MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 64 Tidak terduga.


__ADS_3

Arga dan Risya tiba di bandara di mana tim mereka juga sudah menunggu di sana dan pasti sekretaris Arga Novi juga ada di sana. Karena Arga ikut jadi sekretarisnya juga harus ikut. Karena keperluan Arga semuanya Novi yang menangani. Keperluan dalam bekerja dan kalau urusan pribadi ya pasti Risya.


Mereka semua berkumpul yang masih menunggu penerbangan yang pasti sebelum berangkat ada sedikit arahan dari Arga untuk orang-orang hebat yang ikut itu.


"Baiklah saya rasa cukup dengan sedikit arahan dari saya dan sisanya itu semua kalian. Dan ingat satu hal penting. Kalian itu di sana untuk bekerja dan bukan untuk liburan. Jadi awas saja kalau kalian lebih fokus untuk hal lain dari pada liburan dan semua perintah ini berlaku untuk semuanya tanpa ketercuali dan termasuk kamu!" tegas Arga yang langsung menekankan pada Rista yang berdiri di sampingnya sampai membuat Risya kaget dengan mengelus dadanya.


"Biasa aja ngomongnya. Sampai kaget loh orang," sahut Risya dengan sewot.


"Itu supaya kamu mengerti dan kamu harus memberi contoh yang baik dan benar untuk semua orang di sini," tegas Arga.


"Memang aku guru apa!" cicit Risya dengan pelan. Namun pasti ada beberapa orang yang mendengarnya dan terutama pasti Arga.


"Jangan banyak protes lakukan saja," tegas Arga.


"Iyaaa," sahut Risya yang tidak ikhlas.


"Dan Novi. Bagaimana untuk persiapan tempat di sana. Apa aman?" tanya Arga.


"Semuanya beres pak. Dan kita juga akan berangkat bersama dengan pemilik Perusahaan jepang yang akan bekerja sama dengan kita," jawab Novi.


"Dia orang jepang apa orang Indonesia?" tanya Risya.


"Campuran Bu Risya. Namun ayahnya asli jepang dan pemilik Perusahaan terbesar di Jepang dan anaknya tinggal di Indonesia yang mengurus beberapa bisnis keluarga mereka dan anaknya yang akan menjamu kita dan sudah menyiapkan semuanya!" jelas Novi dengan singkat dan pada.


"Lalu mana mereka kenapa lama sekali?" tanya Arga.


"Iya ya," sahut Novi yang melihat arloji di tangannya dan pandangan mata Novi melihat ke arah pintu masuk bandara.


"Nah itu bapak itu," sahut Novi yang membuat Arga dan Risya menoleh kebelakang. Mereka malah terkejut saat melihat Rachel dan Tony dengan Rachel yang menggandeng lengan Tony dan ada beberapa orang di belakang Tony yang sepertinya bodyguard yang sekalian juga mendorong koper Rachel dan Tony.


"Pria itu maksud kamu?" tanya Arga.


"Benar pak Arga pak Tony anak dari tuan Kanesa dan wanita itu sepertinya saya pernah melihatnya," jawan Novi. Namun melihat Rachel tidak asing baginya dan dia juga tidak tau mungkin jika Tony yang sudah di ketahuinya mempunyai istri dan itu Rachel.


"Kenapa jadi mereka," batin Risya yang terlihat sangat kesal dan melihat ke arah Arga dan Arga juga memang sangat jelas dari wajahnya yang tidak tau menau dengan rekan bisnisnya.

__ADS_1


"Selamat pagi!" sapa Tony setelah berdiri di depan Arga dan Risya dan Rachel tersenyum miring melihat Risya.


"Pagi!" jawan Arga dengan datar.


"Pagi pak Tony. Kami senang pak Tony akhirnya datang juga," sahut Novi dengan ramah.


"Tetapi sepertinya dari wajah kalian tidak terlihat senang. Apa karena saya terlambat?" tanya Tony.


"Tidak kok pak Tony. Hanya terlambat sedikit saja," sahut Novi.


"Mau itu sedikit. Itu tetap terlambat," sahut Arga yang tidak suka basa-basi dan tidak peduli dengan siapa Pria yang di depannya itu. Karena Arga memang paling benci orang yang terlambat datang dan pasti termasuk dengan Tony.


"Kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Tony yang mengingat Arga.


"Oh iya kita pernah bertemu. Kamu bukannya teman istri saya?" tanya Tony yang mengingat Arga pernah ikut campur dalam urusannya.


"Saya tidak mengingat hal itu," sahut Arga dengan ketus. Namun jangan tanya bagaimana wajah Risya yang sangat kesal yang ternyata orang yang bekerja sama dengan Arga sangat berhubungan dengan Rachel dan bagaimana mood Risya tidak berantakan.


"Ayo kita langsung pergi ini sudah terlambat dan jangan ada yang buang-buang waktu," sahut Arga.


Arga pun langsung pergi dan tidak lupa menggandeng tangan istrinya yang sejak tadi diam saja dan sepertinya Rachel sangat cemburu melihat Risya seperti itu.


*********


Mereka semua sudah berada di dalam pesawat. Arga dan Risya duduk bersebelahan dengan Risya di samping jendela dan wajahnya sejak tadi di tekuk dengan melihat ke jendela pesawat dengan melihat-lihat awan. Karena pesawat mereka memang sudah mengudara.


"Menyesal untuk ikut?" tanya Arga yang bisa melihat dari wajah Risya dan diamnya Risya sejak tadi.


"Diamlah, jangan bicara padaku. Aku mau tidur," ucap Risya dengan ketus.


"Jangan berpikiran. Jika aku tau semua ini," ucap Arga.


"Apaan sih, siapa juga yang punya pikiran seperti itu," sahut Risya.


"Lalu kenapa sejak tadi diam saja?" tanya Arga.

__ADS_1


Risya menoleh kearah Arga dan melihat wajah Arga, "aku sudah mengatakan aku mengantuk. Nggak dengar apa dari tadi," sahut Risya kesal.


"Lalu kenapa tidak tidur?" tanya Arga.


"Bagaimana mau tidur kalau kamu mengoceh terus sejak tadi," geram Risya yang emosi pada Arga.


"Hanya itu?" tanya Arga.


"Arga diamlah," sahut Risya kesal, "kenapa coba dia harus terlibat dalam hal ini sangat merusak mood," ucap Risya yang akhirnya mengeluh karena begitu kesalnya.


"Aky juga tidak tau Risya dan kalau tau aku juga tidak akan ingin terlibat dengan mereka," ucap Arga.


"Kenapa tidak di batalkan?" tanya Risya.


"Sudah tanda tangan kontrak. Dan lagian perusahaan kita hanya berurusan dengan orang tuanya dan bukan mereka. Mereka hanya menjamu dan aku rasa tidak akan ada masalah lain yang pada intinya aku tau siapa Rachel dan aku juga tidak akan membiarkan dia menyakiti kamu atau memberinya kesempatan untuk mengganggu mu," ucap Arga dengan lemah lembut yang kalau bicara pasti menatap Risya.


Arga sangat tau apa yang di pikirkan Risya dan maknanya sebisa mungkin Arga akan melakukan yang terbaik untuk membuat kenyamanan Risya.


Arga memegang tangan Risya, "bukannya kemarin kita sudah membahasnya. Jika pernikahan ini tidak akan berakhir dan kamu dan aku saling memiliki. Jadi dengan adanya' Rachel di sini tidak akan mengubah apapun," ucap Arga yang meyakinkan Risya.


Risya hanya diam saja tanpa menanggapi apa-apa dan Arga langsung memeluk Risya dengan mengelus-elus pucuk kepala Risya.


"Kamu jangan cemberut terus. Bukannya yang aku tau kalau kamu itu sangat berani melawan Rachel. Dengan diam seperti ini kamu seakan takut padanya," ucap Arga.


"Sembarangan. Mana mungkin aku takut padanyanya," sahut Risya. Arga tersenyum tipis dan kembali memeluk Risya. Ternyata pelukan yang hanya itu dapat di lihat Rachel dan jelas Rachel pasti cemburu yang melihat kedekatan Risya dan Arga.


"Jadi mereka benar-benar kembali," batin Rachel.


"Kau melihat apa?" tanya Tony yang duduk di sampingnya membuat Rachel terkejut.


"Ti-tidak. Aku tidak melihat apa-apa," jawab Rachel bohong padahal dia jelas-jelas sangat cemburu melihat kedekatan Arga dan Risya.


"Jangan membodohi ku. Awa saja jika kau berani macam-macam. Apa lagi curi-curi pandang pada pria yang kau katakan teman itu," ucap Tony dengan penuh penegasan pada Rachel.


Rachel jelas takut. Namun hanya berusaha untuk tenang dan jangan sampai suaminya kasar kepadanya. Hanya karena kecerobohannya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2