
Risya, Arga dan Hariyanto sampai kerumah Hariyanto dan mereka langsung memasuki mobil.
"Kalian sudah pulang!" sahut Tantri yang berada di ruang tamu.
"Mama," sahut Risya yang langsung berlari dan duduk di samping mamanya dengan memeluk manja Tantri. Sementara Arga dan Hariyanto hanya pasrah dengan Risya yang kadang-kadang memang merasa masih anak kecil. Hariyanto DNA Arga pun menyusul untuk duduk di ruang tamu.
"Ada apa ini Risya. Tumben sekali kamu peluk-peluk mama. Biasanya juga papa kamu yang kamu peluk dan mama di anggap musuh," sindir Tantri yang memang Risya jauh lebih manja dan dekat pada Hariyanto. Kalau Tanti itu temannya bertengkar dan apa lagi sebelum Risya menikah tidak ada hari tanpa perang dengan mamanya itu.
"Issss mama nggak boleh ngomong gitu. Ya anak itu memang harus peluk mamanya. Risya itu sayang kok dua-duanya. Mana ada anggap mama musuh," ucap Risya dengan suara manjanya.
"Iya-iya deh. Awas aja kalau setelah ini akan ada maunya. Sampai kamu nangis darah pun tidak akan mama berikan," ucap Tantri.
"Issss mama kejam banget sih sama anak sendiri. Bagaimana Risya tidak lebih sayang sama papa," ahaut Risya kesal.
"Ya sudah sana peluk papa kamu, dekat sana. Jangan sama mama," ucap Tantri. Risya mendengarnya hanya semakin sewot dengan mulutnya yang mengkerut.
Arga dan Hariyanto saling melihat dan hanya tersenyum saja.
"Kalian berdua menginap di sini ya," ucap Tantri.
"Iya mah aku sama Risya memang akan menginap di sini," jawab Arga.
"Hmmm, bagus lah. Oh iya bagaimana pertemuan kalian dengan teman papa kalian?" tanya Tantri.
"Lancar kok mah dan sepertinya hasilnya juga akan naik. Ya kita doakan saja semoga Edo bisa menang," sahut Arga yang pasti berharap yang baik-baik.
"Mama juga berharap seperti itu. Jangan sampai hak asuh Putri jatuh pada ibunya. Sayang sekali kalau sampai terjadi. Anak itu sangat lucu dan menggemaskan dan mengingat Risya waktu kecil. Cerewet sama. Sok banyak taunya," ucap Tantri.
"Mama bisa-bisanya samakan Risya dengan anak kecil," sahut Risya kesal.
"Ya namanya kamu dulu kecil dulu baru dewasa," sahut Hariyanto.
"Ya jangan sama Putri juga kali," sahut Risya yang tidak mau di samakan dengan Putri.
"Sudah-sudah sayang. Sekarang sebaiknya kita istirahat saja. Ini sudah malam," sahut Arga.
"Iya aku juga udah ngantuk," jawab Risya.
"Ya sudah mah, aku sama Risya ke kamar dulu ya," ucap Arga.
"Iya," jawab Tantri dan Hariyanto. Risya dan Arga pun langsung kekamar.
__ADS_1
"Papa mau di buatin kopi?" tanya Tantri.
"Boleh juga mah," sahut Hariyanto.
"Ya sudah mama buat sebentar ya," ucap Tantri. Hariyanto menganggukan kepalanya dan menunggu kopi buatan sang istri.
************
Risya dan Arga yang berada di kamar yang sudah malam. Arah duduk di pinggir ranjang dengan melihat ponselnya. Sementara Risya yang sudah tidur. Namun karena Arga yang belum tidur membuat Risya terbangun dan melihat suaminya itu masih sibuk.
Risya menguap dengan menutup mulutnya dan mengucek matanya. Lalu langsung duduk yang memeluk suaminya dari belakang dengan kedua lututnya menyentuh tempat tidur.
"Sayang kenapa kamu belum tidur," ucap Risya dengan suara beratnya yang menahan kantuk.
"Aku hanya mengecek emai masuk," jawab Arga.
"Apa nggak bisa besok pagi. Kenapa juga harus malam ini. Aku jadi tidur sendirian," ucap Risya dengan manja.
Arga tersenyum dengan menoleh kesampingnya melihat istrinya itu dengan wajah mereka berdekatan.
"Ini istrinya siapa sih. Kenapa manja sekali?" tanya Arga dengan menggesek-gesekkan hidungnya dengan hidung Risya.
"Kalau kalau istrinya Arga. Apa harus se manja ini?" tanya Arga.
"Memangnya kenapa? Kan aku manjanya pada suami sendiri. Bukan suami orang," jawab Risya.
"Iya deh yang seperti anak kecil," sahut Arga.
"Udahlah sekarang ayo tidur aku sangat mengantuk," ucap Risya dengan manjanya.
"Tapi aku keloni ya," ucap Arga dengan menaikkan 1 alisnya.
Risya menarik ujung bibirnya dengan menggelengkan kepalanya.
"Tidak mau?" tanya Arga. Risya kembali menggelengkan kepalanya.
"Aku ngantuk dan mau tidur," sahut Risya.
"Ya sudah sayang kita tidur," ucap Arga membuat Risya mengangguk dan Arga langsung menghentikan pekerjaannya demi istrinya itu dengan mereka sama-sama merebahkan diri di atas ranjang dan Risya langsung memeluk Arga dengan wajahnya mendarat di dada bidang Arga.
Arga tersenyum dengan mencium pucuk kepala Risya dan perlahan Arga juga memejamka matanya dengan memeluk sangat erat istrinya yang manjanya semakin lama semakin bertambah.
__ADS_1
**********
Mobil Angela berhenti di depan sekolah Putri saat ingin keluar dari mobil. Angela melihat Tasya yang berbicara di depan sekolah bersama Putri yang memang Putri sudah pulang sekolah.
"Tasya. Ngapain dia di sini," batin Angela yang langsung buru-buru keluar dari mobil.
"Putri harus pulang sama mama," bujuk Tasya.
"Papa bilang yang jemput Putri itu hanya mama Angela dan papa juga tidak memperbolehkan Putri untuk bertemu mama," jawab Putri dengan polosnya yang memang apa yang di katakan itu yang di dengarkannya.
"Putri. Tapi mama adalah mama kandung kamu dan seharusnya kamu itu sama mama bukan orang lain. Hanya mama yang sayang pada kamu," ucap Tasya dengan penuh penekanan.
"Tidak kok. Mama Angela jauh lebih sayang sama Putri dan selalu ada untuk Putri," jawan Putri dengan jujur.
"Tapi apapun itu kamu harus pulang sama mama," ucap Tasya menegaskan yang memegang tangan Putri yang memaksa Putri. Namun sebuah tangan menghentikan Tasya dan melepaskan tangan Tasya dari Putri.
Tasya kaget mendapatkan perlakuan itu dan melihat siapa yang melakukannya.
"Kau tidak seharusnya memaksa anak kecil," ucap Angela menekankan.
"Kau. Berani sekali kau memperlakukan ku seperti ini," sahut Tasya yang tidak Terima dan sementara Putri berada di belakangnya Angela yang takut dengan Tasya.
"Aku akan lebih melakukan hal yang tidak terduga jika kau berani mengganggu, memaksa Putri lagi," ucap Angela penuh penekanan.
"Kau mengancamku. Kau pikir kau siapa. Aku ibu kandungnya dan aku yang berhak atas dirinya," sahut Tasya penuh penegasan.
"Ini bukan masalah ibu kandung. Tetapi kau tidak lupa. Jika mas Edo melarangmu untuk bertemu dengan Putri. Jadi kata ibu kandungmu tidak terpakai saat ini. Karena hanya aku yang berhak atas Putri," tegas Angela.
"Jangan mimpi kamu Angela. Pengadilan akan menjatuhkan hak asik Putri kepadaku," tegas Tasya dengan percaya dirinya.
"Kalau begitu mari kita buktikan. Dan kamu jangan pernah mencoba untuk memaksa Putri lagi," tegas Angela memberikan peringatan.
"Ayo Putri kita pulang," ajak Angela. Putri mengangguk dan pasti mau di ajak pulang.
"Sial!" umpat Tasya yang hanya bisa kesal dengan kepergian Angela dan Putri
Bersambung
...Jangan Lupa mampir Ya. Beri vote yang banyak. Hadia. tinggalkan like koment. Semoga berkah ya....
__ADS_1