MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 206 Insiden.


__ADS_3

Tasya dengan perut buncitnya yang menghampiri Tasya yang berada di dalam mobil.


"Keluar kau!" sentak Vio yang memukul-mukul kaca mobil Tasya dengan kuat.


"Wanita ini benar-benar sial dia ingin menggangguku!" umpat Tasya dengan kesal yang langsung menurunkan kaca mobilnya.


"Apa maumu dan sampai kau merusak mobilku!" teriak Tasya dengan penuh emosi.


"Heh wanita gila seharusnya aku yang bertanya apa maumu. Untuk apa kau datang kemari?" bentak Vio.


"Aku tidak harus memberitahu mu untuk apa aku datang kemari dan semua itu bukan urusanmu. Sebaiknya kau minggir dari sini!" tegas Tasya.


"CK. Dasar murahan," sinis Vio menyunggingkan senyumnya, "aku tau kau pasti ingin melanjutkan aksimu bukan untuk mencari masalah dengan Edo. Kau itu memang tidak tau diri dan tidak pernah sadar. Kau itu seharusnya sadar dengan apa yang kau lakukan. Kau itu benar-benar manusia sakit jiwa!" kecam Vio.


"Jaga bicaramu. Kau jangan sembarangan mengataiku sakit jiwa. Aku melakukan semua ini untuk menuntut hakku dan kau tidak akan tau apa-apa. Jadi jangan mencampuri urusanku atau mengganggu diriku," tegas Tasya.


Ha-ha-ha-ha-ha-ha.


Vio mendengarnya tertawa terbahak-bahak seolah mengejek perkataan Tasya.


"Apa katamu! Hah! Katamu apa hah! Hak. Dasar wanita tidak tau malu. Kau bisa-bisanya menyebutkan hak. Hey kau pikir selingkuhan, simpanan murahan seperti mu bisa mendapat hak. Kau itu hanya sampah, parasit dan racun berbahaya. Kau itu tidak pantas membicarakan hak. Karena dirimu yang juga merampas hal orang lain," tegas Vio dengan bicara kasar yang tidak peduli dengan Tasya. Baginya apa yang di keluarkannya itu yang pantas untuk perempuan seperti Tasya.


"Jaga bicaramu," sahut Tasya menekan suaranya yang sudah sangat kesal dan dia sabar sejak tadi.


"Kenapa? Apa menurutmu yang aku katakan adalah salah hah! Wanita sialan kau itu memang pantas mendapatkan kata-kata itu. Karena memang seperti itulah dirimu. Sangat hina dan murahan!" kecam Vio.


"Sial!" umpat Tasya menarik rambut Vio.


"Apa yang kau lakukan? Kurang ajar kau!" sahut Vio yang tidak terima dan menarik rambut Tasya. Tasya di dalam mobil dan Vio berada di luar yang mereka saling jambak.


"Lepaskan sakit!" keluh Tasya yang ternyata Vio jauh lebih kuat di bandingkan dirinya.


"Kau pantas wanita murahan mendapatkannya. Ini akibatnya jika kau merampas milik orang lain. Kau itu perempuan tidak sadar diri," hina Vio dengan menarik sekuat-kuatnya rambut Tasya.


Tasya bahkan tidak bisa membalas. Karena Vio benar-benar seperti monster yang kelaparan dan Tasya adalah korbannya yang sudah membuat Vio marah.


Sampai akhirnya Tasya yang sudah tidak bisa membela dirinya membuka pintu mobil dengan cepat dan mendorong pintu mobil kuat sampai Vio terdorong mundur. Karena perbuatan Tasya. Rambut Tasya sudah sangat berantakan bahkan wajahnya juga terkena cakaran Vio. Napasnya yang naik turun melihat Vio yang masih penuh dengan amarah.


"Berani kau mendorongku! Kau rasakan ini!" sahut Vio yang kembali menghampiri Tasya dan Tasya dengan cepat menendang perut buncit Vio dengan kuat yang membuat Vio terjatuh ke tanah.


"Auhhhhhh!" lirih Vio yang terduduk yang memegang perutnya yang terasa sakit.


"Mampus kau!" umpat Tasya dengan menghela napasnya yang puas dengan apa yang di lakukannya.


"Ahhhh, argghhh," Vio kesakitan dengan perutnya bahkan keluar dari dari pahanya. Tasya melihat hal itu kaget.


"Tolong!" ucap Vio yang menahan sakit.


"Sial!" umpat Tasya yang langsung masuk mobilnya dengan buru-buru dan langsung pergi dari tempat tersebut dengan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan Vio yang kesakitan akibat perbuatan Tasya.

__ADS_1


Mobil Tasya berselih dengan mobil Edo yang bersama Angela dan Putri.


"Bukannya itu mobil Tasya," ucap Angela yang menoleh ke belakang.


"Kamu benar. Untuk apa di kemarin?" tanya Edo yang masih melihat dari kaca spion melihat mobil itu melaju kencang seperti pembalap.


"Papa Tante itu kenapa?" tunjuk Putri saat melihat di pinggir jalan Vio yang kesakitan.


"Bukannya itu Vio!" sahut Angela yang kaget.


Edo langsung memberhentikan mobilnya dan Angela buru-buru keluar dari mobil di susuk Edo.


"Ya ampun Vio kamu kenapa?" tanya Angela panik dengan melihat darah sudah mengalir dari paha Vio.


"Tolong aku Angela! Tolong!" lirih Vio yang sudah sangat lemas dan wajahnya begitu pucat.


"Ayo kita bawa kerumah sakit," sahut Edo yang langsung menggendong Vio ala bridal style da membawa ke mobil mereka dan Angela yang juga panik buru-buru membuka pintu mobil. Putri yang tadinya duduk di belakang pindah kedepan dan Angela menemani Vio di belakang. Edo juga langsung buru-buru menaiki mobil dan melakukan dengan kecepatan tinggi.


"Vio kamu sabar ya. Kita akan sampai kerumah sakit secepatnya," ucap Angela.


"Sakit Angela, sakit!" keluh Vio yang merintih kesakitan.


"Mas buruan mas," ucap Angela panik.


"Iya Angela," sahut Edo yang juga buru-buru.


Rumah sakit.


Arga, Risya, Hariyanto dan Tantri sampai ke rumah sakit. Mereka mendapatkan kabar Vio masuk rumah sakit langsung buru-buru kerumah sakit.


"Di sana pah!" sahut Arga yang menunjuk ruangan UGD dan di luar ruangan itu ada Angela dan Samuel.


"Samuel Angela!" sapa Risya dengan panik.


"Risya!" sahut Angela.


"Apa yang terjadi bagaimana keadaan Vio?" tanya Risya.


"Dokter masih menanganinya," jawab Samuel yang sangat khawatir pada istrinya.


"Apa yang terjadi sebenarnya. Kenapa Vio sampai seperti itu?" tanya Tantri.


"Aku tidak tau Tante bagaimana kronologi kejadiannya. Aku dan mas Edo ingin mengantarkan Putri kesekolah dan tiba-tiba kami melihat Angela berada di pinggir jalan di perkomplekan mas Edo. Angela yang kesakitan," jawab Angela panik.


"Untuk apa Vio ke sana?" tanya Rusyd heran.


"Aku juga nggak tau Risya," jawab Angela.


"Vio pasti ingin mencegah Tasya dan pasti semua ini perbuatan Tasya," batin Hariyanto yang sudah menduga semuanya.

__ADS_1


"Lalu Edo mana?" tanya Arga.


"Edo masih mengantarkan Putri ke sekolah dan baru menyelidiki apa yang terjadi," jawab Angela.


"Semoga saja Vio tidak apa-apa dan bayi di kandungannya baik-baik saja," sahut Tantri.


"Iya Tante semoga saja. Aku juga sudah telpon mama dan papa untuk secepatnya ke rumah sakit. Karena kebetulan mereka lagi di Luar kota," sahut Samuel.


**********


Untung saja kondisi Vio tidak apa-apa. Vio mengalami pendarahan dan harus melakukan operasi untuk bayinya dan terpaksa bayinya lahir secara permatur. Tetapi Alhamdulillah kondisi Vio baik-baik saja dan bayinya harus mendapatkan perawatan yan insentif.


Vio yang sekarang berada di kamar perawatan yang bersama Hariyanto dan juga Tantri.


"Vio nanti mama kamu dan papa kamu akan secepatnya sampai. Jadi kamu jangan khawatir ya," ucap Tantri.


"Iya Tante," jawab Vio.


"Samuel di mana Tante?" tanya Vio.


"Lagi bicara sama Dokter tentang anak kalian. Kamu jangan khawatir. Semuanya akan baik-baik saja," ucap Tantri.


"Baiklah Tante. Makasih ya Tante sudah menemani aku dan membantu aku sama Samuel untuk semua proses ini," ucap Vio.


"Itu sudah kewajiban Tante menggantikan orang tua kamu," sahut Tantri. Vio merasa lega.


"Sebentar ya Tante mau ambil makanan dulu untuk kamu. Tadi ada di mobil," sahut Tantri.


"Iya Tante," jawan Vio.


"Pah mama ke mobil dulu ya," ucap Tantri pamit.


"Iya mah," sahut Hariyanto dan Tantri keluar dari ruangan itu.


"Apa semua ini ulah Tasya Vio?" tanya Hariyanto yang sejak tadi tidak sabar ingin bicara pada keponakannya itu. Vio mengangguk membenarkan tebakan itu.


"Kurang ajar!" umpat Hariyanto.


"Aku berusaha menghalanginya yang ingin menemui Edo dan dia menyerangku membuatku seperti ini," ucap Vio.


"Om saran Vio. Sebaiknya Om beritahu Tante semua yang terjadi. Bukannya Om bilang dulu Tante sudah tau masalah ini dan Vio sengaja kembali merusak semuanya. Om harus beritahu Tante. Supaya Om sama Tante bisa sama-sama melindungi Risya," ucap Vio yang memberikan sarannya pada Om nya itu. Hariyanto terdiam yang memikirkan perkataan tersebut.


Mungkin saja memang apa yang di katakan Vio benar. Tetapi banyak resikonya pastinya.


...Jangan lupa mampir....



Bersambung

__ADS_1


__ADS_2