MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 130


__ADS_3

Masih tetap berada di Apartemen Risya dan Arga. Risya, Syarla dan Angela yang sedang masak-masak ala kadarnya. Sebentar mereka itu hanya random saja. Ke-3 nya juga tidak ada yang bisa masak. Tetapi ya cari-cari kerjaan aja supaya tidak jenuh. Jadi mereka memasak dan pasti lebih banyak ngobrolnya dari pada masak.


Seperti contoh sekarang ini di mana mereka yang duduk dengan memotong-motong sayur sembari merumput pasti sedang membicarakan Putri yang sejak tadi duduk di Sofa yang Fokus pada tabletnya.


"Ngapain sih Angela kamu ajak anak Edo kemari?" tanya Risya.


"Tau nih, gue jadi di ceramahi lagi sama bocah kayak gitu," ucap Syarla yang masih mengingat gara-gara dia di gurui Putri anak Edo yang tidak jauh dari bapaknya kelakuan dan sifatnya.


"Ya namanya juga dia tidak ada temannya. Tadi itu aku ingin pergi sendiri ke rumah Risya. Tiba-tiba Edo menelpon dan ternyata gurunya memberitahu jika Putri sedang menangis di sekolah. Ya sudah aku hanya datang buat ngecek doang. Tuh anak malah diam aja dengan wajahnya yang cemberut itu. Ya aku tidak tega. Jadi dari pada aku anterin pulang kerumahnya mending sama aku aja," jelas Angela.


"Memang kenapa dia menangis?" tanya Risya.


"Biasalah namanya juga anak-anak. Apa lagi jika bukan karena Putri di jauhi teman-temannya. Karena tidak ada yang mau berteman dengannya. Ya mungkin teman-temannya merasa tidak asyik aja dengan Putri," jawab Angela.


"Karena kelakuannya ya yang sok pintar itu," tebak Syarla.


"Bisa jadi. Dan ternyata dia itu memang tidak punya teman di sekolahnya. Ya karena itu tadi tidak ada yang cocok dengannya," jelas Angela yang sempat mendengarkan curahan hati Putri.


"Kasihan juga sih kalau begitu," sahut Risya.


"Ya pasti karena bapaknya yang terlalu banyak aturan dan anaknya harus mengikuti dan lingkungan anak tidak cocok dengan apa yang di terapkan orang tuanya dan itu pasti karena berlebihan ya makanya terjadi hal seperti ini," ucap Syarla.


"Ya benar kata Syarla. Edo aja sama orang lain aja seperti itu ya pasti anaknya lebih parah," sahut Risya.


"Tetapi terkesan mencuri masa kecil anak tidak sih?" tanya Syarla.


"Bisa jadi," sahut Risya.


"Angela kamu ngomong deh sama Edo jangan terlalu seperti itu sama anak. Kasian juga tau. Anak masih kecil. Tetapi sudah di jauhi teman-temannya yang seharusnya seusia dia itu penuh dengan kenangan permainan dengan anak-anak seusia dengannya dan bukan seperti ini. Kasihan tau," ucap Syarla memberi saran.


"Syrala bicara sama Edo itu nggak mudah. Dia itu keras kepala dan iya alasan yang di berikannya masuk akal dan kita tidak bisa berpendapat semudah itu," ucap Angela yang pasti sudah sangat memahami Edo.


"Kamu kok bisa ya Angela bertahan dengan Edo yang kita tau kamu itu orangnya seperti apa," ucap Risya.

__ADS_1


"Saat pertama kali bertemu Edo. Aku hanya merasa dia itu bisa sejalan denganku dan ya mungkin apa yang di katakannya sangat bertolak belakang dengan ku. Tetapi tanpa aku sadari justru Edo yang bisa memahami ku," ucap Angela yang berkata jujur dengan apa yang di jalaninya selama ini.


"Ya semua itu memang pilihan kamu sih. Ya kita-kita hanya bisa melihat dan pasti hanya bisa komplen saja," sahut Risya.


"Tapi kamu memang tidak masalah Angela dengan Edo yang memilih seorang anak?" tanya Syarla.


"Tidak ada yang salah. Walau aku juga tau. Putri belum bisa menerima ku dengan sepenuh hati. Tetapi dia masih anak-anak dan itu menjadikan sebagai tantangan dan pasti aku hadapi," jawab Angela.


"Ya anak-anak memang tidak mudah menerima ibu baru dalam hidup mereka dan ya kamu memang harus banyak-banyak bersabar," ucap Risya.


"Tapi bye the way kira-kira ibu kandungnya Putri kemana?" tanya Syarla yang penasaran.


"Aku juga tidak tau dan juga aku tidak pernah tanya," sahut Angela yang memang apa adanya yang tidak pernah tau dan mau tau tentang masalah itu.


"Sudahlah kita doakan saja yang terbaik," ucap Risya.


**********


Setelah 3 orang wanita itu selesai memasak apa adanya yang tidak tau rasanya seperti apa. Makanan itu sudah di tata di meja makan. Risya, Syarla, Angela dan ada juga Putri yang duduk di meja makan dengan berhadapan dengan makan-makanan di atas meja.


"Ya makan nasi lah, masa iya makan beras," jawan Putri dengan ketus. Risya dan Syarla hanya menghela napas saja. Namun Angela tersenyum yang pasti sebenarnya juga dia kesal.


"Oh ya sudah kalau begitu Putri makan ya," sahut Angela.


"Makan di meja ini tidak ada larangan kan Putri?" tanya Syarla yang harus bertanya terlebih dahulu. Dari pada kenak ceramahi anak kecil nantinya.


"Memang apa aja makananya?" tanya Putri.


"Ini ada sayur pakcoy telur, ada ikan salmon, ada ikan asam pedas dan ada siput saus tiram," jawab Risya dengan memperkenalkan makanan-makanan itu pada Putri.


"Putri tidak pernah makan semua ini," ucap Putri.


"Oh benarkah! Kalau begitu Putri mau makan apa. Biar Tante pesan aja," sahut Angela.

__ADS_1


"Iya benar Putri. Makanan apa yang biasa kamu makan saat siang hari. Jadi kita pesan saja lebih baik," sahut Risya.


"Kenapa harus di pesan. Putri mau kok makan yang ada di sini kan Putri tidak pernah makan. Jadi Putri ingin coba," ucap Putri yang ternyata ingin makan apa yang sudah di masak.


"Kamu yakin?" tanya Angela.


"Iya," jawab Putri.


"Tapi jangan komplen ya dengan rasanya. Kita semua bukan chef. Jadi tidak akan sempurna rasanya," ucap Syarla menegaskan.


"Iya Tante! Tante itu galak sekali sama Putri. Apa kita akan menjadi musuh?" tanya Putri.


"Ya kamu yang memulai permusuhan dengan menyakiti hati saya," sahut Syarla.


"Dasar lebay," sahut Putri sinis membuat Risya dan Angela ingin tertawa.


"Sudah-sudah. Sekarang sebaiknya Putri makan saja," sahut Angela yang langsung menghidangkan makanan ke piring Putri.


"Ayo di coba," ucap Angela.


"Baiklah!" Putri langsung mencobanya dan 3 wanita itu terlihat sangat menunggu Putri. Mereka melihat ekspresi anak tersebut dan biasa aja tidak ada hal yang aneh. Membuat mereka lega.


"Kenapa melihat Putri seperti itu. Kalian tidak makan?" tanya Putri.


"Iya kita makan," sahut Risya yang akhirnya juga makan bersama 2 temannya itu.


"Risya kamu merasa tidak. Kalau sayur nya asin," bisik Syarla.


"Iya benar," sahut Risya.


"Tapi kok Putri makannya anteng aja ya," ucap Syarla heran.


"Biarin aja. Lidahnya mungkin bermasalah," sahut Risya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2