatku semakin marah. Kita bisa sendiri-sendiri. Aku harus fokus untuk Putri," ucap Edo.


Pernyataan Edo seakan pernyataannya halus dalam berakhirnya hubungan Angela dan Edo.


Angela menyeka air matanya mengingat apa yang di katakan Edo di rumah sakit saat itu. Angela membuang perlahan panjangnya.


Bruk.

__ADS_1


Pintu mobil di buka yang ternyata Syarla yang memasuki mobil tersebut.


"Ini minum dulu!" ucap Syarla yang memberikan air mineral untuk Angela.


"Makasih ya Syarla," ucap Angela. Syarla hanya mengangguk saja.


"Kamu lagi mikirin apa?" tanya Syarla.


"Sepertinya hubunganku akan berakhir dengan mas Edo," ucap Angela.


"Kenapa bicara seperti itu?" tanya Syarla.


"Aku melakukan kesalahan besar dan sudah tau konsekwensinya," jawab Angela.


"Ya ampun Angela apa yang terjadi bukan hanya kesalahan kamu saja dan lagian masa iya Edo harus memutuskan kamu hanya karena hal ini," ucap Syarla yang merasa Edo terlalu berlebihan.


"Dia begitu menyayangi Putri dan kamu juga dengar sendiri apa yang di katakannya. Bahkan dia berpisah dari istrinya karena hal ini. Istrinya yang melahirkan anaknya dan apalagi aku dan pasti mas Edo tidak akan bisa memaafkan ku," ucap Angela yang pasrah dengan hubungannya dengan Edo kekasihnya itu.


"Iya juga sih. Aku juga kaget dan tidak percaya kalau ternyata Edo selama ini mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya dan penuh pengorbanan pada anak semata wayangnya dan wajar sekali dia begitu marah kepada kita semua karena masalah Putri," ucap Syarla yang baru kepikiran dengan hal itu.


"Tetapi ya Angela aku lihat-lihat Edo itu sayang banget sama kamu. Di juga kalau di perhatikan semakin lama, orangnya memang sangat peduli dan orang yang pemerhati. Dan aku juga lihat ketulusannya dan keseriusannya sama kamu. Jadi tidak mungkin kalau itu akan mengakhiri hubungan kalian," ucap Syarla.


"Tetapi dia sudah mengatakan itu," sahut Angela.


"Mengatakan! Maksudnya mengatakan apa?" tanya Syarla.


"Dia mengatakan sebaiknya kita sendiri-sendiri dulu. Karena dia butuh waktu untuk semua yang terjadi," jawab Angela.


"Ya bukan berarti kamu sama dia akan putus Angela. Mungkin memang perlu waktu," sahut Syarla yang berpikir positif.


"Tetapi aku merasa tidak ada harapan untuk hubungan kami," ucap Risya.


"Jangan berkata seperti itu. Kamu harus berpikir positif dan harus percaya. Jika semuanya pasti baik-baik aja," ucap Syarla.


"Entahlah Syarla dari semua yang terjadi aku hanya menyesal dengan semuanya," ucap Angela.


Syarla mengusap-usap bahu Angela dan berusaha untuk menenangkan Angela.


"Aku mengerti perasaan kamu dan percayalah semuanya akan baik-baik saja. Kita berdoa saja yang terbaik untuk Putri dan semoga Putri tidak apa-apa dan Edo bisa membuka pintu maaf untuk kita semua," ucap Syarla.


Angela hanya diam yang pasti juga mengharapkan hal yang sama.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2