
Ternyata sandiwaranya tetap terjalin dan tidak tau ini sandiwara atau tidak lagi yang pada intinya sekarang sandiwara terjalan sampai pada kenyataannya mereka makan siang langsung di salah satu Restaurant Jepang dan Restaurant tersebut adalah Restaurant favorit Arga dan Risya sewaktu pacaran dan bahkan Risya juga pernah kencan di sana dengan pria lain.
Ke-2nya sudah menikmati makanan yang mereka pesan. Makanan yang pasti makanan yang menjadi favorite mereka.
"Kenapa kau bertemu Rachel di Club?" tanya Arga sembari mengunyah makanannya.
"Aku juga tidak tau kenapa tiba-tiba bertemu dia di sana," sahut Risya.
"Lalu kenapa kau itu dengan suka-suka mu yang pergi begitu saja dari kantor tanpa izin dari kantor dan juga aku?" tanya Arga yang mengintrogasi Risya.
"Aku itu hanya sekalian tadi. Lagian aku juga tidak pernah minta izin padamu untuk keluar dari kantor. Jadi apa yang salah," sahut Risya yang menjawab dengan selow.
"Semuanya jelas salah. Karena kita itu sudah menikah dan kau itu harus minta izin padaku. Mau kemana kau pergi!"tegas Arga dengan wajahnya yang serius dalam berbicara pada Risya sampai Risya harus melihat Arga dengan serius juga. Namun Risya langsung tertawa yang membuat Arga mengkerutkan dahinya yang melihat Risya apa yang lucu.
"Kenapa kau tertawa?" tanya Arga.
"Ya ampun Arga. Kau itu sebenarnya ingin memainkan peran apa sih. Tidak ada orang di sini hanya kita berdua dan jangan main peran suami-suami-an itu sangat geli," sahut Risya dengan menggedikkan bahunya yang terasa geli dengan perkataan Arga.
"Ini bukan peran Risya," sahut Arga dengan suara dinginnya membuat tawa Risya langsung hilang seketika. Ketika melihat Arga yang memang sangat serius bicara kepadanya.
"Jika bukan peran. Lalu apa?" tanya Risya yang pasti ingin tau jawabannya.
"Aku tidak harus menjelaskan kepadamu. Aku tegaskan kepadamu untuk yang pertama kali dan yang terakhir kalinya. Kau itu istriku dan biasakan setiap ingin kemanapun kau harus mengabariku dan biasakan kau itu harus meminta izin kepada ku terlebih dahulu dan tanpa banyak protes," tegas Arga dengan suara dinginnya yang sangat serius bicara pada Risya.
"Apa itu termasuk salah satu point dalam kontrak pernikahan kita?" tanya Risya.
"Itu peraturan dari ku sendiri dan tugasmu hanya mengikutinya dan jangan pernah kau temui Rachel atau bicara kepada-nya," tegas Arga dengan penuh penekanan.
"Kenapa aku tidak boleh bertemu dengan Rachel dan kenapa kamu boleh menemuinya?" tanya Risya.
"Risya apa tidak bisa setiap apa yang aku katakan. Kau tidak perlu bertanya apa alasannya," ucap Arga.
"Aku hanya ingin tau alasannya," sahut Risya.
__ADS_1
"Jika kau merasa Rachel musuhmu. Maka jangan temui dia. Kau memang pintar dan tidak takut padanya. Tetapi kau terlalu sering menganggap remeh Rachel sampai kau akan memberi kesempatan banyak kepadanya untuk memanfaatkan kelemahan mu," jelas Arga dengan penegasannya.
"Apa kamu sangat mengkhawatirkan ku?" tanya Risya yang ingin tau kesimpulan dari semua perkataan Arga.
"Jika aku tidak khawatir. Aku tidak mungkin mengatakan ini. Jadi aku sangat khawatir padamu dan maknanya bicara seperti ini kepadamu," jawab Arga dengan serius yang membuat Risya tersenyum tipis. Tumbennya Arga tidak gengsi dan bahkan wajahnya itu seperti Pria yang sangat takut istrinya kenapa-kenapa.
"Makan kembali dan lain kali dengarkan kata-kata ku," ucap Arga. Risya menganggukkan kepalanya yang tumben-tumben nya menurut begitu saja pada Arga tanpa protes lagi.
**********
Arga yang berada di dalam mobil yang duduk di kursi belakang. Namun tidak ada supir di depan dan Arga hanya fokus saja pada tabletnya.
Toko-tok-tok-tok.
Tiba-tiba pintu di bagian pintu di bagian sebelah Arga di ketuk oleh supirnya dan Arga menurunkan kaca mobilnya. Arga melihat supirnya bersama dengan Pria yang berbadan tegap dan pria itu adalah orang yang di lihat Risya bersama dengan Rachel.
"Masuklah!" titah Arga. Pria itu mengangguk dan supir langsung membukakan pintu dan menyuruh pria itu masuk dan duduk di samping Arga. Tidak tau kenapa Arga mengenal Pria itu dan menyuruh Pria itu masuk saja.
"Baiklah. Rachel memang menemuiku di Club kemarin dan istri tuan juga melihat hal itu," ucap pria itu yang tidak tau siapa namanya.
"Untuk apa dia menemuimu?" tanya Arga.
"Rachel menyuruh saya untuk tutup mulut atas apa yang terjadi 4 tahun lalu. Yang terjadi pada Nona Risya istri tuan," jawab pria itu.
"Dan katakan apa yang terjadi?" tanya Arga.
"Istri tuan saat itu merayakan ulang tahun bersama dengan 2 temannya dan tiba-tiba wanita yang bernama Rachel datang kepada saya dan menyuruh saya untuk mencampurkan obat pada minuman Nona Risya sampai Nona Risya mabuk berat dan bahkan tidak sadarkan diri!" jelas Pria itu.
"Lalu apa yang terjadi lagi?" tanya Arga.
Pria itu mengeluarkan handphonnya dan langsing memperlihatkan rekaman Cctv pada Arga dan Arga langsung melihatnya.
"Saya tidak tau apa yang terjadi setelah itu. Tetapi di sana bisa di lihat Nona Risya mabuk berat dan di meja lain ada Pria lain yang juga mabuk," jelas Pria itu.
__ADS_1
"Samuel," batin Arga.
"Rachel juga menyuruh saya untuk mencampurkan obat ke minuman Pria itu dan saya juga tidak tau obat apa itu dan membuat Pria itu juga mabuk dan bisa di lihat di sana. Ada beberapa pria yang membawa Nona Risya dan juga Samuel keluar dari dalam Club dalam keadaan mabuk," jelas Pria itu yang menceritakan keadaan yang sebenarnya.
"Lalu kemana 2 teman Risya?" tanya Arga dengan tangannya yang sudah terkepal melihat kejadian yang sebenarnya.
"Bisa di lihat gerak-gerik Rachel waktu itu seperti apa. Dan 2 temannya yang tiba-tiba saja pergi," jawan Pria itu yang hanya menjelaskan dengan apa yang di ketahuinya.
"Jadi benar kata Risya jika Rachel adalah dalang dari semuanya. Rachel memang menjebak Risya. Lalu apa yang terjadi di dalam Apartemen," batin Arga dengan penuh amarah.
"Hanya itu yang saya ketahui. Jika Rachel yang menjebak Nona Risya dengan membuatnya mabuk dan pergi bersama pria itu dan Rachel menemui saya untuk menutup mulut atas apa yang terjadi," jelas Pria itu.
"Baiklah kalau begitu terima kasih atas pekerjaan mu dan informasinya!" sahut Arga yang sedikit lega. Walau dia masih takut. Jika di Apartemen Risya dan Samuel sempat berhubungan. Padahal dulu Arga menjudge Risya dengan berselingkuh dengan Samuel dan menuduhnya yang tidak-tidak.
"Saya permisi!" ucap Pria itu.
"Silahkan bayaranmu silahkan ambil," ucap Arga yang memerintahkan pada anak supirnya.
"Baiklah!" sahut Pria itu yang langsung keluar dari dalam mobil dan Arga menghela napas kasar dengan memijat kepalanya yang semakin berat.
"Arg!" umpat Arga dengan memukul jok mobil dengan penuh emosi.
"Jadi semua ini benar-benar ulahmu Rachel," umpat Arga yang riasanya ingin membunuh Rachel.
Ternyata diam-diam Arga juga menyelidiki apa yang terjadi ya otaknya baru kepikiran saja untuk mencari tau kebenarannya dan memberi Risya kesempatan. Namun di sisi lain Arga mencari tau apa yang terjadi sebenarnya tanpa sepengatuhaan Risya.
Pria yang di bayar Rachel pun di cari Arga dan justru Arga yang terlebih dahulu bertemu dengan pria itu sebelum Rachel dengan Arga yang terlebih dahulu bekerja sama dan membayar pria itu dengan harga yang fantastis dan mengapa Pria itu menerima tawaran Rachel juga. Karena itu bonus juga yang di berikan Arga.
Jadi makanya Arga santai-santai saja sewaktu Risya memberitahu lewat telpon bahwa bertemu dengan Rachel. Karena sebenarnya Arga sudah tau terlebih dahulu dan ikut bersandiwara seperti Risya karena Arga tau situasinya seperti apa.
Mungkin sudah waktunya bagi Arga harus tau apa yang benar dan makanya Arga juga gerak sendiri.
Bersambung
__ADS_1