
Tiba-tiba Rachel bertemu dengan Arga yang tidak jauh dari toilet. Arga tidak peduli dengan Rachel dan langsung pergi. Namun Rachel langsung menarik tangannya.
"Arga tunggu!" ucap Rachel.
"Lepas!" sahut Arga yang langsung to the point.
"Kamu mau kemana Arga?" tanya Rachel.
"Aku tidak harus melapor padamu," sahut Arga melepaskan tangannya dari Rachel dan langsung pergi. Namun Rachel mengejar Arga dan menarik tangan Arga kembali.
"Arga tunggu kamu jangan pergi!" ucap Rachel yang tidak ingin Arga pergi kearah toilet yang di sana ada Risya.
"Apa-apaan sih. Aku bilang lepas. Kamu dengar ya Rachel. Kamu itu jangan sembarang kepadaku. Aku dan kak tidak ada hubungan apa-apa dan berhenti kau mengganggu aku dan juga Risya. Kau paham," tegas Arga dengan penuh penekanan.
"Arga lihat aku!" Rachel membuka kaca mata yang sejak tadi di gunakannya dan menunjukkan luka yang di dapatkannya. "lihat aku Arga. Aku terluka aku di pukuli oleh suamiku dan aku sangat membutuhkan mu," ucap Rachel dengan suara yang ingin di belas kasihi oleh Arga.
Arga pun melihat wajah Rachel yang memang lebam dan juga Rachel memang yang terlihat sangat menyedihkan itu.
"Arga aku mohon selamatkan aku darinya. Hanya kamu yang bisa melakukannya," ucap Rachel yang sudah mengeluarkan air mata yang butuh belas kasihan dari Arga.
"Maaf Rachel tapi itu bukan urusanku," ucap Arga yang langsung pergi dan tidak peduli pada Rachel yang mau terluka atau tidak sama sekali.
"Arga tapi!" Rachel masih saja nerusaha menghalangi kepergian Arga. Namun Arga tidak peduli sama sekali dan langsung pergi saja ke arah toilet.
"Arghhh!" umpat Rachel dengan suara kerasnya, "sial dia bisa menemukan Risya. Kenapa sih Arga sekarang benar-benar lebih mendominankan Risya. Apa-apa Risya. Wanita itu sudah merebut Arga dari ku semoga saja dia tidak akan menemukan Risya," umpat Rachel dengan sumpahnya yang begitu sangat membenci Risya.
***********
Arga memang mencari Risya. Karena sejak tadi Risya tidak datang. Dan ponsel Risya ada pada Arga. Jadi Arga tidak bisa menghubunginya yang berusaha mencari Risya.
"Kemana sih Risya. Katanya ketoilet. Tetapi sampai sekarang malah tidak ketemu," ucap Arga yang melihat di sekitarnya badan lama-lama kesal dengan Risya.
"Tolong! tolong!" suara Risya yang berteriak terdengar yang membuat Arga kaget dan mencoba untuk mengamati suara tersebut.
"Tolong! tolong!" Risya berteriak semakin kencang.
"Risya!" lirih Arga, "bukannya itu suara Arga. Iya benar itu suara Arga," ucap Arga dengan yakin dan mendekati suara teriakan itu sampai pada suatu pintu yang pasti toilet wanita dan suara itu semakin jelas.
__ADS_1
"Risya kamu di dalam!" panggil Arga yang ternyata toilet tersebut di kunci.
"Arga tolong aku! perih, Arga!" sahut Risya yang berteriak penuh dengan kesakitan yang membuat Arga panik dan langsung mendobrak pintu. Arga tidak peduli itu di Negara orang atau toilet wanita atau bukan.
Brukkk.
Akhirnya pintu itu terbuka dan Arga melihat Risya yang duduk dengan tangannya yang memegang matanya yang membuat Arga kaget dan langsung menghampiri Arga.
"Risya apa yang terjadi pada kamu?" tanya Arga yang begitu panik kepada Risya dengan memegang ke-2 bahu Risya.
"Perih Arga. Mataku perih," jawab Risya dan Arga melepas tangan Risya dari matanya dan Risya yang masih memejamkan matanya.
"Apa yang terjadi Risya? ada apa denganmu?" tanya Arga panik.
"Rachel yang membuatku seperti ini. Aku tidak tau apa yang di semprotkannya ke mata ku," ucap Risya yang sudah menangis.
"Rachel. Wanita itu benar-benar," umpat Arga dengan penuh kekesalan.
"Sakit Arga, aku tidak bisa melihat apa-apa," ucap Arga yang keperihan.
********
Arga membawa Risya ke salah satu rumah sakit dengan langsung di tangani Dokter dan ke-2 mata Risya sedang di perban dan tidak tau apa yang terjadi pada Risya dan Arga sekarang sedang berbicara pada Dokter dan tidak lama akhirnya selesai berbicara pada Dokter.
Arga melihat kondisi Risya dengan helaan napas dan langsung menghampiri Risya dengan memegang tangan Risya.
"Apa yang terjadi padaku. Kenapa aku tidak bisa melihat apa-apa?" tanya Risya panik.
"Kamu tenang ya Risya. Tidak terjadi apa-apa pada kamu dan kamu dalam proses penyembuhan. Luka ini tidak apa-apa sama sekali," ucap Arga yang mencoba untuk menenangkan Risya.
"Lalu kenapa mataku di perban. Aku tidak butakan?" tanya Risya yang sangat khawatir.
"Tidak Risya. Perbannya akan di buka besok. Kamu tidak akan buta ini hanya proses penyembuhan saja," ucap Arga yang mencoba untuk menenangkan Risya agar tidak panik sama sekali.
"Semua ini gara-gara Rachel. Aku harus kehilangan penglihatan seperti ini," ucap Risya yang merengek.
"Risya kamu tidak kehilangan penglihatan. Ini hanya sementara. Kamu jangan khawatir," ucap Arga.
__ADS_1
"Tetap saja Arga," sahut Risya yang tetap merasakan perih dan Arga tidak bisa menerima perbuatan Rachel. Arga juga tidak bisa melakukan apa-apa dan sangat mengerti kesedihan Risya yang pasti mengalami kesulitan dalam melihat dan mana mungkin dia tidak sedih dengan hal itu.
*********
Arga dan Risya kembali ke mansion dengan kondisi Risya yang matanya masih di perban dan Arga yang menuntun jalan Risya dan Arga harus berpapasan dengan Tony dan Rachel.
"Matanya di perban. Apa dia buta," batin Rachel dengan kemenangan hatinya yang sangat bahagia dengan kondisi Risya.
"Tuan Arga apa terjadi sesuatu pada istri anda?" tanya Tony.
"Kau tanyakan saja pada istrimu," sahut Arga dengan jawaban ketus.
Mendengar hal itu membuat Rachel kaget dengan pernyataan Arga, "Arga tau aku yang melakukannya? apa Risya mengatakannya?" batin Rachel yang dek-dekan. Apa lagi Tony melihat langsung ke arahnya dengan penuh tanya.
"Ini sangat tidak nyaman untuk kami yang berada di sini. Jadi jangan salahkan saya jika saya bertindak karena perbuatan istri anda," tegas Arga dengan penuh kekesalan.
"Apa maksudnya tuan Arga dan Rachel apa yang kamu lakukan? apa ini ada hubungannya dengan kamu sampai tuan Arga semarah itu?" tanya Tony yang melihat istrinya dengan alis yang terangkat.
"Aku_ aku_ tidak...." Rachel terbata-bata saat berbicara.
"Kau sudah memperingatkan jangan mengganggu kenyamanan kami dan apa yang terjadi pada istri saya tidak mudah termaafkan dan saya sangat tidak menerima hal ini. Untuk tuan Tony tolong ajari istrinya agar tidak mengganggu saya dan istri saya," tegas Arga yang langsung yang membawa Risya yang kembali menuntun Risya meninggalkan Rachel dan Tony dengan merangkul bahu istrinya.
Tony masih melihat Rachel dengan tatapan tajam yang membuat Rachel sangat takut dengan ke-2 tangannya yang saling mengatup.
"Dia yang menggangguku terlebih dahulu, dia ingin menyerangku dan aku hanya mencoba untuk membela diri," ucap Rachel dengan suara bergetar yang terbata-bata dalam bicaranya yang sangat takut dengan Tony yang akan marah kepadanya.
"Benarkah itu?" tanya Tony dengan lembut Rachel mengangguk-anggukkan kepalanya dan Tony mendekatinya dengan memegang pipi Rachel yang membuat Rachel semakin takut pada Tony.
"Sungguh Tony aku tidak bersalah sama sekali. Dia pelakunya," ucap Rachel yang terus mencari pembelaan.
"Kasihan sekali istriku ini. Apa dia menyakitimu?" tanya Tony yang tiba-tiba bicara lembut dan Rachel menganggukkan kepalanya.
"Kasihan kamu sayang aku tidak akan membiarkan kamu terluka sayang," ucap Tony dengan tersenyum. Walau tersenyum tetapi terlihat sangat menakutkan yang justru malah Rachel yang takut dan tidak tau apakah Tony percaya kepadanya atau tidak sama sekali lada Rachel.
"Ayo sayang kita kekamar!" ajak Tony merangkul bahu Rachel dan membawa Rachel pergi dalam ketakutan.
Bersambung
__ADS_1