MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!

MANTAN? TAPI NIKAH YUK!!!
Episode 216 Sakit tak berdarah.


__ADS_3

"Pah ada apa? Apa yang terjadi pah," tanya Tantri dan Hariyanto tidak menjawab hanya memberikan ponselnya. Tantri juga kaget dengan menutup mulutnya dengan tangannya dan air matanya yang langsung jatuh.


"Risya!" lirih Tantri dengan suara bergetar yang penuh ketakutan.


"Tante ada apa?" tanya Vio yang juga bingung dan sampai Semua orang yang di meja makan itu juga melihat pesan dari ponsel Arga dan terkejut melihat pesan itu.


Arga dan yang lainnya mencari keberadaan Risya yang menyusul Arga. Hanya Edo yang tidak ikut. Karena langsung membawa Putri ke mobil. Makan malam itu berubah menjadi ketegangan dan kepanikan.


Arga yang berjalan di koridor Restaurant di bagian VVIP yang untuk orang-orang meeting. Di bagian Restauran yang tertutup dengan banyak ruangan. Di belakang Arga ada Tantri, Hariyanto, Angela, Vio dan yang lainnya yang juga menyusul.


Mereka semuanya penuh kepanikan yang mencari keberadaan Risya yang tidak tau di mana sama sekali. Sampai langkah Arga terhenti ketika dari kejauhan 5 meter melihat salah satu pintu ruangan terbuka dan keluar Tasya dari dalam ruangan itu.


"Tasya!" lirih Arga. Tasya juga menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Arga. Tatapan mata Tasya terlihat bergenang dan air matanya juga jatuh.


Seolah sudah tau apa yang terjadi membuat air mata Arga juga tahun dan begitu juga Hariyanto. Dan saat itu juga Tasya pergi.


"Risya!" lirih Arga yang langsung berlari keruangan itu begitu juga yang lainnya.


Mereka semua di depan pintu dan memang Risya ada di ruangan itu.


Risya yang terduduk dengan tatapan kosong. Air mata yang mengalir deras membahasi pipinya. Tubuh itu terlihat bergetar hebat. Arga sudah pasrah yang pasti Risya sudah tau semuanya.


"Risya!" lirih Hariyanto yang melangkah masuk kedalam. Risya mengangkat kepalanya dan melihat tokoh dari permasalahan itu.


Tatapan mata itu penuh rasa kekecewaan. Tangis yang terisak yang terasa sesak di dada. Tangannya yang mengepal dengan tubuhnya yang bergetar.


"Maafkan papa!" lirih Hariyanto.


"Argghhh!" lirih Risya menekan suaranya yang memegang kuat pinggir meja seolah tidak kuat.


"Risya papa bisa jelaskan semuanya,"


"Diam!" ucap Risya dengan suaranya yang bergetar.


"Argghhh!" Risya tiba-tiba menyiram wajahnya sendiri dengan segelas air putih yang ada di sana.


Seolah dirinya ingin bangun sendiri dari mimpi buruk. Rasa kecewa yang di dapatkannya dengan penuh kekecewaan. Kesakitan dengan perasaannya yang benar-benar hancur.


Seolah tidak berarti lagi baginya. Orang yang sangat di percayanya, seseorang yang di banggakannya, cinta pertamanya yang justru menjadi orang pertama yang memberikan luka kepadanya.

__ADS_1


"Sayang kamu tenang dulu ya!" ucap Arga yang berusaha untuk menguatkan Risya.


"Jahat! Jahat! papa benar-benar jahat!" teriak Risya seperti orang gila yang kesurupan yang berdiri dari tempat duduknya. Kakinya begitu lemas yang ingin terjatuh dan Hariyanto yang mendekatinya.


"Jangan menyentuhku!" teriak Risya.


"Papa penghiyanat, penipu. Papa sangat jahat. Papa mempunyai hubungan dengan wanita lain dan ini hasil tes DNA papa dengan anak papa yang tak lain adalah......"


"Argggghhh!" teriak Risya memegang kuat rambutnya yang menjambak dirinya sendiri.


Tantri hanya bisa berderai air mata melihat hal yang di takutkannya akhirnya terjadi. Tidak ada yang bisa di katakannya. Bukan luka penghiyanatan suaminya yang besar selama ini. Ternyata ini lah luka yang jauh lebih besar. Putrinya yang harus kecewa dan hancur sendiri karena penghiyanatan yang diterimanya.


Sama dengan Arga. Usahanya untuk memohon sia-sia. Apa yang di takutkannya terjadi. Melihat di depan matanya. Bagaimana Risya yang tidak bisa menerima semua itu.


"Aku sangat membenci papa. Semuanya kalian bersandiwara di belakangku dan kamu juga menutupi semua ini," ucap Risya dengan napasnya yang naik turun dan bahkan menatap Arga dengan penuh kemarahan.


"Aku membenci kalian semua!" teriak Risya yang langsung berlari keluar dari ruangan itu dengan menabaraki siapapun yang menghalangi jalannya.


"Risya!" panggil Arga.


"Risya!" panggil Angela.


"Risya!" teriak Arga yang langsung berlari mengejar Risya.


Hariyanto langsung terduduk lemas dengan melihat kehancuran putrinya. Sakit hati putrinya yang tidak bisa di obati.


Tantri melihat suaminya dan tampak bingung harus mengatasi yang mana dulu. Sampai akhirnya Tantri memilih menyusul Arga untuk mengejar Risya. Begitu juga dengan Angela. Samuele dan Vio menenangkan Hariyanto. Yang mereka juga tidak percaya jika semua ini akan terjadi.


"Maafkan papa Risya papa minta maaf," ucap Hariyanto yang menangis sengugukan.


"Om tenang. Risya pasti baik-baik aja," ucap Vio yang berusaha untuk menenangkan Hariyanto.


"Papa telah menghancurkan perasaan kamu Risya maafkan papa Risya!" ucap Hariyanto.


*********


Risya yang terus berlari dengan air matanya yang mengalir. Terbayang masa kecil yang indah bersama papanya membuat hatinya semakin hancur.


"Kamu jangan bohong Tasya. Tidak mungkin papa mempunyai hubungan denganmu!" ucap Risya.

__ADS_1


"Aku adalah sekretarisnya dan aku jatuh cinta kepadanya karena perhatian yang sangat berlebihan do berikan kepadaku. Mungkin aku buta selama itu. Buta dengan cinta sampai aku tidak peduli jika dia mempunyai anak dan istri. Tetapi itu kenyataannya. Aku dan mas Hariyanto mempunyai hubungan Putri hasil cinta kami berdua," jelas Tasya yang mengejutkan Risya.


Tangannya bergetar dengan air matanya yang langsung jatuh.


"Ini adalah hasil tes DNAnya. Jika Putri adalah anak kandung mas Hariyanto," Tasya memberikan hasil tes DNA itu dan Risya langsung melihat dengan tangannya yang bergetar.


Sangat terkejut pastinya dengan apa yang di lihat Risya yang benar-benar tidak percaya dengan semua yang di katakan Tasya yang di bongkar Tasya di depan Risya.


"Aku tau kamu terkejut. Dan aku tadinya tidak ingin memberitahu ini. Tetapi aku merasa tidak adil semua ini. Meski Arga dan semua orang berusaha untuk melindungi kamu. Tetapi maaf aku harus memberitahu kamu," ucap Tasya. Risya hanya diam mendengarkan semua kata-kata Tasya.


"Aku memang bodoh dan aku yang menghancurkan diriku sendiri. Aku hanya kehilangan segala hal. Tetapi kamu hanya kehilangan kepercayaan kamu pada mas Hariyanto. Jadi maaf membuatmu terkejut," ucap Tasya.


**********


Pagi hari sudah tiba saja. Entah di mana Risya yang tidak tau pergi kemana. Semalam Arga mencarinya namun tidak di temukannya.


Arga kembali ke rumah Tantri yang di sana juga ada orang tuanya yang sudah tau masalah itu. Ada juga Vio dan Samuel, Angela dan Edo.


Arga keluar dari mobil dengan langkah yang tidak bersemangat dan sangat lemas. Penampilan yang acak-acakan.


"Bagaimana Arga?" tanya Tantri. Arga menggelengkan kepalanya.


Salmah langsung memeluk Arga untuk menguatkan Arga. Dia tau perasaan Arga seperti apa.


"Kita akan cari sama-sama Risya. Pasti nant akan ketemu," ucap Salmah yang memberikan Arga kekuatan.


"Aku takut terjadi sesuatu pada Risya mah, aku takut?" lirih Arga.


"Jangan berpikiran buruk. Mama mengenal Risya. Dia anak yang sangat kuat. Mama yakin dia akan mengabari kamu secepatnya. Dia hanya butuh waktu saja," ucap Salmah.


"Kami akan langsung mencarinya lagi. Arga kamu sebaiknya istirahat. Kami akan menemukan Risya," sahut Edo yang ingin membantu Arga.


"Iya aku sama Vio juga akan ikut," sahut Samuel.


"Terima kasih untuk bantuan kalian," sahut Arga. Mereka hanya mengangguk saja.


"Ya sudah sekarang kita pergi," sahut Edo. Vio, Angela dan Samuel langsung bergerak untuk membantu mencari keberadaan Risya yang tidak tau di mana.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2